Share

Bab 49. Tunggu!

Author: Ayu Sekti
last update Last Updated: 2025-01-01 17:24:36

"Oh. Iya. Kegiatan masa lalu lupakan Molly. Ehm, Pak Elang. Apakah dokumen pentingnya sudah diganti?"

Devan mau fokus membantu Aisyah dan tidak menggubris Molly yang merusak suasana.

Wajah Elang tersenyum. "Sudah. Ini tinggal tanda tangan dari Nona Aisyah dan saksi dari keluarga kandungnya pihak pria!"

Elang menyodorkan map berwarna biru berupa dokumen akta tanah yang harus ditanda tangani oleh Aisyah dan Devan. Tidak lama, mereka berdua sudah menandatanganinya.

"Sudah. Apakah seperti ini sudah bisa dibawa pulang?" tanya Devan untuk memastikan bahwa dokumen tersebut sudah sah menjadi atas nama Aisyah Humairah.

Akhirnya Devan dan Aisyah sudah menandatangani dokumen tersebut.

Elang mengangguk. "Semuanya sudah beres kawan. Ini dokumen Nona!"

Elang memberikan dokumen kepada Aisyah dengan tatapan tajam.

Aisyah mengangguk dan menerima dokumen tersebut. "Terima kasih Elang. Kalau begitu, kami segera pergi karena saya tidak banyak waktu!"

Aisyah memberi kode kepada Devan untuk segera perg
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   Bab 50. Sit!

    Siang itu, Aisyah sudah berhasil memindah nama dokumen akta tanah atas namanya. Sekarang ia mau pulang dan menunggun taksi. Tidak lama, Elang datang dengan membawa mobilnya dan menawarkan tumpangan kepada Aisyah."Ehm. Bagaimana ya? Yasudah saya ikut saja. Dari pada tidak ada taksi dan pulangnya lama," jawab Aisyah yang akhirnya mau pulang diantar oleh Elang.Akhirnya Aisyah mau ikut mobilnya Elang. Ia duduk di jok depan di samping Elang yang mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang. "Alamat rumah kamu di mana Neng?" tanya Elang kepada Aisyah. Elang adalah notaris muda berusia sekitar 29 tahun dan belum menikah. "Di jalan Tulip nomor 5. Nama kamu Elang? Maaf, saya sedikit lupa tadi," tanya Aisyah yang mengingat nama notaris tersebut.Elang mengangguk dan menoleh ke arah Aisyah. "Benar. Kamu suaminya Denis adiknya Devan kah?" tanya Elang memastikan. Aisyah mengangguk. "Benar. Kamu mengenalnya?" tanya Aisyah dengan rasa penasaran. Elang tersenyum sambil fokus ke depan karena ia s

    Last Updated : 2025-01-02
  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   Bab 51. Terungkap

    "Ini lihat!" Saat siang, Aisyah memperlihatkan chat WA kepada Elang. Elang sedikit terkejut. "Dugaanku benar, Devan sangat menyukai kamu, Nona. Devan itu memang mempunyai dua nomor yang aktif. Nomor yang dipakai untuk meneror kamu itu, adalah nomor lama," ujar Elang sambil menyalakan mesin mobilnya kembali setelah ia membaca chat tersebut. Wajah Aisyah mulai berkerut. Hatinya menjadi tidak karuan 'Jadi, selama ini Kak Devan ada rasa denganku. Sampai dia mengirim pesan secara sembunyi. Huft, kenapa aku nggak peka ya? Kirain Kak Devan hanya menganggap aku sebatas adik,' batin Aisyah yang mulai memikirkan Devan. Pikirannya sedang tidak karuan. Elang menoleh ke arah Aisyah. "Nona Aisyah. Saya harap, Nona memilih suami yang terbaik. Menurut saya Denis itu munafik. Yang berhati tulus itu Devan. Saya sudah mengenal dia sejak lama. Di kelasnya dulu dia banyak disukai cewek dikelasnya, namun ia tidak menggubrisnya. Yang ia kagumi selalu kamu, Nona!" Elang masih menceritakan tentang

