Lika terasa seperti bayang-bayang saat melangkah masuk ke toko pakaian hamil bersama Naka. "Aku berasa kaya istri simpanan, mas," gumamnya dengan suara serak, penuh kekhawatiran. Naka memandangnya dengan mata yang menyala, "Kamu istri aku, sayang," katanya tegas, mencoba menenangkan.Di mall, tatapan orang-orang tampak biasa saja, namun dalam benak Lika, setiap bisikan dan pandangan terasa menghakimi. Jantungnya berdegup kencang, pipinya merona, tanda rasa minder yang mendalam. Naka menyentuh bahunya, memberikan kekuatan melalui sentuhan hangatnya.Tidak ada yang tahu dia istri kedua, hanya saja Lika sudah merasa insecure duluan.“Sayang, jalannya yang benar ah,” ujar Naka karena Lika yang malas-malasan.Mereka mau beli baju hamil, karena perut Lika makin membesar. Sudah tidak ada yang muat, tadinya mau Lika sendiri. Tapi suaminya memaksa menemani, terpaksa ia mengiyakan. Mana dulu Naka mau ke mall, hanya untuk belanja baju. Hanya dengan Lika, dia seolah mendobrak semua aturan dalam h
Terakhir Diperbarui : 2025-02-19 Baca selengkapnya