Home / Fantasi / Dewi Penyembuh Surgawi / Chapter 231 - Chapter 240

All Chapters of Dewi Penyembuh Surgawi : Chapter 231 - Chapter 240

299 Chapters

Bab 231

Udara di balai desa Yingshi terasa semakin mencekam. Cahaya bulan yang seharusnya menerangi malam kini tertutup kabut hitam, seolah alam pun tak ingin menyaksikan kekejian ini.Para pria desa dan pria berjubah hitam mulai melepas pakaian atas mereka, memperlihatkan tubuh mereka yang penuh dengan tato hitam berliku-liku, lambang dari kultivasi hitam yang mereka jalankan.Dengan senyum puas, mereka mengambil mangkuk kayu berisi dar*h segar—d*rah dari anak-anak yang telah menjadi tumbal sebelumnya—dan menyiramkannya ke tubuh mereka sendiri.Bau anyir darah memenuhi udara.Anak-anak yang masih hidup gemetar, beberapa menutup mata, sementara yang lain hanya bisa mengerang tanpa suara karena lidah mereka telah dipotong.Sementara itu, di alam pikirannya, Zhao Xueyan berbicara dengan Bai Long.‘Nona, ritual ini sudah dimulai. Jika kita tidak segera bertindak, mereka akan mengorbankan anak-anak itu.’ kata Bai Long yang berada di dalam pikiran Zhao Xueyan. "Aku tahu … tapi kita tidak bisa ber
last updateLast Updated : 2025-02-25
Read more

Bab 232

Saat belati hitam itu hampir menusuk Zhao Xueyan, teriakan keras terdengar dari sisi lain altar."Jangan!!"Itu suara Niuniu, penuh ketakutan.Namun, sebelum belati itu benar-benar menyentuh kulit Zhao Xueyan, sebuah batu kecil melesat cepat, menghantam belati dengan tepat, membuatnya terlepas dari genggaman Fai Zang dan terpental ke tanah.Clang!Bunyi logam menghantam batu bergema di udara yang sunyi.Seisi balai desa membeku sejenak.Mata Fai Zang membelalak, raut wajahnya berubah dari keterkejutan menjadi kemarahan yang membara.Dia menggeram, lalu berteriak murka, suaranya menggema di antara para pengikutnya."Siapa yang berani mengganggu ritualku?!" teriak Fai Zang murka. Para pria berjubah hitam segera waspada, mata mereka menyapu setiap sudut, mencari si pembuat onar.Beberapa dari mereka mulai bergerak, menyiapkan serangan, tetapi mereka tidak tahu dari mana batu itu berasal.Di tengah hiruk-pikuk itu, Zhao Xueyan melirik Tian Ming.Dan benar saja—pemuda itu berdiri dengan e
last updateLast Updated : 2025-02-25
Read more

Bab 233

Duar! Di tengah kekacauan, saat suara benturan senjata dan ledakan energi Qi menggema di balai desa, seseorang tiba-tiba muncul di tengah medan pertempuran.Langkahnya tenang, tetapi auranya begitu kuat hingga udara di sekitarnya terasa menekan.Dia adalah Tian Ming.Pemuda itu berdiri tegak, mengenakan jubah panjang berwarna gelap dengan corak emas membara.Tatapannya dingin dan tajam, memperlihatkan wibawa seorang penguasa sejati.Beberapa pria berjubah hitam yang hanya mengenakan celana itu mulai merasa gentar.Mereka bisa merasakan aura mengerikan yang mengalir dari tubuh Tian Ming.‘Siapa pemuda itu?’ batin mereka bertanya-tanya. Namun, di tengah ketegangan itu, Fai Zang yang baru saja pulih dari luka akibat serangan Zhao Xueyan, berdiri dengan penuh amarah.Darah masih mengalir dari sudut bibirnya, tetapi senyum liciknya tidak luntur.Fai Zang menyeringai lebar. "Jadi, kau akhirnya menampakkan diri, Kaisar Muda Tian Ming."Tian Ming tidak menjawab, hanya menatapnya dengan ding
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more

