Semua Bab Simpanan CEO Beristri: Bab 81 - Bab 90

113 Bab

Bab 81 Lika Hilang

Ivanka menatap Elise dengan mata berbinar, seperti anak kecil yang baru mendapat hadiah. Dia merasa kehangatan ibu yang selama ini kurang dia rasakan. "Nanti sore kita jalan keliling komplek. Sama Lika juga, biar hamil kamu jangan malas," ucap Elise dengan nada lembut, sambil menarik tangan Ivanka dan Lika untuk makan bersama dan merencanakan sore yang menyenangkan.Sementara itu, Lika, yang perutnya sudah membesar karena mengandung bayi kembar, tertawa kecil mendengar gurauan Elise. "Badan Lika tambah gede ini, mama masak terus," sahutnya sambil menepuk perutnya yang bulat.Elise hanya tersenyum mendengarnya, rasa puas terpancar dari wajahnya karena putrinya makan dengan baik selama masa kehamilan. Elise, dengan keahliannya yang mumpuni di dapur, seringkali menghidangkan berbagai masakan yang tidak hanya lezat tetapi juga bergizi tinggi, khusus untuk menunjang kesehatan Lika dan calon cucu-cucunya.Ivanka dan Lika sering kali terkagum-kagum dengan kepiawaian Elise mengolah bahan sede
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-04
Baca selengkapnya

Bab 82 Mencintai Dengan Ugal-ugalan

“Lika!” teriak Naka kencang.Naka berlari kesana kemari, untuk melihat di mana Lika berada. Tapi nihil, ah sial. Jantung Naka tidak berhenti berdetak kencang, kemana istrinya. Jangan sampai hilang di tengah kerumunan orang begini.Mata Naka bergerak cepat mencari Lika di antara kerumunan orang. Mencoba mencari ke tempat yang mungkin saja di datangi istrinya.“Lika,” panggilnya terus menerus.Bertanya pada beberapa orang, apa melihat wanita muda yang sedang hamil besar. Tidak ada yang melihat, karena memang sedang padat pengunjung.Sial!“Lika,” panggilnya lagi ketika melihat tubuh mungil istrinya dengan perut yang membesar.Ternyata Lika terhimpit oleh kerumunan orang yang antri di wahana tidak jauh dari tempat dia duduk tadi. Tanpa berpikir panjang, Naka menerobos kerumunan, mendorong dengan lembut namun tegas untuk menjangkau istrinya.“Sayang, kamu nggak apa?” tanyanya panik.Lika yang tahu dari wajah sang suami yang cemas, mengangguk untuk menghilangkan rasa panik sang suami. “Ngg
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-04
Baca selengkapnya

Bab 83 Kedatangan Keluarga Daarwish

Angin sepoi-sepoi berhembus lembut, mengantarkan harum bunga-bunga di taman depan rumahnya. Ivanka sedang menikmati sore indahnya di taman yang dulu ia rawat sendiri.Sewaktu masih sehat dulu, Ivanka memang terbilang Nyonya rumah yang rajin dia membeli beberapa bibit dan ditanam sendiri. Ivanka suka berkebun, karena dia menyenangi bunga.Di tengah keindahan alam yang memikat itu, Ivanka, dengan kursi rodanya, didorong oleh Suster Mirna yang selalu setia menemani. Senyum merekah Ivanka punah saat mendengar teriakan dari luar gerbang. “Ivanka!”“Siapa itu, sus?” tanyanya pada Suster Mirna.Namun panggilan yang Namanya dan suara familiar membuat Ivanka tahu siapa itu. “Papa!”Ivanka meminta suster mendorong lebih dekat ke arah gerbang. Senyumnya kembali merekah saat ia melihat keluarganya datang mengunjungi, namun senyum itu segera pudar ketika penjaga gerbang menahan mereka dari kejauhan."Biarkan mereka masuk!" teriak Ivanka, berusaha keras agar suaranya terdengar sampai ke gerbang dep
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

