Semua Bab Ketika Suamiku Menikah Lagi: Bab 61 - Bab 70

107 Bab

61

"Aisyah, kamu bohongi aku? Sebenarnya kamu itu masih cantik! Bahkan lebih glowing dari yang dulu?"Maghrib itu, Denis terkejut ketika Aisyah membuka topeng kulit pada wajahnya. Ia tersenyum sinis menatap ke Denis. Denis kecewa telah menceraikan Aisyah yang ternyata wajahnya masih cantik. "Kenapa Mas? Kamu kaget?" tanya Aisyah memastikan. Denis mengacak rambutnya karena kecewa sudah mengucapkan talak kepada Aisyah. "Dek, maafkan mas mu yang bodoh ini. Maukah kau rujuk denganku?" tanya Denis mengiba.Aisyah menggelengkan kepala. "Tidak Mas. Kamu sendiri yang sudah mengucapkan talak padaku. Sudah terlambat. Saya beri waktu sampai besok untuk mempersiapkan kalian pergi dari rumah ini. Jika tidak, saya akan melaporkan kepada pihak kepolisian. Kalian sudah selingkuh dan menelantarkan Zola! Dah, saya pusing berdebat dengan kalian. Saya mau istirahat!" Aisyah mulai masuk ke dalam kamarnya karena pusing melihat drama ikan terbang yang dimainkan oleh Mawar dan Denis. Zola pun juga masuk k
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-13
Baca selengkapnya

62. Siapa Pacar Kamu?

Pagi itu, Denis mendengarkan pembicaraan antara Devan dan Aisyah. Denis menjadi tahu bahwa mereka berdua bekerja sama agar dirinya terusir dari rumah tersebut.Denis cemburu buta karena Devan selalu dekat dengan Aisyah. "Syah, aku tidak akan pergi dari rumah ini. Ini rumah kita. Kenangan saat berdua di antara kita sulit untuk aku lupakan. Masih ingatkah kau saat kita pengantin baru? Kita nonton TV bareng sambil makan kacang? Setelah itu, kamu sakit perut dan aku mengambilkan minyak kayu putih agar perut kamu tidak sakit lagi?" Denis berusaha mengingatkan pada masa lampau saat masih saling mencintai dan tidak berkhianat. Devan muak mendengar pembicaraan gombal Denis. "Denis. Masalahnya kau sudah mengkhianati Aisyah. Jika kamu memang benar-benar mencintai Aisyah, harusnya kamu merelakan jika dia bahagia. Tanyakan pada dia, apakah dia masih mau hidup satu atap yang jelas-jelas kamu sudah tidak menjadi suaminya Aisyah!"Devan mulai angkat bicara. Ia tidak mau Aisyah sakit hati untuk yan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-14
Baca selengkapnya

Cincin Tunangan

Saat pagi, sekitar jam 10, Mama Linda menelepon Devan. Ia disuruh Mama Linda ke Butik untuk membeli gaun tunangan. Ternyata Devan dijodohkan oleh mamanya dengan Rina. Hal tersebut membuat Devan geram dan terpaksa berbohong. Ia mengaku sudah mempunyai pacar padahal ia masih jomblo."Pacar aku ada pokoknya Ma. Kalau Devan belum siap, Devan belum bisa kenalkan ke Mama. Mah, aku sudahin dulu teleponnya ya?" Devan malas menelepon mamanya yang kekeh membahas Rina. "Devan, kamu harus ke sini sekarang juga! Jangan membuat Mama malu. Jika kamu tidak ke sini, Mama marah padamu dan Mama tidak lagi anggap kau sebagai anak!" Karena Rina, Mama Linda menjadi berubah. Ia mengekang Devan agar mau menikahi Rina. "Kok Mama jadi pemaksa begitu? Mama sudah dihasut sama Rina ya? Rina itu licik Mah, jika Mama menuruti kemauan Rina, Mama akan menjadi wanita pemaksa!" Devan berusaha menasihati mamanya agar tidak terbujuk rayuan Rina. "Mama nggak dihasut kok.Mama hanya ingin kamu punya pendamping hidup
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-15
Baca selengkapnya

64.

