Saat hampir Maghrib, Keputusan terakhir dari Dokter, Mawar harus dioperasi walaupun Mawar tidak setuju."Mawar, kata Dokter, kamu harus dioperasi! Agar kamu sehat kembali," kata Denis kepada Mawar. Kini Denis sudah ada samping Mawar yang masih tergeletak di ranjang dan tidak berdaya."Apa kamu punya biaya Mas? Operasi kan mahal?"Akhirnya Mawar merespek perkataan Denis. "Biarkan aku yang menangani biaya operasi ini Mawar! Yang jelas kamu bisa diselamatkan!" sahut Devan yang juga sudah ada di ruangan rawat inap tersebut. Pada asalnya, Mawar dari ruang UGD. Kini dipindah di ruang rawat inap agar lebih nyaman ditunggu oleh keluarganya.Mawar memejamkan matanya. "Kalau itu yang terbaik. Aku pasrah saja. Mas Denis, doain aku selamat ya? Mas Devan, makasih sudah mau menanggung biaya operasi saya. Sungguh, saya sangat terpukul dengan kejadian ini," sahut Mawar yang akhirnya ia setuju jika dioperasi. Ia menangis. Menangisi janinnya yang terancam tidak bisa diselamatkan lagi. Padahal ia sud
Last Updated : 2024-12-26 Read more