Semua Bab Oh, My Brother!: Bab 41 - Bab 50

55 Bab

40. She is Grace

Chapter 40"Kau memintaku untuk datang ke bar selarut ini, kau pikir aku tidak memerlukan istirahat?" ucap Calvin yang diangguki oleh Meghan. Kedua orang itu adalah Sahabat William sejak mereka duduk di bangku sekolah menengah atas. William tidak menjawab. Ia hanya memutar gelas wiski di tangannya, Tatapan matanya tampak begitu frustrasi. "Wajahmu memar, apa kau sekarang berubah menjadi seorang preman?" tanya Meghan dengan nada sinis. William masih tidak menjawab, pelipis sebelah kanannya dan sudut bibirnya tampak mulai terlihat berwarna biru karena pukulan Ford. Jika William bisa menderita memar, bisa di bayangkan bagaimana keadaan Ford. Pria itu bisa dipastikan lebih banyak memiliki luka di wajahnya. "Dasar, Pria Frustrasi," ejek Calvin dengan nada mengejek. Ia meraih botol wiski yang ada dibatas meja lalu menuangnya ke dalam gelas dan mulai menikmati wiskinya. "Dari pada menyaksikan kau yang frustrasi lebih baik kita kembali, kita bisa bercinta di rumah. Bukankah itu lebih bai
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-16
Baca selengkapnya

41. Without Me

Chapter 41Satu minggu kemudian. Grace masih berada di Glamour Entertainment karena ada beberapa hal mengenai penandatanganan kontrak yang harus ia selesaikan. Seperti biasa ia di dampingi Halifa dan Ford. Ford tampak serius dengan berkas-berkas di meja kerjanya, memar di wajahnya telah mulai memudar. Hanya menyisakan bercak ungu sedikit kuning di ujung matanya. Untunglah Ford tidak melaporkan William ke pihak berwajib dengan tuntutan penganiayaan, bukan karena tidak berani menuntut William. Tetapi, karena Grace memohon kepada Ford untuk tidak memperkarakan kejadian malam itu. Ford bersedia melakukan itu, apa pun demi citra baiknya di mata Grace, Ford akan melakukannya bahkan jika harus berlutut dan meleleh di kaki Grace, dengan senang hati ia akan melakukannya. "Ford, apa ada yang harus kulakukan lagi?" tanya Grace yang mulai bosan karena hanya berdiam diri menyaksikan Ford dan Halifa yang begitu sibuk dengan urusan mereka masing-masing. "Kau bosan?" Ford bertanya tanpa mengalihk
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-16
Baca selengkapnya

42. Blood

Chapter 42Seikat bunga mawar yang tergeletak di atas ranjang sebagai ucapan selamat itu Grace pindahkan ke dalam vas yang berisi air tetapi hingga seluruh kelopak bunga itu terlepas dari tangkainya, William masih belum kembali ke tempat tinggal mereka. Berkali-kali Grace datang ke mansion keluarga Johanson, berkali-kali pula Grace berusaha menemui William di Johanson Corporation hasilnya ia tetap tidak bertemu William. Alfa dan Sidney mengatakan William berada di Barcelona. Ada terbersit perasaan ingin menyusul ke Barcelona tetapi atas dasar apa ia menyusul ke sana? Apa ia harus merengek dan mengatakan bahwa ia ingin bertemu? Atau harus bagaimana agar ia terlihat masuk akal pergi menemui William? Apa tidak konyol menyusul William setelah satu bulan hanya untuk meluruskan kesalahpahaman di antara mereka yang sudah terlalu lama? Grace merasa tidak memiliki alasan yang tepat untuk menemui William hingga ke Barcelona. Berkali-kali pula Grace hendak menekan nomor ponsel William tetapi ra
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-17
Baca selengkapnya

