Semua Bab Cinta Terlarang Atau Takdir: Bab 31 - Bab 40

66 Bab

Menginap

Aruna dan Leonhard memilih living room untuk menyantap cream soup.Duduk bersebelahan di atas lantai berkarpet bulu tebal sambil menonton televisi sementara mangkuk cream soup diletakan di atas meja.“Kamu lagi ngerjain kerjaan kantor?” Leonhard bertanya seraya mengendikan dagu ke MacBook Aruna yang terbuka di atas meja.“Iya … besok aku ada meeting sama klien baru.” Aruna menjawab yang sebenarnya.“Maaf aku ganggu ….” Leonhard sengaja menghentikan aktifitasnya untuk menatap Aruna.“Enggak apa-apa … udah selesai kok.” Aruna berdusta, sebetulnya masih ada beberapa file lagi yang harus dia baca dan koreksi.Tapi Leonhard percaya jadi dia mengangguk disertai senyum sebagai respon.“Cream soupnya, enak … selain CEO dan koki … kamu bisa cosplay jadi apa lagi?” Leonhard tertawa renyah mendengarnya dan suara berat pria itu yang seksi mampu membuat bulu kuduk Aruna meremang.“Apapun yang kamu mau,” kata Leonhard menggombal, dia sendiri takjub karena bisa melontarkan kalimat tersebut
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

Pria Yang Tepat

Hanya beberapa detik saja Aruna berada di atas Leonhard sebab pria itu segera menggulir tubuh membuat Aruna kini berada di bawahnya sedangkan handuk sudah tidak lagi melilit pinggang Leonhard menyisakan boxer pendek berwarna hitam.Aruna bisa melihat tatap mata sayu Leonhard sebelum pria itu mendekatkan wajahnya untuk mempertemukan bibir mereka.Pagutan pun tercipta begitu panas dan mesra, kepala Leonhard bergerak ke kiri ke kanan menikmati kuluman demi kuluman di bibir Aruna.Aruna menyambut sehelai belaian bibir Leonhard, membuka mulut saat Leonhard melesakan lidahnya.Mata Aruna terpejam, dia menikmati frenchkiss yang ditawarkan Leonhard dengan penuh gairah.Tanpa Aruna sadari kalau tangan pria itu telah masuk ke dalam kaosnya kemudian meremat gundukan besar di dada.“Emmh ….” Desah merdu pun tercetus di saat yang sama Aruna menggelinjang membuat bibir Leonhard beralih ke lehernya.Kepala Aruna menoleh ke samping memberikan akses kepada Leonhard untuk merajai lehernya, mata
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

Cemburu

“Aku dijemput driver jadi kamu enggak perlu antar aku ke kantor,” kata Aruna seraya merapihkan dasi di leher Leonhard. “Baiklah ….” Leonhard menatap Aruna lekat, dia berharap Aruna lah yang menjadi istrinya jadi benaknya membayangkan mendapatkan apa yang Aruna lakukan sekarang ini setiap hari. Mungkin Leonhard akan menjadi pria atau suami yang paling bahagia di muka bumi ini jika Aruna yang menjadi istrinya. “Makan siang denganku?” Leonhard menawarkan. “Kayanya aku makan siang sama klien … aku enggak tahu meeting ini selesai jam berapa.” “Tapi kamu enggak akan ada bisnis trip sama klien yang ini, kan?” Sorot mata Leonhard tampak cemburu, kedua tangannya melingkari pinggang Aruna membuat dada mereka merapat jadi Aruna harus mendongak demi bisa menatap wajah tampan itu. “Kenapa memangnya? Enggak semua klien se-perfect kamu, rata-rata klien percaya sama pilihan aku.” Aruna mendongak lantas mendapat kecupan di bibir dari Leonhard. “Kita berangkat sekarang?” Aruna me
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-06
Baca selengkapnya

