Klek.! Pintu kamar pun terbuka, Permadi langsung masuk ke dalam kamar yang di ikuti oleh Seruni di belakangnya. Permadi segera menutup dan mengunci kembali pintu kamarnya, setelah Seruni masuk. Permadi duduk di tepi ranjang sambil menatap Seruni, yang masih tertunduk menunggu perintahnya. Menuruti hasratnya, ingin sekali Permadi langsung melucuti pakaian gadis berkerudung itu. Namun dia masih bisa menahan hasratnya, yang bagai gunung yang hendak meletus itu. “Seruni, apakah kau masih perawan..?” tanya Permadi. “Aku belum pernah begituan Mas Permadi,” sahut Seruni, ada rona merah di pipinya namun tatapan matanya tetap terlihat kosong. “Ahh, masa sih Seruni. Sepertinya kamu sudah punya pacar,” Permadi berkata tak percaya, padahal hatinya senang bukan main menemukan gadis ‘bersegel’. “Kami sudah putus. Kami cuma pernah ‘petting’ beberapa kali, tapi tak sampai masuk Mas,” Seruni menjelaskan dengan jujur sekali. “Baiklah Seruni, aku percaya. Berapa usiamu sekarang..?” “Usia saya
Last Updated : 2025-03-27 Read more