All Chapters of Cinta Sang Pengantin Bulan Jadi Rebutan: Chapter 31 - Chapter 40

65 Chapters

Cinta dan Dusta

"Aku ditipu oleh Pria lagi," kekeh Rigel tertawa nanar. "Selalu saja begitu, tidak Harlan, bahkan kini Adriel ya?" Rigel kini menatap Kaelar yang masih terdiam menatapnya. "Yah, sepertinya kau memang bawahannya, sejak awal ... kalian memang aneh," celetuk Rigel seraya beranjak bangkit. Rigel yang sebenarnya hendak beranjak ke kamar mandi tapi sempat dihadang oleh Kaelar. Rigel membelalakkan kedua matanya. "Baiklah, apa maumu?" ketus Rigel."Kita harus segera bersiap agar bisa pergi bukan?" tanya Kaelar memastikan.Rigel memutar kedua bola matanya dengan malas. "Sabar juga ada batasannya, kau dan Adriel apa tidak tahu perkara privacy? sudahlah menerobos masuk, menganggu istirahat dan bosmu memaksaku menikah dengannya," ucap Rigel bernada dingin."Ah, maaf, kalau begitu saya keluar." Kaelar berucap sambil beranjak keluar dari ruang perawatan Rigel. Rigel pun segera beranjak ke kamar mandi. Usai melepas seluruh pakaiannya kemudian masuk ke dalam bathtub berisi air hangat. Rigel hanya i
last updateLast Updated : 2025-02-16
Read more

Sangkar Megah

"Kau sungguh keterlaluan, memaksaku kemudian menerobos masuk seperti itu," omel Rigel. Rigel menghela napas cukup panjang karena dirasa jika berbincang saat ini dengan Adriel akan jadi sia-sia. "Kepalaku terasa mau pecah," gumam Rigel sambil menduduki dirinya di sebuah sofa. Adriel masih berdiri sembari memandangi Rigel yang kini sedang memijit pelipisnya sendiri. Adriel sendiri sebenarnya tidak tega jika harus memaksa Rigel tapi marabahaya yang menimpa Wanita itu sudah terjadi dua kali. "Maafkan aku Rig," ucap Adriel sembari mendekatinya."Apa? apa yang sedang kau coba lakukan?" tanya Rigel mendadak takut sekaligus merinding karena Adriel yang memakai kemeja polos putih itu membuka dua kancing teratasnya. Rigel sebenarnya mau melarikan diri tapi terlanjur terpojok karena kedua tangan kekar Pria itu mengukungnya seraya memengangi sofa.Adriel mendekati telinga kiri Rigel sampai kedua mata merah Rigel bisa melihat anting di telinga kanan Adriel yang berdenting lembut itu. Ketika Rige
last updateLast Updated : 2025-02-17
Read more

Tuhan, Apa yang Sudah Terjadi?

"Dimana aku?" tanya Rigel seorang diri. Ia langsung menyibak selimut lembut itu kemudian beranjak berlari menuju pintu. Rigel mengedor-gedor pintu sekuat tenaga tapi semuanya sia-sia karena sudah terkunci.Rigel memengangi kepalanya sendiri. "Benar, sebelum itu aku berada di Rumah Sakit," ucap Rigel sambil memandangi dekorasi dan perabotan mewah namun terkesan tua itu. Ia seperti merasa ada di kamar seorang Permaisuri Kerajaan. Kain-kain yang terhias di kamar ini berwarna emas, putih dan merah. "Adriel itu, jangan-jangan dia yang membawaku kemari!" jerit Rigel menyadari sesuatu. "Benar sekali, Permaisuriku," celetuk Adriel yang memasuki kamar sambil diikuti dua orang prajurit berzirah besi. "Kau benar-benar gila!" teriak Rigel sambil melempari Adriel dengan bantal dan guling. Rigel jadi kesal usai Adriel mengakui jika semua ini ulanya, dia jadi pergi ke tempat antah berantah yang bahkan belum pernah ia kunjungi."Rig, dengar ... semua ini demi dirimu," ucap Adriel.Rigel beranjak b
last updateLast Updated : 2025-02-19
Read more