Bab 84 Tidak Akan Menceraikan Istri Pertama

Naka tentu mengamuk tahu keluarga mertuanya datang dan menghardik istrinya juga Mama Elise.“Aku tidak akan membiarkan mereka!” sentak Naka saat Lika menceritakan semuanya.“Mas, sabar dulu ih. Jangan teriak-teriak,” pekik Lika, Naka yang tahu istrinya kaget langsung menariknya dan mendudukkan dia disampingnya.“Maaf sayang.” Naka menghela napasnya, dia sudah sangat emosi sekali.Naka menonton rekaman CCTV, dapat dia dengar suami bentakan yang dilayangkan keluarga Daarwish pada Ivanka. Hati Naka sakit, melihat Ivanka yang menangis.“Sialan memang mereka,” umpat Naka.“Mas jangan mengumpat depan anak-anak,” peringat Lika. Ah Naka terlalu terbawa emosi sepertinya. Lagi-lagi dia meminta maaf pada istri dan jagoannya.Lika yang melihat ekspresi Naka hanya tersenyum getir, suaminya mengaku tidak cinta. Tapi melihat istri pertamanya di bentak, Lika tahu jika Naka juga merasakan sakitnya.“Temui Kak Iva dulu. Dia syok sekali,” kata Lika lembut.Naka mendongak, tersenyum tipis, istrinya begit
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

Bab 85 Sakit Hati Lika

Lika hendak menghampiri kamar Ivanka, merasa dia juga perlu menenangkan istri pertama suaminya itu. Pasti Ivanak sedih sekali, mengetahui kedatangan keluarganya hanya untuk satu tujuan, harta.Ketika sudah sampai, Lika tidak langsung masuk karena keduanya sedang membahas perusahaan. Dia diam menunggu, jika waktunya tepat Lika akan masuk ke dalam.Namun betapa terkejutnya dia mendengar sebuah pengakuan yang berbeda dari sang suami.“Aku tidak akan pernah menceraikanmu!”Deg!Jika bagi Ivanka kalimat itu menenangkan, tidak bagi Lika yang merasa kecewa. Dia tidak mau Naka menceraikan Ivanka, karena kondisinya. Tapi dia juga tidak mau selalu menjadi yang kedua, dengan sebutan perebut suami orang. Posisi Lika salah, dia tahu itu. Namun sang suami selalu menegaskan padanya, jika dia hanya mencintai Lika dan menyayangi Ivanka, layaknya seorang adik. Bahkan merencanakan untu berpisah dengan Ivanka, meski Lika menahannya.Tapi apa ini yang dia saksikan sendiri. Keduanya bagaikana pasangan suam
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-06
Baca selengkapnya

Bab 86 Perang Dingin

Melihat putrinya yang tertidur dengan nyenyak, Elise jadi melamun. Kenapa putrinya harus hidup seperti ini. Memiliki anak, tapi dengan pria yang sudah menikah. Walau dia tahu Naka adalah pria baik yang mau bertanggungjawab, tetap saja ada rasa tidak rela melihat hidup sang putri satu-satunya seperti ini.Beruntung, bagi Elise, Ivanka sosok yang baik. Mungkin karena penyakitnya, bisa dibayangkan jika Ivanka sehat. Pasti rumah megah ini hanya akan di isi pertengkaran karena merebutkan satu pria. Jika hal itu terjadi, Elise bersumpah akan membawa anaknya pergi dari sini.**Naka berjalan gelisah di lorong rumah yang sunyi, hatinya dipenuhi kekhawatiran. Lampu kamar tidur mereka yang masih terang tak menunjukkan tanda-tanda kehadiran Lika.“Lika,” panggilnya tadi di kamar. Dia mencari ke kamar mandi, balkon. Sepi, tidak ada istrinya di kamar mereka.Pria itu mencoba menenangkan diri, namun ketakutannya semakin menjadi saat ia membayangkan segala kemungkinan terburuk.Dengan langkah yang
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-07
Baca selengkapnya

Bab 87 Istri Kecilnya Merajuk

Pagi itu, Naka melangkah gagah menuju kantor Elvan Daarwish. Ditemani asistennya, Bara, langkahnya terasa berat. Namun ia bertekad untuk mengakhiri semua masalah yang telah merundungnya.Sesampainya di sana, Naka langsung disambut dengan tatapan tajam Elvan yang sudah ada di ruang kerjanya. "Huh, datang juga kau!” sambut Elvan tidak ramah.Naka berjalan cepat menghampiri mertuanya itu. Dengan sekali sentakan dia membuat penegasan terhadap Elvan Daarwish. “Sudah kubilang jangan ganggu istriku!" teriak Naka dengan suara yang menggelegar, menjadikan suasana semakin tegang.Elvan, yang masih duduk dengan tenang, menatap Naka dengan sinis. "Istrimu yang mana, Naka? Kau punya dua istri dan mengkhianati putriku," balasnya dengan nada menyindir.Wajah Elvan memerah, urat-urat di lehernya terlihat menonjol akibat amarah yang memuncak. Naka tertawa sinis, sebuah tawa yang penuh dengan kegetiran. "Kau pikir aku tidak tahu? Kau hanya peduli pada kerjasama dengan perusahaanku. Ivanka tidak lebih d
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-07
Baca selengkapnya

