Elena membuka matanya perlahan, kelopak matanya terasa berat. Tubuhnya terasa remuk, setiap otot seakan menjerit. Ia mencoba bergerak, tapi nyeri tajam di bagian bawah tubuhnya membuatnya mengerang pelan.Tangannya mencengkeram sprei, jemarinya gemetar. Ia memejamkan mata, mencoba mengatur napas. Ingatan tentang kejadian semalam menyeruak dalam benak. Elena menggigit bibir, menahan emosi yang berkecamuk. Ia ingin marah, ingin membenci, tapi hatinya terasa hampa. Matanya terasa panas, tapi tidak ada air mata yang jatuh. Karena ia tahu, menangis pun tak akan mengubah apa pun.“Kau sudah bangun?” Suara itu membuat Elena tersentak, menikmati nyeri di bagian tubuh bawahnya membuatnya tak sadar bahwa pria yang membuatnya sakit itu tengah duduk di sofa menatapnya. Elena hanya diam, tak merespon.“Sakit?” tanya Alvaro dengan ekspresi tanpa datar, tanpa dosa. Elena mencoba mengubah posisinya, tetapi rasa nyeri tak tertahan itu kembali. Hingga membuatnya kembali meringis. “Menurutmu?” kata
Terakhir Diperbarui : 2025-02-12 Baca selengkapnya