    Last Updated : 2025-01-03
  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   Bab 52. Ikan Terbang

    "Sudah, kalian jangan bertengkar! Malu didengar oleh para tetangga! Aisyah itu bisnisnya banyak. Teman bisnisnya juga banyak, jadi kamu jangan berburuk sangka, Denis!" ujar Mama Linda yang berusaha mencairkan suasana. Denis berwajah lesu. "Tapi Mah, Denis nggak suka Aisyah jalan sama pria. Saya itu suaminya!" jawab Denis dengan keras. Mama Linda menggelengkan kepala. "Jika kamu ingin dihargai oleh istri, jadilah suami yang baik. Kerja keras dan membahagiakan istri! Kamu saja selingkuh! Apalagi kamu sekarang kesulitan masalah uang 'kan? Aisyah itu, kerja keras agar bisa bertahan hidup! Kalau nggak ada Mama bagaimana? Apa kamu bisa tanggung jawab kepada Mawar dan Zola?" Mama Linda selalu membela Aisyah karena Aisyah memang tidak bersalah. Aisyah hanya disakiti sehingga ia menunjukan kepada semuanya bahwa dia itu wanita kuat. Denis mulai luluh jika membahas tentang uang. "Kalau itu, Denis akui Mah. Denis memang belum bisa memberi nafkah yang cukup kepada semua istri Denis. Syah,

    Last Updated : 2025-01-04
  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   Bab 53. Terjerat

    "Mawar, ini itu hari pernikahan aku dengan Zola, wajar dong kalau kita suap-suapan, namanya juga pengantin baru. Maaf, kalau Mas membuatmu terluka. Sini Mas juga akan suapin kamu makan?" Siang itu, Denis menyuruh Mawar mendekat ke arahnya. Ia juga akan menyuapi Mawar makan. "Cuih, nggak sudi aku Mas, makan bareng sama wanita perebut laki orang! Mending aku ke kamar!" jawab Mawar yang masih cemburu. Ia langsung berlari mengurung diri di kamarnya. Zola terkejut. "Bagaimana ini Mas? Saya tidak bermaksud membuat iri Mawar," ujar Zola yang merasa tidak enak."Lupakan, Mawar memang suka ngambek. Kita selesaikan makan dulu saja!" jawab Denis menyuruh Zola untuk segera menyelesaikan makanannya."Mawar ngambek ya? " tanya Mama Linda yang melihat kejadian baru saja."Iya Mah. Wajarlah, dia cemburu, saya menikah lagi sih. Biarkan aja nanti juga sadar sendiri," ujar Denis yang tahu akan sikap Mawar yang suka .ngambek.Wajah Mama Linda berkerut. "Maka dari itu, kamun harus adil kepada ketiga i

    Last Updated : 2025-01-05
  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   Bab 54

    Plak! Plak! Pada malam itu, Devan berusaha memberontak dari jeratan beberapa wanita malam yang sedang mabok termasuk Molly. Dengan kuat tangannya mendorong wanita berbau menyengat tersebut hingga akhirnya Devan terlepas juga. Ia juga mengambil ponsel milik Molly yang sedang tergeletak di meja. Molly terlihat lemas dan jatuh ke lantai karena Devan menamparnya ditambah ia minum minuman terlarang secara berlebihan. Devan tidak sempat menutup kancing kemejanya yang terlepas ia langsung lari dengan terseok-seok dari hotel tersebut. "Devan! Tunggu aku! Jangan tinggalkan aku!" teriak Molly sambil terjatuh di lantai dan tidak bisa berjalan. Devan tidak menggubris Molly ia langsung saja pergi dari hotel tersebut karena ia sudah berhasil mengambil ponselnya Molly. Setelah sampai di luar hotel, ia segera mencari mobilnya dan pergi dari hotel tersebut menuju rumahnya. Setengah jam kemudian, ia sampai di rumah. "Alhamdulillah, akhirnya aku bisa sampai rumah. Oh, ya, saya harus men

