Beranda / Romansa / TAWANAN HASRAT SANG MAFIA / Bab 22 - Ke Kamar Sekarang!

Share

Bab 22 - Ke Kamar Sekarang!

Penulis: Farsheed Mo
last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-24 00:12:37
Mata Elena terbelalak. Tenggorokannya tercekat. Tubuhnya sampai terhuyung, tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bagaimana bisa Alvaro ada di sini? Bukankah dia seharusnya bersama Don Moretti?

“Elena,” panggil Alvaro dengan suara rendah, tetapi cukup membuat tubuh Elena merinding.

Elena menelan ludah, mencoba menenangkan dirinya. Dia tahu, jika Alvaro tahu dia kabur tanpa izin, konsekuensinya akan sangat berat. Tetapi dia tidak punya pilihan. Ibunya membutuhkan dia.

“Ngapain di sini?” tanya Alvaro, tatapannya tajam menghujam.

Elena melangkah mendekat dengan hati-hati. Dia tahu, ini situasi yang rumit. Jika Alvaro masuk ke kamar ibunya, semuanya bisa berantakan.

“Tuan Alvaro,” bisik Elena, suaranya hampir tak terdengar. “Saya tahu, saya salah. Saya hanya ingin bertemu ibu saya. Saya akan menjelaskan semuanya nanti, saya janji. Saya akan menerima hukuman dari anda.”

Alvaro terdiam, ekspresinya datar, masih menata Elena dengan tajam, seolah mencoba membaca pikirannya.

“Lima menit
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 23 - Bercerai, kita menikah

    Elena segera menuruni anak tangga menuju kamar pria itu. Dia tak punya pilihan, selain menurut. Karena dia tahu bahwa dia telah melakukan kesalahan. Saat ini mungkin pria itu sedang tidak dalam mood yang baik, jadi Elena tak mau menyulit kemarahannya. Meski dalam hati dia sangat menolak keputusannya untuk pindah ke kamar pria itu. Satu rumah dengan pria itu saja cukup membuat sesak, apalagi dalam satu kamar. Elena bergidik ngeri.Dia menghela napas dalam, lalu menarik kenop pintu itu, melangkahkan kakinya ke dalam. Matanya beredar ke seluruh ruangan yang didominasi warna hitam itu. Aura di kamar ini, begitu dingin seperti pemiliknya. Elena duduk di tepi tempat tidur, tak tahu harus melakukan apa. Saat dia akan beranjak, kembali ke pintu. Alvaro membuka pintu itu. “Mau ke mana?”“Aku…akan mandi, aku mau ambil pakaianku.”Elena menjawab tanpa melihat Alvaro. Pria itu mendekat dua langkah. “Pakaianmu ada di sini,”katanya.Elena memberanikan diri menatap pria itu. Ada sesuatu yang m

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-26
  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 24 - Salah Tangkap

    Tanpa menunggu jawaban, Alvaro berbalik, meninggalkan ruangan.“Berhenti!” seru Elena tiba-tiba.Langkah Alvaro terhenti di ambang pintu. Ia tak menoleh, hanya menunggu.“Kenapa kamu begitu kejam, Alvaro?” Elena mendekat beberapa langkah, suaranya bergetar. “Bukankah kamu juga punya ibu? Yang juga seorang wanita. Bagaimana perasaanmu jika dia diperlakukan seperti aku?”Alvaro akhirnya menoleh, wajahnya mengeras. “Bukan urusanmu.”Elena mendekat, menatapnya penuh kebencian. “Oke itu memang bukan urusanku, tetapi kenapa aku? Bukankah di pesta itu ada wanita yang menyukaimu? Kenapa bukan dia? Dia pasti akan dengan senang hati menjadi istrimu! Dan kalian sangat serasi sekali.”Alvaro mendesah pendek. “Diam, Elena.”Elena mendongak, air mata menggantung di pelupuk matanya. “Kalau ini soal hutang Vincent, aku bisa bekerja! Aku akan mencicilnya!”Alvaro tertawa kecil, sarkastik. “Lucu sekali.”“Mencicil, 20 miliar?”Wajah Elena memerah, tangannya terkepal erat. “Kamu selalu meremehkan aku! Y

