Home / Romansa / TAWANAN HASRAT SANG MAFIA / Kabanata 61 - Kabanata 70

Lahat ng Kabanata ng TAWANAN HASRAT SANG MAFIA: Kabanata 61 - Kabanata 70

76 Kabanata

Bab 61 - Perkara Kursi

Pria mengangkat sebuah kursi di atas kepala, entah dari mana kursi itu berasal, yang pasti kursi itu terlihat berbeda dari kursi staff lain di ruangan ini.“Al, ka..kamu dapat dari mana?”Pria itu tak menjawab, hanya menepuk dudukan kursi itu pelan, seolah memastikan kursi itu nyaman. “Coba duduk,” kata Alvaro. Bersamaan dengan itu, kepala tim desain keluar dari ruangannya dan melihat Elena yang sedang mencoba duduk di kursi itu. Alvaro yang sedang berdiri membelakangi, sedang tersenyum puas begitu Elena menempelkan pantatnya di kursi itu. “Bagaimana?” tanya Alvaro. “Nyaman,” jawab Elena, sedikit ragu.“Apa-apaan ini?” Teriakan sang kepala tim desain menggema di seluruh ruangan. Namun itu tak membuat Alvaro bergeming. Dia masih menatap Elena yang terlihat sedikit takut dan ragu antara duduk dan kembali berdiri. “Siapa kamu? Dari mana kursi ini? Tunggu, bukankah ini kursi Presdir? Lancang!”Ruangan tiba-tiba terasa tegang. Semua orang yang berada di sana menahan napas, menunggu r
last updateHuling Na-update : 2025-03-14
Magbasa pa

Bab 62 - Selena Berulah

Elena terengah-engah setelah berlari mengejar Alvaro. Pria itu berhenti di depan mobilnya yang terparkir di halaman kantor. Dengan santai, dia membuka pintu mobil, lalu menoleh ke Elena yang berdiri dengan tangan di pinggang, masih mencoba mengatur napas."Ayo masuk," katanya singkat.Elena mendelik. "Eh? Ke mana?""Ke kantor pusat," jawab Alvaro datar.Elena semakin mengernyit. "Sekarang? Aku belum mengajukan pengunduran diri, loh dari sini.”Alvaro menutup pintu mobil, lalu menyandarkan tubuhnya di sisi kendaraan sambil menyilangkan tangan. "Tak perlu.”Elena berkedip beberapa kali, mencoba mencerna kata-katanya. Sial, benar juga. Dengan statusnya sebagai Presdir, Alvaro bisa melakukan apa saja. Tapi tetap saja, ini terlalu tiba-tiba. Apakah dirinya siap?"Apakah kamu yakin aku jadi asisten pribadimu?” Alvaro menarik pinggang Elena lebih dekat, “Kenapa? Keberatan?”“Tidak…tidak.”Elena menggoyang-goyangkan kedua tangannya di depan Alvaro, untuk menolak ucapan Alvaro. Alvaro tertaw
last updateHuling Na-update : 2025-03-20
Magbasa pa

Bab 63 - Tak Bisa Lari

Semua mata kini menoleh ke sumber suara, ternyata itu suara Jose. Pegangan Selena dan Pak Dante pun terlepas. “Apa yang terjadi di sini? Nyonya, Tuan mencari Anda.”“Baik, aku segera ke kantor.”Selena yang tidak terima, Elena pergi begitu saja. Menarik kembali tangan Elena. “Kita belum selesai, mau kemana kamu?”“Nona Selena, biarkan Bu Elena pergi. Presdir memanggilnya,” ucap Jose.“Apa? Ba..bagaimana bisa?” Selena terkejut, tak menyangka.“Asal Anda tahu, Bu Elena mulai hari ini adalah asisten pribadi Presdir. Jadi menyinggungnya berarti menyinggung Presdir. Jika kamu tidak ingin dipecat, biarkan dia pergi. Dan semuanya, kembali bekerja!”Jose bicara dengan lantang, membubarkan kerumunan. Selena mundur satu langkah, genggaman tangannya yang menarik Elena pun mulai mengendur. Elena hanya bisa menatap wanita itu dengan kesal. Lalu pergi meninggalkan kerumunan menuju ruangan Alvaro bersama Jose. Sedang Selena mengepalkan tangan, kesal. “Awas kamu Elena,” lirih Selena. “Terima kas
last updateHuling Na-update : 2025-03-22
Magbasa pa

Bab 64 - Tolong Aku!