Saat siang, Rina dan Devan sedang memilih cincin tunangan. Wajah Mama Linda cemas. "Devan, Rina, kalian sudah membeli cincinnya belum? Jika sudah, Rin, biar kamu nanti diantar pulang Devan. Mama mau ada meeting dadakan ini. Mama naik taksi aja!"Mama Linda tiba-tiba ditelepon karyawannya untuk meeting. Devan menatap Mama Linda. "Devan yang Antar Mama. Rina naik taksi saja. Kasihan jika Mama naik taksi sendiri? Boleh ya?" Devan lebih memilih mengantar mamanya rapat dari pada mengantar wanita seperti Rina. Yang jelas-jelas Devan sangat ilfil melihatnya.Mama Linda menggelengkan kepala. "Jangan Van. Mama dah pesan taksi kok. Kasihan Rina, dia nggak biasa pulang naik taksi sendirian. Dia kan wanita muda, harusnya dijaga dan kamu antar! Dah, Mama berangkat ke kantor dulu! Tuh, taksinya sudah Atang!"Terlihat taksi berwarna biru berhenti tepat di depan Mama Linda. Beliau segera masuk ke dalam taksi tersebut dan tidak lama, taksi berwarna biru melesat pergi dengan cepat.Di depan toko ema
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-16
Baca selengkapnya

65. Tegang

Menjelang sore, Zola ditarik paksa oleh Denis di sebuah taman. "Lepaskan aku, Mas Denis! Aku masih ingin bersama Aisyah! Aku nggak mau hidup sama kamu dan Mawar. Hiks ... hiks."Zola menangis karena Denis menarik paksa Zola. "Lepaskan Zola, Mas Denis! Kamu mau ajak Zola ke mana?"Asiyah berusaha melepas Zola dari genggaman Denis namun, tak bisa. Tangan Denis begitu kuat. Ia juga langsung menggendong Zola dan masuk ke dalam sebuah mobil entah mobil siapa. Tidak lama, Denis dan Zola pergi entah ke mana. "Tuhan, kenapa Zola pergi dariku secepat ini! Aku masih butuh teman curhat! Nggak nyangka, Denis selalu membuat kacau hidupku! Hiks ... hiks."Aisyah rubuh di taman dan menangis. Dad4nya terasa sesak. Baru saja ia senang sedikit bersama Zola, Denis datang dan membuat dirinya bersedih lagi."Nona, Aisyah? Kamu menangis?"Saat sedih-sedihnya dan dalam posisi duduk di paving, Aisyah mendengar suara pria memanggilnya. Aisyah kemudian menoleh ke sumber suara. Setelah melihat siapa yang data
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-17
Baca selengkapnya

66. Hati Yang Terguncang

"Mama!" Devan terkejut ketika Mama Linda datang."Aisyah, cepat katakan Denis ada di mana?" tanya Mama Linda kepada Aisyah dengan nada tegas. "Dia sudah pergi dari rumah ini Mah. Dia bersama kedua istri barunya," jawab Aisyah sambil menunduk. Mama Linda syok. "Kenapa kalian tidak menghubungi Mama? Aisyah, kamu selalu menyembunyikan masalahmu kepada Mama! Jika Denis itu be jat! Akan Mama beri hukuman! Sekarang katakan di mana Denis?Desas-desus terdengar bahwa Denis tidak adil dengan ketiga istrinya. Kehidupan kalian semakin berantakan dan kacau. Ditambah, Devan nggak mau menikah dengan Rina? Apa saya salah mendidik anak? Hiks ... hiks!"Mama Linda berdiri di depan Devan yang juga berdiri di depan teras. Beliau menangis karena merasa gagal mendidik anaknya menjadi pria yang baik. "Mah, kita duduk di ruang tamu yuk? Nggak baik berdiri di sini. Aisyah jelasin semaunya. Mama jangan marah sama Aisyah ya?" Aisyah berusaha lembut kepada mantan mertua. Ia memapah Mama Linda menuju ruang
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-18
Baca selengkapnya

67. Di Hotel Tulip

Pada siang itu, Aisyah sudah selesai pekerjaannya mengawasi jalannya pekerjaan. Saatnya kini ia menuju ke gedung "TULIP".Aisyah sudah berada di mobil dan menyalakan mesin mobilnya. Ia segera tancap gas menuju gedung tersebut.Dua puluh menit kemudian, ia sudah sampai di gedung tersebut. Ia turun dari mobil dan menuju gedung bernuansa eksotik tersebut.Gedung indah berwarna merah muda. Di samping gedung tersebut, dikeliling j taman dan dihiasi bunga beraneka warna. Ada air mancur juga sehingga terkesan asri dan segar. Hatinya yang gelisah sedikit memudar ketika Aisyah melihat alam yang segar tersebut. Ia memberanikan diri memasuki gedung indah tersebut. Saat sampai di dalam ruangan luas pada gedung itu, para tamu undangan sudah banyak yang datang. Terlihat Mama Linda sedang berbincang dengan wanita cantik bergaun merah muda. Seperti Dewi Kahyangan. Dia adalah Rina. Namun, Devan masih saja belum kelihatan. "Aisyah! Akhirnya kamu sudah datang juga! Teriak kasih, Sayang." Senyum hang
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-18
Baca selengkapnya