43. Broken Heart

Chapter 43Grace sangat terkejut manakala mendapati pria yang sangat ia kenal duduk di atas sofa ruang tamu tempat tinggalnya, rasanya ia ingin melompat ke dalam pelukan William. "Willy," desahnya. Akhirnya dia kembali. William melemparkan senyum tipis ke arah Grace. "Ganti pakaianmu, aku ingin berbicara denganmu," ucap William dengan nada ada yang tak mampu di baca oleh Grace karena nada bicara William tidak dingin, tidak juga hangat, juga tidak ada keramahan di sana. Grace menggigit bibirnya sambil samudra biru di matanya menatap William dengan tatapan seolah ia ragu-ragu meninggalkan William bahkan jika hanya satu detik. Ia ingin menentang William, ia takut William pergi meninggalkannya lagi tetapi akhirnya ia harus mengangguk kemudian kakinya melangkah menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Tidak lama kemudian Grace telah duduk di samping William. Susana cukup kaku, apalagi setelah beberapa menit berlalu William masih bertahan dengan kebisuannya. Grace nyaris putus asa karena
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-18
Baca selengkapnya

44. Married

Chapter 44William kembali ke tempat tinggal orang tuanya, ia baru saja melangkahkan kakinya hendak menuju ruang belajar di mana ayahnya berada. Ayahnya mengatakan Ada hal penting yang harus dibicarakan tetapi ketika tiba di dalam ruang belajar William sedikit terkejut karena bukan hanya ayahnya yang berada di sana, tapi ibunya juga berada di sana. Tidak terkecuali Sydney dan Leonel, hanya alexa yang tidak berada di sana."Pembicaraan keluarga rupanya?" tanya William sambil mendaratkan bokongnya di atas sofa.Alexander mengamati wajah putra pertamanya. "Barusan ayahnya, maksudku--ayah kandung Grace datang ke sini," ucapnya."Untuk apa pria tua itu datang ke sini?" tanya William dengan nada sangat acuh."Grace akan bertunangan dengan pria yang dipilihkan olehnya," jawab Alexander.Menyembunyikan keterkejutannya, William berkata dengan nada datar dan mempertahankan sikap acuhnya. "Itu bagus."Jawaban William membuat empat pasang mata yang ada di dalam ruangan itu kompak tertuju kepada
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-19
Baca selengkapnya

45. Mr. Possessive

Chapter 45Grace menerima gaun berwarna putih di tangan William, perlahan ia membuka lipatannya dan tercengang dengan apa yang ia lihat. Sebuah gaun pengantin. "G-gaun? Gaun pengantin?" Atanya Grace tergagap-gagap."Ya, gaun pengantin. Kita akan menikah," jawab William dengan nada datar. "M-menikah? Siapa yang meni...." "Kita, kau dan aku," sahut William tanpa menunggu Grace menyelesaikan kalimatnya. "B-bagaimana mungkin?" William hendak meraih telapak tangan Grace tetapi Grace justru menghindarinya dan mundur dua langkah. "Sayang, kita akan menikah, kau akan menjadi istriku. Aku akan menjadi milikmu," ucap William sambil berusaha mendekati Grace. Kau menjadi milikku? Grace meletakkan gaun di tangannya ke atas tempat tidur sambil sebelah tangannya memberi kode agar William tidak mendekat, ia mengangkat dagunya tinggi-tinggi. Menatap William dengan tatapan permusuhan yang angkuh. Mendadak keberaniannya menyeruak, rasa kecewanya kepada William tidak bisa dielakkan lagi. Di masa l
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-21
Baca selengkapnya

46. Home

Chapter 46 Tertipu. Itulah yang di alami oleh William dan Grace. Thomas adalah anak Jack yang ke tiga, selama ini Thomas tidak pernah berada di London karena ia menimba ilmu di German lalu bekerja dan memutuskan untuk menetap di sana, kebetulan ia kembali ke London karena memang hendak menikah dengan gadis pilihan orang tuanya dan kebetulan pula Thomas dan Leonel telah saling mengenal sejak sekolah menengah atas sehingga Leonel dengan mulus menjalankan misinya untuk membuat William dan Grace menikah. Rupanya seluruh keluarga mereka terlibat dalam rencana itu. Masing-masing dari mereka memainkan peran dengan sangat apik. William dan Grace sangat terkejut manakala mereka tiba di gereja yang Sidney tentukan, kedua keluarga telah berkumpul di sana menyambut dua orang yang keras kepala akhirnya mengakui cinta mereka dan meresmikannya. Meskipun mereka sedikit kecewa karena ternyata keduanya memutuskan untuk merahasiakan pernikahan mereka. Pengambilan sumpah di gereja berlangsung dengan s
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-21
Baca selengkapnya

