Wu Liang hampir membuka mulutnya untuk bertanya lagi, merasa gelisah karena mereka sudah menunggu cukup lama. Namun, sebelum kata-katanya keluar, suara langkah kaki terdengar di antara pepohonan.Seseorang muncul dari kegelapan dan segera membungkuk hormat kepada Tian Ming. “Salam hormat hamba, Yang Mulia! Hamba datang melapor.” Wu Liang langsung mengenali suara itu—Yue Qi, ketua pengawal elit Tian Ming sekaligus rekannya yang paling bisa diandalkan.Tian Ming, langsung bertanya tanpa basa-basi. "Apa yang kau dapat dari penyelidikan kali ini?"Dengan ekspresi serius, Yue Qi mengangkat kepalanya dan menatap langsung ke arah Tian Ming, sebelum menyampaikan laporan yang telah dikumpulkannya.Wajah Yue Qi masih tetap terlihat dingin dengan balutan hanfu hitam dan penutup wajah seperti ninja. "Jenderal Zhao Yun terkena racun ganas, itulah alasan utama mengapa Nona Zhao Xueyan memutuskan untuk kembali."Mendengar itu, Wu Liang langsung menegang, sementara mata Tian Ming sedikit menyipit—s
Wu Liang menggeram pelan, sedangkan tangan Tian Ming mengepal di balik jubahnya.Yue Qi, melanjutkan dengan nada lebih dalam. "Setelah menikahi nona Zhao Xueyan, Kaisar Zheng Yu mengabaikan Permaisuri Zhao Xueyan. Dia bahkan membiarkan selir-selirnya menindasnya … tanpa sedikit pun melindunginya. Bahkan kaisar Zheng Yu kadang turun tangan untuk menghukum nona Zhao Xueyan dengan kejam.”Wu Liang membelalakkan mata.Wu Liang menggeram marah. "Bajingan! Seorang kaisar memperlakukan permaisurinya seperti itu?!"Tian Ming tetap diam, tapi aura di sekelilingnya mulai berubah menekan. Yue Qi menatap lurus ke arah Tian Ming, lalu berkata satu hal terakhir yang membuat suasana semakin dingin.Yue Qi, menambahkan dengan suara pelan namun menusuk. "Dan yang lebih buruk … nona Zhao Xueyan diceraikan karena fitnah dari selir kaisar Zheng Yu. Nona Zhao Xueyan pernah diasingkan ke desa Qinghe tanpa pengawal. Namun, setelah mengetahui kebusukan para selir kaisar Zheng Yu akhir mengejar nona Zhao Xuey
Fajar mulai menyingsing di langit Kekaisaran Zhengtang. Saat sinar keemasan menerobos dedaunan, Zhao Xueyan dan Niuniu melompat turun dari punggung Bai Long, menginjakkan kaki di tanah yang masih basah oleh embun.Dalam sekejap, tubuh Bai Long mulai bersinar, berubah menjadi sosok pria tampan berambut panjang dengan mata tajam berwarna emas kehitaman.Niuniu menatapnya tanpa berkedip."Wah .…" tanpa sadar, dia bergumam.Bai Long tersenyum penuh kemenangan, menyilangkan tangan di dada. "Kau terpesona padaku, ya?" tanyanya dengan nada menggoda.Niuniu mendengus dan melipat tangan di depan dada. "Hah! Siapa yang terpesona? Aku hanya kagum melihat naga yang bisa berubah menjadi manusia. Lagipula, kau terlalu sombong!"Bai Long menyeringai, ekspresinya semakin tinggi hati. "Memang, aku sangat luar biasa."Sebelum perdebatan mereka semakin panjang, Zhao Xueyan mendesah pelan dan menegur dengan suara dingin."Cukup. Kita tidak punya waktu untuk berdebat soal ketampanan Bai Long."Niuniu lang
