Semua Bab Gairah Liar Mantan Suamiku: Bab 51 - Bab 60

205 Bab

Tertangkap Basah

Diego duduk di sofanya sambil menggenggam ponselnya erat-erat. Sebuah seringaian terbit di wajahnya, seringaian penuh kemenangan karena ia sudah berhasil mendapatkan Anna dalam genggamannya. Ya, apa pun yang Diego perintahkan, Anna akan menurutinya. Walaupun Anna sering kali membantah dan harus diancam dulu, tapi pada akhirnya, Anna akan menurutinya juga. Namun, kenyataan bahwa Anna begitu takut pada suaminya membuat Diego tidak suka. Diego tidak suka Anna lebih mementingkan suaminya dibanding dirinya. "Aku jadi penasaran bagaimana jadinya kalau Jeremy tahu semua ini, Anna? Bukankah rumah tangga kalian akan berakhir? Sama seperti rumah tangga kita dulu. Dan setelahnya, dia akan membuangmu ...." Sejenak Diego berpikir apa yang akan ia lakukan kalau Anna sudah dibuang oleh suaminya. Akankah balas dendamnya juga berakhir? Tujuan Diego hanya untuk mempermainkan dan menyiksa Anna, tapi Diego juga tidak rela Anna dimiliki oleh orang lain lagi. Diego pun masih memicingkan matanya sambil
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-09
Baca selengkapnya

Di Antara Dua Pria Gila

Jeremy tidak bisa menahan dirinya lagi. Sejak mengawasi Anna sepanjang hari, Jeremy sudah melihat banyak sekali interaksi yang tidak biasa antara Diego dan Anna. Begitu bodohnya dirinya yang tidak menyadari semuanya dari awal. Tentu saja tidak akan ada asap kalau tidak ada api. Begitu juga dengan Kenny yang waktu itu tidak mungkin menuduh tanpa dasar yang jelas. Sungguh, Jeremy tidak pernah memikirkan kemungkinan Anna akan berselingkuh dengan Diego, tapi kenyataan di depan matanya sudah tidak bisa dibantah lagi. Bahkan, Jeremy sudah mengambil video perselingkuhan keduanya sampai video di mana Anna pergi ke kamar Diego lalu Diego menciumnya. "Orang bodoh pun tahu apa yang kalian lakukan di kamar selama itu!" geram Jeremy yang awalnya ingin langsung mendobrak pintunya, tapi akhirnya ia hanya menunggu di depan pintu. Hingga pintu itu terbuka dan Jeremy pun langsung berhadapan dengan istrinya di sana. "J-Jeremy?" Anna kehabisan napas. Untuk sesaat, Anna benar-benar merasa tidak bis
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-10
Baca selengkapnya

Kemarahan Sang Suami

Diego tidak pernah menyangka reaksi Jeremy akan seperti ini. Diego bahkan sudah siap menangkap tinju dari Jeremy, tapi pria itu malah memberinya senyuman. Bukan hanya senyuman, tapi Diego paham betul apa arti ucapan pria itu tentang keuntungan sampai Diego pun mengepalkan tangannya geram. Entah pria macam apa sebenarnya yang Anna nikahi ini.Diego pun berusaha tetap tenang dan hanya tersenyum singkat. "Jadi ... keuntungan macam apa yang sedang Anda bicarakan, Pak Jeremy?" seru Diego akhirnya. Lagi-lagi Jeremy tertawa. "Anda sangat pengertian rupanya, Pak Diego." Jeremy langsung mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan rekaman perselingkuhan yang ia miliki, hasil menguntit sepanjang hari. Awalnya, Jeremy hanya merekam agar Anna tidak mengelak. Namun, dalam situasi terjepit, otak manusia selalu bekerja dengan sangat cepat. Begitu juga yang dirasakan oleh Jeremy. Sebuah perselingkuhan yang akhirnya bisa mendatangkan keuntungan baginya. "Aku bisa saja menyebarkan video ini dan nama An
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-10
Baca selengkapnya

