Home / Romansa / Oh, My Brother! / Kabanata 21 - Kabanata 30

Lahat ng Kabanata ng Oh, My Brother!: Kabanata 21 - Kabanata 30

55 Kabanata

20. She is My Twin

Chapter 20Satu Minggu kemudian. Leonel menuruni tangga sambil bersiul lalu ia melangkah memasuki ruang makan di mana seluruh anggota keluarga di mansion itu berkumpul untuk menikmati sarapan pagi. Hanya William yang tidak tampak di sana. Pagi itu wajah Leonel tampak begitu segar, rambutnya yang biasanya di biarkan dengan gayanya yang sedikit berantakan tampak di sisir dengan rapi seolah ia adalah pria biasa yang tidak memiliki prinsip paling aneh di dalam hidupnya."Kau tampaknya gembira sekali pagi ini," ucap Sidney mengomentari saudara kembarnya yang sedang menarik kursi tepat di samping Alexa duduk. "Selamat pagi, gadisku," sapa Leonel kepada Alexa, adik bungsu kesayangannya. Ia tidak mempedulikan Sidney yang menyapanya. Meski bersaudara kembar nyatanya memang ia tidak terlalu dekat dengan Sidney, mungkin karena mereka terpisahkan dan baru tinggal satu rumah dalam beberapa tahun terakhir karena Sidney selama ini lebih banyak tinggal di New York."Selamat pagi, sayangku," jawab
last updateHuling Na-update : 2025-03-02
Magbasa pa

21. You're the Best

Chapter 21Mendengar suara Leonel menggumamkan namanya, Grace membalikkan badannya. Bibirnya yang manis menyunggingkan senyum tipis. "Leonel, lama tidak berjumpa." Kepalan tangan Leonel mendarat di atas meja yang terbuat dari kayu yang berada tepat di sisi ia berdiri."Apa yang telah Willy lakukan kepadamu?" dengan langkah panjang ia menghampiri Grace. "Kenapa kau bertanya seperti itu?" Grace bertanya dengan nada begitu tenang, ekspresinya juga sama tenangnya dengan nada suaranya. "Katakan apa yang dilakukan Willy kepadamu?" Leonel berdiri tepat di depan Grace, ia meraih kedua pergelangan tangan Grace.Grace menelan ludahnya lalu membuang pandangannya ke lantai yang ia pijak. "Jangan khawatir, ia hanya melakukan apa yang ia inginkan," ucapnya dengan nada lirih. "Dia menggertakmu?" ekspresi wajah Leonel begitu tegang."Sama sekali tidak, dia bukan anak kecil," jawab Grace di iringi gelengan kepala ringan, bibirnya mengulas senyum hambar."Apa Willy menyakitimu?" Leonel yakin, Willi
last updateHuling Na-update : 2025-03-03
Magbasa pa

22. Home Sweet Home

Chapter 22"Grace. Kau pulang, Sayang?" Mata wanita itu telah berkaca-kaca menatap Grace dengan tatapan setengah tak percaya. Tubuh Grace membeku mendengar apa yang diucapkan Prilly. Pulang. Sebuah kata yang terdengar indah. Pulang berarti kembali ke rumah. Rumah? Aku yang yang menjauhkan diri dari tempat ini, apa aku pantas mendapatkan sambutan?Kehangatan yang dulu mungkinkah akan tercipta kembali? Semntara kini ada neraka yang telah tercipta antara aku dan William. Grace yang berdiri di samping Leonel segera menghambur ke dalam pelukan Prilly. "Mommy, a-aku pulang," ucapnya tergagap. "Grace, selamat datang, Sayang," ucap Prilly sambil merapatkan pelukannya. "Bagaimana kabarmu, Nak?" "Aku baik-baik saja, Mommy. Bagaimana kabarmu? Di mana Daddy? Sidney dan Alexa?" "Mereka akan segera kembali," jawab Prilly. "Mommy, maafkan aku." Grace menyapu air matanya yang kembali mengalir di wajahnya. "Sshh... Tidak ada yang menyalahkanmu," ucap Prilly sambil meregangkan pelukannya. Kecua
last updateHuling Na-update : 2025-03-03
Magbasa pa

