Home / Historical / Sang Menantu Perkasa / Chapter 231 - Chapter 240

All Chapters of Sang Menantu Perkasa: Chapter 231 - Chapter 240

366 Chapters

Bab 231

Melihat Arjuna berjalan ke luar, sekretaris daerah segera mengikutinya. "Arjuna, tadi aku mendengar dari tantemu bahwa kamu kemari dengan jalan kaki. Aku punya kuda, kamu boleh menunggangnya untuk pulang."Kedua pria tua itu memandang Arjuna begitu penting, dia harus menggunakan kesempatan ini untuk mendekati Arjuna.Dia telah menjabat sebagai sekretaris daerah selama hampir dua puluh tahun, tak kunjung naik jabatan. Bukankah itu karena dia tidak memiliki dukungan?Arjuna mungkin bisa menjadi kesempatannya untuk naik jabatan."Terima kasih, Yang Mulia, tapi aku tidak bisa menunggang kuda."Arjuna menolak sekaligus menyatakan kebenaran.Dia yang berasal dari era modern benar-benar tidak bisa menunggang kuda.Arjuna tahu bahwa sekretaris daerah ingin memanfaatkannya untuk mendekati kedua pria tua tersebut.Tidak peduli apa latar belakang kedua lelaki tua itu, Arjuna tidak tertarik untuk mengetahuinya.Mereka membantunya kali ini, jadi Arjuna akan membalas budi, kemudian lunas. Dia tidak
Read more

Bab 232

Bulan ingin mengantar Arjuna ke gerbang desa, tetapi Arjuna menolak.Cuaca sangat dingin, kesehatan Bulan juga tidak begitu baik. Sebelumnya, Bulan diperlakukan kasar oleh Keluarga Kosasih sehingga tangan dan kakinya mengalami radang dingin."Oh ya!"Tatapan Arjuna melewati Bulan, kemudian berlabuh pada Salma yang meringkuk di pojok seperti burung puyuh."Tante, jangan bersikap lunak. Jual saja dia setelah ini."Bulan adalah istri sah, sedangkan Salma hanya selir. Istri memiliki hak untuk mengusir atau menjual selir."Arjuna, tenang saja, aku akan melakukannya." Bulan menatap Salma dengan penuh kebencian.Tidak apa-apa jika Salma menindasnya, tetapi dia menindas putri-putri Bulan. Bulan tidak akan mengampuninya."Kalau begitu aku pulang dulu, Tante." Daisha dan yang lainnya masih menungguku di rumah."Begitu Arjuna berpamitan kepada Bulan, kereta lelaki tua itu langsung menghalangi jalannya.Pria tua itu membuka tirai jendela kereta, lalu dia menatap Arjuna sambil tersenyum dan berkata
Read more

Bab 233

"Mungkin aku tidak mengatakannya dengan cukup jelas tadi. Hebat yang kumaksud adalah orang yang lebih tinggi dariku di seluruh Dinasti Bratajaya, termasuk pangeran, tidak lebih dari sepuluh."Pria tua itu berusaha menjelaskan, ekspresinya bahkan sedikit cemas."Oh." Ekspresi Arjuna berubah menjadi serius. "Orang yang lebih tinggi darimu di seluruh Dinasti Bratajaya, termasuk pangeran, tidak lebih dari sepuluh?""Ya, tidak lebih dari sepuluh." Melihat perubahan raut wajah Arjuna, lelaki tua itu mulai bersikap arogan. Dia mengangkat kepala dan membusungkan dadanya.Arjuna mengacungkan jempol pada lelaki tua itu. "Kalau begitu kamu memang hebat."Kemudian dia lanjut berujar, "Tapi itu tidak ada kaitannya denganku."Lelaki tua itu menjadi pejabat pada usia 20 tahun dan telah menjabat selama puluhan tahun. Dia pernah bertemu dengan berbagai jenis orang, mengalami banyak hal.Akan tetapi ....Dia benar-benar tak pernah bertemu orang seperti Arjuna dan mengalami hal seperti ini.Dia melambang
Read more

