Home / Fantasi / Dewi Penyembuh Surgawi / Chapter 271 - Chapter 280

All Chapters of Dewi Penyembuh Surgawi : Chapter 271 - Chapter 280

296 Chapters

Bab 271

Kabut pekat menyelimuti Lembah Iblis, menyisakan kegelapan yang semakin mencekik. Zhao Xueyan berjuang sekuat tenaga, tetapi akar hitam darah yang melilit tubuhnya semakin erat, menghisap energi Qi dalam tubuhnya sedikit demi sedikit. Semakin lama, tubuhnya terasa lemas, kekuatannya terkuras."Nona!" Niuniu melesat ke depan dengan belati terhunus, mencoba menebas akar hitam yang mengikat Zhao Xueyan.Namun, sebelum ia berhasil, sebuah energi hitam melesat ke arahnya.Boom!Duar! Tubuh Niuniu terpental ke belakang, menghantam tanah dengan keras. Ia merasakan dadanya sesak, lalu seteguk darah segar keluar dari mulutnya.Uhuk! Uhuk! Sementara itu, Bai Long masih bertarung sengit dengan makhluk-makhluk menjijikkan yang seakan tidak ada habisnya."Sial! Berapa banyak lagi mereka akan muncul?!" Bai Long menggeram, pedangnya terus bergerak, menebas tubuh-tubuh mengerikan itu. Namun, seperti sebelumnya, mereka kembali menyatu dan melipatgandakan diri.Zhao Xueyan semakin melemah. Matanya mu
last updateLast Updated : 2025-03-12
Read more

Bab 272

Wu Liang berusaha tetap tegak saat memapah Niuniu yang terluka parah. Gadis itu hampir tidak sadarkan diri, wajahnya pucat dengan darah mengalir dari sudut bibirnya. Napasnya tersengal, tapi matanya masih berusaha terbuka. “Ayo! Pelan-pelan saja!” Wu Liang memperingati Niuniu yang masih bergerak. Bai Long, yang sebelumnya bertarung tanpa henti, mengerti bahwa mereka tidak bisa bertahan lebih lama. Tanpa banyak bicara, ia segera masuk ke ruang dimensi, kembali ke tempat di mana ia bisa memulihkan energinya.Di sisi lain, Kaisar Tian Ming masih menggendong Zhao Xueyan dalam pelukannya. Wajahnya dingin, tetapi sorot matanya menyimpan kekhawatiran yang dalam.Tanpa memberi kesempatan bagi siapa pun untuk menghentikannya, ia memberi isyarat pada pasukannya, lalu—dengan satu gerakan tajam, mereka menghilang dalam sekejap. Seakan mereka tidak pernah ada di tempat itu.Dan tepat setelah mereka pergi. “Hentikan! Siapa disana?!"Dari kejauhan, pasukan lain mendekat dengan cepat. Pasukan Kaisa
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Bab 273

Di dalam kamar yang diterangi oleh cahaya lentera, Nyonya Bing Qing duduk dengan cemas di samping ranjang. Tangannya dengan lembut menyeka keringat dingin yang mengalir di pelipis Jenderal Zhao Yun, suaminya yang masih terbaring lemah akibat racun mematikan.Wajahnya pucat, napasnya tersengal. Sudah berhari-hari racun itu menggerogoti tubuhnya, dan hingga kini, mereka masih belum menemukan penawarnya.Tiba-tiba, suara langkah kaki tergesa dari pelayan terdengar di luar pintu."Nyonya, Nona Xueyan sudah kembali! Tapi keadaannya … dia pingsan, dan dibawa oleh seorang pria asing!""Apa?"Napas Bing Qing tercekat. Ia bangkit dari tempat duduknya dengan tatapan panik.Tanpa membuang waktu, ia langsung berjalan cepat keluar kamar, nyaris berlari menyusuri lorong menuju aula utama. Hatinya berdebar keras. Perasaan gelisah menggerogoti dirinya.Dan di sana, tepat di tengah aula yang diterangi lentera besar, suaminya tidak sendirian yang terbaring lemah—putri kesayangannya juga dalam keadaan s
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Bab 274

