Home / Fantasi / Dewi Penyembuh Surgawi / Chapter 251 - Chapter 260

All Chapters of Dewi Penyembuh Surgawi : Chapter 251 - Chapter 260

296 Chapters

Bab 251

Wu Liang menggeram pelan, sedangkan tangan Tian Ming mengepal di balik jubahnya.Yue Qi, melanjutkan dengan nada lebih dalam. "Setelah menikahi nona Zhao Xueyan, Kaisar Zheng Yu mengabaikan Permaisuri Zhao Xueyan. Dia bahkan membiarkan selir-selirnya menindasnya … tanpa sedikit pun melindunginya. Bahkan kaisar Zheng Yu kadang turun tangan untuk menghukum nona Zhao Xueyan dengan kejam.”Wu Liang membelalakkan mata.Wu Liang menggeram marah. "Bajingan! Seorang kaisar memperlakukan permaisurinya seperti itu?!"Tian Ming tetap diam, tapi aura di sekelilingnya mulai berubah menekan. Yue Qi menatap lurus ke arah Tian Ming, lalu berkata satu hal terakhir yang membuat suasana semakin dingin.Yue Qi, menambahkan dengan suara pelan namun menusuk. "Dan yang lebih buruk … nona Zhao Xueyan diceraikan karena fitnah dari selir kaisar Zheng Yu. Nona Zhao Xueyan pernah diasingkan ke desa Qinghe tanpa pengawal. Namun, setelah mengetahui kebusukan para selir kaisar Zheng Yu akhir mengejar nona Zhao Xuey
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Bab 252

Fajar mulai menyingsing di langit Kekaisaran Zhengtang. Saat sinar keemasan menerobos dedaunan, Zhao Xueyan dan Niuniu melompat turun dari punggung Bai Long, menginjakkan kaki di tanah yang masih basah oleh embun.Dalam sekejap, tubuh Bai Long mulai bersinar, berubah menjadi sosok pria tampan berambut panjang dengan mata tajam berwarna emas kehitaman.Niuniu menatapnya tanpa berkedip."Wah .…" tanpa sadar, dia bergumam.Bai Long tersenyum penuh kemenangan, menyilangkan tangan di dada. "Kau terpesona padaku, ya?" tanyanya dengan nada menggoda.Niuniu mendengus dan melipat tangan di depan dada. "Hah! Siapa yang terpesona? Aku hanya kagum melihat naga yang bisa berubah menjadi manusia. Lagipula, kau terlalu sombong!"Bai Long menyeringai, ekspresinya semakin tinggi hati. "Memang, aku sangat luar biasa."Sebelum perdebatan mereka semakin panjang, Zhao Xueyan mendesah pelan dan menegur dengan suara dingin."Cukup. Kita tidak punya waktu untuk berdebat soal ketampanan Bai Long."Niuniu lang
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more

Bab 253

Langit mulai berubah jingga ketika Zhao Xueyan dan Niuniu terus memacu kuda mereka tanpa henti. Jarak antara gerbang Kekaisaran Zhengtang dan ibu kota masih sangat jauh, tapi Zhao Xueyan tidak berniat berhenti terlalu lama. Mereka hanya singgah sebentar untuk meminum air spiritual, memastikan stamina mereka tetap prima, lalu kembali melanjutkan perjalanan dengan kecepatan penuh. Sepanjang jalan, Niuniu sesekali melirik ke arah Zhao Xueyan yang tampak lebih diam dari biasanya. "Nona, kau yakin tidak ingin beristirahat sebentar?" tanya Niuniu, suaranya khawatir. Zhao Xueyan menggeleng tanpa menoleh. "Tidak. Semakin cepat kita tiba, semakin baik." Niuniu tidak membantah lagi. Dia tahu betapa cemasnya Zhao Xueyan terhadap kondisi ayahnya. Matahari semakin condong ke barat, cahaya keemasannya menyelimuti jalanan berbatu yang mulai ramai oleh para pelancong dan pedagang. Saat senja menjelang, akhirnya bayangan ibu kota Kekaisaran Zhengtang mulai terlihat di kejauhan. Gerbang megah ib
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more