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-26
  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   25 - Siap Eksekusi

    Elena duduk di tepi tempat tidur, untuk kesekian kalinya, dia mencoba menghubungi Vincent. Namun, hasilnya tetap sama—tidak terhubung.Dengan frustasi, ia meletakkan ponsel di sampingnya. Setelah sarapan tadi, ia mendengar dari para pelayan bahwa Alvaro tidak kembali ke mansion semalam. Entah apa yang sedang pria itu lakukan, tetapi ketidakhadirannya sejenak membuat Elena sedikit lega.Suara ketukan di pintu terdengar. Elena segera berdiri dan berjalan membuka pintu dengan perlahan.“Jose?” Ia terkejut melihat orang kepercayaan Alvaro, berdiri di depannya. Dia membawa sebuah kotak besar di tangannya.“Selamat pagi, Nyonya,” sapa Jose sopan. “Tuan Alvaro meminta Anda ikut bersama saya. Beliau juga meminta Anda, mengenakan pakaian yang ada di dalam kotak ini.”Kata-kata Jose membuat jantung Elena berdegup kencang. Ia menatap kotak besar itu.“Terima kasih, Jose. Aku akan bersiap,” ujar Elena singkat.Jose membungkuk sopan. “Saya menunggu di luar, Nyonya.”Saat pintu tertutup, Elena mena

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-27
  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 26 - Perhatian Kecil

    Alvaro menggenggam erat tangan Elena, menariknya menuju mobil dengan tergesa-gesa. Wajahnya tegang, matanya menunjukkan kecemasan yang tak biasa. Begitu dia menerima telepon."Ikut denganku," katanya tegas tanpa memberikan kesempatan Elena untuk menolak.Elena menatapnya sejenak, ragu. Haruskah dia ikut campur dalam urusan Alvaro? Tetapi, sebelum dia sempat berkata apa-apa, Alvaro menghentikan langkahnya dan menatapnya dalam-dalam."Kita bicara lagi nanti," ucapnya dengan nada lembut namun penuh ketegasan.Kata-kata itu cukup untuk membuat Elena menurut. Dia hanya mengangguk pelan, membiarkan dirinya dibawa pergi oleh pria itu.Setibanya di rumah sakit, Alvaro berjalan cepat menuju lantai rawat inap. Tangannya masih menggenggam tangan Elena erat, seolah tak ingin melepaskannya. Mereka tiba di sebuah kamar besar yang dipenuhi peralatan medis. Di sana, Don Moretti, ayah Alvaro, terbaring dengan selang infus dan monitor yang terus berbunyi.Di samping ranjang, seorang pria tua berdiri de

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-28
  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 27 - Dibalik Kesedihan

    Begitu sampai di mobil, Alvaro menurunkan Elena ke jok penumpang dan memastikan dia duduk dengan nyaman. Lalu, dia berjalan mengitari mobil dan masuk ke sisi yang lain.Jose segera mengambil tempat di kursi pengemudi. Tetapi sebelum dia menyalakan mesin, Alvaro meminta sesuatu darinya.“Jose, kotak obat,” katanya tanpa basa-basi.Jose langsung membuka laci dashboard dan menyerahkan kotak obat kecil ke belakang. Alvaro menerimanya, mobil mulai berjalan perlahan. Alvaro mengubah duduknya menghadap Elena dan membuka kotak obat itu di sampingnya.“Angkat kakimu,” perintahnya singkat.Elena terkejut. "Apa?"Alvaro, yang tidak terbiasa mendengar penolakan, langsung menarik kaki Elena ke pangkuannya. Dia mulai membuka kotak obat, mencari antiseptik dan plester luka.Elena memekik kaget. “ Apa yang kau lakukan?""Diam," balas Alvaro singkat sambil mengoleskan kapas beralkohol ke luka di pergelangan kaki Elena.Elena refleks menggigit bibirnya, perhatian Alvaro itu, membuat hatinya sedikit be

