Sebelum Zhao Xueyan pergi, gadis itu perlu melakukan sesuatu pada sang ayah agar racun tersebut tidak menyebar. Semua mata tertuju pada Zhao Xueyan, yang kini tengah bersiap melakukan teknik akupuntur. Dia mengangkat tangannya, dan dari cincin penyimpanan, muncul jarum-jarum emas yang berkilauan di bawah cahaya lentera.Tabib-tabib yang berada di sana terbelalak kaget.Itu adalah Jarum Emas Akupuntur!Dan bukan sembarang teknik, Zhao Xueyan akan menggunakan Teknik Akupuntur Dewa Seribu Jarum, teknik kuno yang telah lama dianggap punah.Bahkan, tabib-tabib kekaisaran pun tidak ada yang mampu menguasainya!Lao yang berada di samping tempat tidur menatap tak percaya."Nona Zhao Xueyan ... sejak kapan Anda menguasai teknik ini?" bisiknya.Namun, Zhao Xueyan tidak menjawab. Dia fokus sepenuhnya pada sang ayah.Tangannya bergerak cepat dan akurat, menancapkan jarum-jarum emas ke titik-titik vital di tubuh Jenderal Zhao Yun.Setiap kali jarum ditancapkan, energi spiritual Zhao Xueyan mengal
Malam itu, di dalam istana Kekaisaran Zhengtang, Kaisar Zheng Yu sedang sibuk di ruang kerjanya.Tumpukan dokumen tersebar di atas meja besar, namun pikirannya tidak benar-benar fokus. Di dalam hatinya, masih ada bayangan seorang wanita yang dulu menjadi miliknya—Zhao Xueyan.Tiba-tiba, suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari luar. Seorang prajurit berlari dengan tergopoh-gopoh, wajahnya tampak cemas.Saat tiba di depan pintu ruang kerja Kaisar Zheng Yu, dua pengawal yang berjaga segera menahan prajurit itu."Apa urusanmu berlari seperti ini?" tegur salah satu pengawal dengan nada tajam.Namun, prajurit itu tidak gentar."Ini penting! Aku harus melaporkan langsung pada Yang Mulia!”“Yang Mulia saat ini tidak ingin diganggu,” jawab salah satu pelayan tersebut.Tapi prajurit yang membawa pesan itu berkata ini sangat penting. “Informasi ini sangat penting! Yang Mulai Kaisar pasti menyukainya.” Namun, sepertinya prajurit pengawal depan itu menggeleng tegas. “Tidak!” Di dalam ruan
Di tengah malam yang pekat, Zhao Xueyan dan Niuniu memacu kuda mereka dengan cepat.Udara dingin menusuk kulit, angin berdesir kencang menerpa jubah mereka, namun tak ada yang bisa menghentikan tekad Zhao Xueyan.Niuniu yang berada di sampingnya sesekali melirik ke arah sang nona, merasa sedikit cemas."Nona, apa kita benar-benar akan ke Lembah Hitam Iblis?" tanya Niuniu, suaranya mengandung kekhawatiran.Zhao Xueyan tidak menjawab dengan segera. Matanya tetap lurus menatap ke depan, fokus pada perjalanan. Kemudian, dia sedikit menoleh dan berkata,"Aku harus mendapatkan Bunga Iblis itu. Tidak peduli betapa berbahayanya tempat itu."Niuniu menghela napas panjang. Dia tahu sekeras apa hati sang nona, jika sudah memutuskan sesuatu, tidak ada yang bisa mengubahnya.Di dalam ruang dimensi Zhao Xueyan, Bai Long yang mendengar percakapan itu akhirnya membuka suara."Kau yakin ingin pergi ke sana, Nona Zhao Xueyan?" Nada suaranya terdengar serius.Zhao Xueyan menjawab tanpa ragu, "Tentu saja
