Semua Bab Let Me Go, Mr. CEO!: Bab 21 - Bab 30

92 Bab

21. Maukah

Pengalaman pertama Audriana menaiki helikopter sungguh membuatnya terkesima dan takjub. Dari atas sini, ia bisa melihat pulau-pulau kecil yang disebut atol di negara Maldives, negara yang memang terdiri dari beberapa kumpulan atol (pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna). Pemandangan bentangan laut biru yang dinaungi cakrawala tanpa batas serta awan putih pun tak kalah cantiknya, terlihat begitu indah dipandang mata. "Apa itu yang dinamakan kota Male?" Tanya Audriana penuh semangat kepada Jaxton, dengan telunjuknya yang mengarah pada sebuah pulau yang dipenuhi oleh gedung-gedung bertingkat. "Benar," sahut Jaxton singkat. "Aku sengaja mengajakmu menaiki helikopter untuk mempersingkat waktu. Karena perjalanan dengan jetski akan memakan waktu jauh lebih lama dari Voalla Bay Atoll." Audriana berdecih. "Bilang saja kalau mau pamer!" Ledeknya sambil memutar kedua bola mata. Jaxton terkekeh pelan mendengarnya. "Ya, itu juga salah satu alasannya," cetusnya santai tanpa beban, namu
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-04
Baca selengkapnya

22. Iblis

Bagas tersenyum senang ketika mendengar suara pintu apartemen yang terbuka dari luar, disusul oleh suara ketukan heels yang feminin dan terdengar seksi. "LISAA SAYAAANG??" Panggilnya dari arah ruang menonton televisi. Sesosok tubuh seksi pun muncul di hadapan Bagas dengan wajah yang terlihat mendung. Lisa telah datang setelah Bagas mengancam akan mengirimkan video panas mereka berdua kepada Henry, suaminya. "Kau keterlaluan sekali, Bagas!" Seru Lisa dengan wajah yang terlihat ingin menangis. Ia benar-benar tidak menyangka kalau lelaki yang terlihat polos dan baik ini ternyata sangat licik.Semula Lisa hanya ingin bermain-main dengan lelaki tampan yang membuatnya tertarik ini sebagai selingan, saat ia merasa kesepian karena Henry harus bekerja di Kanada. Wanita itu benar-benar tidak menyangka kalau ternyata kini dirinyalah yang menjadi budak nafsu lelaki itu! Seringai mesum terlukis di bibir Bagas kala memandangi sekujur tubuh seksi yang membuat birahinya seketika meluap-luap.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-05
Baca selengkapnya

23. Mabuk

Audriana masih mematung. Pertanyaan yang barusan diucapkan oleh Jaxton itu membuatnya menjadi mempertanyakan kinerja pendengarannya. Apa ia tidak salah dengar?? "Audriana? Apakah kamu mau jadi kekasihku?" Ulang Jaxton lagi dengan nada yang sepertinya mulai tidak sabar, karena keterdiaman gadis itu yang baginya terlalu memakan waktu. "Eh? Umm... itu... " Audriana mendadak menjadi gagap. Rasanya aneh sekali menjawab pertanyaan seperti itu dari seorang Jaxton Quinn. Apakah dia bersungguh-sungguh? Bukannya apa-apa, hanya saja rasanya Audriana masih sulit untuk percaya dengan ketulusan Jaxton yang memintanya menjadi kekasih. Dia itu seorang CEO Quinn Entertainment, yang benar saja! Meskipun awal pertemuan mereka lebih pantas disebut aksi penculikan, pelecehan, dan pemaksaan kehendak, namun Audriana harus mengakui juga jika akhir-akhir ini ia merasakan sebuah perasaan asing yang tidak pernah ia kira akan ia rasakan kepada Jaxton. Perasaan yang disebut... nyaman. "Baiklah. K
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-05
Baca selengkapnya

