Home / Romansa / Simpanan CEO Beristri / Chapter 51 - Chapter 60

All Chapters of Simpanan CEO Beristri: Chapter 51 - Chapter 60

113 Chapters

Bab 51 Kemarahan Putri Daarwish

Kamar yang biasanya terjaga kebersihannya kini telah berubah menjadi lautan kekacauan. Di mana-mana, bantal-bantal yang sebelumnya tersusun rapi di sofa dan ranjang kini bertebaran tanpa arah, beberapa bahkan terinjak-injak oleh Sarah yang marah. Pecahan kaca dari cermin dan gelas yang hancur bertebaran di lantai, menciptakan pantulan cahaya yang berbahaya dan tajam.Di sudut ruangan, boneka-boneka yang biasanya menghiasi rak dengan rapi, kini tergeletak berserakan di lantai, seolah-olah mereka juga merasakan dampak dari amarah Sarah Janeeta Daarwish.Ranjang yang biasanya tampak rapi dengan seprai yang halus dan selimut yang terlipat dengan sempurna, kini tampak acak-acakan, seprai tercabut dan selimut tergulung tidak karuan. Atmosfer di dalam kamar itu memancarkan aura kekacauan dan kemarahan, sebuah saksi bisu atas badai emosi yang baru saja melanda.“Ah sialan!” teriaknya.Sungguh bukan perangai yang terpuji dari putri Daarwish ini, begitu dia mengetahui jika Naka sudah menikah la
last updateLast Updated : 2025-02-10
Read more

Bab 52 Pertengkaran

Naka langsung Gerak cepat ketika Lika memutuskan hendak resign dari pekerjaannya. Sungguh ini adalah kabar yang sangat dinanti Naka.Kehamilan satu janin saja sudah terasa berat, apalagi ini dua. Naka menjadi sering membaca buku tentang kehamilan. Dia ingin selalu tahu, semua hal yang pertama. Karena baru kali ini dia akan menjadi seorang ayah dan pertama kalinya juga bagi Anulika.“Sudah aku bilang tidak usah ke kantor, sayang,” kata Naka memeluk Lika diruangannya.Lika meronta, suaminya sekarang suka peluk-peluk sembarangan. Seolah Naka lega sekali, usai Ivanka mengetahui pernikahan mereka.“Mas ih, kebiasaan. Lepas ah,” ronta Lika.Tapi mana suaminya peduli, dia terus saja memeluk bahkan mencecap leher Lika. “Jangan dimerahin mas, yang kemarin saja belum hilang,” desahnya atas kelakuan sang suami yang merasa berkuasa penuh akan tubuhnya.“Sayang bawel,” gemas Naka makin dalam mencecap leher jenjang sang istri yang harus bunga kata Naka.“Mas ih sudah ah. Aku mau keruangan HRD.” Lik
last updateLast Updated : 2025-02-10
Read more

Bab 53 Karyawan Preman, Pecat!

Bukan hanya adu argument saja, sekarang Lika dan Vivi sudah saling dorong. Meski ada teman Vivi yang memperingatkan jika Lika sedang hamil, dan berbahaya jika Lika kenapa-napa, namun sepertinya Vivi tidak mau peduli.Hingga Teteh Yanti yang biasanya selalu membantu Lika dan yang lainnya segera datang ke arah keributan itu.“Eh ini ada apa sih. Ribut terus, heran!”Semua menoleh mendengar suara itu. “Tehh, nggak usah ikut campur deh. Cari muka banget sih belain Lika terus,” ujar salah satu teman Vivi.Yanti berang dibilang begitu, dia menunjuk Vivi dan teman-temannya. “Siapa yang cari muka. Tapi kalian nagca deh, sikap kalian itu nggak benar. Kerjanya cuma memojokkan orang terus. Bikin nggak betah di kantor lama-lama,” pekik Yanti marah.“Nggak usah ikut campur, nenek tua!” hina Vivi, mendorong bahu Lika. Aksi balas dendam karena bestienya, Kim, dipecat karena mereka berdua.“Eh Vi, kamu kok jadi perempuan kasar banget sih,” pekik Yanti yang dibela oleh yang lain juga.Malah sekarang k
last updateLast Updated : 2025-02-11
Read more