Langit mulai berubah jingga ketika Zhao Xueyan dan Niuniu terus memacu kuda mereka tanpa henti. Jarak antara gerbang Kekaisaran Zhengtang dan ibu kota masih sangat jauh, tapi Zhao Xueyan tidak berniat berhenti terlalu lama. Mereka hanya singgah sebentar untuk meminum air spiritual, memastikan stamina mereka tetap prima, lalu kembali melanjutkan perjalanan dengan kecepatan penuh. Sepanjang jalan, Niuniu sesekali melirik ke arah Zhao Xueyan yang tampak lebih diam dari biasanya. "Nona, kau yakin tidak ingin beristirahat sebentar?" tanya Niuniu, suaranya khawatir. Zhao Xueyan menggeleng tanpa menoleh. "Tidak. Semakin cepat kita tiba, semakin baik." Niuniu tidak membantah lagi. Dia tahu betapa cemasnya Zhao Xueyan terhadap kondisi ayahnya. Matahari semakin condong ke barat, cahaya keemasannya menyelimuti jalanan berbatu yang mulai ramai oleh para pelancong dan pedagang. Saat senja menjelang, akhirnya bayangan ibu kota Kekaisaran Zhengtang mulai terlihat di kejauhan. Gerbang megah ib
Zhao Xueyan melangkah mendekat ke ranjang, tatapannya tajam namun penuh kecemasan. Di atas tempat tidur, Jenderal Zhao Yun yang biasanya gagah kini tampak lemah.Matanya terbuka sedikit, terlihat ada keterkejutan di sana saat melihat putrinya. Sedangkan Niuniu terkejut melihat kondisi ayah sang majikan. Namun, sebelum Zhao Xueyan bisa berbicara, Bing Qing, sang ibu, sudah lebih dulu menubruknya dalam pelukan erat."Xueyan ... kau akhirnya kembali ...." isaknya, suaranya bergetar penuh kesedihan.Zhao Xueyan merasa dada ibunya bergetar hebat. “Ayahmu … Xueyan. Ibu takut.” “Tenanglah, Ibu.” Perlahan, Zhao Xueyan mengangkat tangannya, menepuk punggung sang ibu dengan lembut."Aku sudah kembali, Ibu. Ayah akan baik-baik saja," ucapnya, berusaha menenangkan.Bing Qing menarik napas dalam, mencoba mengendalikan emosinya.Setelah ibunya sedikit lebih tenang, Zhao Xueyan segera berlutut di samping tempat tidur.Tangannya diletakkan di pergelangan tangan sang ayah, mengalirkan energi spirit
Sebelum Zhao Xueyan pergi, gadis itu perlu melakukan sesuatu pada sang ayah agar racun tersebut tidak menyebar. Semua mata tertuju pada Zhao Xueyan, yang kini tengah bersiap melakukan teknik akupuntur. Dia mengangkat tangannya, dan dari cincin penyimpanan, muncul jarum-jarum emas yang berkilauan di bawah cahaya lentera.Tabib-tabib yang berada di sana terbelalak kaget.Itu adalah Jarum Emas Akupuntur!Dan bukan sembarang teknik, Zhao Xueyan akan menggunakan Teknik Akupuntur Dewa Seribu Jarum, teknik kuno yang telah lama dianggap punah.Bahkan, tabib-tabib kekaisaran pun tidak ada yang mampu menguasainya!Lao yang berada di samping tempat tidur menatap tak percaya."Nona Zhao Xueyan ... sejak kapan Anda menguasai teknik ini?" bisiknya.Namun, Zhao Xueyan tidak menjawab. Dia fokus sepenuhnya pada sang ayah.Tangannya bergerak cepat dan akurat, menancapkan jarum-jarum emas ke titik-titik vital di tubuh Jenderal Zhao Yun.Setiap kali jarum ditancapkan, energi spiritual Zhao Xueyan mengal