24. Ular

"Uupssh.... ahahaah!! Audriana tertawa-tawa geli ketika Jaxton merobek gaunnya dan melemparnya ke sembarang arah.Efek mabuk yang sangat parah membuat gadis itu merasa segala hal di sekitarnya begitu lucu dan terlihat menggelikan, padahal dirinya kini sudah polos tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya yang menawan. "Hei. Kamu curang, Jaxton!" protes Audriana tiba-tiba tidak terima. Ia mendorong tubuh Jaxton dan duduk di ranjang sambil berkacak pinggang. Tatapan lapar Jaxton pun seketika jatuh pada dua benda bulat sintal dengan puncak pink-nya yang menantang, menggodanya untuk segera mendaratkan bibirnya di sana. "Ini tidak adil! Kamu sudah menelanjangiku, sedangkan dirimu sendiri masih berpakaian lengkap!" Jari telunjuknya menuding setelan kemeja santai lengan pendek serta celana chinos yang membalut dengan pas di tubuh kekar dan maskulin Jaxton. Jaxton mendengus geli serta mengulum senyumnya. Audriana sangat frontal sekali ketika sedang mabuk. Ah, terlihat semakin menggemask
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-06
Baca selengkapnya

25. Neraka

Uh." Jaxton tersenyum tipis mendengar desahan kecil yang mulai menguar dari bibir merah Audriana, dan lelaki itu pun semakin bersemangat melahap bagian tubuh yang bentuknya mirip dengan bunga mawar itu. "Aah. Sssh... Mmhh..." Desahan-desahan manis terus keluar dari bibir Audriana seiring dengan perbuatan Jaxton yang semakin liar di taman surgawinya. "Aaaaahhh!!!" Gadis itu menjerit kencang saat Jaxton memain-mainkan klitorisnya lalu mengulum sambil menghisapnya kuat-kuat. "Enak, Baby?" Goda Jaxton ketika Audriana telah luruh dari orgasmenya. "Lakukan lagi," pinta gadis itu tanpa malu-malu. "Itu sangat nikmat dan--aak!!" Kepala Audriana terdongak dengan kedua mata terpejam rapat saat Jaxton kembali menyerang bagian sensitifnya dengan jauh lebih beringas dari sebelumnya. Lidahnya bergerak lincah, meliuk dan menggelitik semua syaraf Audriana dan mengirimkan sinyal yang menggetarkan seluruh tubuhnya. "Aaah, Jaxton!" Gadis itu menjerit ketika mengalami squirt untuk yang kedua kal
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-06
Baca selengkapnya

26. Player

Hari ini adalah hari kepulangan Jaxton dan Audriana kembali ke Indonesia setelah tiga hari berlibur di Pulau Voalla Bay Atol, Maldives. Berbeda dengan kedatangannya dulu ke pulau pribadi milik Jaxton Quinn, yang berada dalam kondisi terpaksa dan sedang dalam keadaan tak sadarkan diri karena Jaxton yang membiusnya, kepulangannya ke Indonesia kali ini Audriana tentu saja dalam keadaan yang sadar tanpa bius, apalagi pemaksaan. Gadis itu terlihat antusias ketika sebuah helikopter kembali menjemput mereka menuju ke Bandara Internasional Velana, Male. Audriana pun melongo ketika akhirnya turun dari helikopter, dan Jaxton membawanya masuk ke dalam sebuah pesawat berukuran sedang yang tak begitu jauh dari landasan helipad. "Kamu memiliki pesawat pribadi?!" Seru Audriana kaget, ketika Jaxton membantunya menaiki tangga menuju pesawat itu. "Ck. Jangan berlebihan, Audriana. Ini cuma pesawat," ledek Jaxton yang terkekeh pelan, melihat bagaimana mata bening gadis itu membelalak sempurna de
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-07
Baca selengkapnya

27. Taktik

"Aaa... lepaass!" Audriana menjerit dan meronta-ronta, ketika Jaxton menangkap tubuhnya serta memeluknya dari belakang dengan erat. "Baby, kumohon jangan marah-marah lagi! Aku bersumpah tidak pernah bermaksud menjadikanmu sebagai sebuah prestasi seperti yang kamu maksud. Tapi bagiku kamu memang sebuah prestasi yang ingin kumiliki selamanya!" Deru napas Audriana masih memburu dengan ribut karena emosi yang memuncak, namun ucapan Jaxton barusan serta pelukan back hug-nya itu sedikit membuatnya lebih tenang, walaupun batinnya masih tetap meradang. Jaxton menghirup kulit leher kuning langsat itu dan mendesah pelan. "Tak bisakah kamu membedakannya, Audriana? Aku sangat berubah setelah mengenalmu. Memang benar kalau aku begitu brengsek di masa lalu, tapi semua masa lalu itu tidak bisa kuubah," bisik Jaxton dengan bibir yang menempel di daun telinga Audriana. Napas lelaki itu menerpa anak-anak rambutnya yang berantakan setelah mengamuk tadi, namun bagi Jaxton itu terlihat seksi sekali.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-07
Baca selengkapnya