Di dalam kamar yang sunyi, suasana masih dipenuhi ketegangan.Tian Ming duduk di tepi ranjang, menatap Zhao Xueyan dengan penuh kelembutan."Akar Seribu Phoenix sudah ada," katanya, suaranya tenang. "Kondisi ayahmu akan membaik. Lebih baik kau fokus memulihkan tubuhmu terlebih dahulu. “Tapi—” Zhao Xueyan mencoba membantah, namun melihat tatapan Tian Ming membuatnya terdiam. “Bagaimana bisa kau menyembuhkan Jenderal Zhao, sedangkan kau masih terluka? Kau butuh banyak energi untuk melakukan pengobatan,” kata Tian Ming. Mendengar hal itu, Zhao Xueyan akhirnya merasa lega.Ayahnya akan selamat.Matanya yang sebelumnya dipenuhi kekhawatiran perlahan melembut.Namun, saat suasana mulai sedikit tenang, tiba-tiba suara nyonya Bing Qing memecah keheningan."Xueyan, siapa pemuda ini?" tanyanya, sambil menatap pemuda tampan yang duduk begitu dekat dengan putrinya. "Kenapa dia mengaku sebagai suamimu?""...."Zhao Xueyan yang awalnya merasa lebih baik mendadak terdiam.Matanya membelalak tajam
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more

Bab 275

Tabib Bai, yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi, hanya bisa berkedip beberapa kali sebelum bertanya, "Apa maksud Yang Mulia Kaisar?"Tian Ming menatapnya tajam.Dengan suara datar yang tidak terbantahkan, ia berkata, "Hanya seorang wanita yang boleh menyentuh tubuh Zhao Xueyan.""....."".....""....."Nyonya Bing Qing, Niuniu, Lao, Wu Liang, bahkan para pelayan yang berdiri di sudut ruangan ingin muntah darah.Cemburu apa lagi ini?!Tabibnya sudah tua, Kaisar!Ingin rasanya mereka berteriak, namun sayangnya mereka masih sayang dengan nyawa. Bing Qing mengerutkan kening, berusaha memahami pemikiran pemuda yang mengaku sebagai kekasih putrinya. "Tapi—""Tidak ada tapi," Tian Ming memotong. "Cari tabib wanita. Jika tidak ada, aku sendiri yang akan mengobatinya."Tabib Bai hampir tersedak napasnya sendiri. "Yang Mulia … aku sudah menangani ribuan pasien dalam hidupku. Aku tidak—""Aku tidak peduli," potong Tian Ming lagi, tanpa ekspresi. "Zhao Xueyan adalah wanitaku. Aku tidak ak
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more

Bab 276

Ruangan itu sunyi, hanya terdengar suara pernapasan tertahan dari orang-orang yang menunggu dengan cemas.Jenderal Zhao Yun masih terbaring lemah, wajahnya pucat seperti kertas.Di dekatnya, Zhao Xueyan dengan penuh kehati-hatian meracik ramuan penawar racun.Di atas meja, bahan-bahan langka telah tertata: Bunga Iblis yang didapatkan dari Lembah Iblis. Akar Seribu Phoenix yang sangat sulit ditemukan. Air Spiritual yang diambil dari ruang dimensinya, serta bahan-bahan pendukung lainnya. Setiap campuran dibuat dengan perhitungan sempurna, tanpa ada kesalahan sedikit pun.Uap putih mulai mengepul dari kuali, memenuhi ruangan dengan aroma herbal yang menyengat.Tak ada satu pun yang berani bersuara, tak ada yang ingin mengganggu fokus Zhao Xueyan.Nyonya Bing Qing menggenggam tangannya erat di pangkuannya, hatinya berdebar kencang.Di sudut ruangan, Kaisar Tian Ming duduk dengan ekspresi dingin seperti biasa.Namun matanya tajam dan penuh perhatian, mengawasi setiap gerakan Zhao Xueyan.
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

Bab 277

Suasana haru menyelimuti kamar Jenderal Zhao Yun.Zhao Xueyan dan Nyonya Bing Qing menangis bahagia, memeluk Jenderal Zhao Yun yang kini telah sadar.Air mata mengalir di pipi Nyonya Bing Qing, tangannya tak henti-hentinya menggenggam tangan suaminya seolah takut ini hanya mimpi."Syukurlah … kau sadar, Yun’er .… suara Bing Qing bergetar.Zhao Xueyan juga tersenyum, meskipun tubuhnya terasa lelah setelah mengerahkan begitu banyak Qi untuk menyembuhkan ayahnya.Di sudut ruangan, Niuniu terlihat berkaca-kaca.Namun sebelum dia bisa mendekat, Wu Liang menarik pergelangan tangannya dan menyeretnya keluar."Eh?! Kita mau ke mana?!" protes Niuniu sambil berusaha melepaskan diri.Wu Liang tetap berjalan tanpa menoleh."Kau perlu diobati. Kau belum menyembuhkan lukamu sejak kita tiba di kediaman Jenderal Zhao."Niuniu terdiam.Baru sekarang dia sadar kalau tubuhnya masih terasa sakit dan ada darah yang mengering di pakaiannya.Wu Liang segera memerintahkan seorang tabib untuk menangani luka N
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