Bab 234

"Kamu yang membuatnya, Nak.""Bukan, sungguh.""Jangan terlalu rendah hati.""Aku tidak bersikap rendah hati.""Kamu memang rendah hati."Saat ini, Arjuna baru menyadari bahwa penjelasannya sama sekali tidak berguna."Nak, apakah kamu sudah daftar untuk mengikuti ujian di musim semi tahun depan?" tanya sang pria tua.Arjuna menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku tidak begitu ingin mengikutinya sekarang.""Bagaimana boleh tidak ikut? Kamu harus ikut!"Pria tua itu tiba-tiba berbicara dengan nada keras, membuat Arjuna terkejut.Bukan hanya keras, tetapi dia juga tampak cemas.Reaksi lelaki tua itu mengingatkan Arjuna akan ayahnya di zaman modern.Ada masa ketika Arjuna memberontak dan tidak mau sekolah waktu SMP. Ayahnya berteriak kepadanya dengan cemas seperti ini. "Bagaimana boleh kamu tidak sekolah? Kamu harus sekolah!"Berada di dunia yang berbeda tiba-tiba ada seseorang yang begitu peduli padanya, Arjuna agak terharu.Namun, tempat ini bukan zaman modern, Arjuna juga bukan lagi anak b
Read more

Bab 235

"Sebenarnya, kamu tidak perlu menjadi bawahanku. Kalau kamu tidak mengikuti ujian karena aku, maka dinasti kita akan kehilangan seorang kader yang sangat berbakat. Aku akan merasa bersalah kepada kaisar dan dinasti kita."Bagus, dia bahkan berakting memelas.Bukan hanya sang pria tua yang bisa berakting memelas, Arjuna juga bisa."Aish ... aku sangat menghargai kebaikan Tuan. Sebenarnya aku mengatakan hal-hal itu karena merasa bersalah. Tuan, aku akan memberitahumu yang sebenarnya. Aku hanya seorang penjual ikan. Aku bahkan tak bisa menulis, bagaimana mungkin aku lulus ujian kekaisaran?""Nak, kamu memang pandai bercanda. Kamu bisa membuat puisi yang begitu indah, bagaimana mungkin kamu tidak bisa menulis?""Beberapa puisi itu benar-benar bukan karyaku. Aku tak sengaja melihatnya dari sebuah buku. Aku hanya memiliki ingatan yang bagus sehingga mengingatnya setelah membacanya.""Aku tidak percaya.""Kalau kamu tidak percaya, aku akan menulis untuk kamu lihat.""Ini."Pria tua itu menyer
Read more

Bab 236

"Baik.""Hia!" Pelayan itu mencambuk kudanya, kereta itu pun segera melaju menuju Kabupaten Damai.Ketika melewati persimpangan jalan yang dilalui Arjuna, pelayan itu tersenyum.Rubah kecil, kamu masih belum bisa mengalahkan rubah tua yang ada di dalam kereta ini.'Namun, dia senang melihat hasil ini.Kelak pertarungan antara rubah kecil dan rubah tua pasti sangat seru....Setelah kembali dari Desa Kenari, Arjuna menjalani kehidupannya seperti sebelumnya.Sederhana, tetapi bahagia.Sesekali, dia mendengar makian dari rumah sebelah.Makian terhadap Bulan.Katanya Bulan mendapat suami yang baik. Setelah mereka membesarkannya, dia malah melupakan budi jasa keluarganya. Sungguh merupakan gadis jahat yang tak tahu diri.Karena tidak peduli berapa kali Oki menyuruh orang untuk memberi tahu Bulan, Bulan tidak juga pulang.Bahkan ketika Oki sendiri yang pergi ke Desa Kenari, dia tidak mendapatkan benda yang diinginkan Shaka.Mungkin karena omongan Oki di Desa Kenari terlalu kasar, Bulan langs
Read more

Bab 237

"Sebagus apa pun potongan tempelan hiasan dindingku, itu tak sebanding dengan puisi yang Tuan tulis. Puisi ini melambangkan perubahanmu. Selama Tuan mau berusaha maju, walaupun hanya sedikit setiap harinya, aku bersedia menemani Tuan. Aku akan mendukungmu di belakang selamanya."Arjuna berdiri di samping Daisha, menatapnya sambil mendengarkan cerocosan Daisha.Ternyata tidak semua omelan istri itu menyebalkan, ada juga yang menyenangkan.Tidak lama setelah puisi-puisi itu ditempel, Arkana dan keluarganya pun tiba.Hari ini, kedua keluarga itu makan malam dan begadang bersama. Suasana sangat ramai, perayaannya juga sangat meriah.Arkana dan istrinya bertanggung jawab untuk mengolah ayam, bebek dan ikan.Daisha dan Vian membuat pangsit dengan dua anak kecil di samping mereka.Ketika Arjuna kembali dari Desa Kenari, dia melewati seorang peternak kambing, jadi dia membeli seekor kambing.Dia dan Disa bertanggung jawab membuat kambing panggang.Selain Arjuna, yang lain tidak pernah melihat
Read more