28. Pernyataan

Hilang sudah niatan Jaxton untuk bekerja di atas pesawat dalam perjalanan pulang dari Maldives menuju Jakarta.Meskipun sejak tadi ia sudah menahan diri untuk tidak membawa Audriana ke kamar pribadinya, namun semuanya itu tak berguna ketika ucapan Lexi si pramugari sialan yang membuat wanitanya murka, dan mereka pun akhirnya terjebak di kamar ini.Jaxton sudah melucuti seluruh baju Audriana beserta pakaian dalamnya, dan kini bibirnya sedang asik menghisap puncak dada yang kenyal merah muda itu.Ada beberapa jejak cinta kemerahan di sekitar dada bulat itu, dan jumlahnya pun akan terus bertambah mengingat lelaki yang membuatnya begitu beringas.Jaxton bukan saja memberikan tanda itu di area dada, tapi juga di leher, perut, dan paha Audriana, seakan senagaja ingin memberitahukan kepada seluruh dunia bahwa wanita ini telah menemukan pemiliknya."Baby, tubuhmu lembut sekali..." suara serak Jaxton mengalun dengan seksi seiring dengan gerakan tangannya yang terus bergerilya dan hinggap di se
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-08
Baca selengkapnya

29. Adik

Audriana masih lelap tertidur ketika pesawat pribadi Jaxton telah tiba di Jakarta. Tak tega membangunkan kekasihnya yang memang kelelahan setelah digempur delapan ronde, Jaxton pun akhirnya memutuskan untuk menggendong tubuh mungil dengan lekuknya yang menggiurkan itu ala bridal untuk keluar dari pesawat, setelah memakaikan gadis itu kemeja miliknya karena gaun Audriana telah ia robek hingga tak berbentuk. Seakan tidak terganggu, Audriana sama sekali tidak terbangun saat Jaxton membawanya menuruni tangga pesawat.Jaxton langsung memasuki mobil Rolls Royce hitam mengkilat yang telah menunggu tak jauh dari sana. Para pengawal yang berpakaian setelan jas hitam-hitam berdiri berjejer itu tidak ada yang berani membantu Tuan mereka.Karena mereka semua telah diwanti-wanti oleh Geovan sang ajudan untuk tidak menyentuh Nona Audriana seujung jari pun, jika tidak ingin mendapatkan kemurkaan Jaxton Quinn. Bahkan tak ada yang berani menatap gadis yang masih nyenyak terlelap itu. Mereka semua
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-08
Baca selengkapnya

30. Ibu Tiri

29. Fiona "Khalissa Rininta adalah adik tirimu." **FLASHBACK LIMA BELAS TAHUN YANG LALU** "Jax, kenalkan ini adalah Fiona. Calon ibu barumu. Fiona, ini adalah putraku Jaxton." Jaxton menatap wanita itu sambil menundukkan kepala hormat dan sedikit senyum tipis di bibirnya, walaupun ia sedang menahan rasa muak yang terasa mengaduk-aduk isi perutnya. Fiona adalah sekretaris Daddy, dan ia sudah lama mengetahui bahwa Daddy diam-diam berselingkuh dengan wanita itu di belakang Mommy. Namun sebagai seorang putra yang patuh, ia hanya diam dan seakan tak melihat bagaimana Daddy menyetubuhi Fiona di ruang kerjanya. Saat itu ia hendak bermain ke kantor Daddy karena sekolahnya dipulangkan lebih cepat. Ia tak sabar ingin memamerkan project sains-nya yang mendapat nilai tertinggi di kelas kepada Daddy. Saat ia hendak membuka pintu ruangan kerja Daddy, Jaxton bisa mendengar suara-suara rintihan dan lenguhan dari balik pintu. Ragu-ragu dan dengan tangan yang gemetar, Jaxton perlaha
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-09
Baca selengkapnya
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status