Bab 88 Menyusul Istri Kecil Naka

Lika sendiri memutuskan memboyong mamanya ke apartemen dia dan Naka. Mama Elise sudah tidak tahan lagi untuk tidak bertanya.“Kenapa kita kesini?” tanyanya.“Aku hanya mau menunjukkan ke mama, apartemen aku sebelumnya mama,” kata Lika, berusaha tenang.Mama Elise mendesah, menarik tangan putrinya untuk duduk sebentar. “Ada apa, hum?”“Apa?”“Mama tahu aku lagi nggak baik-baik saja. Cerita sama mama, Lika.” Elise berusaha tegas, jika sang putri ada masalah mungkin dia bisa membantu Lika.Lika menggeleng, menolak bercerita karena tidak mau membebani sang mama. “Aku baik kok, ma. Hanya ingin bermalam di sini saja.”Tetap dia tidak mau mengatakan apapun pada sang mama.**“Malam, ma.” Naka menyapa Mama Elise dengan sopan. Hanya dibalas anggukan dan senyuman tipis saja oleh mertuanya itu.“Lika di mana, Ma?”“Di kamarnya,” jawab Mama Elise.Naka mengangguk dan hendak berjalan masuk, namun di tahan Mama Elise. “Naka,” panggilnya.“Iya Ma,” sahut Naka sopan.“Ada apa kamu dengan Lika?”Naka
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-09
Baca selengkapnya

Bab 89 Pertengkaran Hebat (1)

Lika belum bangun, sedangkan Naka sudah keluar dari kamarnya.“Lika masih tidur?” tanya Mama Elise berdua dengan Bik Nani.“Masih ma,” jawab Naka.Naka merasa hatinya berat, mengingat sedang terlibat pertengkaran yang mungkin tidak kecil antara dia dan Lika. Mama Elise, dengan bijaknya, duduk di samping Naka, memberikan sedikit petuahnya sebagai orang tua. "Lika itu sekarang sedang lemah. Dia juga sedang hamil, Naka. Dia membutuhkanmu lebih dari sebelumnya," ujar Elise dengan suara yang lembut namun tegas. Cahaya pagi yang menerobos jendela menyinari wajahnya yang penuh kelembutan.Naka menghela napas, matanya tertuju pada lantai. Dia tahu dia harus memperbaiki hubungannya dengan Lika, tapi terkadang emosinya terlalu sulit untuk dikendalikan. "Aku akan mencobanya, Ma," jawab Naka, suaranya serak. "Tapi terkadang, Lika..."Elise mengangkat wajah Naka dengan tangan yang lain, memaksanya menatap matanya. "Apa pun masalahnya, kamu harus ingat, dia sedang mengandung anakmu," tegas Elise. "
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-09
Baca selengkapnya

Bab 90 Pertengkaran Hebat (2)

“Sudah aku katakan, aku lebih mencintai kamu ketimbang Ivanka. Tapi apa ini, Lika. Beraninya kamu bilang mau ciuman sama pria lain. Kamu anggap aku apa Lika?”“Terus kalau dia istri mas, mas boleh semaunya. Sedang aku nggak boleh?” tantang Lika.“Dari awal kamu sudah tahu situasi aku, Lika.”“Dan ternyata aku nggak bisa,” kata Lika.Deg!Naka menghela napasnya yang semakin berat.“Kita sudah sejauh ini, sayang.”“Belum.. Mas, masih bisa memperbaiki hubungan mas dengan Kak Iva, dan aku lebih baik mengalah,” ucap Lika membuat Naka menjadi geram.“Seenaknya kamu berkata kaya gitu, setelah aku cinta sama kamu.”“Cinta juga bisa datang sama mas dan Kak Iva. Buktinya, kemarin malam kalian mesra. Cium-ciuman, pelukan!”“Hanya menempelkan bibir, Lika. Nggak kaya mas ke kamu, itu juga mas bia menolak karena dia sedih.”“Terus kalau dia sedih dan mengajak mas, macam-macam. Mas mau gitu?”“Nggak gitu sayang.. Mas tahu, mas salah. Tapi sumpah demi apapun, mas ngerasa bersalah banget sama kamu. An
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-09
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
789101112
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status