Malam itu, di dalam istana Kekaisaran Zhengtang, Kaisar Zheng Yu sedang sibuk di ruang kerjanya.Tumpukan dokumen tersebar di atas meja besar, namun pikirannya tidak benar-benar fokus. Di dalam hatinya, masih ada bayangan seorang wanita yang dulu menjadi miliknya—Zhao Xueyan.Tiba-tiba, suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari luar. Seorang prajurit berlari dengan tergopoh-gopoh, wajahnya tampak cemas.Saat tiba di depan pintu ruang kerja Kaisar Zheng Yu, dua pengawal yang berjaga segera menahan prajurit itu."Apa urusanmu berlari seperti ini?" tegur salah satu pengawal dengan nada tajam.Namun, prajurit itu tidak gentar."Ini penting! Aku harus melaporkan langsung pada Yang Mulia!”“Yang Mulia saat ini tidak ingin diganggu,” jawab salah satu pelayan tersebut.Tapi prajurit yang membawa pesan itu berkata ini sangat penting. “Informasi ini sangat penting! Yang Mulai Kaisar pasti menyukainya.” Namun, sepertinya prajurit pengawal depan itu menggeleng tegas. “Tidak!” Di dalam ruan
Di tengah malam yang pekat, Zhao Xueyan dan Niuniu memacu kuda mereka dengan cepat.Udara dingin menusuk kulit, angin berdesir kencang menerpa jubah mereka, namun tak ada yang bisa menghentikan tekad Zhao Xueyan.Niuniu yang berada di sampingnya sesekali melirik ke arah sang nona, merasa sedikit cemas."Nona, apa kita benar-benar akan ke Lembah Hitam Iblis?" tanya Niuniu, suaranya mengandung kekhawatiran.Zhao Xueyan tidak menjawab dengan segera. Matanya tetap lurus menatap ke depan, fokus pada perjalanan. Kemudian, dia sedikit menoleh dan berkata,"Aku harus mendapatkan Bunga Iblis itu. Tidak peduli betapa berbahayanya tempat itu."Niuniu menghela napas panjang. Dia tahu sekeras apa hati sang nona, jika sudah memutuskan sesuatu, tidak ada yang bisa mengubahnya.Di dalam ruang dimensi Zhao Xueyan, Bai Long yang mendengar percakapan itu akhirnya membuka suara."Kau yakin ingin pergi ke sana, Nona Zhao Xueyan?" Nada suaranya terdengar serius.Zhao Xueyan menjawab tanpa ragu, "Tentu saja
Zhao Xueyan mengibaskan tangannya, keempat mayat itu menghilang begitu saja. Kaisar Tian Ming dan Wu Liang terkejut, saling bertukar pandang sebelum menatap Zhao Xueyan dengan penuh tanya."Ke mana mayat-mayat itu?" tanya Kaisar Tian Ming dengan alis berkerut.Zhao Xueyan tetap tenang. "Mereka berada di tempat yang layak," jawabnya singkat. "Aku akan meneliti mereka lebih lanjut."Wu Liang yang masih kebingungan akhirnya bertanya lagi, "Meneliti? Maksudmu?"Zhao Xueyan menatapnya sekilas sebelum menoleh ke arah Niuniu. "Nanti akan kujelaskan. Sekarang, lebih baik kita beristirahat dan makan siang di sini."Meskipun masih bingung, Kaisar Tian Ming dan Wu Liang tidak bertanya lebih lanjut. Mereka percaya bahwa Zhao Xueyan memiliki alasannya sendiri.Mereka berjalan menjauh dari lokasi, mencari tempat yang lebih nyaman. Setelah menemukan sebuah tempat yang cukup lapang di bawah pepohonan rindang, mereka segera duduk.Niuniu dengan sigap mengambil makanan dari cincin ruang penyimpanannya.