Pertikaian

"Kenapa dokter itu aneh?" tanya Rigel pada Kaelar yang berdiri disudut ruangan itu.Rigel memerhatikan Tabib yang hanya meletakkan tangan ke perutnya. Sekilas memang ada berkas cahaya dari tangan Tabib itu. "Apa kalian tidak punya dokter?" celetuk Rigel yang sambil berbaring di atas kasur itu. Sementara Si Tabib mulai mendelik heran padanya."Kelelahan, dan beban pikiran yang tinggi," ucap Sang Tabib. Kaelar lantas mendekati Rigel. "Jadi kondisinya dan bayinya?" tanya Kaelar perlahan, nyaris seperti bisikan."Anaknya baik-baik saja," jawab Tabib sembari beranjak berdiri. "Berikan dia istirahat yang cukup, dan minum ramuan yang akan aku racik," ucap Tabib seraya beranjak pergi meninggalkan kamar ini.Rigel langsung membalikkan tubuhnya. "Aku lebih percaya dokter dari pada dukun," ketus Rigel. Ketika Kaelar mau angkat bicara, Pria itu langsung berdiri tegap ketika Adriel memasuki kamar. Adriel langsung menatap Rigel yang berbaring memunggunginya. Peluh pada dahi Pria bermata biru itu
last updateLast Updated : 2025-02-21
Read more

Seikat Bunga Mawar Putih

"Apa kau mencintaiku atau hanya butuh anak ini?" tanya Rigel. Adriel langsung menatap Rigel dengan dingin. "Aku tentu saja mencintaimu," jawab Adriel sambil beranjak berdiri. "Nanti malam kedua orang tuaku hendak bertemu denganmu," ucap Adriel sambil meninggalkan ruangan kamar dari Rigel. Ia tak memerdulika Rigel yang terkejut dan terdiam usai mendengar ucapan Adriel. Rigel terdiam, yang ia dengar hanyalah langkah kaki Adriel yang telah keluar dari kamarnya. Rigel pun tidak memerdulikan Adriel lagi namun setelah itu ia menghela napas. "Aku benar-benar terkurung disini tanpa perduli alasanku setuju atau tidak," ucap Rigel tiba-tiba saja murung.Rigel yang lelah menanggapi ajakan makan malam dari Adriel pun memilih terlelap dengan pulas. Sejak siang sampai menjelang malam ia habiskan dengan tertidur lelap. Rigel terbangun dari tidur pun karena suara seorang pelayan yang membangunkannya."Nona, Nona bangunlah," ucap Pelayan itu pelan dan berhati-hati. Rigel segera terbangun sambil mem
last updateLast Updated : 2025-02-22
Read more

Tiada Arti

"Ini untukmu," ucap Adriel.Rigel ragu-ragu meraih seikat bunga mawar putih itu. "Terima kasih," sahut Rige."Kalau begitu, ayo, kita bergegas," ucap Adriel mengajak Rigel untuk segera bergegas. Dia bahkan mengulurkan tangannya agar Rigel bisa berjalan berdampingan. Adriel tidak memaksa namun juga bersikap tegas.Ketika Rigel hendak meraih tangan Adriel. Seorang Wanita bergaun merah muda menghampirinya. Gadis muda berambut pirang keriting itu menatap masam Rigel. Dia mendekati Adriel lalu menggandeng tangannya. "Aquilina, hentikan sikap kekanak-kanakanmu," ucap Adriel.Rigel langsung menoleh ke arah Wanita itu. Dia muda, cantik dan tampak seperti dari kalangan bangsawan. Sontak membuat Rigel merasa jika dirinya hambatan. Apalagi Sang Wanita merangkul mesra lengan milik Adriel. Rigel langsung melangkah mundur. "Adriel, tidak apa-apa aku akan jalan sendiri," ucap Rigel. "Tidak, kau calon istriku," tolak Adriel.Rigel langsung menggelengkan kepalanya sembari tersenyum. Senyumannya itu
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Alasan Terpilih

"Apa? aku pikir kau mau meninggalkanku usai anak ini lahir kemudian membesarkan anak ini bersama Lady Aquilina, jika seperti itu pun aku tidak keberatan ...,""Aku yang akan keberatan, jika itu bukan kau!" Rigel tertegun saat Adriel langsung memotong ucapannya. Adriel yang memaksanya bersama kini bahkan bersih keras untuk mendapatkannya. "Adriel ... kau harus melakukan kewajibanmu bukan? aku sungguh tidak masalah," ucap Rigel berkaca-kaca. "Ya, itulah tujuan semulaku tapi hari demi hari bersamamu, aku menyadari jika aku sudah jatuh cinta padamu," sahut Adriel sembari menarik tangan Rigel. Pria itu mengeluarkan sebuah kotak cincin kecil dari saku tuxedonya. Ia langsung memakaikan cincin pada jemari manis Rigel. "Aku ingin mengabdikan hidup bersamamu, Rigel, terimalah aku ... menikahlah denganku," ucap Adriel. Sang Ratu terkejut sembari menutup mulutnya yang terbuka tapi detik selanjutnya ia tersenyum haru namun berbanding dengan Raja yang tampak menatap tak suka. Ratu sampai menggoy
last updateLast Updated : 2025-02-25
Read more