Sebuah Kebohongan

"Cari tahu apa yang terjadi pada Anna, Jovan!" Di depan Jeremy dan Anna, Diego masih bisa menahan ekspresinya, tapi begitu pintu kamar tertutup tadi, tatapan Diego langsung goyah. Diego membenci dirinya yang masih sering terpengaruh karena Anna. Mulut Diego selalu mengatakan tidak peduli, tapi tidak dapat dipungkiri, Diego khawatir apa yang akan dilakukan Jeremy pada Anna setelah semuanya benar-benar terbongkar. Apakah semudah itu Jeremy akan langsung menceraikan Anna? Sungguh, pikiran itu mendadak mengusik Diego. Bahkan, Diego tidak bisa istirahat dan terus meneguk winenya saat menunggu kabar dari Jovan. Hingga akhirnya Jovan pun meneleponnnya. "Pak Jeremy dan Bu Anna sama sekali belum keluar dari kamarnya, Pak. Aku tidak tahu apa yang terjadi di dalam." Diego menggeram sambil menggenggam erat ponselnya. "Tetap awasi sampai tengah malam nanti, Jovan! Laporkan padaku apa pun yang terjadi." "Baik, Pak." D
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-11
Baca selengkapnya

Ancaman Untuknya

"Jadi Anna sudah sadar?" "Sudah, Pak. Dari info yang kudengar, Bu Anna baru sadar sore ini. Ada banyak luka akibat kecelakaan, tapi untungnya tidak ada kondisi yang berbahaya sekarang." Diego langsung menghela napas leganya. Sejak kemarin pulang dari resort, Diego menahan dirinya untuk tidak mencari tahu apa pun tentang Anna dan Jeremy. Diego tidak mau terlalu kepo pada urusan rumah tangga orang lain dan Diego juga tidak mau Anna kembali membuatnya terpengaruh. Namun, siang tadi, mendadak Jovan memberi kabar bahwa Anna mengalami kecelakaan saat akan pulang dari resort. Anna menyetir sendiri di tengah malam dalam keadaan mabuk dan meninggalkan Jeremy. Mobil Jeremy yang dibawa Anna pun rusak parah, tapi untungnya Jeremy berhasil menyelamatkan istrinya dan membawanya ke rumah sakit di kota. Diego mendadak gelisah mendengarnya, tapi lagi-lagi ia menahan dirinya agar tidak berlebihan, walaupun Diego terus meminta Jovan melaporkan semua hal padanya. "Syukurlah kalau begitu, Jovan." "A
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-11
Baca selengkapnya

Bukan Peduli

"Akkhh, Jeremy sialan! Jeremy brengsek!" Anna memekik tertahan di kamarnya malam itu setelah Jeremy pergi meninggalkannya. Tentu saja Jeremy tidak akan repot-repot menginap untuk menemani Anna. Air mata Anna pun tidak bisa berhenti berderai memikirkan mengapa semuanya menjadi seperti ini. Jeremy sangat mengerikan. Bahkan, Jeremy menunjukkan pada Anna foto mobilnya yang rusak parah setelah mengalami kecelakaan di jalan pulang dari resort. Entah bagaimana Jeremy melakukannya dalam semalam, tapi kebohongan ini begitu sempurna. Anna makin terjepit. Ini bukan tentang istri yang tidak dinafkahi lagi, tapi tentang kekerasan dan penyiksaan yang mengerikan. "Bagaimana dia bisa berubah menjadi monster psikopat seperti itu? Apa yang harus kulakukan? Aku disiksa sampai hampir mati, tapi aku harus tetap diam demi keselamatan Darren."  "Sampai kapan aku harus diam? Bagaimana kalau nanti dia mengulangi perbuatannya? Bagaimana kalau aku na
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-12
Baca selengkapnya

Gunakan Tubuhmu Lagi!

Terkadang diam itu emas. Anna sudah sangat paham apa arti dirinya bagi Diego. Karena itu, Anna memilih diam dan tidak lagi menyahuti Diego. Semakin Anna menyahut, jawaban Diego selanjutnya akan lebih menyakitkan, seolah pria itu masuk kembali ke kehidupan Anna hanya untuk menyakitinya. Anna mengembuskan napas panjangnya. "Aku sudah tahu, jadi pergilah karena aku mau tidur." Tanpa mempedulikan Diego lagi, Anna pun membaringkan tubuhnya walau sambil meringis. Anna memilih memunggungi Diego dan memejamkan matanya, walaupun air matanya kembali mengalir di sana. Diego sendiri hanya diam menatap punggung Anna cukup lama, sebelum akhirnya ia mengangguk dan memilih pergi dari sana. Begitu mendengar suara pintu tertutup, tangisan Anna pun mengalir makin deras. *Dua hari berlalu dan Anna akhirnya diijinkan pulang dari rumah sakit. Luka-luka fisiknya sudah membaik, walaupun rasa sakit di hatinya tetap tidak bisa terobati. "Syukurlah kau pulih dengan cepat, Anna. Tidak apa, bekasnya nanti
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-12
Baca selengkapnya