Saat fajar mulai menyingsing, Zhao Xueyan dan Kaisar Tian Ming segera bergegas menuju arah selatan, tempat Kekaisaran Heifeng berada. Setelah mendapatkan informasi dari mata-mata kepercayaan Kaisar Tian Ming, mereka tak bisa lagi menunda pergerakan. Ancaman dari bangsa iblis yang telah mengumumkan perang semalam bukan hal yang bisa diremehkan. Lebih dari itu, pengkhianat yang bersembunyi di dalam kekaisaran manusia harus segera dibereskan sebelum semuanya terlambat.Dengan kecepatan penuh, Zhao Xueyan dan Kaisar Tian Ming melesat menaiki kuda-kuda mereka yang berlari seperti bayangan di tengah angin pagi. Di belakang mereka, Niuniu dan Wu Liang ikut serta, siap melindungi majikan masing-masing dengan kesetiaan penuh.Sepanjang perjalanan, Kaisar Tian Ming tampak murung. Tatapan tajamnya penuh dengan niat membunuh. "Pengkhianat itu harus segera dienyahkan," gumamnya dengan suara dingin.Zhao Xueyan yang menunggangi kudanya di sisi sang kaisar menatapnya sejenak. "Aku tahu kau ingin me
Setelah pertarungan yang melelahkan itu selesai, suasana mencekam masih menyelimuti desa Buo. Mayat-mayat hidup yang sebelumnya mengerikan kini telah berubah menjadi abu, dan para pria berjubah hitam telah dilenyapkan. Namun, sebelum siapa pun bisa bernapas lega, tiba-tiba sebuah suara menggema di seluruh langit. Suara itu berat, tajam, dan penuh dengan aura mengintimidasi."Aku, Penguasa Kegelapan, mengibarkan bendera perang untuk seluruh benua! Aku akan mengambil alih daratan manusia! Mereka yang memilih untuk bergabung, akan disambut. Tapi mereka yang menolak, akan dihancurkan tanpa belas kasihan!"Suara itu menggema dengan kekuatan besar, membuat siapa pun yang mendengarnya merasakan tekanan yang luar biasa. Para warga desa yang baru saja mulai merasa aman, kembali dicekam ketakutan. Mata mereka membelalak, tubuh mereka bergetar, dan napas mereka tertahan dalam dada.Zhao Xueyan menatap langit dengan ekspresi tajam. Insiden ciumannya dengan Kaisar Tian Ming yang masih membuatnya
Dalam hitungan detik, serangan itu hampir mengenai tubuhnya. Zhao Xueyan berusaha menghindar, namun efek ilusi membuat pergerakannya sedikit melambat. Clang! Tepat saat cakar iblis itu hampir menyentuhnya, sebuah pedang lain datang menangkis serangan itu dengan dentingan logam yang memekakkan telinga.Mata Zhao Xueyan terbelalak saat melihat siapa yang telah menolongnya. Di hadapannya, berdiri seorang pria dengan jubah hitam berkilauan, sorot matanya penuh dengan kemarahan yang membara. Kaisar Tian Ming!“Kau berani menyentuhnya?” suara Kaisar Tian Ming terdengar dingin dan penuh ancaman.Iblis bertanduk tiga itu melangkah mundur sedikit, merasakan tekanan yang sangat besar dari aura Kaisar Tian Ming. Namun, ia segera menyeringai licik. “Hah! Seorang Kaisar dari benua lain ikut campur urusan kami? Menarik!”Kaisar Tian Ming tidak menjawab. Dengan sekali gerakan, ia menebaskan pedangnya yang bersinar dengan energi biru yang meny
Swoosh! Zhao Xueyan menebaskan pedangnya yang berwarna keemasan pada iblis bertanduk tiga itu. Namun, iblis bertanduk tiga itu rupanya sangat gesit dan lincah. Boom! Duakh! Setiap serangan Zhao Xueyan berhasil dihindari dengan mudah, membuatnya semakin waspada. Iblis itu menyeringai, memperlihatkan taring tajamnya sebelum melesat maju dengan kecepatan luar biasa.“Ha! Ha! Ha! Hanya itu kemampuanmu, Nona manusia?” teriak iblis bertanduk tiga dengan suara mengejek sambil menyerang Zhao Xueyan. Clang! Zhao Xueyan menatap tajam ke arah iblis itu. “Jangan senang dulu!” Zhao Xueyan dengan sigap mengangkat pedangnya untuk menangkis serangan, namun kekuatan iblis bertanduk tiga itu jauh lebih besar dari perkiraannya. Boom!Duar! Dentuman keras terdengar saat pedang dan cakar saling beradu, menciptakan percikan energi yang menyebar di udara. Ugh! Zhao Xueyan terdorong ke belakang beberapa langkah, tapi dia dengan cepat menstabilkan diri dan kembali menyerang dengan lebih agresif.Di