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-28
  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 28 - Menebus kesalahan

    Elena tersentak, wajahnya memerah karena ketahuan. “Aku... aku hanya ingin membangunkanmu,” katanya tergagap. Alvaro duduk perlahan, mengusap wajahnya. “Kenapa?” Elena menghindari tatapan pria itu. “Kata pelayan, kau belum makan sejak siang. Jadi, aku pikir…” Alvaro menatapnya lama, matanya sedikit memicing, seolah mencoba membaca maksud Elena. “Tumben perhatian?” katanya tiba-tiba, nadanya menggoda namun tetap dingin. Elena tertegun, merasa salah tingkah. “Aku… aku hanya ingin berterima kasih. Juga minta maaf karena tadi aku menyinggung tentang ibumu,” ucapnya dengan suara pelan, menunduk dalam-dalam. “Merasa bersalah?” ulang Alvaro, menatap Elena dengan intensitas yang sulit ditebak. Elena mengangguk, tak mampu menjawab dengan kata-kata. Kalimat berikutnya dari Alvaro membuat Elena terpaku, “tinggallah lebih lama.” Elena mengangkat wajahnya, menatap Alvaro dengan tatapan bingung. “Apa maksudmu?” “Sampai Don sembuh,” tambah Alvaro, nadanya serius. Elena menelan ludah, merasa

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-28
  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 29 - Ikutlah kami

    Elena diam, dia tak tahu apa rencana sebenarnya pria ini. Tetapi yang dia tahu adalah ucapan Alvaro saat ini adalah sebuah kebohongan, karena statusnya saat ini adalah istri orang lain. Dan itu membuat mereka tak mungkin menikah. Pintu lift terbuka. Alvaro meraih tangan Elena. “Lepaskan!” teriak Elena sambil mendorong tubuh Alvaro. Elena bergegas keluar, Alvaro masih berusaha mengejar Elena untuk membuat kesepakatan dengan wanita itu. Tetapi Elena, tak mau mendengar ucapan Alvaro. Dia mempercepat langkahnya. “Elena,” panggilnya, tangan Alvaro mencoba menghentikan Elena. Tetapi wanita itu segera masuk ke toilet, menghindar dari Alvaro. “Keluar, atau aku masuk!” ancam Alvaro. Pria itu berdiri di depan pintu toilet wanita. Elena mengabaikan panggilan Alvaro, dia menatap pantulan wajahnya di cermin, bibirnya sedikit bengkak karena ciuman paksa Alvaro tadi. “Pria ini, benar-benar….” desisnya. Sengaja dia berlama-lama di kamar mandi, untuk mengulur waktu. Tetapi kemudian, Elena

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-29
  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 30 - Penjara Baru

    Elena menatap Don dengan ekspresi tak percaya, seolah berharap ucapan pria tua itu hanyalah lelucon semata. Tetapi sayangnya, raut wajah Don terlalu serius untuk itu.“Don, aku rasa itu tidak perlu,” ujar Elena pelan, mencoba mencari celah untuk menolak.Don hanya tersenyum tipis. “Kalian akan segera menikah, Elena. Bukankah ini hal yang wajar untuk dilakukan?”Ucapan Don langsung membuat Elena kehilangan kata-kata. Dia melirik Alvaro, berharap pria itu membantunya. Tapi bukannya menolak, Alvaro justru menatapnya dengan senyum penuh kemenangan. Seolah mengatakan, Kamu tidak punya pilihan.“Baiklah, Papa,” jawab Alvaro akhirnya, tanpa memberi Elena kesempatan untuk membantah. “Elena akan ikut.”Elena menahan napas, mencoba menenangkan detak jantungnya yang terasa semakin cepat. Dia tidak percaya situasi ini semakin buruk. Sebelumnya, dia berharap bisa menjauh dari Alvaro. Tapi sekarang, pria itu justru semakin mendekat ke kehidupannya.“Bagus,” kata Don puas,“Aku ingin pulang secepatny

