"Mama saja bahkan tidak bertanya padaku tentang ini. Aku seperti dinikahkan tanpa persetujuan." Mendengar itu Damar menatap sendu, tapi memang itu adanya. "Jangan dengarkan, Nak. Apa kamu mau bermalam di sini, biar Mama siapkan kamarnya." Seperti tidak peduli dengan Jenar yang menggerutu kesal, Susi malah mengalihkan apa yang sedang puterinya katakan. "Tidak, Ma. Aku akan pulang, aku tidak mau Jenar merasa tidak nyaman jika aku bermalam di sini. Tapi, besok biar dia bermalam sebelum kembali ke Solo lusa. Agar langsung aku antar ke Bandara." Tatapan pria tampan yang menjadi suaminya itu tampak dalam dan penuh arti. "Kamu mau bekerja di kondisi berduka seperti ini, Nak? Tidak bisakah tunggu 7 hari, tidak baik," ucap Susi. "Tidak, apa-apa, Ma. Ini tanggung jawab. Sebaiknya aku pulang, besok hubungi aku kalau mau ke rumah biar aku jemput. Mobilmu ada di sana kan?" "Tidak, Mas, biar nanti aku di antar sepupu Mama, satu arah dengan tempatnya bekerja, jadi tidak perlu di antar." "Yasu
Last Updated : 2025-01-15 Read more