Elena tersentak, wajahnya memerah karena ketahuan. “Aku... aku hanya ingin membangunkanmu,” katanya tergagap. Alvaro duduk perlahan, mengusap wajahnya. “Kenapa?” Elena menghindari tatapan pria itu. “Kata pelayan, kau belum makan sejak siang. Jadi, aku pikir…” Alvaro menatapnya lama, matanya sedikit memicing, seolah mencoba membaca maksud Elena. “Tumben perhatian?” katanya tiba-tiba, nadanya menggoda namun tetap dingin. Elena tertegun, merasa salah tingkah. “Aku… aku hanya ingin berterima kasih. Juga minta maaf karena tadi aku menyinggung tentang ibumu,” ucapnya dengan suara pelan, menunduk dalam-dalam. “Merasa bersalah?” ulang Alvaro, menatap Elena dengan intensitas yang sulit ditebak. Elena mengangguk, tak mampu menjawab dengan kata-kata. Kalimat berikutnya dari Alvaro membuat Elena terpaku, “tinggallah lebih lama.” Elena mengangkat wajahnya, menatap Alvaro dengan tatapan bingung. “Apa maksudmu?” “Sampai Don sembuh,” tambah Alvaro, nadanya serius. Elena menelan ludah, merasa
Terakhir Diperbarui : 2025-01-28 Baca selengkapnya