Langit di atas Kekaisaran Zhengtang masih diselimuti awan kelam saat Kaisar Tian Ming tiba dengan menunggangi Bai Zhi, naga putihnya.Pria tampan itu turun dengan anggun, jubah kekaisarannya berkibar tertiup angin. Wajahnya tetap dingin dan tenang, tetapi tatapan matanya tajam, penuh kewaspadaan.Tiba-tiba, seorang prajurit elit datang tergesa-gesa, membungkuk dalam sebelum melapor."Yang Mulia, kami baru saja mendapatkan informasi bahwa Nona Zhao Xueyan telah berangkat ke Lembah Iblis untuk mencari Bunga Hua."Tian Ming diam sesaat. Namun, sebelum ia bisa mencerna informasi itu, prajurit itu melanjutkan."Selain itu, Nona Zhao Xueyan juga berniat mencari Akar Seribu Phoenix."Kali ini, mata Tian Ming menyipit, tetapi ekspresinya tetap dingin.Akar Seribu Phoenix?Kaisar Tian Ming mengenal tanaman itu dengan baik—tanaman langka yang hanya tumbuh di Kekaisaran Tianyang, tepatnya di halaman istana pribadinya.Lebih dari itu, hanya dirinya yang dapat mencabut tanaman tersebut."Zhao Xuey
Jari-jari Zhao Xueyan perlahan meraba-raba ke dalam cincin penyimpanan, bersiap untuk mengeluarkan senjata atau pil pendukung jika diperlukan.Tiba-tiba…Semak-semak di sekitar mereka bergoyang keras! Angin bertiup kencang, membawa aroma busuk dan hawa kematian.Zhao Xueyan langsung berdiri tegak, matanya bersinar tajam seperti elang yang siap menerkam."Keluarlah!" suaranya terdengar dingin dan tegas.Hening…Lalu…Sosok-sosok bayangan mulai bermunculan dari balik pepohonan. Jumlah mereka tidak sedikit.Mata mereka bersinar merah seperti bara api, tubuh mereka kurus dengan kulit keabu-abuan, taring dan cakar mereka tajam menakutkan.Mereka bukan manusia.Mereka adalah … Iblis Hutan hitam, yang menjaga di area luar lembah iblis. Mereka adalah makhluk ganas. Mereka mengeluarkan suara geraman rendah, melingkari Zhao Xueyan dan Niuniu, siap menerkam kapan saja.Bai Long mendecak pelan, ekspresinya tetap santai meski matanya menyiratkan bahaya."Hah … akhirnya mereka menunjukkan diri. In
Setelah pertarungan sengit melawan iblis penjaga lembah bagian luar, Zhao Xueyan, Niuniu, dan Bai Long akhirnya beristirahat sejenak.Meskipun mereka tidak mengalami luka berarti, keringat membasahi tubuh mereka akibat pertarungan yang intens.Niuniu mengelap dahinya sambil menghela napas. "Makhluk-makhluk itu benar-benar buas! Aku hampir kehilangan nyawa!"Bai Long menyeringai santai, menyilangkan tangan di dadanya. "Itu karena kau terlalu lambat, pelayan kecil. Jika kau lebih cepat, kau tidak perlu khawatir akan mati."Niuniu mendengus kesal. "Diam kau, ular menyebalkan!"Zhao Xueyan tidak menghiraukan perdebatan mereka, matanya tertumbuk pada dua kuda mereka yang berdiri di dekat pohon dengan tubuh gemetar.Luka cakaran terlihat di tubuh kedua kuda itu. Meskipun tidak fatal, darah segar masih mengalir dari luka-luka mereka."Kalian juga terluka, ya ...." ujar Zhao Xueyan sambil mendekati kuda-kuda itu.Niuniu langsung menunjukkan ekspresi sedih saat melihat kuda kesayangannya dalam