Pergi dari Rumah

Anna masih membelalak begitu lebar mendengar ucapan Jeremy. Emosi Anna pun makin terlecut mendengarnya. "Apa ini? Setelah memukuli aku, sekarang kau mau menjualku, hah? Kau mau aku merayu Pak Torro dan tidur dengannya untuk mendapatkan investasi? Kau gila, Jeremy!" "Bukankah kau sudah melakukannya dengan Pak Diego? Apa bedanya melakukannya lagi?" "Tapi aku istrimu, Jeremy!" "Kau yang memulainya duluan, Anna! Dan kalau ternyata cara itu bisa mendatangkan keuntungan bagi kita, mengapa tidak?" Anna menatap tak percaya pada Jeremy. "Kau benar-benar psikopat gila, Jeremy! Jangan harap aku mau menuruti perintahmu! Aku tidak mau! Kau gila! Kau gila!" bentak Anna. "Kau yang membuatku gila, Anna!" bentak Jeremy balik sambil bangkit berdiri dari kursinya. "Kau yang memulai semua ini, tapi kau menyalahkan aku! Justru akulah korbannya yang sudah kau khianati, jadi rasakan sendiri bagaimana akibat dari pengkhianatanmu!" Jeremy segera meraih tas tangan milik Anna yang Anna tinggalkan di kama
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-13
Baca selengkapnya

Bukan Kebetulan

Diego menatap rumah Anna dengan perasaan tidak jelas di hatinya. Bahkan, Diego tidak berhenti merutuki dirinya yang bisa-bisanya menyetir sampai ke rumah Anna hanya untuk melihat wanita itu. Sudah dua hari berlalu sejak pertemuan di rumah sakit dan Diego belum melihat Anna lagi. Dari Jovan, Diego tahu Anna sudah pulang ke rumah. Karena itulah, Diego ada di sini, menatap rumah Anna seperti orang gila yang tidak punya tujuan. Diego pun sempat melihat mobil Anna keluar rumah tadi, tapi Jeremy yang menyetir, bukan Anna. "Sial, sudah hampir satu jam kau di sini dan apa yang kau harapkan, Diego? Mengapa mendadak kau menjadi lemah seperti ini?" geram Diego pada dirinya sendiri. Diego terus mengembuskan napas kesalnya. Baru saja Diego berniat pergi dari sana, tapi mendadak sebuah mobil berhenti di depan pintu gerbang. Anna dan Darren pun keluar dari pintu itu sampai Diego mengernyit melihatnya. "Anna? Darren? Mau ke mana mereka? Mengapa memakai mobil lain? Dan ... apa isi tas besar itu?
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-13
Baca selengkapnya

Berandai-Andai

"Uncle Ronaldo!" Darren memekik senang sambil langsung turun dari kursinya dan memeluk Diego di sana. Diego sendiri sontak memeluk Darren balik. Diego tidak menyukai anaknya Jeremy, tapi anehnya, sekalipun mengetahui fakta itu, Diego tetap menyukai Darren. "Diego, mengapa kau bisa di sini? Dan sini, Darren, sama Mama!" Anna mencoba menarik Darren, tapi Darren menggandeng erat tangan Diego bersamanya. "Darren mau sama Uncle!" "Mengapa dia tidak boleh denganku?" tanya Diego juga yang begitu enggan dipisahkan dari Darren. "Itu ... aku tidak tahu mengapa kau bisa di sini." "Kau sendiri, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Diego balik. Anna mengernyit. "Aku? Tentu saja aku makan, apa lagi yang bisa dilakukan di restoran?" Diego tersenyum simpul. "Sama seperti yang kau lakukan, aku juga mau makan, Anna. Lagipula ini tempat umum, mengapa kau harus begitu terkejut melihatku di sini?" "Tapi ... ini ...." "Kebetulan? Baiklah, aku juga terkejut melihatmu di sini, tapi bukankah yang
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-13
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
45678
...
21
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status