Melati melambaikan tangannya dengan gembira ke arah Dinda. "Dinda, paman dan tante juga punya amplop untukmu."Dinda memandang Melati, malu untuk mendekat."Tante mau beri untukmu, terimalah."Begitu Arjuna angkat bicara, Dinda pun berlari mendekat."Terima kasih, Tante. Semoga Paman dan Tante selalu sehat, sukses dan banyak rezeki!""Ibu, kenapa Ibu hanya memberi Kak Dinda? Apakah aku tidak ada?" Naya cemberut dengan tidak senang."Bagaimana mungkin kamu tidak ada?" Melati mengeluarkan dua amplop lagi dari sakunya. "Nah, ini dari Ayah dan Ibu ...."Sebelum Melati menyelesaikan perkataannya, amplop di tangannya telah diambil oleh Naya. "Terima kasih, Ayah. Terima kasih, Ibu!""Vian, kamu juga ada.""Terima kasih, Ayah. Terima kasih, Ibu." Vian tampak malu-malu."Jangan hanya berterima kasih kepada kami, kalian berdua seharusnya berterima kasih kepada Kak Arjuna. Kalau bukan karena Kak Arjuna, kami tidak akan punya uang untuk diberikan kepada kalian.""Arjuna, terima kasih." Arkana, yan
Read more