Bab 254

Zhao Xueyan melangkah mendekat ke ranjang, tatapannya tajam namun penuh kecemasan. Di atas tempat tidur, Jenderal Zhao Yun yang biasanya gagah kini tampak lemah.Matanya terbuka sedikit, terlihat ada keterkejutan di sana saat melihat putrinya. Sedangkan Niuniu terkejut melihat kondisi ayah sang majikan. Namun, sebelum Zhao Xueyan bisa berbicara, Bing Qing, sang ibu, sudah lebih dulu menubruknya dalam pelukan erat."Xueyan ... kau akhirnya kembali ...." isaknya, suaranya bergetar penuh kesedihan.Zhao Xueyan merasa dada ibunya bergetar hebat. “Ayahmu … Xueyan. Ibu takut.” “Tenanglah, Ibu.” Perlahan, Zhao Xueyan mengangkat tangannya, menepuk punggung sang ibu dengan lembut."Aku sudah kembali, Ibu. Ayah akan baik-baik saja," ucapnya, berusaha menenangkan.Bing Qing menarik napas dalam, mencoba mengendalikan emosinya.Setelah ibunya sedikit lebih tenang, Zhao Xueyan segera berlutut di samping tempat tidur.Tangannya diletakkan di pergelangan tangan sang ayah, mengalirkan energi spirit
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more

Bab 255

Sebelum Zhao Xueyan pergi, gadis itu perlu melakukan sesuatu pada sang ayah agar racun tersebut tidak menyebar. Semua mata tertuju pada Zhao Xueyan, yang kini tengah bersiap melakukan teknik akupuntur. Dia mengangkat tangannya, dan dari cincin penyimpanan, muncul jarum-jarum emas yang berkilauan di bawah cahaya lentera.Tabib-tabib yang berada di sana terbelalak kaget.Itu adalah Jarum Emas Akupuntur!Dan bukan sembarang teknik, Zhao Xueyan akan menggunakan Teknik Akupuntur Dewa Seribu Jarum, teknik kuno yang telah lama dianggap punah.Bahkan, tabib-tabib kekaisaran pun tidak ada yang mampu menguasainya!Lao yang berada di samping tempat tidur menatap tak percaya."Nona Zhao Xueyan ... sejak kapan Anda menguasai teknik ini?" bisiknya.Namun, Zhao Xueyan tidak menjawab. Dia fokus sepenuhnya pada sang ayah.Tangannya bergerak cepat dan akurat, menancapkan jarum-jarum emas ke titik-titik vital di tubuh Jenderal Zhao Yun.Setiap kali jarum ditancapkan, energi spiritual Zhao Xueyan mengal
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Bab 256

Malam itu, di dalam istana Kekaisaran Zhengtang, Kaisar Zheng Yu sedang sibuk di ruang kerjanya.Tumpukan dokumen tersebar di atas meja besar, namun pikirannya tidak benar-benar fokus. Di dalam hatinya, masih ada bayangan seorang wanita yang dulu menjadi miliknya—Zhao Xueyan.Tiba-tiba, suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari luar. Seorang prajurit berlari dengan tergopoh-gopoh, wajahnya tampak cemas.Saat tiba di depan pintu ruang kerja Kaisar Zheng Yu, dua pengawal yang berjaga segera menahan prajurit itu."Apa urusanmu berlari seperti ini?" tegur salah satu pengawal dengan nada tajam.Namun, prajurit itu tidak gentar."Ini penting! Aku harus melaporkan langsung pada Yang Mulia!”“Yang Mulia saat ini tidak ingin diganggu,” jawab salah satu pelayan tersebut.Tapi prajurit yang membawa pesan itu berkata ini sangat penting. “Informasi ini sangat penting! Yang Mulai Kaisar pasti menyukainya.” Namun, sepertinya prajurit pengawal depan itu menggeleng tegas. “Tidak!” Di dalam ruan
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Bab 257

Di tengah malam yang pekat, Zhao Xueyan dan Niuniu memacu kuda mereka dengan cepat.Udara dingin menusuk kulit, angin berdesir kencang menerpa jubah mereka, namun tak ada yang bisa menghentikan tekad Zhao Xueyan.Niuniu yang berada di sampingnya sesekali melirik ke arah sang nona, merasa sedikit cemas."Nona, apa kita benar-benar akan ke Lembah Hitam Iblis?" tanya Niuniu, suaranya mengandung kekhawatiran.Zhao Xueyan tidak menjawab dengan segera. Matanya tetap lurus menatap ke depan, fokus pada perjalanan. Kemudian, dia sedikit menoleh dan berkata,"Aku harus mendapatkan Bunga Iblis itu. Tidak peduli betapa berbahayanya tempat itu."Niuniu menghela napas panjang. Dia tahu sekeras apa hati sang nona, jika sudah memutuskan sesuatu, tidak ada yang bisa mengubahnya.Di dalam ruang dimensi Zhao Xueyan, Bai Long yang mendengar percakapan itu akhirnya membuka suara."Kau yakin ingin pergi ke sana, Nona Zhao Xueyan?" Nada suaranya terdengar serius.Zhao Xueyan menjawab tanpa ragu, "Tentu saja
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Bab 258

