Home / Historical / Sang Menantu Perkasa / Chapter 211 - Chapter 220

All Chapters of Sang Menantu Perkasa: Chapter 211 - Chapter 220

370 Chapters

Bab 211

Bulan yang berbaring di atas tungku masih belum sadar.Arjuna membungkuk untuk mengamati Bulan.Denyut nadi Bulan kuat, napasnya teratur, jadi seharusnya tidak ada masalah. Beberapa saat kemudian, Bulan akan bangun dengan sendirinya."Disa, Daisha, kalian berdua temani Tante tidur di kamar ini malam ini."Arjuna takut Bulan akan mencoba bunuh diri lagi bila dia tersadar pada tengah malam.Disa pandai bertarung sehingga dia dapat menghentikan Bulan dari melakukan hal-hal bodoh.Namun, Disa memiliki kepribadian pemarah dan terus terang, mudah impulsif, tidak dapat menghibur atau membujuk orang lain.Jika Bulan bersikeras melakukan hal bodoh, mengingat kepribadian Disa, dia akan membuat Bulan pingsan lagi.Dia tidak terlatih sehingga tak bisa mengendalikan kekuatannya.Daisha berbeda. Dia memiliki kepribadian yang lembut, teliti, suara yang lembut dan menyenangkan. Dia adalah orang yang paling cocok untuk menghibur Bulan."Aku juga mau menemani Tante."Sebelum Arjuna menyetujuinya, Dinda
Read more

Bab 212

"Oh."Dinda berjalan ke luar dengan murung."Aish!" Daisha menggelengkan kepalanya. "Anak itu makin nakal saja. Semua karenamu, Tuan.""Adakah?""Kenapa tidak ....""Daisha, apakah kamu ingin belajar cara membuat sup tahu kepala ikan yang baru saja aku buat? Aku akan mengajarimu besok.""Tuan, kamu mengalihkan topik lagi.""Jadi, apakah kamu ingin belajar? Aku akan berhitung sampai tiga, kalau kamu tidak mau belajar, ya sudah.""Satu, dua, ....""Mau, tentu saja aku mau belajar!""Kalau begitu, berhentilah mengomeliku.""Tuan ...." Daisha cemberut sambil mengerutkan kening.Daisha tampak sangat lucu dan menawan sehingga Arjuna ingin menciumnya.Namun, hari ini bukan waktu yang tepat. Dia memiliki hal yang lebih penting untuk dilakukan.Arjuna memasak beberapa hidangan lagi.Dia mengambil semangkuk sup ikan, lalu menaruhnya di atas nampan."Kalian makan dulu saja, tidak perlu menungguku."Arjuna membawa sup ikan yang ada di atas nampan ke kamar samping.Setelah meletakkan sup ikan di at
Read more

Bab 213

"Tapi Tante benar-benar tak punya jalan lain, Arjuna."Bulan membuka matanya, kemudian menangis dengan pilu.Alsava bersaudari yang berada di luar kamar mendengar suara dan ingin masuk, tetapi dihentikan oleh Arjuna.Pada saat ini, hal terbaik adalah membiarkan Bulan menangis sepuasnya dan mengeluarkan semua emosi yang terpendam dalam hatinya.Setelah Bulan berhenti, Arjuna tidak menanyakan apa pun padanya. Dia hanya membawa sup ikan ke depan Bulan seolah tidak terjadi apa-apa."Tante, ayo minum sup ikan ini dulu. Aku membuatnya untuk pertama kali, entah enak atau tidak. Setelah Tante minum, beri aku kritik."Arjuna memang membuat sup tahu kepala ikan untuk pertama kali di zaman ini.Bulan berhenti minum setelah menyesap beberapa teguk."Kenapa?" Arjuna sedikit gugup. "Apakah tidak enak?""Bukan ...."Bulan tiba-tiba menangis lagi, tetapi kali ini dia menangis sambil tersenyum. "Kak, kamu dan kakak ipar bisa tenang. Sekarang Arjuna benar-benar menjadi anak baik.""Hei, Tante membuatku
Read more

