Home / Romansa / Simpanan CEO Beristri / Chapter 91 - Chapter 100

All Chapters of Simpanan CEO Beristri: Chapter 91 - Chapter 100

113 Chapters

Bab 91 Membaik

“Sudah di sini saja,” kata Naka memeluk Lika.Habis berantem hebat, Naka memutuskan bersama Lika saja di apartemen daripada pulang ke rumah.Lika memang lebih banyak diam, tidak mau bicara. Masih kesal dan pertengkaran mereka berakhir dengan perdamaian.“Sayang kok diam.. Masih mau pulang?” tanya Naka karena istrinya hening.“Mas masih mau di sini?” Lika bertanya balik.“Mas di mana saja, asal sama kamu.” Naka mengeratkan pelukannya pada Lika. Tadi mau coba cium, tapi ditolak katanya bekas wanita lain, ah Naka jadi merasa bersalah.Tadinya mereka berencana bermalam lagi, namun Mama Elise meminta mereka untuk pulan ke rumah.“Sayang mau beli sesuatu dulu nggak?” naka mengingatkan, karena setelah tiba di rumah biasanya istrinya baru teringat beli ini itu.“Nggak!” singkat padat jelas jawaban Lika.Naka menghela napasnya, lalu menyalakan mesin mobil dan mereka pun pulang ke rumah.Tiba di rumah sudah disambut Mama Elise, melihat kedatangan mereka bersama, Elise yakin mereka sudah berdama
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Bab 92 Kehancuran Keluarga Daarwish

Di dalam toko perlengkapan bayi yang penuh dengan warna dan desain yang menarik, Naka dan Lika bersama Mama Elise juga Bik Nani berjalan beriringan. Cahaya lampu toko yang terang menyorot wajah Lika yang semringah, namun sesekali terlihat kebingungan ketika melihat Naka yang terlalu antusias berbelanja.“Warna pink itu lucu sekali,” kata Naka tertawa memegang dress bayi perempuan.Lika tergelak melihat kelakuan suaminya, daritnya adi memang Naka selalu memegang perlengkapan bayi perempuan disbanding bayi laki-laki.“Anakmu laki-laki, hei!” pekik Lika.“Aku mau anak perempuan, sayang. Yang mirip sama kamu, cantik,” bisiknya membuat Lika merona. “Habis ini nambah perempuan ya sayang,” lanjutnya lagi bikin Lika merona.Dengan manja Lika memukul pelan lengan suaminya. “Ini dua, mas. keluar juga belum.”“Iya nanti, dua atau tiga tahun lagi.” Naka mengucapkan itu tanpa beban, karena dia tidak mengandung. Tapi Lika yang mengandung.Mama Elise sibuk memilih pakaian bayi baru lahir, sesekali b
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Bab 93 Persiapan Menyambut Si Kembar

“Papaku, apa mama yakin dia papaku.”Ucapan Sarah Bagai bom atom yang siap mengancurkan Adela, detik itu juga. Dia memindai sekeliling, jangan sampai suaminya mendengar apa yang dikatakan Sarah. Habis dia, jika Elvan tahu selama ini dia membohongi pria itu.Darimana Sarah mengetahui semuanya. Iya, Sarah bukan putri dari Elvan Daarwish. Dulu dia memadu kasih dengan Elvan, karena pria itu sudah memiliki istri, Adela juga menjalin hubungan dengan pria lain. Sialnya, dia malah hamil anak pria itu. Setelah diberitahu, bukannya dinikahi Adela malah ditinggalkan.Elvan yang bodoh tapi kaya, mampu dia bohongi. Semua kebohongan ini tertutup rapat, tidak ada yang tahu meski Sarah sendiri.“Kenapa mama diam?” tanya Sarah, Adela enggan membahasnya karena dirasa percuma. Dia juga tidak di mana keberadaan pria itu, ayah kandung Sarah. Apa masih hidup atau sudah mati.“Mama tidak mau membicarakan ini!” tegas Adela.Sarah mencibir, begitu dibuka rahasia besarnya sang mama sok acuh.“Aku juga tidak ma
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Bab 93 Jangan Sakiti Nyonyaku!

