Beberapa warga terdiam ketakutan, menyadari kesalahan dan dosa mereka. Tapi sebagian lagi masih mencoba menyerang.Namun, Wu Liang bergerak cepat. Pedangnya yang bersinar dengan energi Qi ungu berkelebat ganas, menebas para pria yang masih melawan. Dalam sekejap, banyak dari mereka terjatuh, terkapar di tanah.Wu Liang menghela napas, matanya menatap tajam ke arah sisa warga yang masih berdiri.Wu Liang dengan suara dingin, penuh kewibawaan. "Kalian bisa memilih. Menyerah atau mati."Seketika, beberapa dari mereka langsung menjatuhkan senjata. Mereka tahu, tak ada harapan lagi.Tapi di tengah kehancuran itu, satu sosok masih berdiri tegak.Fai Zang.Dengan mata merah membara karena amarah, pria itu menatap Zhao Xueyan, Niuniu, dan Wu Liang dengan penuh kebencian. Tubuhnya bergetar, bukan karena takut—tetapi karena keinginan membunuh yang semakin kuat.Tian Ming yang berdiri tak jauh dari sana mengarahkan pedangnya ke Fai Zang.Tian Ming dengan suara dingin, penuh ketegasan. "Kini gili
Pertarungan antara Tian Ming dan Fai Zang semakin sengit. Gelombang energi Qi terus meledak, menghancurkan balai desa yang sudah hampir runtuh.Di kejauhan, Wu Liang dan Niuniu sudah membawa warga desa yang tersisa ke tempat yang aman untuk diadili. Teriakan mereka semakin menjauh, menyisakan hanya dua sosok di medan pertempuran yang kini penuh reruntuhan.Zhao Xueyan berdiri di kejauhan, matanya mengamati Tian Ming. Untuk pertama kalinya, dia melihat pemuda itu dalam keadaan penuh amarah. Tian Ming tidak hanya dingin—tapi juga bengis.Pedang berselimut petirnya berkilauan, setiap gerakannya seperti tarian kematian yang tidak bisa dihindari.Fai Zang, yang masih dalam wujud monster, melolong marah. Dia melompat tinggi, cakar tajamnya siap menebas Tian Ming.Fai Zang mengeram, suara berat dan penuh amarah. "Tian Ming! Aku tidak akan kalah! Aku telah mengorbankan segalanya untuk kekuatan ini!"Namun, Tian Ming tidak bereaksi. Matanya tetap dingin.Saat cakar Fai Zang hampir menyentuhnya
Di bawah langit malam yang masih beraroma asap dari balai desa yang terbakar, para pria desa Yingshi kini berlutut dengan tangan dan kaki terikat. Wajah mereka penuh luka lebam, tubuh mereka menggigil bukan hanya karena dingin, tapi juga karena ketakutan.Para wanita dan anak-anak berdiri di sekeliling mereka, tatapan mereka dingin dan penuh kebencian.Niuniu berdiri dengan cambuk masih di genggamannya, mendengus. "Baru sekarang kalian terlihat lemah. Dulu kalian merasa berkuasa, kan?"Salah satu pria menggertakkan giginya, tapi tidak berani menjawab.Wu Liang menatap tajam, suaranya rendah dan mengancam. "Kalian akan diadili. Apa pun alasan kalian, kejahatan kalian tidak bisa dimaafkan."Tian Ming hanya diam, menatap dingin para pria itu. Beberapa wanita mengeraskan ekspresi mereka, ada yang mencengkeram anak-anak mereka erat, seakan menahan kemarahan.Seorang wanita melangkah maju, menatap suaminya sendiri dengan mata berkaca-kaca.Wanita itu suara bergetar, tapi penuh amarah. "Ka