47. New Beginning

Chapter 1New BeginningGrace Elizabeth, pemilik mata berwarna biru seindah lautan di Grace bay itu, adalah putri tidak sah dari salah satu bangsawan di London yang dijual oleh ibu kandungnya sendiri, tetapi ia beruntung karena keluarga Johanson membesarkannya lalu pada usia dua puluh tiga tahun putra pertama keluarga Johanson yang bernama William Johanson menikahinya. Awalnya William dan Grace berulang kali terjebak dalam lingkaran yang membuat mereka saling membenci dan saling menyakiti dalam kata balas dendam. Grace sangat membenci William, begitu juga William, pria itu juga membenci Grace karena Grace menanggalkan nama Johanson di belakang namanya. Grace melarikan diri dari keluarga Johanson yang telah merawatnya sejak ia mengenal dunia. William menganggap perbuatan Grace adalah penghinaan terhadap keluarga Johanson. Keluarga Johanson adalah keluarga terpandang di London, meskipun bukan keluarga bangsawan nyatanya derajat mereka nyaris sama dengan keluarga bangsawan di London k
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-21
Baca selengkapnya

47. Kindnes

Chapter 2 KindnessNathalia menatap layar ponselnya, menatap Grace yang mewarisi kecantikannya. "Kau bisa berada di posisi itu karena aku," ucapnya dengan nada getir, tetapi terselip amarah.Sepuluh tahu di dalam penjara, lalu saat ia keluar dari dalam penjara, semuanya berubah. Ia menjadi sebatang kara tanpa ibunya, satu-satunya keluarga yang ia miliki di dunia ini. Namun, karena ia memiliki seorang putri, itu berarti ia masih memiliki keluarga.Nathalia Allen, wanita berambut merah kecoklatan dan memiliki paras yang sangat cantik itu tidak pernah menyangka jika ia akan berakhir di dalam penjara. Ia tidak pernah mengalahkan siapa pun kecuali, Jack Grantham. Pria bangsawan yang menggodanya hingga ia bertekuk lutut dan menyerahkan kesuciannya di usia enam belas tahun. Nathalia, ia hanyalah seorang gadis remaja biasa yang dibesarkan dengan hidup seadanya oleh ibunya yang bekerja sebagai salah satu pelayan di kediaman keluarga bangsawan di Sevenoaks, London Timur, Inggris. Ia sering
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-22
Baca selengkapnya

48. Who is She?

Chapter 3 Who is She? "Willy," sapa Meghan yang hari ini akan menjadi pengantin. Ia mengenakan gaun pengantin berwarna putih tanpa lengan, bagian bawah gaun yang ia kenakan terbuat dari kain sepanjang delapan meter hingga membuatnya mekar dengan sempurna. Gaun pengantin yang sempurna itu dipadukan dengan veil dan crown, membuat penampilan Meghan tampak sempurna seperti seorang ratu. "Selamat, akhirnya kau menikahi Calvin." William menempelkan pipinya ke pipi sahabatnya, bergantian kanan dan kiri. Meghan menyeringai lebar. "Aku sangat bahagia, ya Tuhan." "Aku turut bahagia," ujar William. Meghan mengerutkan hidungnya, ia memiringkan kepalanya, matanya melirik ke arah Grace yang berdiri di samping William. "Grace? Lama tidak berjumpa." Grace tersenyum ramah. "Selamat atas pernikahanmu. "Terima kasih." Meghan menatap Grace dan William bergantian. "Kalian pasangan serasi," bisiknya pelan. William merengkuh pundak Grace. "Dia pernah cemburu padamu." Grace membeliak
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-22
Baca selengkapnya
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status