Udara pagi yang dingin di halaman rumah sakit tidak mengurangi ketegangan yang dirasakan oleh Ivanka. Hari ini dia memang chek up kesehatan ditemani Suster Mirna dan salah satu pelayan.Dokter berdiri di samping ranjang rumah sakit, alisnya berkerut sambil memeriksa laporan terbaru tentang kondisi Ivanka. "Ivanka, kondisi kamu belum membaik. Dirawat yah,” kata Dokter Robbi dengan nada serius, dokter paruh baya yang memang menangani kesehatan Ivanka sejak awal.Ivanka, yang terbaring usai menjelani pemeriksaan, menghela napas berat. "Saya ingin pulang, Dok. Saya lebih baik di rumah," tolaknya dengan suara serak. Rasa sakit yang ditimbulkan oleh kanker yang menggerogoti tubuhnya membuatnya lebih memilih kenyamanan rumahnya sendiri.Dokter Robbie memahami itu, seharusnya Ivanka lebih baik dirawat. Namun suaminya, Naka, memastikan jika di rumah mereka, Ivanka akan terjaga kesehatannya. Semakin hari tidak membaik, dan lebih baik memang menuruti semua kemauan pasien. Dia sendiri seolah tahu
last updateLast Updated : 2025-03-12
Read more

Bab 94 Kabar Lika Diculik

Naka mengamuk mengetahui Ivanka diculik. Heran, siapa yang berani menculik. Apa rival bisnis atau siapa. Setahu Naka, Ivanka tidak punya musuh.Bara tahu bosnya pasti akan marah, makanya dia langsung memberitahu begitu ada informasi dari orang rumah. Sepertinya Lika menghubungi Naka tidak terangkat, padahal jika istri keduanya menghubungi akan segera diangkat Naka. Karena memang hari ini, mereka ada rapat yang sangat penting.“Berengsek, bagaimana bisa terjadi ini!” serunya.Dua bola mata itu memerah dengan rahang yang seketika mengeras. Satu tangan masih memegang ponsel dan sebelah laginya mengepal dengan kuat. Siapa yang berani mengusiknya, bahkan sampai mengganggu istrinya. Tanpa basa-basi Naka langsung melangkah, tak mempedulikan rapat yang sedang berlangsung di ruangan tersebut. Kepergian Naka menciptakan tanya di antara para karyawannya.Kendaraan mewahnya melaju di jalanan ibu kota, untungnya jalanan tidak begitu padat, membuat Naka bisa sampai di rumah lebih cepat.“Mas,” pang
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Bab 95 Tolong Aku Mama..

Naka bersama Bara kemudian berniat pergi ke TKP penculikan. Belum sempat dia melajukan mobilnya lagi ponselnya berdering, Naka menghela napas sebelum menerima panggilan tersebut.Adela..Ada apa mama mertuanya menghubunginya.“Halo, ada apa?”“Halo menantuku..”“Hummm..”"Kamu sedang mencari Ivanka? Mama pikir tidak mungkin, kamu hanya peduli dengan istri barumu itu bukan? Ini hanya informasi saja kalau Ivanka ada di sini, dia aman di rumah keluarganya." Hanya kalimat itu yang diucapkan Adela yang kemudian panggilannya berakhir begitu saja.“Kita kerumah Daarwish, Bara!” titah Naka.Sungguh dia tidak mengerti, bagaimana bisa Adela membawa Ivanka dengan cara seperti penculikan begini. Apa maunya mama mertuanya itu, jika benar seperti apa yang diceritakan Suster Mirna, ini penculikan.Tanpa membuang waktu, Naka langsung ke rumah keluarga Darwish untuk membawa Ivanka kembali. Tapi dia juga terus berpikir, pasti ada sesuatu di balik ini semua. Perasaan Naka tidak tenang, beruntung Lika ti
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Bab 96 Uang Tebusan Ivanka

Di ruangan yang suram, Ivanka terikat di kursi kayu tua. Tangisnya memecah keheningan yang mencekam. “Apa salahku, Mama? Tolong lepaskan aku,” ratap Ivanka dengan suara serak, menatap Adela yang berdiri dengan ekspresi dingin.Adela, dengan langkah yang terukur, mendekat ke arah Ivanka. “Kamu tahu, Ivanka, ini semua untuk kebaikan kita. Sarah butuh lebih banyak warisan dan karena kamu, semuanya hilang tidak bersisa!” seru Adela tanpa empati.Ivanka merasa dunianya runtuh, air mata mengalir deras membasahi pipinya. “Tapi, Mama, aku sakit. Aku butuh obatku. Aku tidak ingin mati,” desah Ivanka, suaranya semakin lemah.“Obat sialanmu tidak ada di sini. Kalau pun ada, apa kamu pikir aku akan memberikannya. Dasar anak bodoh, tidak berguna!” cacinya sudah sangat kesal.“Mama aku sakit.”Adela hanya menghela napas, matanya tak menunjukkan belas kasihan. “Itu bukan urusanku lagi, Ivanka. Sarah adalah prioritasku sekarang,” katanya sambil berbalik meninggalkan ruangan, meninggalkan Ivanka yang
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Bab 97 Selamatkan Istriku!

