All Chapters of Skandal Satu Malam dengan Bos Suamiku: Chapter 11 - Chapter 20

44 Chapters

Pertemuan Lukman dengan Devinna

“Sialan! Mau pergi kemana kau?” teriak Lukman kepada pria yang tadi meabraknya.Ia bergegas bangun dari terjatuhnya lalu berusaha mengejar pria yang tdi menabraknya. Namun, ia kehilangan jejak pria itu, ia menghilang di antara bangunan yang berjejer di dekat kelab malam yang didatanginya.Lukman membalikan badan berjalan memasuki kelab malam dengan wajah marah. Ia menuju ruang vip yang ada di ruangan tersebut, di mana kekasihnya menunggu.“Halo, Sayang! Kenapa wajahmu terlihat gusar?” tanya Devianna.Lukman menghenyakkan badan di atas sofa ganda tepat di samping kekasihnya itu. Ia melirik Devinna yang menatapnya dengan kening dikerutkan.“Aku tadi ditabrak seseorang dan sialnya, aku tidak berhasil mengejar pria itu,” ketus Lukman.Ia merogoh saku jaket yang dipakainya dan langsung menegakkan badan. “Astaga! Pria itu berhasil mengambil ponselku. Akan tetapi, ia tidak berhasil mengambil dompet milikku.”Devinna melihat Lukman dengan mimik wajah serius. Ia mengatakan kepada Lukman apa mu
last updateLast Updated : 2025-01-20
Read more

Lukman, Devinna dan Sasha

Lukman tertegun sejenak. Ia dengan cepat memeluk kekasihnya itu. “Sayang! Aku tentu saja mencintaimu. Kamu tahu tidak, pak Kevin bilang kalau ia akan membawamu serta ke sana. Biar dirinya tidak sendirian. Kamu harus percaya kalau aku pasti akan menikahmu.”Devinna melepaskan pelukan Lukman. ia menatap pria itu dengan wajah cemberut. “Aku akan menagih janjimu untuk menikahiku.”Lukman menganggukkan kepala, ia bangkit dari duduknya. “Kita tidak bisa lama-lama terlihat bersama. Aku khawatir ada orang kepercayaan pak Kevin yang diminta untuk mengawasi kita.”Devinna bangkit dari duduknya juga. Ia berjalan berdampingan dengan Lukman keluar dari kelab malam tersebut. Lukman mengatarkan Devinna sampai ke mobilnya. Setelahnya barulah ia memasuki mobilnya sendiri.Beberapa jam berrselang, Lukman sudah sampai di rumahnya. Saat ia hendak menaiki tangga menuju kamar tidur. Dilihatnya lampu santai menyala. Ia pun berbalik menuju ruangan tersebut.“Bukankah aku sudah mengatakan kepadamu untuk tidak
last updateLast Updated : 2025-01-21
Read more

Argumentasi Kevin dan Lukman

Lukman menjadi beran, ia memutar kasar badan Sasha, hingga mereka berhadapan. Dicekaunya dagu istrinya itu dengan kasar. “Sekaran apakah kau masih mengangapku pak Kevin? Apakah saat kita bercinta nanti yang ada di kepala dan hatimu pria itu?”Badan Sasha bergetar, ia membekap mulutnya meredam isak yang hendak keluar. Ia menepis dengan kasar lengan Lukman yang mencekau dagunya. Jarak tercipta beberapa inchi di antara keduanya. Sasha melihat Lukman dengan kabut air mata yang menggenang di pelupuk mata. “Apakah kau tidak mendengar ucapan penolakan dariku tadi? Betapa takutnya aku akan sentuhan itu? Tidakkah kau dapat merasakan penderitaanku?” Senyum sinis tersungging di bibir Lukman, ia menyisir rambutnya menggunakan jari. Hingga menjadi berantakan. Tidak mengucapkan sepatah kata pun pria itu membalikkan badan keluar dari balkon.Sasha memandangi punggung Lukman yang menghilang di balik pintu. Ia jatuh merosot terduduk ke lantai dengan air mata yang mengalir deras.‘Dan kau sekarang me
last updateLast Updated : 2025-01-23
Read more