“Vincent, lepaskan aku!”Elena berusaha melepaskan diri, tetapi genggaman Vincent terlalu kuat. Tatapan pria itu penuh kebencian."Kamu pikir aku akan membiarkanmu hidup bahagia setelah menghancurkan rencanaku?" bisik Vincent dengan suara penuh kemarahan.Elena meronta, tetapi Vincent semakin erat mencengkram lengannya. Dengan kasar, ia menarik Elena ke dalam mobilnya yang terparkir di depan gedung."Vincent! Lepaskan! Alvaro akan membunuhmu," teriak Elena, tetapi tidak ada yang mendengar.Vincent hanya menyeringai sinis. "Persetan dengan bajingan itu!"Dengan satu kali hentakan keras, tubuh Elena terlempar ke dalam mobil. Vincent, segera masuk ke dalam kursi belakang kemudi.“Kamu brengsek, Vincent! Buka pintunya!’Elena berusaha membuka pintu mobil, tetapi Vincent sudah menginjak pedal gas, melajukan mobilnya ke arah hotel terdekatDi dalam kamar hotel, Elena mendorong tubuh Vincent sekuat tenaga, tetapi pria itu semakin agresif.“Jika Alvaro tahu, dia pasti membunuhmu.”Mendengar i
last updateHuling Na-update : 2025-03-22
Magbasa pa

Bab 65 - Senang Hati, Sayang

“Dengan senang hati, sayang.”Cahaya temaram dari lampu kamar menciptakan bayangan lembut di dinding, mengabadikan siluet dua tubuh yang saling mendekap dalam pusaran gairah yang tak terbendung. Elena merasakan jantungnya berdegup liar saat Alvaro menyusuri kulitnya dengan sentuhan yang menggetarkan. Jemari pria itu begitu hangat, seperti bara yang menyulut kobaran api dalam dirinya. Nafas Elena memburu, tubuhnya merespons dengan cara yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Setiap sentuhan, setiap tatapan, membuatnya tenggelam semakin dalam—seolah hanya Alvaro yang mampu meredakan gejolak yang berkecamuk di dalam dadanya.Alvaro menatap Elena dengan intensitas yang hampir membuatnya lemas. Dia tahu, wanita dalam dekapannya sedang berjuang melawan badai yang berkecamuk di dalam dirinya, namun bukannya mundur, Alvaro justru semakin dalam membawanya menyelam dalam lautan hasrat yang menggelora. Bibirnya menyusuri setiap inci kulit Elena, meninggalkan jejak yang seolah mengukuhkan kepe
last updateHuling Na-update : 2025-03-22
Magbasa pa

Bab 66 - Bertemu Viviana

Alvaro memeluk pinggang Elena dari belakang, sesekali dia mempermainkan hidungnya di leher Elena. Tetapi wanita itu tak bereaksi dengan sentuhan itu. Wajahnya terlihat serius.“Ada apa?” tanya Alvaro, suaranya datar.Elena menoleh, “Eh... Vivian memintaku datang.”Dahi Alvaro mengernyit mendengar nama itu. Ibu Vincent itu jarang menghubungi Elena, apalagi meminta Elena bertemu secara langsung. Ada sesuatu yang tidak beres. “Untuk apa?” tanyanya, matanya menyelidik.Elena menggigit bibir, pikirannya menerawang. “Aku tidak tahu.”“Aku temani.”Elena menggeleng cepat. “Tidak, Aku sendiri saja.”Alvaro memutar tubuh Elena, hingga wanita itu menghadap ke arahnya. Lalu menggenggam dagu Elena dengan lembut, membuat wanita itu mendongak menatapnya. “Kau tahu dia kan?” Elena menatapnya lama, lalu akhirnya mengangguk pasrah. Dia juga merasa firasatnya tidak enak.“Baiklah, kita pergi bersama.”Alvaro tersenyum tipis. “Ini baru istriku.”Elena mendengus, tetapi wajahnya sedikit memerah mendeng
last updateHuling Na-update : 2025-03-24
Magbasa pa

Bab 67 - Lari Elena!

Dalam hitungan detik, Alvaro menarik setir dengan cepat, membuat mobil mereka melesat ke jalur kanan, nyaris menabrak pembatas jalan. Ban berdecit keras, membuat tubuh Elena terdorong ke samping.Tiga mobil yang menghalangi jalan mereka mendekat dengan kecepatan tinggi. Salah satu di antaranya mencoba memepet dari sisi kiri, sementara yang lain mengepung mereka dari belakang.Elena menoleh dengan napas tersengal. “Mereka mengejar.”Tanpa membuang waktu, dia menambah kecepatan. Namun, mobil di belakang mereka juga ikut mempercepat laju, tak membiarkan mereka kabur. Elena semakin panik. Dia tahu, seseorang jelas ingin mereka celaka.Tiba-tiba, salah satu mobil di depan mereka berhenti mendadak, memblokir jalan.“Alvaro!”Tanpa berpikir panjang, Alvaro membanting setir ke kanan, membuat mobil mereka berputar hampir 180 derajat. Asap putih mengepul dari ban yang bergesekan dengan aspal.Elena menjerit tertahan, tangannya mencengkeram dashboard.Alvaro kemudian menarik tuas persneling dan
last updateHuling Na-update : 2025-03-24
Magbasa pa