Bab 234

Niuniu menggerakkan cambuknya sekali lagi, namun kepala desa yang licik menarik seorang warga desa dan menggunakannya sebagai tameng hidup. Srak!Brugh! Kepala Desa tertawa keras menatap Niuniu. "Ha! Ha! Ha! Kau pikir semudah itu membunuhku, bocah?! Aku sudah hidup cukup lama untuk tahu cara bertahan!"Niuniu menyipitkan mata. Dia sudah menduga kepala desa akan melakukan hal semacam ini.Niuniu berkata dengan suara datar. "Kau memang licik … tapi aku lebih pintar."Kepala desa mendadak merasa ada sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Tangannya yang kuat perlahan mulai melemah, kakinya tiba-tiba kehilangan keseimbangan, dan tubuhnya mulai gemetar.Brugh! Kepala Desa terkejut. "A—apa yang terjadi?!"Niuniu menarik sudut bibirnya dalam senyuman dingin."Sejak kapan kau berpikir bahwa cambukku hanya sekadar senjata biasa?"Tatapan kepala desa membelalak saat menyadari cambuk yang mengenai kulitnya tadi telah dilapisi racun pelumpuh otot.Kepala Desa napasnya mulai terengah-engah, ketakutan.
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more

Bab 235

Tian Ming melompat ringan ke sisi Zhao Xueyan, auranya yang kuat membuat tanah di bawahnya sedikit retak. Mata hitamnya menatap lurus ke arah Fai Zang, pemimpin sekte sesat itu, yang kini tersenyum licik sambil menggenggam belati ritualnya. Zhao Xueyan berkata dengan datar, menatap Tian Ming. "Jadi, kau benar-benar seorang Kaisar?" Tian Ming tersenyum samar, namun tetap tajam. "Aku akan menjelaskannya nanti. Sekarang, biarkan aku yang menangani bajingan itu." Zhao Xueyan menatapnya sejenak sebelum akhirnya mengangguk dan berbalik. Dalam sepersekian detik, kilatan pedang melesat ke arahnya dari belakang—beberapa anak buah Fai Zang berusaha menyerangnya dengan licik! Zhao Xueyan berbicara pelan, namun tajam. "Bodoh." Crash! Brugh! Dalam satu gerakan cepat, Zhao Xueyan melompat ke udara, tubuhnya berputar ringan, dan pedangnya yang diselimuti Qi emas menebas tanpa ampun! Clang! Suara logam bertabrakan dan teriakan kesakitan menggema. Beberapa anak buah Fai Zang terpental dengan
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more

Bab 236

Di luar balai desa, dalam bayang-bayang malam yang mencekam, Bai Long berdiri gagah dalam wujud manusia tampan, wajah tampannya berkilauan di bawah sinar rembulan.Di sekelilingnya, anak-anak yang lidahnya telah terpotong duduk gemetar, sebagian bersandar pada para wanita yang menangis tersedu-sedu. Ada yang meratap kehilangan anak mereka selamanya, sementara yang lain memeluk erat buah hati mereka yang masih hidup, meski telah kehilangan suara mereka.Seorang ibu terisak, suaranya pecah. "Apa dosa kami ... kenapa anak-anak kami harus mengalami ini?"Bai Long memandang mereka dengan tatapan tajam namun penuh ketegasan. Ada rasa iba yang juga terlihat. Bai Long dengan suara dalam dan berwibawa, dia berkata, "Tangisan tidak akan mengembalikan yang telah tiada. Tapi kalian masih hidup, dan kalian harus tetap bertahan."Para wanita menghapus air mata mereka, meskipun hati mereka masih dipenuhi duka.Bai Long melanjutkan ucapannya, suaranya dalam dan tegas. "Tetaplah di sini. Jangan men
last updateLast Updated : 2025-02-27
Read more

Bab 237

Fai Zang terbahak-bahak, menikmati kekacauan yang diciptakannya. Pedangnya yang bersinar dengan aura gelap menebas ke arah Tian Ming, mencoba mendesaknya mundur.Fai Zang berkata dengan sinis, mengejek. "Lihat itu, Kaisar Tian Ming! Temanmu akan mati dimakan monster-monsterku! Apa kau tidak mau menolongnya?"Namun, Tian Ming tetap tenang. Ia memutar pedangnya, menangkis serangan Fai Zang dengan presisi sempurna.Tian Ming dengan mata dingin, tatapan tajam. "Omong kosong."Fai Zang mengerutkan kening. Namun, tiba-tiba matanya melebar saat melihat cahaya emas yang menyelimuti Zhao Xueyan. Api suci Bai Long membakar bilah pedangnya, berkobar dengan kekuatan suci yang mematikan.Fai Zang wajahnya berubah, suaranya penuh kepanikan. "Tidak! Api itu …."Fai Zang melompat ke depan, mencoba mencegah Zhao Xueyan sebelum dia bisa menggunakan api itu. Namun—Clang! Pedang Tian Ming menghadang jalannya! Fai Zang terhuyung mundur, wajahnya memerah karena murka.Fai Zang menggeram marah. "Minggir,
last updateLast Updated : 2025-02-27
Read more