Bab 214

Saat mendengarkan, Arjuna merasa ada yang janggal."Tante, dari mana kamu mendapatkan uang untuk membeli begitu banyak barang kemarin?"Kemarin Arjuna juga mendengar penduduk desa mengatakan bahwa barang yang dibawa oleh Bulan kali ini adalah yang terbanyak dalam beberapa tahun terakhir."Aku ...." Bulan memainkan kedua tangannya.Dia sedikit canggung serta gugup.Pada saat ini, Arjuna menyadari tidak ada satu pun perhiasan di kepala Bulan.Bagaimana mungkin seorang istri dari keluarga kaya tidak mengenakan perhiasan apa pun di kepalanya?"Tante ...."Arjuna mencoba memperlambat suaranya. "Apakah kamu menggadaikan semua perhiasanmu?""Ti ... tidak. Aku tidak memakai perhiasan karena ....""Tante." Arjuna memegang tangan Bulan sambil berkata dengan tulus. "Aku ini Arjuna yang dulu paling kamu sayangi. Beri tahu aku situasi yang kamu hadapi sekarang. Aku akan menyelesaikannya bersamamu."Membantu Bulan juga supaya Arjuna tidak merasa bersalah terhadap tubuhnya ini."Arjuna." Mata Bulan b
Read more

Bab 215

Bertemu dengan seorang pria tua yang aneh dan ditahan olehnya. Semua karena sebuah puisi.Arjuna menemani Bulan meninggalkan Desa Embun dan pergi ke Desa Kurnia.Saat mereka sudah hampir setengah perjalanan, ada jalan yang relatif lebar dan datar.Arjuna belum pernah melewati jalan ini sebelumnya. Saat dia bertanya-tanya bagaimana mungkin ada jalan yang begitu bagus di Kabupaten Damai. Bulan memberitahunya bahwa ini adalah jalan resmi.Jalan resmi adalah jalan yang dibangun oleh pemerintah pada zaman dahulu supaya pejabat dari tempat lain yang ditunjuk oleh kaisar untuk bepergian dan melakukan bisnis dengan lancar.Daerah miskin seperti Kabupaten Damai biasanya tidak memiliki jalan resmi yang panjang. Jalan resmi yang dilihat Arjuna sekarang pun hanya sebagian kecil. Jalan resmi melewati Kabupaten Damai, langsung menuju Kabupaten Jaya dan Kabupaten Sentosa.Jalan resmi memang berbeda. Pemandangan di kedua sisinya lebih indah daripada jalan biasa.Di sisi kanan jalan resmi terdapat sung
Read more

Bab 216

"Tuan, jalan itu bukan jalan resmi dan bukan menuju ke Kabupaten Jaya.""Aku tidak mau pergi ke Kabupaten Jaya lagi sekarang. Kamu tidak perlu banyak bicara, cepat jalan.""Baik, Yang Mulia!" Pelayan itu pun ikut naik ke atas kereta."Oh ya!"Pria tua itu mengangkat tirai kereta, kemudian berkata kepada pelayan. "Panggil aku Tuan, jangan Yang Mulia.""Baik, Tuan."..."Arjuna!" Di tengah perjalanan, Bulan tiba-tiba memanggil Arjuna."Apakah Tante lelah?" tanya Arjuna yang segera berhenti.Bulan segera menggelengkan kepalanya. "Meskipun aku tidak mengerti puisi, puisi yang tadi kamu baca itu sangat bagus. Apakah kamu yang menulisnya, Arjuna?""Bukan, bukan." Arjuna buru-buru membantah. "Puisi itu ditulis oleh Sapardi dari Dinasti Ratungga."Arjuna tidak menyadari bahwa ada kereta yang mengikutinya tidak jauh di belakangnya."Sapardi dari Dinasti Ratungga?"Lelaki tua yang ada di dalam kereta itu memiringkan kepalanya, mencari nama Sapardi di dalam benaknya."Dinasti Ratungga? Negara man
Read more

Bab 217

Ketika Bulan melihat keegoisan dan kekejaman Oki dan Shaka, dia diam-diam menyembunyikan kisi-kisi itu di lengan bajunya.Mereka mendorongnya ke tepi jurang demi kisi-kisi ujian.Kalau begitu Bulan akan membawa kisi-kisi ini bersamanya. Baru kali ini Bulan melakukan hal yang menentang Oki dan Shaka, sebagai anak dan kakak mereka."Oh, begitu." Arjuna mengangguk.Kisi-kisi ini seperti soal bocoran di zaman modern.Arjuna pun teringat akan teriakan Shaka kepada Bulan kemarin. Mungkin karena kertas ini."Kisi-kisi dari Sekolah Pelita?"Lelaki tua yang ada di kereta itu menatap kertas yang ada di tangan Bulan. Tatapannya tidak lagi santai dan ramah seperti sebelumnya, tetapi suram dan tajam."Tuan." Pelayan itu juga tampak serius. "Haruskah kita memberi tahu mereka untuk mengambil tindakan?"Pada saat ini, Bulan memasukkan kertas kisi-kisi ke tangan Arjuna. "Arjuna, cepat ambil. Dengan adanya ini, kamu pasti dapat mengikuti ujian di musim semi."Arjuna mengambil kertas itu, kemudian merobe
Read more