Di sisi lain, pihak kepolisian sudah mendapatkan banyak rekaman cctv mengenai ke mana mobil penculik itu membawa Ivanka. Semua orang kini bergerak menuju rumah yang dicurigai tempat penculikan tersebut. Naka semakin terlihat khawatir, mengingat kondisi Ivanka yang mengidap kanker, menurutnya penculikan ini sudah sangat keterlaluan.“Bagaimana?” tanya Naka, dia baru tiba saat Bara, asistennya mengabarkan kelanjutan berita mengenai istrinya.“Sudah ada titiknya, Pak. Mari,” ucap Bara mengantar Naka menemui kepala kepolisian.Naka juga sempat bertanya apa anak buah merek siap, Bara menjawab jika anak buah sudah siap semua. Ini saatnya Naka membawa Ivanka kembali pulang. sumpah demi apapun, dia sangat khawatir sekali. Tapi dia juga punya Lika yang harus ia tenangkan. Baru Naka sadar, repot sekali punya istri dua begini.Papa Benedito dan Mama Nyra yang sudah mengetahui kabar ini, sudah dalam perjalanan ke Indonesia dari Belanda."Titiknya sudah tepat, mari tambah personil dan tutup semua
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more

Bab 98 Tertangkap

Adela dan Sarah merasa sudah berlari sejauh mungkin, dengan mengendarai mobil. Keduanya bersembunyi di sebuah motel murah, terpaksa. Karena selain untuk mengelabui Naka dan polisi, uang mereka sudah mau habis. Tadinya mau meminta uang pada Naka, padahal pria itu sudah menyetujui penawaran mereka.Siapa sangka, jika menantunya itu malah mengundang polisi. Sehingga Adela dan anak buahnya harus berpencar.“Ma, gimana?” tanya Sarah dengan mimik wajah ketakutannya.Adela memandang ke jendela, dengan mengintip di balik gorden butut itu. “Entahla, tapi mama rasa kita aman.” Adela berusaha meyakini dirinya sendiri.Sengaja tidak bersembunyi jauh, karena dalam pemikirannya jika jauh juga akan lama diperjalanan. Kalau dekat, untuk mengecoh Naka dan kepolisian.“Sial, kenapa kita jadi begini, Mama?” pekik Sarah.Adela memandang ke arah anaknya dengan geram. “Ini idemu, Sarah!” seru Adela.Sarah tidak mau disalahkan juga, “Tapi mama yang setuju. Ivanka sialan,” ujarnya menggeram, malah meyalahkan
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

Bab 99 Playing Victim

Tak berselang lama, Naka datang ke kantor polisi. Elvan melihat kedatangan Naka yang membuatnya langsung menghampiri menantunya itu dan meraih kerah kemeja Naka. Elvan membulatkan matanya, dia marah besar, seolah akan melahap Naka saat itu juga. "Dasar menantu kurang ajar, atas dasar apa kamu memenjarakan anak dan istri saya, hah?!" sarkas Elvan.Seketika polisi yang berjaga langsung menahan Elvan, mencoba mereda keadaan di sana. Sayangnya Elvan malah semakin menjadi-jadi, dia mengumpat dan terus mengutuk menantunya itu."Keluarkan mereka atau—""Atau apa? Saya tidak akan mengeluarkan mereka berdua, mereka nyaris membunuh Ivanka. Dia hanya mama tiri, kau tahu betapa jahatnya dia pada anakmu sendiri, tapi kau hanya bisa diam saja! Ivanka itu istri saya, dia juga anak kandung Anda. Kenapa Anda malah membela kejahatan!" tegas Naka yang membuat Papa Elvan diam.Naka menggerakkan matanya, membuat beberapa orang datang dan menunjukkan bukti kalau Sarah dan Adela memang bersalah atas kasus i
last updateLast Updated : 2025-03-16
Read more
PREV
1
...
789101112
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status