Lupa

Aruna masih berkutat dengan MacBook meski jam makan siang hampir selesai.Presentasinya kemarin di depan seorang klien baru membawanya pada sebuah kontrak bisnis yang membuatnya jadi sibuk sekali mempersiapkan berkas untuk penandatanganan kontrak yang akan dilakukan Senin minggu depan.Bola mata jernih Aruna melirik ponsel yang bergetar panjang di atas meja.Nama kakak pertamanya tertera di sana, bibirnya lantas tersenyum dengan kedua tangan meninggalkan keybord beralih pada ponsel, lalu menggeser icon gagang telepon berwarna hijau untuk menjawab panggilan tersebut.“Aruna!” seru sang kakak belum sempat Aruna bersuara.“Iya Abang?” Aruna menyahut. “Nanti malem dateng ‘kan?” Ghazanvar bertanya memastikan.“Datang ke mana?” Aruna mengerutkan keningnya bingung.“Jangan becanda, Aruna …,” kata Ghazanvar dengan nada malas.“Ih … Aruna enggak bercanda, memangnya datang ke mana?” Suara Aruna terdengar serius.“Nanti malem ‘kan pesta Anniversary pernikahan papi sama mami dirayain d
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-07
Baca selengkapnya

Pesta Ulang Tahun Pernikahan

Beberapa hari ini Aruna tidak fokus setiap kali membaca grup keluarga, sang kakak-Narashima pasti sudah memposting undangan di grup tapi dia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan … Leonhard.Aruna sedang mengaplikasikan make up di wajahnya, dia tidak memiliki waktu ke salon atau mendatangkan MUA jadi terpaksa berdandan sendiri.Aruna tidak ingin mengambil risiko dengan mencoba make up baru jadi pasrah dengan makeup sehari-hari pergi ke kantor.Setelah dirasa cukup, Aruna bangkit dari kursi kebesarannya lalu menarik sedikit ke atas bagian rok gaun untuk memudahkannya melangkah ke lemari mencari heels yang senada dengan gaun.Setelah menemukan heels yang pas, Aruna menyambar tasnya dan paper bag hadiah untuk mami papi di atas meja kerja.Akhirnya Tezaar membelikan sepasang jam tangan seharga sembilan ratus juta bukan lingery perawat seperti idenya barusan.Langkah Aruna terhenti di depan pintu ruang kerja karena melihat Tasya dan Tezaar masih di sana.“
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-08
Baca selengkapnya

Perjodohan

Di penghujung acara, Leonhard melihat Enzo duduk satu meja dengan papi Arkana beserta beberapa keluarga yang lain.Leonhard jadi khawatir kliennya itu menjodohkan sang putri dengan Enzo.Dia bergerak mendekat mencoba menginterupsi obrolan serius antara papi Arkana dengan Enzo.“Pak Arkana … saya pamit karena hari sudah larut dan sekali lagi saya ucapkan selamat dan semoga pernikahan Pak Arkana dengan bu Zara langgang hingga mau memisahkan.” Leonhard berbasi-basi.“Aamiin … Terimakasih ucapan, doa dan kedatangannya Pak Leon.”Leonhard menatap Enzo sebentar setelah berjabat tangan dengan papi Arkana lalu pergi.Dia mencari Aruna yang sepanjang acara tidak kembali ke mejanya.Leonhard celingukan menyisir area rooftop mencari sang pujaan hati sementara tamu undangan yang lain satu persatu pamit meninggalkan venue.“Leon,” panggil suara wanita yang sedang dia cari.Pria itu menoleh ke belakang ke asal suara dan mendapati Aruna berdiri sembunyi
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-09
Baca selengkapnya

Undangan Pesta Ulang Tahun

Aruna terbangun dari mimpi indah tapi tidak menemukan Leonhard di atas ranjang bersamanya.Tadi malam tak terjadi apapun karena tidak lama setelah mereka naik ke atas ranjang, mereka berdua yang merasa nyaman berbaring saling berpelukan begitu mudah menggapai alam mimpi.Selain itu pekerjaan Aruna yang sedang padat membuatnya kelelahan seharian kemarin ditambah drama perjodohan dengan sahabat sang kakak di depan Leonhard sudah pasti menguras hati dan pikirannya.Jangan tanya tentang Leonhard yang semenjak mendapat target dari kakek langsung bekerja keras bagai kuda.Dia menoleh ke arah lemari, satu stel pakaian kerja tergantung di sana lengkap dengan tas serta heels yang matching.Ada tas kecil juga yang Aruna yakin adalah peralatan makeup.Entah siapa yang mempersiapkannya Aruna tidak peduli yang pasti sekarang dia harus mandi untuk pergi bekerja.Hari Jumat selalu menjadi hari ter hectic selain hari Senin apalagi kalau ada meeting penting di hari Senin minggu berikutnya.Aru
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-10
Baca selengkapnya

