Home / Young Adult / Pesona Istri Presdir Posesif / Chapter 21 - Chapter 30

All Chapters of Pesona Istri Presdir Posesif: Chapter 21 - Chapter 30

104 Chapters

021 || Menolak Menikah

"Maaf, Ma! Aku udah buat Mama sama Papa malu pasti!"Anindya berpikir, jika kedua orang tuanya merencanakan pernikahan dirinya dengan Ivander dengan cepat. Karena, Ardiaz dan Kanaya tidak ingin apabila Anindya hamil dan mempermalukan keluarga Danendra. Dia tahu, karena kejadian ini dia sudah menjadi aib keluarga Danendra. "Engga, sayang! Mama sama Papa nggak malu. Apa yang terjadi sama kamu itu musibah!" Kanaya memeluk Anindya dari samping. Hatinya terasa nyeri mengingat semua penderitaan Anindya selama tiga tahun ini. Dendamnya pada keluarga Aditama begitu membara. Dia sebagai Ibu ingin keluarga Danendra merasakan apa yang dirasakan oleh Anindya selama ini.Anindya membalas pelukan Kanaya dengan erat. Kedua matanya berkaca-kaca, Kanaya dan Ardiaz masih bersikap baik padanya itu adalah keajaiban luar biasa yang sangat dia syukuri. "Makasih, Ma! Makasih, udah mau nerima aku lagi!"Ardiaz sejak tadi hanya diam. Dia saling beradu tatapan dengan Ivander. "Aku mempercayai Anindya padam
last updateLast Updated : 2025-01-11
Read more

022 || Ditolak lagi?

"Kamu memang baru kenal sama saya, tapi saya nggak!"Ivander menghembuskan napas lelah. Dia terlalu malas menjelaskan tentang siapa dirinya pada Anindya. Biarkan Anindya dengan segala pikirannya sendiri. Dia tidak ingin mempermasalahkan Anindya yang tidak mengingat dirinya yang merupakan pria yang dijodohkanya dulu."Maksud kamu apa?" Anindya menatap Ivander menuntut penuh penjelasan.Bertepatan dengan itu, mobil hitam mewah milik Ivander memasuki pekarangan kediaman keluarga Danendra yang luas. Dia melewati beberapa pohon rindang dan taman yang begitu indah. Dia mulai menghentikan mobilnya tepat di depan pintu masuk utama kediaman keluarga Danendra. Ivander turun terlebih dahulu, dan berlari kecil memutari kap mobil untuk membukakan pintu penumpang Anindya. "Makasih, tapi lain kali nggak perlu!"Anindya turun dengan senyum tipis saat bersitatap dengan Ivander. Dia berjalan lebih dahulu memasuki mansionnya. Dia menghentikan langkahnya di depan pintu utama. Anindya menatap lamat pin
last updateLast Updated : 2025-01-12
Read more

023 || Skandal Melani Dan Lingga

"Saya mau berita skandal perselingkuhan Lingga dan juga Melani tersebar besok pagi!"Ardiaz berdiri di dekat sebuah jendela yang berada di ruangan kerjanya di kantor perusahaannya. Tepat pada pukul 08.20 malam kota Pandora, Ardiaz kembali ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertinggal. Dia tidak sendiri, bersama Wijaya asisten pribadinya. "Saya sudah menyiapkan semuanya, Pak Ardiaz! Saya akan melaksanakan perintah ini dengan baik!"Wijaya merupakan asisten dan juga sahabat untuk Ardiaz. Kedekatan keduanya bukan sekedar atasan dan karyawan saja. Karena, Wijaya sudah menemani Ardiaz sejak dia pertama kali memulai bisnisnya di bidang investasi. Wijaya selalu bisa diandalkan oleh Ardiaz. Ardiaz tidak perlu menjelaskan secara panjang lebar pada Wijaya untuk melakukan sesuatu. Hanya perlu kalimat singkat, Wijaya akan mengerti apa yang diinginkan oleh Ardiaz."Melani dan Lingga, bukan hanya kehilangan pekerjaan mereka saja. Tapi, reputasi mereka juga rusak!" Ardiaz membalika
last updateLast Updated : 2025-01-13
Read more