Setelah anak-anak dibawa pergi, para wanita berdiri mengelilingi para pria yang terikat dan babak belur. Mata mereka menyala dengan kebencian, bukan hanya karena perbuatan keji yang dilakukan para pria, tetapi juga karena kehilangan yang mereka alami.Kepala Desa dengan suara lemah, putus asa. "Jika kalian membunuh semua pria, desa ini akan punah! Tidak akan ada generasi berikutnya! Wanita tidak bisa melahirkan tanpa pria!"Beberapa wanita menatap satu sama lain, tetapi bukan karena ragu. Justru karena jijik dan muak dengan kepala desa yang masih berani berbicara tentang penerus, setelah semua yang mereka lakukan.Nyonya Rui melangkah maju, wajahnya penuh kemarahan.Nyonya Rui dengan suara dingin, dia berkata, "Kalian ingin kami memikirkan generasi berikutnya? Setelah kalian mengorbankan anak-anak kami?! Setelah kalian menjadikan suami dan putra kami tumbal?! Apa kau masih berpikir kami butuh pria sepertimu?!"Tanpa ragu, Nyonya Rui mengangkat tangannya, melepaskan serangan energi Qi
Api menjilat tinggi ke langit malam, menerangi wajah-wajah para wanita yang menatap tanpa ekspresi. Di tengah kobaran itu, teriakan para pria menggema—jeritan kesakitan, ketakutan, dan penyesalan yang datang terlambat.Wu Liang dan Tian Ming berdiri di kejauhan, tidak mengucapkan sepatah kata pun. Mata Wu Liang sedikit menyipit, sementara Tian Ming tetap dingin, tidak menunjukkan emosi.Zhao Xueyan, yang berdiri di sisi mereka, hanya menghela napas pelan. Dia tahu, ini bukan tentang balas dendam semata. Para wanita itu tidak ingin membiarkan monster seperti mereka hidup. Jika mereka dibiarkan, mereka bisa kembali melakukan kejahatan yang sama.Setelah beberapa saat, jeritan itu mereda. Para pria yang dulunya merasa berkuasa kini hanya menjadi abu.Salah satu wanita, Nyonya Rui, menatap Zhao Xueyan dengan mata yang masih merah karena menangis.Nyonya Rui bersuara lirih, penuh luka. "Kami kehilangan segalanya … tapi setidaknya, kami tidak perlu takut lagi."Tak ada yang membalas. Hanya
Zhao Xueyan dan Niuniu melangkah keluar dari rumah sederhana itu, udara siang yang masih dingin menyambut mereka. Langkah Zhao Xueyan sedikit lambat, meski sudah meneguk air spiritual untuk memulihkan tenaga, efek kelelahan masih terasa. Namun, tatapan tajam dan penuh ketegasannya tetap tidak berubah.Di hadapan mereka, para wanita dan anak-anak sudah berkumpul, mata mereka dipenuhi harapan. Tian Ming dan Wu Liang juga berdiri di sisi lain, memperhatikan dengan ekspresi penasaran.Dengan gerakan tenang, Zhao Xueyan membuka kotak kayu kecil di tangannya, memperlihatkan pil regenerasi berwarna kebiruan yang berkilauan samar di bawah sinar matahari.Salah satu wanita dengan suara penuh harap bertanya, "Apakah ini bisa menyembuhkan anak-anak kami, Nona Zhao?"Zhao Xueyan mengangguk pelan. "Ya, tapi sebelum memberikan pil ini, aku harus mengecek kondisi tubuh mereka terlebih dahulu. Efek pil ini bergantung pada seberapa kuat tubuh mereka menerima energi spiritual yang terkandung di dalamny
Setelah beberapa saat, akhirnya pengobatan itu selesai. Zhao Xueyan menghembuskan napas panjang, tubuhnya terasa lebih ringan setelah melewati proses yang menguras energi tersebut.Di hadapan mereka, sepuluh anak yang sebelumnya tidak bisa berbicara kini terlihat merasakan sesuatu. Mereka saling memegang tenggorokan, meraba-raba mulut mereka, seolah tidak percaya bahwa sesuatu telah berubah.Hening sejenak. Semua orang menahan napas, menunggu dengan cemas.Kemudian, seorang anak laki-laki yang paling muda, dengan tubuh kecil dan wajah yang masih pucat, menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca. Ibunya juga menatapnya penuh harap, kedua tangannya gemetar, takut untuk berharap terlalu banyak."Ibu ...."Suara kecil itu memecah keheningan.Seketika, suara isakan terdengar. Mata sang ibu melebar, air mata langsung mengalir deras di pipinya. Tanpa pikir panjang, dia langsung menarik anaknya ke dalam pelukan erat."Anakku ... kau bisa bicara...! Kau bisa bicara!"Tangis haru segera pecah di s