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-29

Bab terbaru

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 56 - Tuduhan Palsu

    “Apa? Tidak mungkin!” sanggah Alvaro. Dalam beberapa bulan terakhir ini, hanya Elena wanita yang dia sentuh. Bagaimana bisa Delisa hamil. Alvaro memejamkan mata, mencoba mengingat siapa saja wanita yang dekat dengannya. Tetapi tak ada dalam ingatannya dia pernah menyentuh Delisa sekalipun. Yang ada, wanita itu yang agresif mendekatinya tetapi selalu berhasil dia gagalkan. “Jangan berkelit lagi, nikahi Delisa.” Alvaro tertawa sinis, “sampai kapanpun, tidak!” Alvaro masih teguh dengan pendiriannya. Terlebih lagi dia tidak pernah merasa menyentuh Delisa. Jelas ada sesuatu yang tidak beres. Wanita itu pasti ingin menjebaknya. “Beraninya dia,” gumamnya. “Kepala pelayan, tunjukkan video itu.” Kepala pelayan mengambil sebuah ponsel di atas meja dan kemudian mendekat ke Alvaro. Lalu dia memberikan ponsel itu pada Alvaro. Garis bibir Alvaro tertarik ke dalam. Sekarang dia benar-benar merasa yakin bahwa ini salah satu akal bulus Delisa untuk menjebaknya. “Video ini sudah di edit.” “Apakah

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 55 - Ternyata pernikahan palsu

    “Apa isi dokumen itu?” kata Kakek. Pria tua itu berdiri, dan menarik dokumen dari tangan Vincent. Elena sendiri hanya bisa menatap kedua orang yang sedang saling berebut dokumen itu. Sesaat wanita itu melirik Alvaro yang sedang menahan senyum di sampingnya. “Kira-kira apa isi dokumen itu?” batin Elena.“Lepaskan Vincent!” teriak Kakek. Tangannya menarik paksa dokumen dari tangan Vincent, terlihat jelas bahwa Vincent sangat tidak ingin Kakek mengetahui isi dokumen itu. Begitu Kakek melihat dokumen yang ada di map itu, dia seperti terpukul. Dia mundur satu langkah, dan terduduk lemas. “Vincent beraninya kau! Kau membohongiku selama ini?” Wajah Kakek sudah merah karena amarah. “Ampun Kek, ini semua bohong. Ini hanya rekayasa bajingan ini.”Vincent masih saja berkelit, dan tidak mengakui kesalahannya. “Maaf Kek, bisa saya lihat dokumen itu?” tanya Elena, penasaran. Bagaimanapun juga ini berhubungan dengan hidupnya. Dia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. “Kau tidak tahu tent

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 54 - Bajingan, Kau!

    Keesokan paginya, Elena sudah di dapur. Dia memang sengaja bangun lebih dulu karena dia ingin menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Alvaro. Berbeda dengan di Mansion, di Penthouse ini tidak ada satu pun pelayan. Tetapi, entah kenapa Elena merasa senang di sini. Di Mansion dia merasa seperti tahanan. Elena memasak dengan sesekali bergumam lagu kesukaannya. Sampai kemudian…“Ah!” pekik Elena, kaget. Saat Alvaro memeluknya dari belakang. Kepalanya menyusup di leher Elena. “Kau membuatku kaget, untung aku tidak memukulmu pakai ini.”Elena mengangkat alat untuk menggoreng ke atas. Tetapi sepertinya ucapannya tak berpengaruh pada pria ini. Alvaro memutar tubuh Elena menghadapnya, lalu menatapnya dengan kedua tangan mengukung tubuh wanita itu. “Kenapa tak membangunkanku?” tanya Alvaro, wajahnya menunjukkan rasa tidak suka. Alvaro mengubah posisi kepalanya yang semula miring ke kiri jadi ke kanan. Seolah menuntut penjelasan atas pertanyaannya itu. Tetapi tatapannya masih intens ke Elena.