Bab 278

Di sisi lain, kekaisaran Zhengtang...Langit malam sudah mulai menggelap ketika Kaisar Zheng Yu tiba di Paviliun Naga, kediamannya yang megah setelah pulang dari lembah iblis. Namun, bukan ketenangan yang menyambutnya, melainkan kemarahan yang membakar dadanya.Brak! Sebuah meja besar remuk seketika saat tangannya menghantam permukaan kayu itu.Matanya yang tajam menyapu para prajurit dan tangan kanannya dengan penuh amarah."Gagal!!" suaranya menggelegar, membuat ruangan bergetar."Aku gagal membawa Zhao Xueyan!!!" Nafasnya memburu.Dia didahului oleh seseorang. Dan itu membuatnya semakin murka.Tapi yang paling membuatnya frustrasi—Dia belum tahu siapa pelakunya.Aura Kaisar Zheng Yu mulai menyebar, menekan seluruh ruangan.Para prajurit langsung menundukkan kepala. Beberapa dari mereka mulai berkeringat dingin.Udara menjadi begitu sesak hingga beberapa orang sudah mulai gemetar.Tangan kanan Kaisar Zheng Yu, Jenderal Wei Liang, tetap diam di tempatnya, meskipun ekspresinya sediki
last updateLast Updated : 2025-03-16
Read more

Bab 279

Di tengah kegelapan malam, bayangan seseorang menyelinap dengan gesit.Mata-mata Kaisar Zheng Yu bergerak tanpa suara, menyatu dengan bayang-bayang pepohonan.Jaraknya semakin dekat dengan kediaman Jenderal Zhao.Ia menahan napas, memastikan tidak ada seorang pun yang menyadari keberadaannya.Namun, saat satu langkah lagi hendak memasuki halaman. Tiba-tiba sesuatu tak terduga terjadi. Blar!Sebuah kekuatan tak terlihat menyambarnya keras.Tubuhnya terpental jauh seperti daun kering tertiup badai, membentur batang pohon besar di belakangnya."Urgh!"Seteguk darah muntah dari mulutnya. Matanya membelalak kaget."Sial! Formasi tingkat tinggi?!"Orang itu mengusap darah di sudut bibirnya, tubuhnya gemetar karena serangan barusan.Dia ceroboh!Tidak menyadari bahwa kediaman Jenderal Zhao telah dipenuhi formasi pertahanan yang luar biasa kuat.Formasi ini bukanlah formasi biasa.Ini formasi setingkat milik seorang kaisar. Aura yang terpancar dari formasi itu begitu kuat, hingga mata-mata
last updateLast Updated : 2025-03-17
Read more

Bab 280

Keesokan paginya, udara segar memenuhi kediaman Jenderal Zhao. Namun, langkah kaki Zhao Xueyan terburu-buru saat ia berlari menuju paviliun utama.Seorang pelayan baru saja memberi kabar bahwa ayahnya, Jenderal Zhao Yun, telah sadar.Hatinya berdebar.Saat tiba di paviliun, Zhao Xueyan melihat sang ayah telah duduk tegap, meski wajahnya masih sedikit pucat.Di depannya, berdiri sosok Kaisar Tian Ming dengan ekspresi dingin nan angkuh.Zhao Xueyan terkejut.Jenderal Zhao Yun tampak menunduk sedikit ke arah Kaisar Tian Ming, sebagai bentuk penghormatan.Namun, Kaisar Tian Ming hanya berdiri tanpa membalas, seolah-olah menganggap itu hal yang biasa.Zhao Xueyan mengernyit. Dengan cepat, ia melangkah maju dan langsung memeluk ayahnya. “Ayah! Bagaimana keadaanmu? Apa yang Ayah lakukan, Ayah tidak boleh menunduk seperti ini,” kata Zhao Xueyan penuh kekhawatiran.Jenderal Zhao Yun tersenyum lemah dan menepuk punggung putrinya. “Ayah baik-baik saja, putriku. Semua berkatmu.”Namun, ketika Zha
last updateLast Updated : 2025-03-18
Read more
PREV
1
...
252627282930
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status