Bertemu Enzo

Sesuai janji dengan Enzo tadi malam, saat jam makan siang Aruna pergi ke sebuah Caffe yang dia pilih untuk bertemu pria Italia itu.Caffenya tidak jauh dari gedung kantor jadi hanya perlu berjalan sebentar.Tadi sebelum keluar dari ruangannya, Aruna mengirim pesan singkat kepada Leonhard kalau dia akan bertemu Enzo di sebuah Caffe yang dia sebutkan juga nama Caffe-nya.Ternyata Aruna datang lebih dulu, dia langsung memesan makanan dan minuman karena kebetulan perutnya memang lapar.Enzo datang saat Aruna sedang menyebutkan menu pesanan makan siangnya kepada pelayan jadi Enzo juga ikut memesan makanan.“Jadi … apa yang mau kamu bicarakan?” Aruna to the point bertanya.Enzo tersenyum sambil menatap Aruna lekat, kedua tangannya yang disimpan di atas meja saling bertaut.“Aku sudah mendengar dari Ghaza kalau kamu akan menolakku ….” Kalimat Enzo menggantung, sorot matanya begitu tajam menatap Aruna.Tapi Aruna tidak gentar, dia menatap balas Enzo d
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-11
Baca selengkapnya

Pemberi Harapan Palsu

Seperti deja vu, sore di hari kemarin pun Aruna sibuk merias wajahnya sendiri untuk pesta Wedding Anniversarry kedua orang tuanya.Dan kali ini dia merias wajahnya lebih cantik dari kemarin karena yakin pasti Leonhard akan hadir di pesta Revan.Aruna pergi ke area wastafel, ada cermin tinggi di sana yang bisa memperlihatkan keseluruhan penampilannya.Dia puas karena party dress pilihan Tasya sangat keren.Berwarna Gold dengan gliter dari bahan yang bisa menyetak tubuhnya sempurna tapi berlengan panjang hanya saja di bagian punggung terekspose sampai ke pinggang memberikan kesan seksi.Aruna percaya diri sekali mengenakannya, belum lagi rambutnya sedang kooperatif sehingga saat dia bentuk asal-asalan dengan hanya mengikatnya ke belakang tapi malah terlihat seksi.“Gheeeenks, gimana? Keren enggak?” Aruna yang langkahnya sudah sampai di depan meja Tasya dan Tezaar, meminta pendapat.Tasya dan Tezaar awalnya saling memandang kemudian menatap Aruna dari
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-12
Baca selengkapnya

Pesta Ulang Tahun

Ternyata dugaan Aruna benar, Leonhard ada di pesta sang klien.Dari jauh, Aruna yang diantar sekuriti night club bisa menemukan Leonhard di salah satu meja di mana ada banyak pengusaha muda lainnya dan si empunya hajat duduk di sana.Revan bangkit dari kursi saat mendapati sosok Aruna mendekat.“Selamat ulang tahun, Pak Revan.” Aruna menyerahkan paperbag kepada asisten Revan sebelum berjabatan tangan dengan pria itu.Dia pura-pura tidak melihat Leonhard, tatapannya fokus tertuju pada Revan.“Terimakasih Bu Aruna.” Revan tidak berani mengecup pipi kiri dan kanan Aruna seperti kepada tamu wanita lainnya mengingat sang gadis memiliki empat kakak laki-laki yang brutal.“Senang sekali ada yang mewakili dari Gunadhya menghadiri pesta kecil aku ini.” Revan merendah, padahal night club telah dibooking oleh pria itu khusus merayakan pesta ulang tahunnya malam ini.“Papi titip salam, beliau enggak bisa datang….” Aruna menyampaikan sebuah pesan dusta.“Ya, aku mengerti … malam kemarin sa
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-13
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status