23. Angry Bear

Chapter 23William mengusap-usap kepala Grace, kedua orang itu sedang memerankan sandiwara mereka masing-masing kemudian menyusul langkah Alexander dan Prilly yang telah masuk ke dalam ruang makan di mana Leonel tampak duduk di dengan manis di kursinya. Grace segera mengambil posisi duduk tepat di samping Leonel tanpa mempedulikan William yang diam-diam menggertakkan giginya. William duduk tepat di depan Grace yang bersikap manja terhadap Leonel seolah-olah mereka benar-benar saudara kembar yang saling merindukan. Santap siang mereka dimulai dengan percakapan ringan seputar Grace. Ada begitu banyak pertanyaan yang di tanyakan oleh Alexander dan Prilly tetapi mereka menanyakannya dengan gaya santai, sama sekali tidak ada ketegangan."Oh iya, Willy. Mommy dengar kau baru saja mendapatkan gadis incaranmu?" ibunya tiba-tiba bertanya.William yang sedari tadi hanya diam sambil menikmati makanannya nyaris tersedak mendengar pertanyaan ibunya. "Dari mana Mommy mendengar gosip seperti itu?"
last updateHuling Na-update : 2025-03-04
Magbasa pa

24. Crafty Man

Chapter 24Grace tersenyum manis, kedua telapak tangannya ia letakkan di dada William dengan gaya sensual. "Bukankah ini juga rumahku?" "Tempat tinggalmu bersamaku," geram William."Ini juga rumahmu," ucap Grace dengan nada yang menggoda, mata birunya menatap mata Hazel William dengan tatapan liar. Bibir merahnya merekah menggoda William."Jangan mencoba menggodaku." William menyipitkan matanya, ia tahu Grace akhir-akhir ini selalu bermain trik kepadanya. Wanitanya selalu menggodanya dengan kecantikan dan tubuhnya yang sengaja sering ia pamerkan saat mereka hanya berdua di dalam tempat tinggal mereka.Grace mempermainkan salah satu kancing kemeja yang di kenakan William menggunakan jemari lentiknya. "Aku tidak menggodamu," ucapnya setengah mengerang. "Grace, kau sudah berjanji untuk patuh kepadaku," geram William, ia menggertakkan rahangnya karena Grace tampak sedang mengujinya dengan sedikit mengerang dan gerakan tangannya mempermainkan kancing kemeja yang begitu sensual membuat ha
last updateHuling Na-update : 2025-03-04
Magbasa pa

25. Jealous

Chapter 25 Grace menggeliat, rasanya tidurnya begitu nyenyak, nyaman dan hangat hingga ia enggan membuka matanya. Ia ingin memejamkan mata beberapa saat lagi tetapi kesadaran mulai merayapi akalnya karena di pinggangnya sebuah lengan melingkar dengan posesif. Siapa lagi yang memiliki aroma maskulin yang sangat dikenalinya selain William. Perlahan Grace memaksakan matanya untuk terbuka, ia menyadari telah berada di dalam kamar yang berbeda, bukan kamarnya tetapi ia berada di kamar William. Padahal seingatnya tadi malam setelah makan malam ia mengobrol bersama keluarganya kemudian melanjutkan obrolan bersama Sidney hingga waktu mendekati tengah malam di kamar Alexa. Ia yakin pasti William memindahkan tubuhnya yang tidur seperti mayat hingga tidak merasakan apa pun.Grace melirik ke arah jendela. Sepertinya hari sudah mulai pagi karena matahari telah memancarkan bias sinarnya, ia mencoba melepaskan dirinya dari kungkungan lengan kekar William. "Sebentar lagi Alexa atau mungkin Sidney ak
last updateHuling Na-update : 2025-03-05
Magbasa pa

26. Truth or Dare

Chapter 26"Sebenarnya kami kurang setuju dengan pilihan Grace memasuki dunia entertainment," ucap Alexander. "Apa karena Wilona?" William meletakkan cangkir di tangannya setelah menyeruput isinya. Wilona adalah seorang artis papan atas yang menculik bayi Sidney dan menukarnya dengan bayi Grace. Alexander mengamati wajah putranya. "Bukan masalah itu, tetapi kalian tahu bagaimana kejamnya dunia hiburan. Aku takut sesuatu akan menghancurkan Grace di masa depan, aku tidak akan sanggup melihat putriku disakiti oleh orang lain," jawabnya. "Tidak ada yang akan menyakitinya selama ia berada di Glamour Entertainment." William mengeraskan rahangnya. Orang lain tidak berhak menyakiti Grace walaupun hanya seujung kuku, hanya aku yang berhak menyakitinya. "Aku pikir seharusnya dia menggunakan nama Johanson lagi agar tidak ada orang yang berani menggertaknya," ucap Alexander mengemukakan apa yang ada di dalam benaknya. William menatap wajah ayahnya dengan tatapan mengejek. "Dad, Bukankah ka
last updateHuling Na-update : 2025-03-05
Magbasa pa