Nihil

"Maaf Adriel, aku tak bisa diam dengan rasa penasaran ini," ucap Rigel sembari menyetir keluar dari Istana. Rigel segera mengendarai mobil menuju pusat kota. Dia berkali-kali berdecak kagum karena kerajaan ini sangat menakjubkan. Meski kerajaan tapi keadaan kota sangat maju tak beda jauh dari bumi, hanya saja lebih aman dan damai. Rigel menghentikan mobilnya didepan sebuah kantor informasi pusat kerajaan. Ia langsung menghampiri salah satu petugas. "Aku butuh peta, aku mau mendatangi kuil bulan," ucap Rigel berterus terang.Wanita Petugas itu memberikan sebuah earphone tapi satu buah saja pada Rigel. "Seluruh informasi lokasi terkenal di Kerajaan New Neoma dapat diakses dari chip ini caranya memasang di telinga kemudian ucapkan aktif dan cari tujuanmu," ucap Petugas itu. Rigel mengangguk kemudian menerima alat itu. Dia tanpa berbasa-basi langsung meninggalkan Kantor itu kemudian memasang alat berupa chips pada daun telinganya. Barulah Rigel menemukan letak lokasi dari Kuil Bulan. Ri
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more

Kekecewaan

"Rigel, kau pergi seorang diri!" bentak Adriel saat Rigel baru turun dari mobil itu.Rigel membalas tatapan Adriel saat itu. "Aku berhak bebas melakukan apapun yang aku mau," celetuk Rigel."Apa maksudmu?" "Kenapa kau terkesan hendak mengurungku?" "Rig, aku hanya takut kau kenapa-kenapa jika keluar tanpa penjagaanku," "Tentu saja kau cemas, aku ini tumbal yang paling berharga untuk kerajaan ini!" Adriel diam tak bergeming usai mendengar teriakan Rigel. "Aku tidak menganggapmu begitu," ucap Adriel bernada dingin bahkan tatapannya jadi menajam. Dia langsung menarik pergelangan tangan Rigel dengan kencang."Lepaskan tanganku," ucap Rigel sambil berusaha menepis cengkeraman tangan Adriel.Adriel tampaknya marah. Dia berjalan seraya menyeret tangan Rigel tanpa memerdulikan kekuatan keduanya yang amat jauh berbeda. Adriel menerjang pintu kamar kemudian mendorong Rigel jatuh ke atas kasur. "Entah apa yang sudah kau lihat diluar sana tapi menuduhku seperti itu cukup membuatku kecewa Rig,"
last updateLast Updated : 2025-02-28
Read more

Pernikahan

Rigel mematung menatap pantulan dirinya yang telah mengenakan gaun putih. Ia hanya diam dengan raut wajah datar tanpa sudi memoles wajah cantik itu dengan senyuman. Rigel menunduk sejenak sembari menatap kedua tangannya yang gemetar. "Aku benar-benar akan menikah dengan Adriel, sebegitu cepat seperti ini," ucap Rigel. Degupan jantungnya menggulir cepat dan hati Rigel terasa hangat menderu. Ia kembali menatap dirinya dari pantulan cermin rias. "Apakah aku mencintai Adriel?" tanya Rigel seorang diri. Setelah itu ingatannya selalu menampilkan sosok Adriel yang selalu ada dalam setiap masalahnya, Adriel juga yang telah menyelamatkan hidupnya tapi Adriel juga yang begitu gopoh jadi Rigel merasa dimanfaatkan. "Jika saja perasaan ini diutarakan ... semuanya akan jadi bahagia," ucap Rigel sendiri. Brakkk Suara pintu terbuka menampaki Aquillina yang berdiri dengan tatapan marahnya. Dia melangkah mendekati Rigel meski Sang Pelayan terus berusaha mencegah Aquilina yang sedang gelap mata itu.
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status