Home / Fantasi / Dewi Penyembuh Surgawi / Chapter 241 - Chapter 250

All Chapters of Dewi Penyembuh Surgawi : Chapter 241 - Chapter 250

296 Chapters

Bab 241

Setelah anak-anak dibawa pergi, para wanita berdiri mengelilingi para pria yang terikat dan babak belur. Mata mereka menyala dengan kebencian, bukan hanya karena perbuatan keji yang dilakukan para pria, tetapi juga karena kehilangan yang mereka alami.Kepala Desa dengan suara lemah, putus asa. "Jika kalian membunuh semua pria, desa ini akan punah! Tidak akan ada generasi berikutnya! Wanita tidak bisa melahirkan tanpa pria!"Beberapa wanita menatap satu sama lain, tetapi bukan karena ragu. Justru karena jijik dan muak dengan kepala desa yang masih berani berbicara tentang penerus, setelah semua yang mereka lakukan.Nyonya Rui melangkah maju, wajahnya penuh kemarahan.Nyonya Rui dengan suara dingin, dia berkata, "Kalian ingin kami memikirkan generasi berikutnya? Setelah kalian mengorbankan anak-anak kami?! Setelah kalian menjadikan suami dan putra kami tumbal?! Apa kau masih berpikir kami butuh pria sepertimu?!"Tanpa ragu, Nyonya Rui mengangkat tangannya, melepaskan serangan energi Qi
last updateLast Updated : 2025-02-28
Read more

Bab 242

Api menjilat tinggi ke langit malam, menerangi wajah-wajah para wanita yang menatap tanpa ekspresi. Di tengah kobaran itu, teriakan para pria menggema—jeritan kesakitan, ketakutan, dan penyesalan yang datang terlambat.Wu Liang dan Tian Ming berdiri di kejauhan, tidak mengucapkan sepatah kata pun. Mata Wu Liang sedikit menyipit, sementara Tian Ming tetap dingin, tidak menunjukkan emosi.Zhao Xueyan, yang berdiri di sisi mereka, hanya menghela napas pelan. Dia tahu, ini bukan tentang balas dendam semata. Para wanita itu tidak ingin membiarkan monster seperti mereka hidup. Jika mereka dibiarkan, mereka bisa kembali melakukan kejahatan yang sama.Setelah beberapa saat, jeritan itu mereda. Para pria yang dulunya merasa berkuasa kini hanya menjadi abu.Salah satu wanita, Nyonya Rui, menatap Zhao Xueyan dengan mata yang masih merah karena menangis.Nyonya Rui bersuara lirih, penuh luka. "Kami kehilangan segalanya … tapi setidaknya, kami tidak perlu takut lagi."Tak ada yang membalas. Hanya
last updateLast Updated : 2025-02-28
Read more

Bab 243

Zhao Xueyan dan Niuniu melangkah keluar dari rumah sederhana itu, udara siang yang masih dingin menyambut mereka. Langkah Zhao Xueyan sedikit lambat, meski sudah meneguk air spiritual untuk memulihkan tenaga, efek kelelahan masih terasa. Namun, tatapan tajam dan penuh ketegasannya tetap tidak berubah.Di hadapan mereka, para wanita dan anak-anak sudah berkumpul, mata mereka dipenuhi harapan. Tian Ming dan Wu Liang juga berdiri di sisi lain, memperhatikan dengan ekspresi penasaran.Dengan gerakan tenang, Zhao Xueyan membuka kotak kayu kecil di tangannya, memperlihatkan pil regenerasi berwarna kebiruan yang berkilauan samar di bawah sinar matahari.Salah satu wanita dengan suara penuh harap bertanya, "Apakah ini bisa menyembuhkan anak-anak kami, Nona Zhao?"Zhao Xueyan mengangguk pelan. "Ya, tapi sebelum memberikan pil ini, aku harus mengecek kondisi tubuh mereka terlebih dahulu. Efek pil ini bergantung pada seberapa kuat tubuh mereka menerima energi spiritual yang terkandung di dalamny
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