024 || Menelpon Anindya

"Bodoh! Kenapa berita perselingkuhan kalian tersebar begitu saja?!"Teriakan Arjuna di ruang makan membuat semua yang di sana terdiam. "Aku nggak tau, Pa! Aku udah berusaha buat nyembunyiin semua ini selama 3 tahun!" Lingga membalas tatapan tajam Arjuna yang dipenuhi oleh amarah dengan berani. "Dan semua itu aman, Pa!" "Seharusnya kamu nurut sama Papa dari awal buat cepat-cepat gelar pernikahan kamu sama Melani! Biar kedua cucu Papa diakui oleh negara!" Arjuna sudah meminta mereka mengumumkan pernikahan dengan cepat. Keduanya justru menolak dengan segala alasan yang tidak masuk logika. "Pa, aku baru cerai sama Anindya. Beberapa temenku juga tau, apa kata mereka nanti kalo aku langsung gelar pernikahan dengan Melani!" Komentar orang lain yang suka sekali mencampuri urusan orang itu tidak bisa dicegah. Dia juga menghindari lrang-orang yang mengecap Melani dengan buruk nantinya. "Persetan, Papa nggak peduli! Kamu nggak pernah nurutin Papa, Lingga!" Arjuna menunjuk Lingga dengan tat
last updateLast Updated : 2025-01-13
Read more

025 || Tuduhan Lingga

"Ngapain kamu nelpon calon istri saya?"Anindya segera merebut ponsel dari Ivander. Dia dengan cepat mematikan sambungan telpon Lingga secara sepihak. "Kamu terlalu lancang, Pak Ivander!" Awal paginya sudah diganggu oleh Ivander yang mengajak dirinya untuk sarapan bersama di luar. Anindya sudah menolak, tapi dorongan Kanaya yang membuat Anindya ada di sini. Di restoran yang tidak jauh dari lokasi syutingnya bersama Ivander yang kini duduk di hadapannya. Beberapa menit yang lalu, panggilan telpon dari Lingga masuk. Anindya menolaknya sebanyak 5 kali, tapi saat panggilan ke enam Ivander merebut ponselnya dan mengangkat panggilan telpon dari Lingga. "Itu bukan lancang, aku hanya melindungi calon istriku dari bajingan seperti dia!" Ivander menatap Anindya, dengan mulut yang dipenuhi oleh makanan. "Terlebih dia adalah mantan suami kamu!" Anindya menghela napas lelah, menghadapi pria di depannya ini. Bahkan kosa kata yang digunakan Ivander sudah berganti menjadi aku-kamu. "Pak Ivander
last updateLast Updated : 2025-01-14
Read more

026 || Impian Anindya

"Buku Novel Dalam Jejak Cinta sangat menarik perhatian banyak orang di kota Swinden. Melihat penjualan pertamanya yang begitu cepat dalam hitungan jam. Membuat saya yakin bahwa buku itu memiliki nilai jual yang tinggi!" Faisal sejak awal memang menyukai semua novel yang ditulis oleh Anindya. Dia terus membaca semua buku milik Anindya, yang selalu berhasil membuat dia jatuh hati disetiap kata yang tertulis di dalam novel. Faisal sudah mengikuti Anindya sejak lama, dia menantikan setiap novel-novel milik Anindya. Tepat saat novel terakhir Anindya yang berjudul Dalam Jejak Cinta yang begitu luar biasa. Dia memutuskan untuk menghubungi Anindya dan menawarkan kerja sama di mana Novel Anindya akan di angkat menjadi sebuah film layar lebar."Selama ini saya sudah membujuk Anindya yang menolak novel Dalam Jejak Cinta ini dijadikan film layar lebar. Katanya, dia memiliki banyak pertimbangan. Sampai akhirnya saya berhasil membuat Anindya menerima kerja sama ini!" lanjut Faisal menceritakan pe
last updateLast Updated : 2025-01-14
Read more

027 || Anindya, Menjadi Pemeran Utama?

"Karena, ada masalah kemarin, saya mau ngatur ulang ya tim produksi kita. Dari mulai sutradara, aktris dan lain sebagainya." Faisal pagi-pagi sekali sudah mengajak Anindya dan kru lainnya untuk berkumpul. Untuk membahas terkait penentuan tim produksi terbaru dan ada sedikit perubahan alur dalam script. Jam 6 pagi kurang 15 menit, Anindya sudah sampai di rumah produksi milik Faisal. Dia di antar oleh sopir di rumah, tidak membawa mobil sendiri. Faisal menyatukan kedua tangan di atas meja. "Untuk sutradara dan pemeran utama wanita ini saya ganti, ya. Selainnya hanya perubahan posisi saja!" Anindya sejak tadi diam, menatap seorang pria yang duduk di depannya. Wajahnya tampak tak asing baginya, seperti pernah melihat tapi tidak tahu di mana. Daren Alessandro, pria dengan kemeja hitam yang lengannya ditarik sampe siku itu duduk tenang. Wajah tampannya yang selalu melempar senyum ramah pada orang baik dikenal maupun tidak. "Untuk sutradara akan digantikan oleh Daren Alessand
last updateLast Updated : 2025-01-14
Read more