Bab 68 - Kita Perlu Bicara

Bab 68 - Elena tersentak, dia mendengar perintah Alvaro dengan jelas. Tetapi tubuhnya membeku di tempat. Semua terjadi begitu cepat, pria bersenjata lain langsung mengangkat pistol mereka.DOR!Tembakan pertama melesat, nyaris mengenai Alvaro yang dengan cekatan menjadikan tubuh pria yang tadi diserangnya sebagai perisai. Darah muncrat saat peluru menghantam dada pria itu, membuatnya limbung sebelum jatuh tak bernyawa.“Lari!” Alvaro mengulang perintahnya lebih keras, tapi Elena masih terpaku.Salah satu pria menodongkan pistol ke arahnya.DOR!Elena menjerit dan memejamkan mata, namun tubuhnya tetap utuh. Saat membuka mata, yang dilihatnya justru Alvaro—berdiri di depannya, dadanya tertembus peluru.Tubuh Alvaro tersentak ke belakang, nafasnya tercekat. Darah dengan cepat merembes dari luka di dada kirinya, mengalir membasahi kemeja yang dikenakannya.Elena menjerit, “ALVARO!”Tatapannya nanar saat melihat tubuh pria itu melemah. Alvaro masih berdiri, tapi lututnya tampak goyah. Tan
last updateHuling Na-update : 2025-03-24
Magbasa pa

Bab 69 - Cinta adalah Kelemahan

Elena membeku di tempat. Jantungnya seakan berhenti berdetak saat matanya bertemu dengan sosok yang berdiri di depan pintu—seorang pria paruh baya dengan tatapan tajam, penuh wibawa.Don.Ayah Alvaro.“Mari kita bicara,” suara Don terdengar dalam dan penuh otoritas.Elena menelan ludah, tangannya mengepal di sisi tubuhnya. Di dalam ruangan, Alvaro masih terbaring lemah. Dia tidak ingin pergi jauh, tapi tatapan Don memberinya isyarat bahwa dia tidak punya pilihan.“Baik,” jawabnya pelan.Don berbalik, melangkah dengan tenang menuju lorong rumah sakit. Elena ragu sejenak sebelum akhirnya mengikuti di belakangnya.Ketika mereka sampai di area yang lebih sepi, Don berhenti dan berbalik menatapnya.“Apa kamu mencintainya?” tanyanya langsung, tanpa basa-basi.Elena mengerjap. Dia bisa merasakan ketegangan yang begitu kuat dari cara pria itu menatapnya."Aku..." Dia menarik napas, mencoba mengumpulkan keberanian.“Jika iya, tinggalkan dia.”Mata Elena terbelalak, hatinya seolah berhenti berd
last updateHuling Na-update : 2025-03-24
Magbasa pa

Bab 70 - Jangan Pergi

Alvaro menatap Elena dengan lembut, sesuatu yang jarang terlihat darinya. Walau tubuhnya masih lemah, bibirnya melengkung dalam senyuman tipis.Pria itu menatapnya tanpa berkata-kata. Hening menyelimuti ruangan, hanya suara mesin medis yang berbunyi pelan.Lalu, tiba-tiba, Alvaro mengulurkan tangannya yang lemah ke arah Elena. Jangan pergi dariku."Elena terdiam. Kata-kata Don kembali terngiang di benaknya. "Jika kau benar-benar mencintainya, tinggalkan dia."Tapi, saat menatap Alvaro yang masih menunggunya dengan tatapan serius, dia tahu… dia tidak bisa melakukannya.Perlahan, Elena menggenggam erat tangan Alvaro."Aku…tidak akan pergi," bisiknya.Dia menghela napas panjang sebelum akhirnya berdiri. "Aku akan keluar sebentar," katanya.Alvaro menatapnya sebentar, seolah enggan membiarkannya pergi, tapi akhirnya mengangguk. "Jangan lama-lama."Elena hanya tersenyum kecil sebelum melangkah keluar dari ruangan, menutup pintu di belakangnya dengan pelan.Begitu Elena pergi, Jose masuk ke
last updateHuling Na-update : 2025-03-26
Magbasa pa
PREV
1
...
345678
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status