Bab 244

Setelah beberapa saat, akhirnya pengobatan itu selesai. Zhao Xueyan menghembuskan napas panjang, tubuhnya terasa lebih ringan setelah melewati proses yang menguras energi tersebut.Di hadapan mereka, sepuluh anak yang sebelumnya tidak bisa berbicara kini terlihat merasakan sesuatu. Mereka saling memegang tenggorokan, meraba-raba mulut mereka, seolah tidak percaya bahwa sesuatu telah berubah.Hening sejenak. Semua orang menahan napas, menunggu dengan cemas.Kemudian, seorang anak laki-laki yang paling muda, dengan tubuh kecil dan wajah yang masih pucat, menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca. Ibunya juga menatapnya penuh harap, kedua tangannya gemetar, takut untuk berharap terlalu banyak."Ibu ...."Suara kecil itu memecah keheningan.Seketika, suara isakan terdengar. Mata sang ibu melebar, air mata langsung mengalir deras di pipinya. Tanpa pikir panjang, dia langsung menarik anaknya ke dalam pelukan erat."Anakku ... kau bisa bicara...! Kau bisa bicara!"Tangis haru segera pecah di s
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

Bab 245

Setelah sarapan, suasana menjadi lebih serius. Zhao Xueyan, Niuniu, Wu Liang, dan Tian Ming duduk di bawah pohon rindang, membentuk lingkaran kecil untuk berdiskusi."Kita tidak bisa meninggalkan desa ini begitu saja tanpa perlindungan," kata Zhao Xueyan sambil menyandarkan punggungnya pada kursi kayu. "Jika kita pergi, mereka akan rentan terhadap serangan lain."Niuniu mengangguk setuju, wajahnya penuh pertimbangan. Wu Liang menyilangkan tangan di dada, matanya fokus menatap Zhao Xueyan."Jadi, apa rencana Nona?" tanya Wu Liang.Zhao Xueyan menatap para wanita yang sedang sibuk membantu anak-anak di kejauhan. "Kita bisa memberikan mereka pengetahuan medis agar mereka bisa merawat diri sendiri. Selain itu, kita ajarkan mereka bela diri dan teknik formasi sederhana untuk melindungi desa."Niuniu langsung bersemangat."Itu ide yang bagus! Jika mereka memiliki pertahanan yang cukup kuat, desa ini tidak akan mudah dijajah oleh orang luar."Wu Liang mengangguk. "Aku bisa mengajari mereka t
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

Bab 246

Malam semakin larut, cahaya bulan redup menyelimuti desa Yingshi yang kini lebih tenang setelah kejadian mengerikan beberapa hari lalu. Angin berhembus pelan, menggoyangkan lentera-lentera yang tergantung di beranda rumah sederhana tempat Zhao Xueyan tinggal.Di dalam rumah itu, Zhao Xueyan duduk diam, menatap surat yang baru saja ia terima. Huruf-huruf yang tertulis dengan tinta hitam begitu jelas di matanya, meskipun isi surat itu sama sekali tidak membuat hatinya bergetar.Jenderal Zhao Yun. Nama itu tidak asing—itu adalah ayahnya.Namun, tidak ada perubahan di wajahnya. Hanya ekspresi dingin yang semakin membeku.Saat suara langkah kaki mendekat, Zhao Xueyan segera melipat surat itu dengan tenang sebelum Tian Ming muncul di ambang pintu."Kau menerima sesuatu?" Tian Ming bertanya, matanya yang tajam memperhatikan Zhao Xueyan dengan penuh selidik.Zhao Xueyan mengangkat kepalanya sebentar, lalu meletakkan surat itu di sampingnya tanpa niat untuk menyembunyikannya, namun juga tanpa
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Bab 247

Di bawah langit pagi yang masih diselimuti embun, empat sosok berkuda melaju meninggalkan desa Yingshi.Zhao Xueyan, Niuniu, Wu Liang, dan Tian Ming tidak menoleh ke belakang, namun mereka tahu para wanita dan anak-anak masih berdiri di sana, melambaikan tangan dengan mata berkaca-kaca.Bagi penduduk desa, keempat orang itu bukan hanya penyelamat, tetapi juga simbol harapan.Di sisi lain, prajurit Kekaisaran Tianyang yang baru tiba hanya bisa diam tertegun.Mereka terkejut melihat kaisar mereka, Tian Ming, mengenakan pakaian sederhana, tanpa mahkota, tanpa jubah keemasan.Lebih dari itu, mereka juga terheran-heran melihat bagaimana Tian Ming tampak begitu akrab dengan dua pemuda asing.Seorang jenderal yang diutus untuk mengurus desa Yingshi memandang kepergian mereka dengan ekspresi sulit ditebak."Yang Mulia benar-benar berbeda dari kita lihat di istana kekaisaran ...." gumamnya pelan. Namun, dia tidak berani banyak bicara.Kaisar mereka telah membuat keputusan. Tugas mereka hanyala
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Bab 248