Bab 238

Melati melambaikan tangannya dengan gembira ke arah Dinda. "Dinda, paman dan tante juga punya amplop untukmu."Dinda memandang Melati, malu untuk mendekat."Tante mau beri untukmu, terimalah."Begitu Arjuna angkat bicara, Dinda pun berlari mendekat."Terima kasih, Tante. Semoga Paman dan Tante selalu sehat, sukses dan banyak rezeki!""Ibu, kenapa Ibu hanya memberi Kak Dinda? Apakah aku tidak ada?" Naya cemberut dengan tidak senang."Bagaimana mungkin kamu tidak ada?" Melati mengeluarkan dua amplop lagi dari sakunya. "Nah, ini dari Ayah dan Ibu ...."Sebelum Melati menyelesaikan perkataannya, amplop di tangannya telah diambil oleh Naya. "Terima kasih, Ayah. Terima kasih, Ibu!""Vian, kamu juga ada.""Terima kasih, Ayah. Terima kasih, Ibu." Vian tampak malu-malu."Jangan hanya berterima kasih kepada kami, kalian berdua seharusnya berterima kasih kepada Kak Arjuna. Kalau bukan karena Kak Arjuna, kami tidak akan punya uang untuk diberikan kepada kalian.""Arjuna, terima kasih." Arkana, yan
Read more

Bab 239

Hari ini sangat berangin dan dingin.Arjuna mengangkat tangannya untuk menyingkirkan rambut yang berserakan di wajah Disa.Wajah merah Disa pun muncul di depan Arjuna.Bukan tersipu, dia murni kedinginan.Arjuna merasa sangat sedih melihat ini. Dia melepas topinya, lalu memberikannya kepada Disa.Sambil memakaikan topi pada Disa, dia berpesan, "Hari ini sangat dingin. Jangan tunggu di sini, pulang dulu. Nanti setelah aku selesai kelas, kalian baru datang lagi.""Hm, aku tahu, Tuan."Disa yang biasanya bersuara keras, kini berbicara dengan lembut.Meskipun dia biasanya tampak riang, dia sebenarnya lebih pemalu daripada Daisha dalam hal hubungan antara pria dan wanita.Ada banyak istri pelajar di sekitar, mereka semua melihatnya sekarang."Bajingan yang bersekolah tetap saja bajingan. Dia sama sekali tidak bisa melihat situasi.""Bermesraan di muka umum adalah hal yang tidak tahu malu.""Dasar tak tahu malu! Dia pikir dirinya cantik? Sama sekali tak bisa melihat situasi.""Benar. Apakah
Read more

Bab 240

Arjuna berbalik, kemudian mendapati bahwa itu adalah Marvin."Jangan ambil hati kata-kata tadi.""Tenang saja, Kak Marvin. Aku tidak ambil hati. Mulut punya mereka, aku tak mungkin menutup mulut mereka satu per satu.""Baguslah kalau kamu bisa berpikir seperti itu."Saat Marvin berbicara, dia mengeluarkan kuas baru dari tas bambunya, kemudian menyerahkannya kepada Arjuna. "Ini hadiah untukmu."Arjuna buru-buru mendorong tangan Marvin. "Kak Marvin, beberapa hari yang lalu kamu sudah memberi kami begitu banyak hadiah, aku tidak bisa menerima lagi.""Beberapa hari yang lalu itu ayahku yang siapkan, sekarang ini dariku.""Kak Ma ....""Ambillah, Pak Guru sudah datang."Begitu Cakra tiba, kelas yang awalnya ramai tiba-tiba menjadi sunyi.Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada hari pertama sekolah, semua orang berlutut untuk memberi hormat kepada orang suci.Setelah memberi penghormatan kepada orang suci, Cakra segera mengumumkan sesuatu.Kepala daerah baru saja mengeluarkan perintah bahwa sem
Read more
PREV
1
...
2223242526
...
37
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status