Saat Zhao Xueyan, Niuniu, dan Bai Long terus berjalan memasuki hutan hitam yang semakin pekat, suasana semakin mencekam.Cahaya matahari tak mampu menembus dedaunan hitam yang menjulang di atas mereka, menciptakan bayangan aneh di sepanjang jalan setapak yang mereka lalui.Zhao Xueyan tetap tenang dan fokus, sementara Niuniu mulai merasa gelisah. Bai Long, seperti biasa, berjalan santai tanpa peduli dengan ancaman yang mungkin mengintai mereka. Tiba-tiba…"Akh!"Tubuh Niuniu tersentak ke belakang!Zhao Xueyan segera menoleh dan melihat kaki Niuniu terjerat akar tebal berwarna hitam keunguan, yang perlahan mulai menariknya ke dalam tanah."Niuniu!"Dengan cepat, Zhao Xueyan menghunus pedang roh emasnya dan menebas akar tersebut dengan satu gerakan cepat!Srak!Akar itu terpotong, dan Niuniu langsung terhempas ke tanah. Napasnya terengah-engah, sementara wajahnya masih dipenuhi ketakutan.Namun sebelum mereka bisa bernapas lega, tiba-tiba gema tawa lirih terdengar di udara.Tiba-tiba, t
Puluhan akar tanaman raksasa yang tajam mengelilingi Zhao Xueyan, Niuniu, dan Bai Long. Akar-akar itu bergetar, seolah hidup dan siap menerkam mereka kapan saja."Sial, jumlahnya banyak sekali!" gerutu Niuniu sambil memegang erat cambuknya.Salah satu akar meluncur dengan kecepatan tinggi, membentuk tombak tajam yang langsung mengarah ke jantung Zhao Xueyan!Swiiing!Dengan sigap, Zhao Xueyan mengangkat pedangnya dan menangkis serangan itu dengan keras!Clang! Suara benturan logam bertemu benda keras terdengar nyaring, menggema di dalam hutan kelam itu.Zhao Xueyan mengerahkan kekuatan, mendorong akar itu ke belakang. Namun, serangan belum berhenti sampai disitu. Beberapa akar meluncur dari berbagai arah, mencoba menusuk dan mengikat tubuh mereka bertiga!"Niuniu, Bai Long, hindari!" perintah Zhao Xueyan.Niuniu melompat ke belakang, mencambukkan senjatanya ke udara. Cambuknya bersinar dengan energi spiritual, menghantam beberapa akar yang mencoba menyerangnya."Dasar akar menjijikk
Zhao Xueyan mengibaskan tangannya, keempat mayat itu menghilang begitu saja. Kaisar Tian Ming dan Wu Liang terkejut, saling bertukar pandang sebelum menatap Zhao Xueyan dengan penuh tanya."Ke mana mayat-mayat itu?" tanya Kaisar Tian Ming dengan alis berkerut.Zhao Xueyan tetap tenang. "Mereka berada di tempat yang layak," jawabnya singkat. "Aku akan meneliti mereka lebih lanjut."Wu Liang yang masih kebingungan akhirnya bertanya lagi, "Meneliti? Maksudmu?"Zhao Xueyan menatapnya sekilas sebelum menoleh ke arah Niuniu. "Nanti akan kujelaskan. Sekarang, lebih baik kita beristirahat dan makan siang di sini."Meskipun masih bingung, Kaisar Tian Ming dan Wu Liang tidak bertanya lebih lanjut. Mereka percaya bahwa Zhao Xueyan memiliki alasannya sendiri.Mereka berjalan menjauh dari lokasi, mencari tempat yang lebih nyaman. Setelah menemukan sebuah tempat yang cukup lapang di bawah pepohonan rindang, mereka segera duduk.Niuniu dengan sigap mengambil makanan dari cincin ruang penyimpanannya.