Malam mulai merayap, angin dingin berhembus lembut di antara pepohonan saat Zhao Xueyan dan Niuniu melajukan kuda mereka dengan kecepatan stabil.Niuniu yang sedari tadi penasaran akhirnya bertanya, "Nona, kenapa kita tiba-tiba kembali ke Kekaisaran Zhengtang? Apakah ada sesuatu yang terjadi?"Zhao Xueyan tetap diam beberapa saat, matanya menatap lurus ke depan. Setelah menarik napas dalam, akhirnya ia membuka suara.Zhao Xueyan menjawab dengan nada tenang tapi tegang. "Aku mendapat surat dari ibu … ayah terkena racun yang berbahaya."Niuniu terkejut mendengar kabar itu. Tangannya yang memegang tali kendali kuda sedikit mengerat.Niuniu langsung terdengar khawatir. "Jenderal Zhao terkena racun?! Bagaimana bisa? Bukankah beberapa hari lalu beliau masih mengirim surat bahwa dirinya baik-baik saja?"Zhao Xueyan mengangguk, ekspresinya tetap dingin tapi sorot matanya mencerminkan kekhawatiran yang mendalam.Zhao Xueyan dengan wajah serius dan dalam berkata, "Itulah yang membuatku curiga.
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Bab 249

Di bawah cahaya bulan perak yang menggantung di langit, Bai Long melayang dengan anggun di antara awan. Udara malam terasa dingin, namun pemandangan bintang yang berkelap-kelip di langit luas membuat segalanya tampak tenang.Awalnya, Niuniu duduk tegang, tangannya mencengkeram erat sisik Bai Long, takut jatuh dari ketinggian. Namun, setelah beberapa saat, rasa takutnya berubah menjadi kegembiraan.Niuniu, tertawa kecil. "He! He! He! Tidak kusangka ini terasa menyenangkan! Rasanya seperti mimpi, nona! Aku terbang di atas naga!"Niuniu memandang ke bawah, melihat hamparan hutan dan sungai yang berkelok-kelok seperti garis perak di kegelapan serta melewati lautan yang sangat luas. Niuniu, tiba-tiba teringat sesuatu. "Ah! Pantas saja saat di tengah laut dulu, waktu Nona ditelan oleh Bai Long, Nona tetap selamat! Aku hampir mati ketakutan saat itu!"Niuniu menoleh tajam ke arah Bai Long, lalu menudingnya dengan ekspresi curiga.Niuniu, setengah bercanda tapi juga ingin tahu berkata, "Hei,
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Bab 250

Wu Liang hampir membuka mulutnya untuk bertanya lagi, merasa gelisah karena mereka sudah menunggu cukup lama. Namun, sebelum kata-katanya keluar, suara langkah kaki terdengar di antara pepohonan.Seseorang muncul dari kegelapan dan segera membungkuk hormat kepada Tian Ming. “Salam hormat hamba, Yang Mulia! Hamba datang melapor.” Wu Liang langsung mengenali suara itu—Yue Qi, ketua pengawal elit Tian Ming sekaligus rekannya yang paling bisa diandalkan.Tian Ming, langsung bertanya tanpa basa-basi. "Apa yang kau dapat dari penyelidikan kali ini?"Dengan ekspresi serius, Yue Qi mengangkat kepalanya dan menatap langsung ke arah Tian Ming, sebelum menyampaikan laporan yang telah dikumpulkannya.Wajah Yue Qi masih tetap terlihat dingin dengan balutan hanfu hitam dan penutup wajah seperti ninja. "Jenderal Zhao Yun terkena racun ganas, itulah alasan utama mengapa Nona Zhao Xueyan memutuskan untuk kembali."Mendengar itu, Wu Liang langsung menegang, sementara mata Tian Ming sedikit menyipit—s
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more
PREV
1
...
2324252627
...
30
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status