Bab 54 Velakor

Duduk di sofa empuk ruangan Naka, Lika menatap keluar jendela dengan pipi yang masih merah membara. Naka, dengan lembut mengusap bekas tamparan itu menggunakan kain basah dingin. "Sakit, Sayang?" suaranya lembut penuh kekhawatiran.Lika hanya mengangguk, matanya berkaca-kaca. Meski tadi dia sempat membalas tamparan Vivi, sakitnya tidak juga mereda. “Masih sebal,” ujarnya dengan manja.Naka menghela napas, kalau saja dia bisa membalas tamparan itu. Saking cintanya dengan Lika, sampai Naka merasa dadanya sakit sekali, melihat istrinya. Sakit hati dia, dan tidak akan mau damai dengan Vivi, yang sudah ia pecat dengan tidak terhormat itu.Cup!Naka mengecup pipi Lika, menyalurkan kehangatan agar lekas pulih."Mau pulang," gumamnya pelan, suara serak karena menahan rasa sakit dan kekesalan.Naka mengangguk, memahami. "Baiklah, kita pulang saja.” Naka pikir pekerjaan bisa menunggu, karena yang paling penting adalah istri dan dua anaknya.“Ke dokter ya sayang." ucapnya sambil berdiri dan meng
last updateLast Updated : 2025-02-12
Read more

Bab 55 Emosi Berbalut Gairah

Naka menghela napasnya panjang, sungguh dia sedih sekali istrinya harus mengalami kejadian tidak enak, dua kali dalam sehari.“Sayang, kamu oke?” tanyanya lembut, ketika mereka sudah berada di dalam mobil.Lika menggeleng, wajahnya terlihat sedih. Membuat Naka menjadi terluka, tidak tega rasanya melihat raut kesedihan terpencar di istri kecilnya.“sayang..” desah Naka.“Ih makanan aku kan belum datang, mas.” Lika merajuk karena dia belum makan porsi kedua.Mana enak, ngiler dia jadinya. Masih lapar perut Lika.“Kamu nggak marah, sayang?”“Marah!” sentak Lika.“Maaf sayang, aku nggak tahu akan ada disana,” desah Naka.Lika mendelik, bukan itu yang dia maksud. “Aku nggak peduli mas ada dia, Sarah atau siapalah dia. Aku marah karena aku belum makan yang tadi,” pekiknya frustasi.Naka tentu terkejut, istrinya lebih memikirkan makanan daripada emosinya.“Iya sayang, aku order lagi suruh antar ke apartemen ya,” ucap Naka lega.“Ya udah, tambah dessertnya mas, tadi kan belum coba. Tiga ya ma
last updateLast Updated : 2025-02-12
Read more

Bab 56 Hukuman Berat Penganggu Istri Naka

Sarah Janeeta Daarwish terduduk lemas di sudut ruangan, matanya berkaca-kaca menahan air mata yang hendak jatuh. Adela, sang mama, berdiri tak jauh darinya, dengan tatapan tajam dan suara yang meninggi karena marah."Bodoh, sebelum bertindak. Pikirkan dulu!” Hardik Adela, setelah Sarah menceritakan jika dia bertemu dengan Naka dan istri barunya.Emosi tidak dapat dihindarkan dan Sarah melontarkan makian pada keduanya. Bagi Adela tindakan itu sangat ceroboh. Naka pasti tidak suka dan potensi perjodohan mereka akan sangat kecil sekali. Adela disini sudah berusaha dengan menekan Nyra Gasendra, malah anaknya mengacaukan segalanya.“Kenapa kamu melakukan itu. Naka bisa sangat marah padamu!" teriak Adela, rambutnya yang terurai ikut terbawa angin emosi yang dia pancarkan.Sarah menggigit bibirnya, tangannya gemetar, "Aku sakit hati, mama. Harusnya aku yang menjadi istri Naka, ma!" teriaknya balik dengan suara yang serak, penuh penyesalan. Wajahnya merah padam, menunjukkan betapa dia tidak b
last updateLast Updated : 2025-02-13
Read more

Bab 57 Cacian Mama Mertua

Nyra Gasendra menatap tidak percaya pemandangan di depannya, menantu pertama dan menantu keduanya, terlihat akur. Bahkan terlihat Lika yang sedang menyuapi Ivanka, ditemani seorang suster yang disewa anaknya.Cuih..Pasti wanita mau mengambil hati Ivanka, biar tidak dibilang perebut suami orang.Brak!Nyra memukul pintu, datang-datang dia langsung emosi. Emosi akan semuanya, akan Naka yang membantahnya dan emosi melihat pemandangan di depannya.“Bagus sekali, terlihat akur. Cih.. Padahal saya tahu kamu hanya cari muka kan, didepan menantu saya!” Hardik Nyra, membuat terkejut tiga orang didalam kamar Ivanka.“Mama,” gumam Ivanka, akan kedatangan mama mertuanya.Nyra hanya menatap datar pada Ivanka, tatapan sinis ia berikan pada Lika. Tapi ketika pandangannya menurun pada perut gadis cantik, ah sial. Selalu saja dia dibuat tidak berkutik.“Siang tante,” sapa Lika sopan, dia berdiri karena mamanya suami datang.“Jangan sok menyapaku, kehadiranmu di keluarga saya jelas tidak akan diterima
last updateLast Updated : 2025-02-14
Read more