Bab 238

Beberapa warga terdiam ketakutan, menyadari kesalahan dan dosa mereka. Tapi sebagian lagi masih mencoba menyerang.Namun, Wu Liang bergerak cepat. Pedangnya yang bersinar dengan energi Qi ungu berkelebat ganas, menebas para pria yang masih melawan. Dalam sekejap, banyak dari mereka terjatuh, terkapar di tanah.Wu Liang menghela napas, matanya menatap tajam ke arah sisa warga yang masih berdiri.Wu Liang dengan suara dingin, penuh kewibawaan. "Kalian bisa memilih. Menyerah atau mati."Seketika, beberapa dari mereka langsung menjatuhkan senjata. Mereka tahu, tak ada harapan lagi.Tapi di tengah kehancuran itu, satu sosok masih berdiri tegak.Fai Zang.Dengan mata merah membara karena amarah, pria itu menatap Zhao Xueyan, Niuniu, dan Wu Liang dengan penuh kebencian. Tubuhnya bergetar, bukan karena takut—tetapi karena keinginan membunuh yang semakin kuat.Tian Ming yang berdiri tak jauh dari sana mengarahkan pedangnya ke Fai Zang.Tian Ming dengan suara dingin, penuh ketegasan. "Kini gili
last updateLast Updated : 2025-02-27
Read more

Bab 239

Pertarungan antara Tian Ming dan Fai Zang semakin sengit. Gelombang energi Qi terus meledak, menghancurkan balai desa yang sudah hampir runtuh.Di kejauhan, Wu Liang dan Niuniu sudah membawa warga desa yang tersisa ke tempat yang aman untuk diadili. Teriakan mereka semakin menjauh, menyisakan hanya dua sosok di medan pertempuran yang kini penuh reruntuhan.Zhao Xueyan berdiri di kejauhan, matanya mengamati Tian Ming. Untuk pertama kalinya, dia melihat pemuda itu dalam keadaan penuh amarah. Tian Ming tidak hanya dingin—tapi juga bengis.Pedang berselimut petirnya berkilauan, setiap gerakannya seperti tarian kematian yang tidak bisa dihindari.Fai Zang, yang masih dalam wujud monster, melolong marah. Dia melompat tinggi, cakar tajamnya siap menebas Tian Ming.Fai Zang mengeram, suara berat dan penuh amarah. "Tian Ming! Aku tidak akan kalah! Aku telah mengorbankan segalanya untuk kekuatan ini!"Namun, Tian Ming tidak bereaksi. Matanya tetap dingin.Saat cakar Fai Zang hampir menyentuhnya
last updateLast Updated : 2025-02-27
Read more

Bab 240

Di bawah langit malam yang masih beraroma asap dari balai desa yang terbakar, para pria desa Yingshi kini berlutut dengan tangan dan kaki terikat. Wajah mereka penuh luka lebam, tubuh mereka menggigil bukan hanya karena dingin, tapi juga karena ketakutan.Para wanita dan anak-anak berdiri di sekeliling mereka, tatapan mereka dingin dan penuh kebencian.Niuniu berdiri dengan cambuk masih di genggamannya, mendengus. "Baru sekarang kalian terlihat lemah. Dulu kalian merasa berkuasa, kan?"Salah satu pria menggertakkan giginya, tapi tidak berani menjawab.Wu Liang menatap tajam, suaranya rendah dan mengancam. "Kalian akan diadili. Apa pun alasan kalian, kejahatan kalian tidak bisa dimaafkan."Tian Ming hanya diam, menatap dingin para pria itu. Beberapa wanita mengeraskan ekspresi mereka, ada yang mencengkeram anak-anak mereka erat, seakan menahan kemarahan.Seorang wanita melangkah maju, menatap suaminya sendiri dengan mata berkaca-kaca.Wanita itu suara bergetar, tapi penuh amarah. "Ka
last updateLast Updated : 2025-02-28
Read more
PREV
1
...
2223242526
...
30
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status