Pertarungan semakin sengit. Zhao Xueyan dengan gesit melompat di antara mayat hidup yang terus berdatangan, pedangnya berkilau emas saat menebas mereka satu per satu. Setiap ayunan pedangnya mengeluarkan gelombang energi tajam, membuat beberapa mayat langsung terbelah dan hancur menjadi debu. Namun jumlah mereka terus bertambah, seakan tak ada habisnya.Di sisi lain, Bai Long dalam wujud manusianya bertarung dengan ganas. Mata tajamnya menyala, cakar hitam pekat menyapu musuh dengan kecepatan luar biasa. Setiap kali dia menyerang, angin berputar ganas di sekelilingnya, menghancurkan mayat hidup yang berani mendekat. Namun, delapan pria berjubah hitam di kejauhan masih berdiri tegak, mulut mereka komat-kamit membaca mantra."Nona, mereka adalah sumber dari semua ini!" Bai Long berseru sambil menebas beberapa mayat yang mencoba mencakar tubuhnya.Zhao Xueyan mengangguk cepat, menyadari bahwa mereka harus menghentikan pria-pria berjubah hi
Ternyata perkataan pria berjubah hitam itu benar, pertarungan ini belum selesai. Tiba-tiba, sepuluh pria berjubah hitam kembali muncul setelah pria berjubah hitam yang satunya mati. Namun sebelum tubuhnya berubah menjadi abu, ia sempat memanggil rekan-rekannya yang lain.Sepuluh pria berjubah hitam itu berdiri mengelilingi Zhao Xueyan dan Bai Long. Mereka mulai membaca mantra, menciptakan gelombang energi hitam yang menguar di udara. Zhao Xueyan merasakan kesadarannya mulai kabur, tubuhnya melemah, dan pandangannya kabur. Ilusi mulai terbentuk di sekelilingnya—bayangan masa lalu yang menyakitkan, suara-suara yang mengganggu pikirannya.Namun, sebelum Zhao Xueyan semakin tenggelam dalam ilusi itu, Bai Long dengan cepat menghunus pedangnya dan menusukkan ujungnya ke tanah, menciptakan ledakan energi yang menyapu aura hitam di sekitar Zhao Xueyan. Ia tersentak dan sadar kembali."Nona, fokuslah! Mereka mencoba memanipulasi pikiranmu!" seru Bai Long
Bai Long dan Zhao Xueyan bergerak secepat kilat. Pedang di tangan mereka berkilat di bawah cahaya obor yang remang-remang.Puluhan mayat hidup mengaum ganas, menyerbu tanpa takut mati. Namun, bagi Zhao Xueyan dan Bai Long, mereka hanyalah serangga yang menunggu untuk dimusnahkan.Swiing! Zhao Xueyan melesat ke depan, pedangnya berputar dalam lengkungan indah, menebas tiga mayat hidup dalam satu gerakan.Darah hitam menyembur ke tanah, tubuh-tubuh membusuk itu ambruk tanpa nyawa.Sementara itu, Bai Long bertarung dengan kekuatan naga hitamnya.Brak! Satu pukulan telak menghancurkan kepala mayat hidup yang mendekat.Bai Long menyeringai. "Terlalu mudah."Namun, musuh terus berdatangan.Dari dalam formasi, para warga semakin ketakutan.Beberapa perempuan dan anak-anak menangis ketakutan, memeluk satu sama lain."Apa kita akan mati?" bisik seorang ibu dengan wajah pucat.Niuniu berdiri di depan mereka, mencoba menenangkan."Percayalah pada Nona Zhao. Dia tidak akan membiarkan kalian mati
Angin malam bertiup lembut, menggoyangkan lentera-lentera yang menyala di rumah-rumah.Di bawah cahaya perisai emas yang kini melindungi desa, penduduk bisa tidur dengan tenang untuk pertama kalinya setelah sekian lama.Namun, jauh di kejauhan, sepasang mata merah mengawasi dengan dingin.*****Di sisi lain di ruang kerja yang luas dan mewah, Kaisar Tian Ming duduk di belakang meja besar dari kayu hitam.Tumpukan dokumen tertata rapi di hadapannya, tetapi pikirannya terus melayang pada sosok wanita dengan mata tajam dan sikap tak kenal takut.Zhao Xueyan.Sejak kejadian beberapa hari lalu, dia terus memikirkan wanita itu.Suara ketukan pintu menginterupsi lamunannya."Masuk," katanya dengan suara rendah dan berwibawa.Seorang pria berbaju hitam dengan armor ringan melangkah masuk. Dia adalah Yu Qie, pengawal elit kepercayaannya.Yu Qie berlutut dengan satu tangan di dada, melaporkan dengan suara tegas."Yang Mulia, pasukan iblis yang berani menerobos wilayah Kekaisaran Tian Yang telah