Semua Bab Sang PENEMBUS Batas: Bab 211 - Bab 218

218 Bab

Bab 211.

Setthh..! Kraghh..!! Dua tangan Permadi bergerak secepat kilat, mematahkan lengan kiri Ramses yang tertembus peluru itu. "AaRrkhs..!!" teriakkan kesakitan Ramses terdengar bergema, di keheningan dini hari itu. Sungguh sakitnya nggak abis-abis. "Kamu pemimpin mereka semua..?" tanya Permadi tenang, dingin tanpa ekspresi. Ramses yang sedang dalam perjuangan menahan rasa sakit, hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil meringis. "Kalau begitu berikan kata sandi ponselmu, dan pin ATM milikmu..!" seru Permadi, sudah terbersit sebuah rencana di kepalanya. Melihat Ramses masih diam, seolah menolak permintaannya, maka.. Sethh..!! Klekkh..!! Jari Permadi bergerak cepat menarik telapak tangan Ramses, dan langsung mematahkan jari kelingkingnya. "Aarrkhgs..!!" kembali teriakkan bariton Ramses bergema, di tengah jalan yang sepi. Semua anggota genk yang lainnya hanya tertunduk pucat di tempatnya masing-masing. Tiada yang berani bersuara apalagi bergerak sedikitpun. Permadi bagai jelmaan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-04-02
Baca selengkapnya

212.

"Rodent..! Gunakan uang itu untuk bersenang-senang bersama yang lain.! Pergilah..!" Permadi berkata pelan dan tegas. "Baik Bos..! Bro semuanya..! Ucapkan terimakasih pada Bos Permadi..! Sebelum kita semua bersenang-senang..!" seru si Rodent, dengan nada keren dan bersemangat. "Makasih Boss...!!!" teriak semuanya serentak dan bersemangat. Ya, mereka semua paham kini, Rodent sudah memegang dana untuk mereka bersenang-senang, dari bos baru mereka. "Pergilah bersenang-senang..!" Permadi berseru sambil melambaikan tangannya. "Rodent..! Sebentar..!" Permadi memanggil Rodent, karena dia terlupa sesuatu. "Ya Bos," Rodent mendekat. "Kamu jelaskan pada istri muda bekas Bosmu itu. Bahwa sekarang aku pemilik rumah ini..!" perintah Permadi. "Baik Bos..!" Rodent segera beranjak mengetuk pintu rumah. Tokk, tok, tokk..! Klek.! "Masuk saja Tuan Rodent," sapa sang pelayan rumah, saat melihat siapa yang mengetuk pintu. Sejak tadi sebenarnya orang-orang di dalam rumah sudah mendengar, soal ra
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-04-02
Baca selengkapnya

Bab 213.

'Jadi konspirasi pihak mana ini semua? Mengapa cara bermain mereka terlalu kejam dan kasar..?!' demikianlah pertanyaan keras dalam benak Hiroshi, yang juga belum mendapatkan jawaban. 'Dan ninja hebat mana yang bisa menerobos pertahanan gerbang rumahnya..? Padahal rumahnya dijaga para samurai siang malam. Namun mereka bisa menyusup sampai ke teras rumahnya, dan meletakkan begitu saja pakaian ninja merah yang telah tewas saat diutusnya..?' bathin Hiroshi bertambah resah. 'Ini berarti aku sedang berhadapan dengan konspirasi pihak-pihak musuh yang sangat kuat', bathin Hiroshi menyimpulkan. Perlahan Hiroshi mendekat ke sebuah lemari antik di kamar pribadinya. Lalu ditekannya sebuah tombol di balik vas antik jaman dinasti Ming, yang bernilai ratusan miliar rupiah. Klikh! Slakhh..! Slakh..! Srrrekkhh...!Lemari hias itu pun terbelah menjadi dua, dan bergeser ke kiri dan kanan. Kini terbukalah lorong di balik lemari itu. Hiroshi masuk ke dalamnya, dan kembali menekan sebuah tombol di k
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-04-03
Baca selengkapnya

Bab 214.

Ya, jejak energi Elang pastilah terendus, oleh orang berkemampuan 'khusus' seperti Permadi. Terlebih Reva telah beberapa kali 'berhubungan intim' dengan Elang. Maka tak ayal lagi, 'energi Elang' nampak sangat jelas di mata Permadi. Reva mengemudikan BMW hitamnya dengan kecepatan sedang. Dia tak sadar sebuah motor sport merah milik Permadi tengah membuntuti ketat mobilnya. Hingga akhirnya kembali mobilnya berhenti, karena rambu merah di sebuah pertigaan jalan. Dan di sebelah mobil Reva, turut berhenti mobil Compass hitam berplat merah. "Hai Reva..! Panjang umur kau..!" jendela mobil Compass itu terbuka, nampak tersenyum seorang berseragam polisi ke arah Reva. "Hai Pak Ahmad..! Mau kemana..?!" seru Reva, balas tersenyum pada sang polisi. "Ke rumahmu Reva..! Saya mau bicara soal kasus Dean itu," sahut AKP Ahmad. "Ok, kita ke rumah sekarang Pak," ajak Reva, dia langsung melajukan mobilnya mendahului Ahmad. Ahmad dengan Compass hitamnya pun langsung membuntuti mobil Reva. Melihat
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-04-03
Baca selengkapnya

Bab 215.