68. Karena Reputasi

Pada siang itu, bukannya memberikan cincin di jemari milik Rina, Devan malah merebut mikrofon yang dipegang oleh moderator. Devan ingin berbicara kepada semua yang hadir pada acara tersebut. "Selamat siang para tamu undangan sekalian. Serta keluarga besar dari Rina yang saya kagumi. Yang telah lelah dan semangat menyambut tunangan kami. Namun, saya ingin sampaikan hal terpenting yang belum kalian ketahui. Sebelumnya saya mengucapkan maaf kepada Papa dan Mama saya yang mendesak untuk bisa bertunangan dengan Nona Rina. Saya pribadi, ingin mengatakan, apakah jodoh itu bisa dipaksakan? Saya tanya kepada Ibu yang memakai gamis berwarna biru di sana sialan ke sini dan jawab pertanyaan saya!" Devan memanggil seorang Ibu-Ibu tamu undangan yang memakai gamis berwarna biru. Ibu-Ibu tersebut tidak lama, maju ke atas panggung dan berada tepat di depan Devan. "Jawabnya jodoh nggak bisa dipaksakan anak muda? Apakah kamu ada masalah dengan tunangan ini?" tanya Ibu-Ibu tersebut dengan rasa curiga
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-19
Baca selengkapnya

69. "Mana Devan!!"

Saat siang, perdebatan antara Devan dengan papanya semakin panas. "Silakan Pah. Jika Papa ingin menyita aset dari Perusahan Papa yang dikelola. Saya akan mencari peluang lain agar bisa berbisnis kembali. Rezeki itu datangnya tak disangka-sangka. Papa belum sadar apa yang saya katakan tadi? Cinta dan jodoh itu tidak bisa dipaksakan. Seandainya Mama kemarin nggak ngotot, hal ini tidak akan terjadi!" Papa Hadi geram. "Kamu memang keras kepala Devan! Jangan membuat Papa jantunga seperti ini! Argh!" Karena Papa Devan tidak bisa menerima semua kemauan Devan, penyakit jantung Pap Hadi mulai kambuh. Papa Hadi pingsan tak sadarkan diri."Pah, kenapa Papa harus pingsan. Selemah ini kah Papa? Pah, Devan tidak suka dengan Rina. Kenapa malah Papa yang pingsan?" Akhirnya para tamu undangan berhamburan pulang karena Papa Hadi malah pingsan.Papa Hadi dibawa ke kamar khusus yang ada di ruangan tersebut untuk diperiksa oleh Dokter yang sudah dipanggil oleh Mama Linda. Terpaksa Moderator mempersilak
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-19
Baca selengkapnya

70. Tunggu!

Saat sore hari, Devan ditampar habis-habisan oleh papanya Rina. Tidak hanya ditampar, ia juga didorong sampai rubuh ke lantai keramik. Papanya Rina tidak terima jika tunangan tersebut dibatalkan. Hanya Devan yang berani menolak acara keluarga besar dari Rina. Devan mimisan dan masih dalam posisi duduk di lantai. Mama Linda panik. "Tuan Brama? Maafkan kesalahan Devan! Kita bisa bicara baik-baik mengenai acara tunangan ini? Sepenuhnya bukan salah Devan. Kami sebagai orang tua juga bersalah. Dari awal memang Devan tidak menyetujui tunangan ini. Namun, saya, Jeng Siska dan Rina ingin kekeh mengadakan acara tunangan! Semua serba terpaksa."Akhirnya Mama Linda sadar diri atas kesalahannya. Mengetahui bahwa keluarganya Rina diduga licik karena telah mengambil sebagian omset Perusahaan yang harusnya dibagi secara adil."Tapi kalau Devan sudah mau dalam acara tunangan tersebut, harusnya mau dan tidak mempermalukan keluarga kita! Saya sebagai pemimpin keluarga sangat malu! Saya merasa dihinak
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-20
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
56789
...
11
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status