    Last Updated : 2025-01-06
  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   55

    "Makasih Pah, kalian sudah dukung Àisyah. Devan dan Aisyah pamit ke kantor pengadilan boleh?" tanya Devan memastikan. Saat siang itu, Devan yang ada di ruang tamu, tidak mau menunda lagi hal penting yang harus diselesaikan yang menyangkut Aisyah. Papa Haris mengangguk. "Oh. Iya silakan. Nggak Papa. Ini hal penting. Harusnya dari dulu, kalian bilang sama Papa? Biar Denis saya kasih wejangan!" Papa Haris merasa gagal mendidik Denis. Beliau sangat kecewa jika Denis menikah lagi dan menyakiti hati Aisyah. Pada akhirnya, Devan mengantar Aisyah menuju tempat Pengadilan. Aisyah akan segera menggugat suaminya, Denis. Tidak ada yang perlu dipertahankan dalam pernikahan yang sudah ternoda tersebut. Devan dan Aisyah pun tidak lama berada di perjalanan menuju kantor pengadilan. Mobil dikemudikan oleh Devan dengan kecepatan sedang. Setengah jam kemudian, mobil sudah terparkir di depan gedung pengadilan tersebut. Mereka turun dan langsung mendekati resepsionis yang berjaga. Tidak l

    Last Updated : 2025-01-07
  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   56

    "Nggak jadi Syah. Nanti saja kalau sudah waktunya. Ehm, kita istirahat yu? Aku capek.' Tiba-tiba Devan mengurungkan niatnya. Ia masih belum siap mengutarakan isi hatinya. Ia malah mengajak Aisyah untuk ke penginapannya masing-masing. Tidak lama, mereka tidur di kamar masing-masing karena waktu sudah malam. *** Pagi harinya. Aisyah sudah bangun. Ia masih berada di dalam penginapan tersebut dan istirahat. Drrtt Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Aisyah segera mengangkat telepon yang ternyata adalah Denis. "Halo Mas? Ada apa?" tanya Aisyah dengan nada lirih. "Kamu ke mana saja kok semalaman nggak pulang? Kamu tega nggak pamit sama mas! Aku mengkhawatirkan kamu, Sayang?" tanya Denis dengan nada khawatir. "Aku sedang di luar kota Mas. Menenangkan pikiran. Kamu jangan pikirkan aku karena aku baik-baik saja," jawab Aisyah dengan tenang. "Dek, cepatlah pulang. Hanya kamu, istri yang membuat saya tenang. Zola dan Mawar kerjaannya bertengkar terus! Apalagi uang saya masih ditaha

    Last Updated : 2025-01-08
  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   Bab 57. Plak!

    Plak! "Jaga bicaramu Rina!" Masih di pagi hari, karena Rina memfitnah Devan dan Aisyah tidur bareng, Devan langsung menampar pipi Rina hingga memerah. Rina menatap tajam ke arah Devan "Kamu jahat Devan! Kau lebih memilih wanita yang sudah menikah dari pada yang masi pe ra wan ini! Kau buta atau sedang tidak waras! Jelas-jelas aku yang lebih cantik, kau tolak mentah-mentah. Aku nggak terima, Devan! Aku akan menghancurkan reputasimu yang mulia Menaik ini menjadi turun karena kau sudah berani menampar aku! Hiks ... hiks." Rina tidak terima jika ditampar oleh Devan. Dia dendam membara dengan Aisyah dan Devan. Aisyah berdiri dan menatap Rina dengan tatapan sendu. "Rina, orang kaya bisa bebas merusak nama baik rakyat jelata, tetapi, Alloh itu tidak diam, dia akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat keji kepada saudaranya sendiri. Apalagi kau memfitnah aku yang sesama wanita!" Aisyah tidak takut dengan ancaman Rina walau wanita itu mutlak punya kekuasaann sebab,

