Dalam gemerlap lampu makan malam yang hangat, meja makan dipenuhi dengan aneka hidangan yang menggoda selera. Elise, dengan rasa heran yang mendalam, menatap kekayaan menu yang terhidang. Di sisi lain meja, Naka, menantunya, tersenyum lebar, seraya sesekali menawarkan bantuan untuk mengambilkan makanan."Mama makan yang banyak ya, mau apa lagi? Naka ambilkan," ucapnya dengan nada penuh semangat.Lika, putri Elise, hanya bisa menggelengkan kepala pelan. Dia terheran-heran melihat betapa suaminya, Naka, terlalu memanjakan ibu mertuanya."Mama makan yang banyak. Mau apa, Naka ambilkan," lagi-lagi Naka menawarkan dengan antusias yang berlebihan.Elise, dengan sopan, menolak tawaran menantunya. "Tidak usah. Mama bisa ambil sendiri," ujarnya datar, mencoba tidak membuat Naka merasa tidak dihargai.Selesai makan, suasana semakin hangat namun tetap ada gelombang kecil yang tidak terlihat.Menarik istrinya ke kamar, Naka dengan semangat mengusulkan rencana lain. "Sayang, besok kamu temani Mama
Terakhir Diperbarui : 2025-03-02 Baca selengkapnya