Datang ke Pesta

Kevin memicingkan mata melihat Lukman dengan lebih jelas. Senyum sinis terbit di sudut bibirnya. “Kamu tidak bisa menjawab, apa lagi menyangkalnya bukan?”Rahang Lukman mengetat, ia mengepalkan kedua tangan di samping tubuh. “Anda salah! Saya tentu saja akan melaporkan kehilangan ponsel itu. Dan juga saya sudah meminta rekaman kamera pengaman untuk melihat kejadian tersebut. Anda mungkin harus khawatir, bisa jadi orang yang mengambil ponsel saya adalah suruhan Anda.”Suara tawa keluar dari bibir Kevin. Ia mengatakan silakan saja kalau Lukman bisa membuktikan apa yang dikatakannya.Dengan ekspresi wajah geram Lukman keluar dari ruang kerja tersebut. Ia berjalan cepat saat melewati meja kerja Devinna. Sementara itu Kevin hanya menatap kepergian Lukman dengan dingin. Ia tidak takut kalau Lukman akan melapor ke polisi. Dirinya yakin orang kepercayaannya melakukan apa yang ia perintahkan dengan profesional.‘Kau ikuti terus Lukman kemana pun ia pergi! Kau juga harus mengirimkan laporan s
last updateLast Updated : 2025-01-24
Read more

Dua Rasa di Hati Sasha

Tubuh Sasha bergetar hebat, ia sangat mengenali suara itu. Bagaimana mungkin ia bisa suara dengan nada tegas dan terdengar seksi di telinga. Dicekaunya lengan Lukman dengan erat karena rasa gugup bercampur takut. Lukman mengabaikan kegelisahan istrinya, ia membalikkan badan. Hingga bertatapan muka dengan Kevin. “Halo, pak Kevin! Bapak belum pernah bertemu dengan istri saya yang cantik. Namanya Sasha.”Mau tidak mau Sasha membalikkan badan, karena tangan Lukman mencubitnya. Membuat ia meringis menahan sakit.“Hmm, istrimu memang cantik. Saya bisa menerimanya kalau kamu tidak ingin pria lain melihatnya.” Kevin menyunggingkan senyum sinis.Deg! Jantung Sasha berdebar kencang. Matanya bertatapan dengan mata Kevin yang menyorot tajam. Pria itu mengulurkan tangan ke arahnya. Membuat ia harus menerima uluran tangan itu. Karena tidak ingin dianggap tidak sopan.“Se-selamat malam, Tuan! Senang bertemu dengan Anda,” gagap Sasha.Kevin mengangkat satu alis dengan raut wajah yang terkesan mengej
last updateLast Updated : 2025-01-25
Read more

Dansa dengan Kevin

Tubuh Sasha bergetar hebat tanpa melihat pun ia sudah dapat menebak. Siapa pria yang berdiri tepat di balik punggungnya. Aroma parfum dan Nafas hangat pria itu menerpa punggungnya yang terbuka. “Sa-saya tidak bisa berdansa, Tuan.”Lukman melirik Sasha dengan ekspresi jengkel. Mengapa juga istrinya ini menjawab pertanyaan dari bosnya. Sudah jelas pria itu bertanya kepadanya.“Apa yang dikatakan oleh istri saya memang benar, Bos. Anda tidak ingin kaki Anda sakit karena terinjak heels yang dipakainya, bukan?” Lukman memaksakan diri untuk tersenyum.Kevin tidak beranjak dari posisinya yang berada di belakang punggung Sasha. Ia dapat merasakan kegelisahan dari wanita itu. Dan ia menyukainya.“Saya tidak akan pernah mengetahuinya, kalau tidak mencoba,” sahut Kevin.Diulurkannya tangan ke arah Sasha yang sudah membalikkan badan, hingga mereka tepat saling berhadapan. Dalam hatinya ia merasa senang karena dapat melihat Lukman yang harus menahan emosi. Ia dapat menduga, jika sampai di rumah n
last updateLast Updated : 2025-01-26
Read more

Dansa dan Ciuman

Sasha mencoba melepskan pelukan Kevin di pinggangnya, tetapi pria itu justru mengeratkan pelukannya. “Lepaskan!”Kevin menundukkan kepala berbisik di telinga Sasha. “Kenapa mau pergi? Apa kamu pikir saya akan mengulang apa yang terjadi malam itu?” bisik Kevin dengan suara serak.Sasha menggigit bibir menahan desahan yang hampir keluar dari bibirnya. Kevin dengan segaja mencium pundaknya yang terbuka. “Anda salah orang! Saya baru pertama kali bertemu dengan Anda. Tadi saya sempat berfikir kalau Anda itu adalah teman saya. Karena wajah kalian yang hampir mirip, tetapi ternyata bukan,” ucao Sasha.Tangan Sasha terulur mencoba untuk menjauhkan wajah Kevin dari pundaknya. Namun, pria itu bergeming, ia justru mencium pipi Sasha sekilas. Membuat Sasha mengangkat wajahnya melayangkan tatapan galak. Hal itu justru dimanfaatkan Kevin untuk memberikan ciuman di bibirnya.“apa-apaan Anda ini!” seru Sasha.Ia mendorong dengan kasar Kevin, hingga menjauh darinya. Begitu berhasil ia langsung berlar
last updateLast Updated : 2025-01-27
Read more