"Hahh..! Mas Permadi, apakah ini tidak terlalu banyak..?!" Shara berseru kaget, saat menerima dua gepok uang merah berjumlah 100 juta itu. Tapi di sisi lain hatinya terharu senang. Karena selama dia menjadi istri muda Ramses, paling banter dia hanya di pegangkan uang 10-20 juta. Jika dia hendak pergi berbelanja, untuk keperluan dirinya dan rumah. Namun Permadi langsung memberinya kepercayaan memegang uang sebanyak itu, hanya untuk jatah sekali mereka belanja bersama. Wanita mana yang tak 'langsung' lumer dibuatnya.?! "Peganglah Shara itu hakmu. Mulai saat ini tiap bulan kau menerima 100 juta dariku, kelolalah dengan baik," ucap Permadi tenang. Bagi Permadi, uang sebesar itu tak ada artinya. Karena dia sendiri telah berhitung dengan uang yang akan mengalir ke kas GASStreet, setelah dia menjalankan rencananya. Ya, GASStreet akan diubahnya menjadi gank motor, dengan modus kejahatan yang terencana dan terkoordinasi rapih. Tentunya di bawah pimpinan dan arahan langsung darinya. Perm
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-04-03
Baca selengkapnya

Bab 216.

"Hah..! Mas Permadi, apakah ini tidak terlalu banyak..?!" Shara berseru kaget, saat menerima dua gepok uang merah berjumlah 100 juta itu. Tapi di sisi lain hatinya terharu senang. Karena selama dia menjadi istri muda Ramses, paling banter dia hanya di pegangkan uang 10-20 juta. Jika dia hendak pergi berbelanja, untuk keperluan dirinya dan rumah. Namun Permadi langsung memberinya kepercayaan memegang uang sebanyak itu, hanya untuk jatah sekali mereka belanja bersama. Wanita mana yang tak 'langsung' lumer dibuatnya.?! "Peganglah Shara itu hakmu. Mulai saat ini tiap bulan kau menerima 100 juta dariku, kelolalah dengan baik," ucap Permadi tenang. Bagi Permadi, uang sebesar itu tak ada artinya. Karena dia sendiri telah berhitung dengan uang yang akan mengalir ke kas GASStreet, setelah dia menjalankan rencananya. Ya, GASStreet akan diubahnya menjadi gank motor, dengan modus kejahatan yang terencana dan terkoordinasi rapih. Tentunya di bawah pimpinan dan arahan langsung darinya.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-04-03
Baca selengkapnya

Bab 217.

'Akhirnya sampai', bathin Elang, saat pesawat baru saja selesai melakukan 'landing' di Kansai International Airport, Osaka. Elang beranjak turun dari pesawat, dan langsung melangkah menuju lobi kedatangan/keluar bandara Kansai. Baru saja Elang memasuki area lobi kedatangan, "Mas Elanng..!" seru Keina gembira, seraya melambaikan tangannya ke arah Elang. "Keina," balas Elang tersenyum memanggil, sambil melambaikan tangannya. Elang berjalan menghampiri Keina, yang terlihat di dampingi dua pengawal berjas hitam di kiri kanannya. Keina tak dapat menahan diri dari rasa rindu dan gembiranya, karena bertemu kembali dengan Elang. Dia pun langsung menubruk dan memeluk Elang erat. "Mas Elang, Keina rindu.." desah Keina di dada Elang. "Kamu makin cantik Keina," puji Elang tulus, sambil menatap penampilan Keina saat itu. Keina memakai kaos panjang agak longgar berwarna krem muda, dan bawahan crlana katun yang juga longgar. Penampilan yang casual dengan rambut terurai lepas. "Ahh, Mas Elan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-04-03
Baca selengkapnya

Bab 218.

"Pak Kimura, semua persoalan pasti ada jalan keluarnya. Tenanglah, alat sadap di tubuh Bapak sudah saya lumpuhkan. Kita bisa bicara bebas sekarang," Elang berkata dengan nada pelan namun tegas. "A-apa..?! Apa maksudmu anak muda..?!" seru Kimura gugup dan kaget. Walau dia mengetahui di tubuhnya ada alat penyadap, tapi dia sendiri tak tahu dibagian tubuh yang mana alat penyadap itu dipasang oleh Shaburo cs. Shaburo hanya berpesan keras agar dia tak macam-macam. Karena di tubuhnya terpasang alat penyadap, pada saat dia hendak berangkat ke rumah Hiroshi tadi. 'Bagaimana pemuda ini bisa mengetahuinya?' bathinnya bingung dan kaget. "Elang..! Jangan kurang ajar dengan sahabatku..!" seru Hiroshi menggelegar marah. Namun dia sendiri sebenarnya kaget dan bingung, dengan ekspresi Kimura yang seolah kaget dan gugup. Tapi sebagai sahabat lama Kimura, tentu saja dia harus mengingatkan Elang. Agar Elang berlaku sopan, pada sahabatnya yang lebih tua. "Mas E-elang.." ucap Keina resah dan panik.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-04-04
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
171819202122
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status