    Last Updated : 2025-01-09

Latest chapter

  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   Habiskan

    "Maaf kalau saya punya salah dengan kalian. Jangan diperpanjang masalah ini," pinta Dokter Spesialis Anak tersebut. Dokter itu merasa malu ketika Devan tiba-tiba masuk ke ruangan periksa."Oke, saya maklumi. Terima kasih sudah memeriksa anak saya. Aisyah, ayo kita pulang. Harusnya tadi aku ikut masuk ke dalam ruangan ini!" ujar Devan sambil menarik pelan tangan Aisyah. Ia tidak mau Aisyah mengenal dokter tampan yang bernama Weldan tersebut. Aisyah menuruti perkataan Devan sambil menggendong Aslam yang mulai berhenti menangis. Entah mengapa sesudah diperiksa oleh Dokter Weldan, tiba-tiba tangisan Aslam berhenti. Melihat keajaiban itu, Aiayah menoleh ke arah Dokter Weldan. Dokter itu tersenyum hangat ke arah Aisyah. Aisyah langsung ke posisi semula. Ia takut dosa dengan pandangan yang tidak seharusnya ia berikan. Hatinya berdebar-debar melihat tatapan Dokter Weldan yang tidak biasa. "Kenapa dengan Dokter Weldan ya? Tatapannya aneh?" batin Aisyah. Ia takut akan terjadi apa-apa antar

  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   116

    Pagi itu, Aslam menangis sangat keras. Kebetulan Aiayah sedang di kamar mau memberikan ASI pada Aslam. Namun, Aslam tidak mau minum. Ia malah menangis terus. "Bagaimana ini Mas, Aslam nangis terus?" Aisyah kemudian menggendong Aslam karena tangis sang bayi tak kunjung berhenti juga. "Coba aku cek apa Aslam badannya panas?" Devan mengambil alat pendeteksi demam bayi yang berada di dalam nakas. Setelah dicek hasilnya membuat terkejut. "Sayang, cepet tidur ya. Anak mama jangan nangis lagi," tutur Aisyah sambil menimang-nimang Aslam yang masih menangis. Tidak lama, Devan datang dan memeriksa suhu badan bayi mungil tersebut. "Sayang, suhu badan Aslam tinggi. Ayo kita bawa dia ke Dokter sebelum terlambat," ujar Devan yang cepat-cepat ingin ke dokter karena badan anaknya demam tinggi. "Baiklah. Ayo kita ke dokter! Ini tinggal bawa tas penting dan popok bayi! Bawa susu formula nggak Mas?" tanya Aisyah takut terjadi apa-apa saat berada di dokter nanti. Devan tersenyum sambil mempersiap

  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   115. Nama

    Terima kasih, Mas. Kau sangat mencintaiku. Aku juga mencintaimu Mas. Semoga kita diselamatkan dari mara bahaya apa pun. Kita tidur yuk?" ajak Aisyah kepada sang suami denga lembut. Aisyah lelah sekali akibat kejadian yang tidak diinginkan kemarin terjadi. "Iya, Sayang. Kita tidur sekarang juga. Sini aku temenin, biar kamu hangat dan cepat tidur."Malam itu, keluarka kecil mulai tertidur. Alhamdulillah, dedek bayi juga tertidur dan tidak terlalu rewel. ***Pagi pun tiba. Aisyah sudah bangun pada pagi itu. Ia sudah menyiapkan sarapan pagi dan dibantu oleh wanita seumuran Mbok Ghinah. Devan berusaha mencari ART di rumahnya agar pekerjaan Aisyah terasa ringan. Sementara Devan sedang menimang bayi di pagi itu, ketika Aiayah dan ART baru sedang sibuk dengan pekerjaan rumah. "Sayang, kamu tampan sekali seperti ayah. Semoga menjadi anak Sholeh ya? Satu lagi. Kamu harus nurut sama Mama. Mama itu dah berkorban besar mengurus kamu. Sekarang dedek udah mandi, tidur yah?" Devan mengajak berbi