Bab 218

Para siswa Bratajaya hanya diuji mengisi kitab dan tanya jawab, sederhananya adalah menghafal buku.Makin banyak buku yang dihafal seseorang, maka dia makin hebat.Oleh karena itu, selama sepuluh hari Arjuna bersekolah, dia mendengarkan buku-buku yang telah dilafalkan oleh para pelajar di sekolah selama sepuluh hari.Arjuna memiliki ingatan yang cukup baik. Dia menghafal semua buku yang telah dibaca oleh para pelajar. Dia juga menghafal semua buku yang belum dibaca oleh para pelajar, yaitu buku-buku yang dibelinya dari toko buku.Karena kurangnya pria dan pasukan di perbatasan selama beberapa tahun terakhir, Kaisar Kerajaan Bratajaya memerintahkan pengurangan jumlah pelajar dalam ujian kekaisaran.Setelah menerima perintah tersebut, menteri pendidik mulai secara drastis meningkatkan kesulitan ujian kekaisaran, yaitu soalnya menjadi makin rumit dan tidak jelas.Jumlah kitab yang harus dihafal para pelajar kini belasan kali lipat dari jumlah sebelumnya.Daya ingat manusia terbatas, mayor
Read more

Bab 219

"Arjuna, Desa Kenari ada di depan."Arjuna mendongak, lalu dia melihat sebuah desa yang luasnya dua kali lipat dari Desa Embun.Rumah-rumah bata relatif sedikit di Desa Embun, tetapi rumah-rumah tersebut ada di mana-mana di Desa Kurnia. Hal ini menunjukkan bahwa Desa Kurnia tidak hanya lebih besar dari Desa Embun, tetapi juga jauh lebih kaya daripada Desa Embun.Di depan Desa Kurnia terdapat sebuah lapangan datar yang luas.Arjuna memandang sebidang tanah yang luas itu dengan iri.Dengan tanah yang begitu luas, bagaimana mungkin tidak kaya?Saat berbelok memasuki desa, Arjuna jelas merasakan tubuh Bulan sedikit gemetar."Tante, jangan takut, ada aku."Bulan berbalik, menatap pemuda yang berdiri di belakangnya.Pria muda ini bukan lagi pria tak terurus yang dilihatnya setengah tahun lalu.Sekarang dia berdiri tegak, matanya cerah, dia teguh dan kuat, juga tampak berwibawa.Bulan tersenyum tenang. "Ada Arjuna, Tante tidak takut.""Ayo kita masuk ke desa."...Tidak jauh di belakang Arjun
Read more

Bab 220

"Kamu juga menyuruhnya mendorong kereta itu ke dalam parit."Pria tua itu terkejut lagi, pikirannya menjadi makin yakin.Dia tidak boleh melewatkan pemuda ini."Kamu memang bukan orang biasa.""Apa?" Bulan lebih terkejut lagi. "Kalian sengaja mendorong keretanya ke dalam parit?"Pria tua itu tersenyum malu. "Kami memang sengaja.""Kenapa begitu? Omong-omong, kenapa kalian mengikuti kami?" Bulan tampak bingung."Ka ... kami ...." Pria tua itu agak gagap.Pelayan yang berdiri di samping lelaki tua itu merasa telinganya bermasalah.Kalau tidak, mengapa dia mendengar tuannya gagap?Bisa-bisanya tuannya gagap, padahal tuannya adalah ...."Kami tersesat."Lelaki tua itu masih gagap sehingga pelayannya tidak dapat menahan diri untuk tidak menjawab dulu."Ya, ya!" Lelaki tua itu mengangguk berulang kali. "Kami tersesat, jadi kami mengikutimu sepanjang jalan. Melihat kalian akan masuk ke dalam desa, aku pun berpikir untuk mendorong keretaku ke parit. Setelah kamu membantu, aku akan memberimu ha
Read more
PREV
1
...
2021222324
...
37
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status