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 53 - Makan Malam

    Bug! Pukulan demi pukulan diberikan Alvaro pada Vincent. Hingga pria itu tak sempat berdiri. Pria itu terlihat begitu marah. Kini Alvaro sudah diatas tubuh Vincent, bersiap untuk memberikan bogem mentah kembali. Vincent sudah terkapar tak berdaya di lantai, wajahnya babak belur.Elena berusaha bangkit, meskipun dia sangat membenci Vincent, dia tak mau melihat siapapun mati karenanya. Elena menahan tangan Alvaro.“Hentikan,” kata Elena, sembari menggelengkan kepalanya.Alvaro menoleh, melihat Elena yang terlihat lemas. Dia berdiri, lalu menatap Elena dengan cemas.“Bagaimana keadaanmu?” tanya Alvaro. Kedua tangannya dan netranya melihat seluruh tubuh Elena. Seolah memastikan bahwa wanita itu baik-baik saja.Elena mengangguk. “Aku ingin pulang,” kata Elena, suaranya lemah. “Jose bereskan sisanya.”“Baik Tuan.”Alvaro segera mengangkat tubuh Elena ala bridal style dan membawanya ke mobil. Dia perlahan menurunkan Elena ke jok penumpang. Lalu duduk di sebelahnya. Dia mengambil kotak obat

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 52 - Seribu Kali Lebih Baik

    Tetapi Elena memikirkan ancaman Vincent, meskipun sekarang ibunya dalam penjagaan anak buah Alvaro. Tetapi, Vincent orang yang licik. Dia bisa saja melakukan apapun untuk menyakiti ibunya. Tangan Elena terkepal. “Aku harus menemuinya, dan mengetahui apa maunya.”Elena melihat sekitarnya, Alvaro sudah pergi beberapa saat yang lalu. Bagaimana jika Vincent memaksanya ikut dengannya. Elena segera bangkit. Dia menuju dapur, dia mencari sesuatu yang bisa digunakan sebagai pelindung. “Sepertinya ini cukup,” kata Elena, tangannya menggenggam pisau dapur kecil. Lalu dia kembali ke kamar dan menyimpan pisau itu di tasnya. Dia membawa tas itu bersamanya, dan pergi keluar untuk menemui Vincent. Tidak perlu waktu lama, Elena sudah sampai di alamat yang diberikan Vincent padanya. Di depannya sebuah rumah makan mewah yang tidak jauh dari kawasan Penthouse Alvaro. Elena tetap waspada, dia kenal betul watak suaminya itu. Elena masuk ke rumah makan itu, dia melihat sekitar. Hanya ada beberapa tam

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 51 - Apa Maumu?

    “Aku harus berpisah dulu, untuk itu,” batin Elena. Tetapi dia tak ingin memprovokasi pria disebelahnya. Karena itu, dia memilih diam. Selain itu, bayangan wajah Don yang terlihat sangat marah terus menghantui benaknya. Pria tua itu jelas kecewa setelah Alvaro menolak permintaannya untuk menikahi Delisa. Sejak meninggalkan rumah Don, Elena tak banyak bicara, bahkan setelah mereka sampai di gedung penthouse Alvaro. Alvaro, yang sejak tadi memperhatikan Elena, akhirnya tak tahan untuk bertanya. "Ada yang mengganggumu?" suaranya dalam, penuh ketertarikan. Elena tersentak saat merasakan sentuhan hangat di pundaknya. Dia menoleh, menatap pria itu dengan ragu. "Aku hanya kepikiran dengan ayahmu... apakah sikap kita tadi tidak membuatnya semakin sakit?" Alvaro menarik sudut bibirnya ke dalam, lalu memegang kedua pundak Elena dengan lembut. "Tenanglah, dia pasti baik-baik saja," katanya, seolah ingin menghapus keraguan dari mata Elena. "Syukurlah kalau begitu," gumam Elena pelan. Mereka