  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   114. Gila

    Kalau kamu tidak mau menikah dengan aku, terpaksa aku akan membuang bayi imut kamu ke hutan. Kamu akan merasakan kesedihan yang teramat sangat!"Jiho sudah tidak waras. Cinta buta melupakan segalanya. Yang dulunya dia pria pendiam dan baik, kini berubah jahat dan tidak mempunyai belas kasihan. "Memangnya menikah dengan wanita beristri itu mudah? Malah nanti kamu yang akan masuk penjara karena memaksa menikah denganku? Mana mungkin aku bercerai dengan Mas Devan? Gila kau!" Aisyah geram dengan sikap Jiho yang semakin memaksa. Aisyah diikat di kursi dan tidak bisa gerak sama sekali. Sementara bayi yang masih merah terbaring di bok kecil. Bayi mungil tersebut menangis mencari sang ibu. Jika menangis, Jiho akan melepas Aisyah dan menyuruh untuk memberikan ASI secara eksklusif. "Mudah saja. Asalkan kamu mau bercerai dengan Devan. Atau kalau kamu tidak mau dedek mungil menjadi sasaran! Nih dah aku masukin ke keranjang, tinggal aku buang!" Devan mengancam serius jika Aisyah masih saja

  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   113. Vila

    Dua jam kemudian, Devan dan kedua anak buahnya sampai di alamat tujuan. Di mana villa yang diduga milik Jiho. "Bos, mobil kita parkir agak jauh dari vila itu agar kita tidak diketahui bahwa kita sedang ke sana. Tunggu jam delapan malam lalu kita beraksi!" usul Johni sambil memarkir mobil agak jauh di Vila tepatnya di bawah pohon mangga di pelataran luas yang di depannya ada rumah kosong. "Iya. Ini sudah jam 8 malam. Ayo kita beraksi!" ujar Devan sambil turun dari mobil. Diikuti dengan kedua anak buahnya menuju vila. Ketika sampai di villa yang dimaksud, Devan dan kedua anak buahnya berjalan mengendap-endap. Saat di depan pintu gerbang, tiga orang pria berdiri di depan gerbang. "Jon, ternyata rumah ini banyak yang menjaganya. Saya semakin yakin jika Aisyah berada dalam vila asing tersebut." Sebuah bangunan di dekat hutan yang mempunyai gerbang hitam dan dijaga oleh beberapa pengawal. Devan dan teman-temannya berdiri di balik pohon mangga untuk menyusun siasat agar mereka

  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   112. Nyonya Lin Lin

    "Yang benar, Mas Devan? Jika Neng Aisyah sudah pulang? Saya tadi juga ikut mengantar dia ke rumah sakit dengan Mas Jiho. Dia yang menanggung biaya persalinan Neng Aisyah. Saya tadi buru-buru pulang, karena anak saya nangis yang masih kecil," tutur ibu paruh baya yang bernama Bi Munah. Bi Munah terpaksa pulang awal karena kondisi mendesak. Walau sebenarnya beliau ingin menemani Aisyah sampai bisa pulang dengan selamat. "Berarti ini pasti pelakunya Jiho. Dia tega menculik istriku. Terima kasih infonya Bi. Kami akan ke rumah Jiho sekarang. Bi, Devan nitip rumah ini, jika ada orang yang mencurigakan datang ke rumah ini, saya ditelepon atau chat saja. Terima kasih, Ibu sudah berusaha menyelamatkan istri saya. Saya sangat teledor menjadi suami hingga payah seperti ini!" ujar Devan kepada Bi Minah dengan serius. "Siap Mas Devan. Kami tetangga akan menjaga rumah Mas Devan. Nanti saya akan lapor Pak Hansip untuk menjaga rumah ini karena terbukti Neng Aisyah dibawa pergi sama seseorang. Semo