028 || Daren Alessandro

"Baiklah, Pak Faisal. Saya menerima ini, saya harap nggak akan mengecewakan hasilnya."Setelah banyak yang mendukung Anindya dari mulai Daren dan beberapa kru lainnya. Akhirnya dia memutuskan untuk menerima keinginan Faisal. Dia berdoa agar hasilnya tidak mengecewakan. "Saya senang dengan keputusan, Bu Anindya. Jangan khawatir, kami semua di sini akan siap membantu, Bu Anindya kapanpun!" Ucapan Faisal diangguki oleh yang lain. Mereka akan mendukung dan siap membantu Anindya. Anindya bernafas lega. Semoga pilihannya ini tidak akan menjadi masalah di kemudian hari. Dia harap posisinya menjadi pemeran utama wanita tidak menghambat proses syuting. Daren menarik sudut bibirnya tipis mendemgar jawaban Anindya. Dia membuka ponselnya di bawah meja, dia mengetikan sebuah pesan singkat untuk Ivander. Ivander AlessandroCalon istrimu itu menerima tawaran Faisal menjadi pemeran utama.Setelah mengetikan pesan itu untuk Ivander, Daren kembali memasukan ponselnya ke dalam saku celananya. "Kit
last updateLast Updated : 2025-01-15
Read more

029 || Kekacauan Keluarga Aditama

"Ma, ngapain, sih, kita makan malem sama, Pak Ivander?"Anindya segera mendekati Kanaya yang sedang menyirami tanaman di samping rumah. Dia baru saja tiba, segera mencari keberadaan Kanaya untuk mempertanyai pesan singkat tadi. "Anindya, kamu udah pulang?" Kanaya tampak terkejut dengan kemunculan Anindya. "Kamu kalo bisa nggak nyapa Mama, dulu bukan langsung ngasih pertanyaan kaya gini!" Kanaya meletakan teko yang digunakan untuk menyirami tanaman. Kanaya suka menanam bunga dan tanaman sejak kecil. Sehingga saat menikah dengan Ardiaz, dia memiliki sebuah tanaman untuk dirinya menanam segala jenis bunga-bunga yang cantik. Saat Anindya pergi dari rumah, Kanaya meluapkan kesedihan dengan menanami jenis bunga-bunga di sini. Sehingga saat Anindya kembali tinggal di rumah, dia terkejut melihat taman di samping rumahnya dipenuhi berbagai jenis bunga yang tampak bermekaran. Taman ini sangat cantik, dibandingkan tiga tahun terakhir Anindya melihatnya."Maaf, Ma!" Anindya segera mendekat
last updateLast Updated : 2025-01-15
Read more

030 || Anak Angkat Keluarga Danendra

"Kenapa kamu berpikir Anindya penyebabnya, Lingga?" Marisa melempar pertanyaan selepas dari rasa terkejutnya. Setahunya, Anindya tidak memiliki kekuataan untuk melawan keluarga Aditama. Karena, identitasnya sebagai wanita yang berasal dari panti asuhan. Lalu, dari mana Anindya bisa menyebarkan skandal perselingkuhan Lingga dengan Melani."Anindya yang miskin itu, dia sekarang dipungut sama keluarga kaya raya, Ma!" Jawaban Lingga membuat Marisa dan Arjuna terkejut bukan main. Terkecuali, Melani yang sudah tahu."Siapa keluarga kaya raya yang mau mungut perempuan rendahan kaya dia, Lingga?" Arjuna tampak kalap mendengar kabar ini. Dia kira,setelah di usir oleh keluarga Aditama. Anindya akan menjadi seorang gelandangan. Namun, sekarang dia justru mendengar kabar Anindya ada yang sudi mengangkatnya menjadi anak dari keluarga kaya raya."Keluarga Danendra, pemilik perusahaan Darendra Investment, Ma!" Lingga mengusap kasar wajahnya. Dia sudah memikirkan banyak cara untuk menyelesaikan m
last updateLast Updated : 2025-01-15
Read more
PREV
123456
...
11
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status