Setelah sarapan, suasana menjadi lebih serius. Zhao Xueyan, Niuniu, Wu Liang, dan Tian Ming duduk di bawah pohon rindang, membentuk lingkaran kecil untuk berdiskusi."Kita tidak bisa meninggalkan desa ini begitu saja tanpa perlindungan," kata Zhao Xueyan sambil menyandarkan punggungnya pada kursi kayu. "Jika kita pergi, mereka akan rentan terhadap serangan lain."Niuniu mengangguk setuju, wajahnya penuh pertimbangan. Wu Liang menyilangkan tangan di dada, matanya fokus menatap Zhao Xueyan."Jadi, apa rencana Nona?" tanya Wu Liang.Zhao Xueyan menatap para wanita yang sedang sibuk membantu anak-anak di kejauhan. "Kita bisa memberikan mereka pengetahuan medis agar mereka bisa merawat diri sendiri. Selain itu, kita ajarkan mereka bela diri dan teknik formasi sederhana untuk melindungi desa."Niuniu langsung bersemangat."Itu ide yang bagus! Jika mereka memiliki pertahanan yang cukup kuat, desa ini tidak akan mudah dijajah oleh orang luar."Wu Liang mengangguk. "Aku bisa mengajari mereka t
Zhao Xueyan melangkah keluar dari ruang dimensinya dengan ekspresi serius. Dia menghela napas, lalu menoleh ke arah Bai Long yang menunggunya."Bai Long, simpan mayat-mayat itu di ruang penyimpanan yang dingin. Aku tidak ingin ada pembusukan lebih lanjut sebelum kita mengetahui lebih banyak tentang mereka," perintah Zhao Xueyan tegas.Bai Long mengangguk. "Baik, Nona. Akan saya lakukan sekarang."Setelah Bai Long pergi untuk melaksanakan perintahnya, Zhao Xueyan melangkah keluar dari tendanya. Namun, baru saja ia mengangkat tirai tenda, sosok Kaisar Tian Ming sudah berdiri di depannya dengan tangan bersedekap."Kaisar?" Zhao Xueyan terkejut."Apa yang kau lakukan di dalam selama ini?" Kaisar Tian Ming bertanya dengan nada datar, tapi tatapannya tajam, jelas menuntut penjelasan.Zhao Xueyan segera menjelaskan, "Aku sudah melakukan otopsi pada mayat-mayat itu. Ada sesuatu yang janggal ... mereka sepertinya menjadi korban ritual."Mata Kaisar Tian Ming menyipit. "Ritual? Ritual apa?"Zha
Zhao Xueyan mengibaskan tangannya, keempat mayat itu menghilang begitu saja. Kaisar Tian Ming dan Wu Liang terkejut, saling bertukar pandang sebelum menatap Zhao Xueyan dengan penuh tanya."Ke mana mayat-mayat itu?" tanya Kaisar Tian Ming dengan alis berkerut.Zhao Xueyan tetap tenang. "Mereka berada di tempat yang layak," jawabnya singkat. "Aku akan meneliti mereka lebih lanjut."Wu Liang yang masih kebingungan akhirnya bertanya lagi, "Meneliti? Maksudmu?"Zhao Xueyan menatapnya sekilas sebelum menoleh ke arah Niuniu. "Nanti akan kujelaskan. Sekarang, lebih baik kita beristirahat dan makan siang di sini."Meskipun masih bingung, Kaisar Tian Ming dan Wu Liang tidak bertanya lebih lanjut. Mereka percaya bahwa Zhao Xueyan memiliki alasannya sendiri.Mereka berjalan menjauh dari lokasi, mencari tempat yang lebih nyaman. Setelah menemukan sebuah tempat yang cukup lapang di bawah pepohonan rindang, mereka segera duduk.Niuniu dengan sigap mengambil makanan dari cincin ruang penyimpanannya.