  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   111. Panas Tak Karuan

    Devan sangat panas hati ketika yang mengangkat telepon adalah suara pria di saat istrinya sedang melahirkan. Ia merasa sangat bersalah saat itu. Ia memutuskan sambungan telepon kemudian ia mulai menuju ke Rumah Sakit Medika bersama dua orang anak buahnya yang selalu setia. Setengah jam kemudian, mereka sampai di rumah sakit Medika. Devan menanyakan di mana istrinya berada kepada salah satu perawat. "Kak, maaf, di sini ada yang bernama pasien Aisyah Humairah? Dikabarkan dia sedang melahirkan!" tanya Devan dengan penuh kecemasan. Perawat tersebut terkejut. "Oh, yang penanggung jawabnya atas nama Jiho?" tanya Suster tersebut memastikan. Devan mengangguk cepat. "Benar, Sus. Sekarang dia ada di ruang apa?" tanya Devan kembali. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu istri dan anak tercintanya. "Maaf, Pasien Nona Aisyah Humairah sudah pulang bersama Tuan Jiho. Kandungan Nona tersebut sangat sehat beserta sang Ibu. Jadi, mereka sudah diperbolehkan pulang. Kalau mau menengok merek

  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   110. Siapa Kamu?

    Malam itu, Mbok Ginah merasakan kesedihan karena anak semata wayangnya dikabarkan akan pergi ke kota. Aisyah dan Devan menenangkan hati beliau agar tidak ngedrop. "Terima kasih Neng Aisyah dan Den Devan. Kalian itu baik, dan sudah Simbok anggap menjadi keluarga sendiri. Anak simbok malah bandel dan tidak pernah pengertian." Mbok Ginah masih berada di ruang tamu bersama Aisyah dan Devan. Mereka masih hanyut dalam kesedihan karena Neli nekat pergi. "Simbok istirahat dulu saja ya? Ini juga sudah petang. Mari kita sholat dan berdoa agar Neli baik-baik saja. Saya yakin, jika Neli niatnya tulus ingin mencari nafkah, pasti dia akan sukses. Mbok, jangan bersedih lagi ya?" tutur Aisyah sambil memegangi pundak Mbok Ginah yang merasa nelangsa. "Baik, Neng. Kepala saya memang dari tadi sakit. Jika Neng Aisyah dan Devan butuh makan, sudah tersedia di dapur. Saya pamit dulu." Mbok Ginah izin istirahat untuk mendinginkan pikiran dan menjaga kewarasannya karena hatinya kini tengah bersedi

  • Ketika Suamiku Menikah Lagi   109. Bye

    "Ya Alloh Neli, berikan amplop berisi uang itu kepada Den Devan. Ibu malu, kamu bersikap seperti itu. Kalau nanti Ibu dipecat, Ibu kerja di mana? Sudah kubilang, kalau Ibu akan memberi kamu uang saat gajian!" kata Mbok Ginah dengan memelas. Sebelum Devan marah besar, Mbok Ginah memperingatkan Neli terlebih dahulu. "Sudah, sudah. Begini saja Neli. Jika kamu tidak mau memberikan amplop itu kepada saya, jalur hukum solusinya!"Devan mulai tegas kepada Neli karena sudah mengambil barang yang bukan menjadi haknya. "Laporkan saja aku pada polisi, aku tidak takut! Aku bosan dengan kemiskinan ini. Lebih baik aku di sel penjara, dari pada bebas tapi tidak punya uang!" Neli sudah frustasi dengan hidup. Dia tidak pernah bersyukur dengan uang hasil pemberian Mbok Ginah. Padahal Mbok Ginah selalu menghemat pengeluaran."Oke, ayo ikut saya ke kantor kepolisian. Kamu itu sudah merampas uangnya Aisyah. Sama saja kamu mencuri! Jika kamu memberikan amplop beserta uang itu kepadaku, aku juga akan me

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status