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 50 - Menikahimu

    Elena melihat kontrak perjanjian yang ditawarkan Alvaro saat di Penthouse tadi. Tetapi hatinya masih sedikit ragu, dia mungkin akan bisa lepas dari genggaman Vincent tapi hidupnya akan terikat dengan pria di depannya sekarang entah sampai kapan. “Tanda tangani, dia tak akan mengganggumu lagi.” Nada bicara Alvaro terdengar memaksa, tetapi juga sangat serius. “Tapi…haruskah aku?” Elena mencoba mengatakan sesuatu tetapi sebelum dia menyelesaikan bicaranya, Alvaro berbicara. “Menikah denganku, sebagai imbalannya.” Kepala Alvaro mengangguk, seolah mengerti apa yang akan dia bicarakan. Elena terdiam, menatap kontrak di tangannya. Dia memikirkan segala yang mungkin bisa terjadi. Alvaro terlihat menghela napas, lalu berkata dengan nada dingin. “Aku pilihan terbaikmu.” Elena mengangkat wajahnya, menatap pria itu. “Kenapa kau begitu yakin?” Alvaro mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, menatap Elena tanpa ragu. “Aku bisa melindungimu dari Vincent.” Elena terdiam, merem

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 49 - Vincent Brengsek

    Elena menegang saat melihat layar ponselnya. Video call dari Vincent membuat nafasnya tercekat, tetapi yang benar-benar membuat darahnya membeku adalah pemandangan di balik layar. Vincent berdiri di kamar rumah sakit ibunya, jari-jarinya dengan santai menyentuh alat bantu pernapasan yang menopang hidup wanita itu. “Apa yang kau lakukan?!” suara Elena bergetar, panik. Vincent hanya menyeringai. "Kau tahu, Elena, aku bisa membuat semuanya berakhir sekarang juga," katanya santai, sementara jemarinya melayang di atas alat bantu itu, seolah siap mencabutnya kapan saja. Elena hendak berteriak, tetapi panggilan itu tiba-tiba terputus. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Ia melompat dari tempat duduknya dengan napas terengah-engah. "Aku harus pergi!" Alvaro yang duduk di sofa, menatapnya tajam. "Ada apa?" “Vincent—dia—dia mengancam akan membunuh ibuku sekarang!” suara Elena nyaris putus asa. "Aku harus ke rumah sakit!" Tanpa banyak bertanya lagi, Alvaro berdiri. "Aku antar." Mereka be

  • TAWANAN HASRAT SANG MAFIA   Bab 48 - Menikah Denganku

    Siapa yang tidak kenal dengan kawasan elite di pusat kota ini. Kawasan bisnis di jantung kota yang letaknya sangat strategis, dekat dengan rumah sakit, perusahaan besar dan hunian prestige yang mewah. Dulu Elena ingin sekali tinggal di salah satu apartemen kawasan ini, karena dia tidak perlu jauh dari ibunya yang sedang dirawat di rumah sakit. Tetapi Vincent selalu menolak, bukan dengan alasan harga apartemen yang mahal. Tetapi lebih karena Vincent menganggap Elena tak pantas tinggal di sana. Tetapi hari ini dia bahkan menginjakkan kakinya di penthouse termahal di gedung ini karena Alvaro. Hal ini membuat Elena semakin menyadari kebodohannya selama ini. Karena selalu tulis melayani Vincent dengan harapan pria itu akan menganggapnya sebagai seorang istri. Tetapi ternyata, bagi Vincent, dia tak lebih dari barang dagangan yang bisa dilempar kesana kemari. Karena itu, tekadnya semakin bulat untuk berpisah dengan bajingan itu. “Silakan Nyonya Elena,” kata Jose. Elena tersadar dari lam

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status