Saat fajar mulai menyingsing, Zhao Xueyan dan Kaisar Tian Ming segera bergegas menuju arah selatan, tempat Kekaisaran Heifeng berada. Setelah mendapatkan informasi dari mata-mata kepercayaan Kaisar Tian Ming, mereka tak bisa lagi menunda pergerakan. Ancaman dari bangsa iblis yang telah mengumumkan perang semalam bukan hal yang bisa diremehkan. Lebih dari itu, pengkhianat yang bersembunyi di dalam kekaisaran manusia harus segera dibereskan sebelum semuanya terlambat.Dengan kecepatan penuh, Zhao Xueyan dan Kaisar Tian Ming melesat menaiki kuda-kuda mereka yang berlari seperti bayangan di tengah angin pagi. Di belakang mereka, Niuniu dan Wu Liang ikut serta, siap melindungi majikan masing-masing dengan kesetiaan penuh.Sepanjang perjalanan, Kaisar Tian Ming tampak murung. Tatapan tajamnya penuh dengan niat membunuh. "Pengkhianat itu harus segera dienyahkan," gumamnya dengan suara dingin.Zhao Xueyan yang menunggangi kudanya di sisi sang kaisar menatapnya sejenak. "Aku tahu kau ingin me
Setelah pertarungan yang melelahkan itu selesai, suasana mencekam masih menyelimuti desa Buo. Mayat-mayat hidup yang sebelumnya mengerikan kini telah berubah menjadi abu, dan para pria berjubah hitam telah dilenyapkan. Namun, sebelum siapa pun bisa bernapas lega, tiba-tiba sebuah suara menggema di seluruh langit. Suara itu berat, tajam, dan penuh dengan aura mengintimidasi."Aku, Penguasa Kegelapan, mengibarkan bendera perang untuk seluruh benua! Aku akan mengambil alih daratan manusia! Mereka yang memilih untuk bergabung, akan disambut. Tapi mereka yang menolak, akan dihancurkan tanpa belas kasihan!"Suara itu menggema dengan kekuatan besar, membuat siapa pun yang mendengarnya merasakan tekanan yang luar biasa. Para warga desa yang baru saja mulai merasa aman, kembali dicekam ketakutan. Mata mereka membelalak, tubuh mereka bergetar, dan napas mereka tertahan dalam dada.Zhao Xueyan menatap langit dengan ekspresi tajam. Insiden ciumannya dengan Kaisar Tian Ming yang masih membuatnya
Dalam hitungan detik, serangan itu hampir mengenai tubuhnya. Zhao Xueyan berusaha menghindar, namun efek ilusi membuat pergerakannya sedikit melambat. Clang! Tepat saat cakar iblis itu hampir menyentuhnya, sebuah pedang lain datang menangkis serangan itu dengan dentingan logam yang memekakkan telinga.Mata Zhao Xueyan terbelalak saat melihat siapa yang telah menolongnya. Di hadapannya, berdiri seorang pria dengan jubah hitam berkilauan, sorot matanya penuh dengan kemarahan yang membara. Kaisar Tian Ming!“Kau berani menyentuhnya?” suara Kaisar Tian Ming terdengar dingin dan penuh ancaman.Iblis bertanduk tiga itu melangkah mundur sedikit, merasakan tekanan yang sangat besar dari aura Kaisar Tian Ming. Namun, ia segera menyeringai licik. “Hah! Seorang Kaisar dari benua lain ikut campur urusan kami? Menarik!”Kaisar Tian Ming tidak menjawab. Dengan sekali gerakan, ia menebaskan pedangnya yang bersinar dengan energi biru yang meny