Langit di atas Kekaisaran Zhengtang masih diselimuti awan kelam saat Kaisar Tian Ming tiba dengan menunggangi Bai Zhi, naga putihnya.Pria tampan itu turun dengan anggun, jubah kekaisarannya berkibar tertiup angin. Wajahnya tetap dingin dan tenang, tetapi tatapan matanya tajam, penuh kewaspadaan.Tiba-tiba, seorang prajurit elit datang tergesa-gesa, membungkuk dalam sebelum melapor."Yang Mulia, kami baru saja mendapatkan informasi bahwa Nona Zhao Xueyan telah berangkat ke Lembah Iblis untuk mencari Bunga Hua."Tian Ming diam sesaat. Namun, sebelum ia bisa mencerna informasi itu, prajurit itu melanjutkan."Selain itu, Nona Zhao Xueyan juga berniat mencari Akar Seribu Phoenix."Kali ini, mata Tian Ming menyipit, tetapi ekspresinya tetap dingin.Akar Seribu Phoenix?Kaisar Tian Ming mengenal tanaman itu dengan baik—tanaman langka yang hanya tumbuh di Kekaisaran Tianyang, tepatnya di halaman istana pribadinya.Lebih dari itu, hanya dirinya yang dapat mencabut tanaman tersebut."Zhao Xuey
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Bab 259

Jari-jari Zhao Xueyan perlahan meraba-raba ke dalam cincin penyimpanan, bersiap untuk mengeluarkan senjata atau pil pendukung jika diperlukan.Tiba-tiba…Semak-semak di sekitar mereka bergoyang keras! Angin bertiup kencang, membawa aroma busuk dan hawa kematian.Zhao Xueyan langsung berdiri tegak, matanya bersinar tajam seperti elang yang siap menerkam."Keluarlah!" suaranya terdengar dingin dan tegas.Hening…Lalu…Sosok-sosok bayangan mulai bermunculan dari balik pepohonan. Jumlah mereka tidak sedikit.Mata mereka bersinar merah seperti bara api, tubuh mereka kurus dengan kulit keabu-abuan, taring dan cakar mereka tajam menakutkan.Mereka bukan manusia.Mereka adalah … Iblis Hutan hitam, yang menjaga di area luar lembah iblis. Mereka adalah makhluk ganas. Mereka mengeluarkan suara geraman rendah, melingkari Zhao Xueyan dan Niuniu, siap menerkam kapan saja.Bai Long mendecak pelan, ekspresinya tetap santai meski matanya menyiratkan bahaya."Hah … akhirnya mereka menunjukkan diri. In
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Bab 260

Setelah pertarungan sengit melawan iblis penjaga lembah bagian luar, Zhao Xueyan, Niuniu, dan Bai Long akhirnya beristirahat sejenak.Meskipun mereka tidak mengalami luka berarti, keringat membasahi tubuh mereka akibat pertarungan yang intens.Niuniu mengelap dahinya sambil menghela napas. "Makhluk-makhluk itu benar-benar buas! Aku hampir kehilangan nyawa!"Bai Long menyeringai santai, menyilangkan tangan di dadanya. "Itu karena kau terlalu lambat, pelayan kecil. Jika kau lebih cepat, kau tidak perlu khawatir akan mati."Niuniu mendengus kesal. "Diam kau, ular menyebalkan!"Zhao Xueyan tidak menghiraukan perdebatan mereka, matanya tertumbuk pada dua kuda mereka yang berdiri di dekat pohon dengan tubuh gemetar.Luka cakaran terlihat di tubuh kedua kuda itu. Meskipun tidak fatal, darah segar masih mengalir dari luka-luka mereka."Kalian juga terluka, ya ...." ujar Zhao Xueyan sambil mendekati kuda-kuda itu.Niuniu langsung menunjukkan ekspresi sedih saat melihat kuda kesayangannya dalam
last updateLast Updated : 2025-03-08
Read more
PREV
1
...
2425262728
...
30
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status