Pertengkaran Kevin, Lukman dan Sasha

“Tu-tuan! Tolong jangan bertengkar di sini. Kita tidak ingin menjadi bahan tontonan, bukan?” pinta Sasha dengan tatapan memohon.Lukman mendelik ke araah Sasha, ia merasa istrinya itu sudah merendahkan dirinya. Menganggap ia tidak mampu menghadapi Kevin.Kevin mengamati pasangan suami istri itu secara bergantian. Ia memang bermaksud untuk membalas dendam kepada kedua pasangan itu. Namun, ia tidak suka kalau ada lelaki yang menyakiti perempuan secara fisik.“Ingat, Lukman! Saya tidak ingin melihat kau bermain fisik kepada istrimu.” Kevin membalikkan badan. Meninggalkan kedua pasangan itu yang tetap berdiam di tempat mereka berdiri.Sashalah yang memecahkan keheningan yang tercipta di antara mereka berdua. Dengan suara lemah ia berkata, “aku ingin pulang saja. Terserah kalau kau ingin tetap berada di tempat ini.”Lukman mendengus kasar, meraih lenagn Sasha dan mencekalnya dengan kasar. “Kita pulang bersama-sama.”Keduanya berjalan keluar dari ballroom tersebut. Sasha merasa punggungnya
last updateLast Updated : 2025-01-28
Read more

Godaan Kevin

Tangan Sasha bergetar hebat, hingga ponsel yang ada di tangannya hampir terjatuh. ‘Astaga! Dari mana pria itu mengetahui nomor ponselku? Tidak mungkin Mas Lukman memberikannya.’Dihapusnya pesan itu dan diblokirnya kontak dari orang yang mengirimkan pesan. Yang ia duga berasal dari Kevin.Diletakkannya ponsel di atas kasur dan ia hendak menuju kamar mandi. Namun, ponselnya berdering. Hingga ia membalikkan badan mengangkat ponsel itu.‘Dari nomor tidak dikenal. Sebaiknya kuabaikan saja,’ batin Sasha.Ia berjalan kembli menuju kamar mandi. Dilepakanya pakaian yang melekat di badan. Dinyalakannya pancuran dan ia berdiri di bawahnya. Air yang dingin terasa menusuk kulit Sasha. Namun, ia tidak peduli. Digosoknya bibir yang tadi dicium Kevin. ‘Aku harus menjauhkan diriku dari pria itu. Ia berbahaya untuk keamanan hati dan ketenangan rumah tanggaku. Aku harus bisa mencari cara menghindari pria itu saat mengikuti mas Lukman di lokasi proyek.’Sasha mencoba menebak alasan sesungguhnya yang
last updateLast Updated : 2025-01-29
Read more

Bias

Bahu Sasha terkulai lemah, ia berjalan mundur sembari melayangkan tatapan sedih. “Kapan semua masalah ini akan berakhir? Semua bermula dari permintaanmu dan berujung pada diriku yang menjadi tersangka untuk semua kekacauan yang ditimbulkan.”Hanya suara gumaman yang tak jelas terlontar dari bibir Lukman. Pria itu terbaring di lantai dengan dengkuranya terdengar nyaring.Sasha berjalan menaiki tangga menuju kamar. Diambilnya bantal dan selimut, kemudian dibawanya ke luar kamar. Sesampai di dekat Lukman, ia memasangkan bantal dan selimut di badan suaminya itu. Setelahnya Sasha berjalan menuju sofa yang tidak jauh dari situ.Duduk di sofa dalam gelap karena lampu sudah dimatikannya kembali. Sasha memandangi Lukman yang terlihat damai dalam tidurnya. Disenderkannya punggung pada sandaran sofa dengan mata terpejam. Tidak terasa Sasha jatuh tertidur di sofa itu.‘Ah! Kenapa kepalaku rasanya berputar-putar.’ Lukman memijat kepalanya yang terasa sakit. Perutnya terasa mual membuat ia bergega
last updateLast Updated : 2025-02-01
Read more
PREV
12345
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status