Swoosh! Zhao Xueyan menebaskan pedangnya yang berwarna keemasan pada iblis bertanduk tiga itu. Namun, iblis bertanduk tiga itu rupanya sangat gesit dan lincah. Boom! Duakh! Setiap serangan Zhao Xueyan berhasil dihindari dengan mudah, membuatnya semakin waspada. Iblis itu menyeringai, memperlihatkan taring tajamnya sebelum melesat maju dengan kecepatan luar biasa.“Ha! Ha! Ha! Hanya itu kemampuanmu, Nona manusia?” teriak iblis bertanduk tiga dengan suara mengejek sambil menyerang Zhao Xueyan. Clang! Zhao Xueyan menatap tajam ke arah iblis itu. “Jangan senang dulu!” Zhao Xueyan dengan sigap mengangkat pedangnya untuk menangkis serangan, namun kekuatan iblis bertanduk tiga itu jauh lebih besar dari perkiraannya. Boom!Duar! Dentuman keras terdengar saat pedang dan cakar saling beradu, menciptakan percikan energi yang menyebar di udara. Ugh! Zhao Xueyan terdorong ke belakang beberapa langkah, tapi dia dengan cepat menstabilkan diri dan kembali menyerang dengan lebih agresif.Di
Pertarungan semakin sengit. Zhao Xueyan dengan gesit melompat di antara mayat hidup yang terus berdatangan, pedangnya berkilau emas saat menebas mereka satu per satu. Setiap ayunan pedangnya mengeluarkan gelombang energi tajam, membuat beberapa mayat langsung terbelah dan hancur menjadi debu. Namun jumlah mereka terus bertambah, seakan tak ada habisnya.Di sisi lain, Bai Long dalam wujud manusianya bertarung dengan ganas. Mata tajamnya menyala, cakar hitam pekat menyapu musuh dengan kecepatan luar biasa. Setiap kali dia menyerang, angin berputar ganas di sekelilingnya, menghancurkan mayat hidup yang berani mendekat. Namun, delapan pria berjubah hitam di kejauhan masih berdiri tegak, mulut mereka komat-kamit membaca mantra."Nona, mereka adalah sumber dari semua ini!" Bai Long berseru sambil menebas beberapa mayat yang mencoba mencakar tubuhnya.Zhao Xueyan mengangguk cepat, menyadari bahwa mereka harus menghentikan pria-pria berjubah hi
Ternyata perkataan pria berjubah hitam itu benar, pertarungan ini belum selesai. Tiba-tiba, sepuluh pria berjubah hitam kembali muncul setelah pria berjubah hitam yang satunya mati. Namun sebelum tubuhnya berubah menjadi abu, ia sempat memanggil rekan-rekannya yang lain.Sepuluh pria berjubah hitam itu berdiri mengelilingi Zhao Xueyan dan Bai Long. Mereka mulai membaca mantra, menciptakan gelombang energi hitam yang menguar di udara. Zhao Xueyan merasakan kesadarannya mulai kabur, tubuhnya melemah, dan pandangannya kabur. Ilusi mulai terbentuk di sekelilingnya—bayangan masa lalu yang menyakitkan, suara-suara yang mengganggu pikirannya.Namun, sebelum Zhao Xueyan semakin tenggelam dalam ilusi itu, Bai Long dengan cepat menghunus pedangnya dan menusukkan ujungnya ke tanah, menciptakan ledakan energi yang menyapu aura hitam di sekitar Zhao Xueyan. Ia tersentak dan sadar kembali."Nona, fokuslah! Mereka mencoba memanipulasi pikiranmu!" seru Bai Long
Bai Long dan Zhao Xueyan bergerak secepat kilat. Pedang di tangan mereka berkilat di bawah cahaya obor yang remang-remang.Puluhan mayat hidup mengaum ganas, menyerbu tanpa takut mati. Namun, bagi Zhao Xueyan dan Bai Long, mereka hanyalah serangga yang menunggu untuk dimusnahkan.Swiing! Zhao Xueyan melesat ke depan, pedangnya berputar dalam lengkungan indah, menebas tiga mayat hidup dalam satu gerakan.Darah hitam menyembur ke tanah, tubuh-tubuh membusuk itu ambruk tanpa nyawa.Sementara itu, Bai Long bertarung dengan kekuatan naga hitamnya.Brak! Satu pukulan telak menghancurkan kepala mayat hidup yang mendekat.Bai Long menyeringai. "Terlalu mudah."Namun, musuh terus berdatangan.Dari dalam formasi, para warga semakin ketakutan.Beberapa perempuan dan anak-anak menangis ketakutan, memeluk satu sama lain."Apa kita akan mati?" bisik seorang ibu dengan wajah pucat.Niuniu berdiri di depan mereka, mencoba menenangkan."Percayalah pada Nona Zhao. Dia tidak akan membiarkan kalian mati