Saat fajar mulai menyingsing, Zhao Xueyan dan Kaisar Tian Ming segera bergegas menuju arah selatan, tempat Kekaisaran Heifeng berada. Setelah mendapatkan informasi dari mata-mata kepercayaan Kaisar Tian Ming, mereka tak bisa lagi menunda pergerakan. Ancaman dari bangsa iblis yang telah mengumumkan perang semalam bukan hal yang bisa diremehkan. Lebih dari itu, pengkhianat yang bersembunyi di dalam kekaisaran manusia harus segera dibereskan sebelum semuanya terlambat.Dengan kecepatan penuh, Zhao Xueyan dan Kaisar Tian Ming melesat menaiki kuda-kuda mereka yang berlari seperti bayangan di tengah angin pagi. Di belakang mereka, Niuniu dan Wu Liang ikut serta, siap melindungi majikan masing-masing dengan kesetiaan penuh.Sepanjang perjalanan, Kaisar Tian Ming tampak murung. Tatapan tajamnya penuh dengan niat membunuh. "Pengkhianat itu harus segera dienyahkan," gumamnya dengan suara dingin.Zhao Xueyan yang menunggangi kudanya di sisi sang kaisar menatapnya sejenak. "Aku tahu kau ingin me
Setelah pertarungan yang melelahkan itu selesai, suasana mencekam masih menyelimuti desa Buo. Mayat-mayat hidup yang sebelumnya mengerikan kini telah berubah menjadi abu, dan para pria berjubah hitam telah dilenyapkan. Namun, sebelum siapa pun bisa bernapas lega, tiba-tiba sebuah suara menggema di seluruh langit. Suara itu berat, tajam, dan penuh dengan aura mengintimidasi."Aku, Penguasa Kegelapan, mengibarkan bendera perang untuk seluruh benua! Aku akan mengambil alih daratan manusia! Mereka yang memilih untuk bergabung, akan disambut. Tapi mereka yang menolak, akan dihancurkan tanpa belas kasihan!"Suara itu menggema dengan kekuatan besar, membuat siapa pun yang mendengarnya merasakan tekanan yang luar biasa. Para warga desa yang baru saja mulai merasa aman, kembali dicekam ketakutan. Mata mereka membelalak, tubuh mereka bergetar, dan napas mereka tertahan dalam dada.Zhao Xueyan menatap langit dengan ekspresi tajam. Insiden ciumannya dengan Kaisar Tian Ming yang masih membuatnya
Dalam hitungan detik, serangan itu hampir mengenai tubuhnya. Zhao Xueyan berusaha menghindar, namun efek ilusi membuat pergerakannya sedikit melambat. Clang! Tepat saat cakar iblis itu hampir menyentuhnya, sebuah pedang lain datang menangkis serangan itu dengan dentingan logam yang memekakkan telinga.Mata Zhao Xueyan terbelalak saat melihat siapa yang telah menolongnya. Di hadapannya, berdiri seorang pria dengan jubah hitam berkilauan, sorot matanya penuh dengan kemarahan yang membara. Kaisar Tian Ming!“Kau berani menyentuhnya?” suara Kaisar Tian Ming terdengar dingin dan penuh ancaman.Iblis bertanduk tiga itu melangkah mundur sedikit, merasakan tekanan yang sangat besar dari aura Kaisar Tian Ming. Namun, ia segera menyeringai licik. “Hah! Seorang Kaisar dari benua lain ikut campur urusan kami? Menarik!”Kaisar Tian Ming tidak menjawab. Dengan sekali gerakan, ia menebaskan pedangnya yang bersinar dengan energi biru yang meny
Swoosh! Zhao Xueyan menebaskan pedangnya yang berwarna keemasan pada iblis bertanduk tiga itu. Namun, iblis bertanduk tiga itu rupanya sangat gesit dan lincah. Boom! Duakh! Setiap serangan Zhao Xueyan berhasil dihindari dengan mudah, membuatnya semakin waspada. Iblis itu menyeringai, memperlihatkan taring tajamnya sebelum melesat maju dengan kecepatan luar biasa.“Ha! Ha! Ha! Hanya itu kemampuanmu, Nona manusia?” teriak iblis bertanduk tiga dengan suara mengejek sambil menyerang Zhao Xueyan. Clang! Zhao Xueyan menatap tajam ke arah iblis itu. “Jangan senang dulu!” Zhao Xueyan dengan sigap mengangkat pedangnya untuk menangkis serangan, namun kekuatan iblis bertanduk tiga itu jauh lebih besar dari perkiraannya. Boom!Duar! Dentuman keras terdengar saat pedang dan cakar saling beradu, menciptakan percikan energi yang menyebar di udara. Ugh! Zhao Xueyan terdorong ke belakang beberapa langkah, tapi dia dengan cepat menstabilkan diri dan kembali menyerang dengan lebih agresif.Di