27. Kiss Willy

Chapter 27Entah Grace harus tertawa atau menangis karena orang yang pertama datang mendekati mereka adalah William. Yang pasti ia bersyukur karena yang harus ia cium adalah William bukan salah satu petugas keamanan di rumah itu. "Grace, kau beruntung," seru Alexa. "T-tapi...." Demi Tuhan gede merasa salah tingkah. "Grace, kau harus mencium Willy." Alexa tidak sabar. "Grace, ayo cium Willy," seringai Sidney. "Willy, kau begitu beruntung atau kau ingin mewakilkan kepadaku?" tanya Gabriel sambil memajukan bibirnya. Sedangkan Leonel, wajahnya tampak gelap dan rahangnya mengeras. Ia menatap William yang mendekati mereka dan berdiri di belakang tubuh Sidney dengan tatapan dingin. "Apa yang kalian bicarakan?" William menaikkan sebelah alisnya. Tangannya merogoh saku celananya kemudian menarik sebuah kartu bank dari dalam dompetnya. "Alexa, kau kembali ke kamarmu karena ini sudah larut. Besok kau harus pergi ke kampus, kalian jika ingin minum lanjutkan di klub," ucapnya. Secepat kila
last updateHuling Na-update : 2025-03-07
Magbasa pa

28. Kis Me Again

Chapter 28"Grace, apa kau demam?" William bertanya sambil mengemudikan mobilnya. "Aku tidak," jawab Grace. Alisnya berkerut dalam karena pertanyaan William. Saat itu mereka dalam perjalanan ke suatu tempat yang dirahasiakan oleh William. Grace beberapa kali bertanya tetapi William tidak menjawab. "Benarkah?" William mengurangi kecepatan mobilnya, memberikan tanda kemudian perlahan menepikan mobilnya lalu menghentikannya dan meraba kening Grace untuk memastikan suhu tubuh wanita itu. Ia khawatir Grece terserang demam lagi lalu menularinya, tetapi bukan tertular demam yang membuatnya khawatir melainkan hal lain, ia khawatir Grace melarikan diri lagi saat dirinya sedang tidak berdaya."Aku baik-baik saja, kenapa kau mengira aku demam?" Grace mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia meraba keningnya sendiri merasakan suhu tubuhnya yang terasa normal."Kulihat wajahmu begitu merah, aku pikir kau sakit," ucap William sambil memastikan sekali lagi.Grace meraba pipinya dengan Kedua telapa
last updateHuling Na-update : 2025-03-07
Magbasa pa

29. She is Mine

Chapter 29"Kau seharusnya berterima kasih kepadaku," ucap William menggoda Grace yang sedang terkagum-kagum melihat desain ruangan itu. Desainnya sangat cocok dan sesuai seleranya seolah William bisa membaca apa yang ada di dalam angannya."Aku sudah melakukannya tadi." Grace memajukan bibirnya."Itu belum cukup." William berbicara pelan sangat dekat di telinga Grace membuat bulu kuduknya terasa meremang. Grace menjauhkan tubuhnya dari lengan William yang sejak tadi merangkul pundaknya. "Apa di otakmu hanya ada itu?" bola mata Grace membesar menatap William dengan tatapan galak.William menaikkan sebelah alisnya. "Benar," ucapnya di sertai seringai di Bibirnya.Andai bukan karena kau mewujudkan mimpiku, aku benar-benar ingin menendang bokongmu hingga kau terpental dari atas sini!"Kalau begitu, ayo lakukan," ucap Grace dengan nada kesal.William berjalan menuju sofa bed lalu dengan nyaman meletakkan bokongnya di sana, ia menyandarkan punggung dan kepalanya. "Aku ingin kau yang melak
last updateHuling Na-update : 2025-03-07
Magbasa pa
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status