Bab 58 Emosi Anulika

Tadinya Naka mau mengantarkan Ivanka kontrol, tapi karena Lika menawarkan diri makanya dia memilih tidak ikut, dengan alasan ada meeting mendadak.Naka hanya tidak mau ada kekakuan diantara mereka bertiga, walau Ivanka mengatakan ikhlas, siapa yang tahu hati seseorang.“Ditemani Lika ya. Aku pergi dulu.” Dengan cepat Naka pamit, tanpa bersentuhan dengan keduanya.Lika meringis, biasanya dia di sun. Ini tidak, ah mungkin karena ada Ivanka.“Buru-buru sekali,” ucap Ivanka pelan.Lika mengajak Ivanka berangkat ke rumah sakit, tentu ditemani Suster Mirna juga.Di dalam mobil yang melaju menuju rumah sakit, suasana menjadi hening. Lika duduk di samping Ivanka, mencoba menawarkan senyum penuh dukungan meski hatinya gundah. Ivanka, yang wajahnya pucat pasi, hanya menatap lurus ke depan, berusaha menyembunyikan kegelisahan yang bersarang dalam dirinya. Di antara deru mesin, sesekali terdengar batuk halus dari Ivanka yang semakin membuat Lika merasa tidak berdaya."Kak Iva, kamu mau dengarkan
last updateLast Updated : 2025-02-14
Read more

Bab 59 Istri yang Merajuk

Mata Naka berbinar saat melihat kotak hadiah yang diulurkan oleh Ivanka. Dengan hati penuh haru, ia membuka kotak tersebut dan menemukan sebuah dasi yang elegan."Terima kasih," ucapnya dengan suara yang bergetar, menerima hadiah itu dengan penuh penghargaan.Ivanka, yang berbaring di ranjang, tersenyum lebar, kebahagiaan terpancar dari wajahnya. "Aku suka lihat kamu pakai dasi, makin ganteng," candanya ringan, mencoba mengalihkan pikiran dari rasa sakit yang seringkali menghantui.Naka mengangguk, senyumnya semakin menghangatkan ruangan, lalu dengan lembut menanyakan, "Tadi di dokter gimana, kemonya?" Kecemasan tersembunyi di balik pertanyaannya, mencerminkan kekhawatiran yang mendalam untuk sang istri.Ivanka menghela napas, sebelum menjawab dengan suara yang mencoba terdengar ceria, "Lancar, kata dokter aku sudah sehat. Lika yang mengatakan itu dari dokter," katanya, berusaha menenangkan hati suaminya. Namun, Naka bisa melihat ada kilauan lain di balik mata Ivanka, sesuatu yang leb
last updateLast Updated : 2025-02-15
Read more

Bab 60 Malam Pedas Manis Hangat

Ceklek..Deg..Ah Naka mau pingsan. Rasanya darah langsung naik ke kepala, melihat Lika hanya mengenakan handuk saja. Lupa bawa baju ganti, makanya keluar hanya dengan handuk saja.“Sayang,” panggilnya, mendesah.Melihat Lika ya ampun, dapat ide darimana keluar hanya mengenakan handuk didepan singa yang selalu kelaparan itu.Handuk sebatas paha, dengan perut yang sudah terlihat membesar.Auw seksi sekali ..Bagian dadanya ditutupi handuk itu, Naka lihat menyembul keluar.“Kenapa mas?” tanya Lika, heran.Naka tersenyum nakal. Matanya mengerjap, tanda dia ingin menubruk tubuh istrinya.Oh Anulika Gasendra.. Menggoda sekali..“Sini sayang,” panggilnya.“Ih, aku mau pakai baju ah.” Lika menolak, nanti dia masuk angin kalau tidak cepat pakai baju. Malah dipanggil suaminya, mau apa sih.“Nggak usah, sayang.”“Mas, jangan nakal deh!” seru Lika, pelan tapi tegas.Jangan bilang suaminya mau nganu. Jangan gila dong, ada Ivanka dirumah ini. Tidak mau Lika, mungkin lebih tepatnya tidak enak. Lika
last updateLast Updated : 2025-02-15
Read more
PREV
1
...
45678
...
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status