Pertarungan semakin sengit. Zhao Xueyan dengan gesit melompat di antara mayat hidup yang terus berdatangan, pedangnya berkilau emas saat menebas mereka satu per satu. Setiap ayunan pedangnya mengeluarkan gelombang energi tajam, membuat beberapa mayat langsung terbelah dan hancur menjadi debu. Namun jumlah mereka terus bertambah, seakan tak ada habisnya.Di sisi lain, Bai Long dalam wujud manusianya bertarung dengan ganas. Mata tajamnya menyala, cakar hitam pekat menyapu musuh dengan kecepatan luar biasa. Setiap kali dia menyerang, angin berputar ganas di sekelilingnya, menghancurkan mayat hidup yang berani mendekat. Namun, delapan pria berjubah hitam di kejauhan masih berdiri tegak, mulut mereka komat-kamit membaca mantra."Nona, mereka adalah sumber dari semua ini!" Bai Long berseru sambil menebas beberapa mayat yang mencoba mencakar tubuhnya.Zhao Xueyan mengangguk cepat, menyadari bahwa mereka harus menghentikan pria-pria berjubah hi
Ternyata perkataan pria berjubah hitam itu benar, pertarungan ini belum selesai. Tiba-tiba, sepuluh pria berjubah hitam kembali muncul setelah pria berjubah hitam yang satunya mati. Namun sebelum tubuhnya berubah menjadi abu, ia sempat memanggil rekan-rekannya yang lain.Sepuluh pria berjubah hitam itu berdiri mengelilingi Zhao Xueyan dan Bai Long. Mereka mulai membaca mantra, menciptakan gelombang energi hitam yang menguar di udara. Zhao Xueyan merasakan kesadarannya mulai kabur, tubuhnya melemah, dan pandangannya kabur. Ilusi mulai terbentuk di sekelilingnya—bayangan masa lalu yang menyakitkan, suara-suara yang mengganggu pikirannya.Namun, sebelum Zhao Xueyan semakin tenggelam dalam ilusi itu, Bai Long dengan cepat menghunus pedangnya dan menusukkan ujungnya ke tanah, menciptakan ledakan energi yang menyapu aura hitam di sekitar Zhao Xueyan. Ia tersentak dan sadar kembali."Nona, fokuslah! Mereka mencoba memanipulasi pikiranmu!" seru Bai Long
Bai Long dan Zhao Xueyan bergerak secepat kilat. Pedang di tangan mereka berkilat di bawah cahaya obor yang remang-remang.Puluhan mayat hidup mengaum ganas, menyerbu tanpa takut mati. Namun, bagi Zhao Xueyan dan Bai Long, mereka hanyalah serangga yang menunggu untuk dimusnahkan.Swiing! Zhao Xueyan melesat ke depan, pedangnya berputar dalam lengkungan indah, menebas tiga mayat hidup dalam satu gerakan.Darah hitam menyembur ke tanah, tubuh-tubuh membusuk itu ambruk tanpa nyawa.Sementara itu, Bai Long bertarung dengan kekuatan naga hitamnya.Brak! Satu pukulan telak menghancurkan kepala mayat hidup yang mendekat.Bai Long menyeringai. "Terlalu mudah."Namun, musuh terus berdatangan.Dari dalam formasi, para warga semakin ketakutan.Beberapa perempuan dan anak-anak menangis ketakutan, memeluk satu sama lain."Apa kita akan mati?" bisik seorang ibu dengan wajah pucat.Niuniu berdiri di depan mereka, mencoba menenangkan."Percayalah pada Nona Zhao. Dia tidak akan membiarkan kalian mati
Angin malam bertiup lembut, menggoyangkan lentera-lentera yang menyala di rumah-rumah.Di bawah cahaya perisai emas yang kini melindungi desa, penduduk bisa tidur dengan tenang untuk pertama kalinya setelah sekian lama.Namun, jauh di kejauhan, sepasang mata merah mengawasi dengan dingin.*****Di sisi lain di ruang kerja yang luas dan mewah, Kaisar Tian Ming duduk di belakang meja besar dari kayu hitam.Tumpukan dokumen tertata rapi di hadapannya, tetapi pikirannya terus melayang pada sosok wanita dengan mata tajam dan sikap tak kenal takut.Zhao Xueyan.Sejak kejadian beberapa hari lalu, dia terus memikirkan wanita itu.Suara ketukan pintu menginterupsi lamunannya."Masuk," katanya dengan suara rendah dan berwibawa.Seorang pria berbaju hitam dengan armor ringan melangkah masuk. Dia adalah Yu Qie, pengawal elit kepercayaannya.Yu Qie berlutut dengan satu tangan di dada, melaporkan dengan suara tegas."Yang Mulia, pasukan iblis yang berani menerobos wilayah Kekaisaran Tian Yang telah