Home / Romansa / Istri Kesayangan Tuan Arogan / Kabanata 181 - Kabanata 190

Lahat ng Kabanata ng Istri Kesayangan Tuan Arogan: Kabanata 181 - Kabanata 190

238 Kabanata

Bab 179. Cara Apa Lagi?

Sebulan kemudian... Olivia bersama Nia dan Adnan yang masih fokus menulis huruf alfabet di bantu Nia. Putra kecil Vincent itu akan masuk taman kanak-kanak sebentar lagi, sehingga harus mulai mempelajari calistung. “Duh Indonesia...” Ucap Olivia dengan wajah sendu. “Kenapa Liv? Kamu pengen balik ke Indonesia?” Nia penasaran. “Kayaknya enggak kak. Cuma lagi pengen makanan di tempat langganan aku aja.” Olivia tersenyum tipis. “Makanan apa Liv?” “Bakso beranak, hee...” Olivia nyengir. “Bakso beranak? Kamu lagi pengen makan bakso kayak di Indonesia? Di sini ada kok jual. Kamu mau?” “Enggak Kak. Aku cuma pengen makan bakso yang dibuat tempat langganan aku di kelapa gading. Enak banget, kuahnya juga pas rasanya, apalagi kalau pakai sambal agak banyak. Beuh, enaknya bukan main... Duh, dari semalam aku ingat itu terus sampai ke bawa mimpi.” air liur Olivia seakan hampir menetes membayangkannya. Nia terpana mendengar keinginan Olivia, “Beberapa hari lalu kamu pengennya makan gado-gado
last updateHuling Na-update : 2025-02-27
Magbasa pa

Bab 180. Klarifikasi!

“Benar, Pak. Bukti kecurigaan anda sudah kita kantongi sekarang. Tinggal kapan anda akan buka suara di hadapan awak media.”Barra lagi-lagi menghela napas, sejujurnya dirinya sangat malas berurusan dengan awak media yang hanya suka mencari gosip tidak penting lalu menyebar luas ke publik demi keuntungan berita yang mereka buat.“Beberapa awak media masih suka berkeliaran di sekitar gedung penthouse ini, Pak. Mereka penasaran pada anda yang hanya diam selama ini. Mereka juga ingin bertemu nyonya Olivia untuk mencari tahu bagaimana rumah tangga anda dan nyonya setelah pengakuan Bu Azalea waktu itu, karena anda dan nyonya tidak pernah terlihat bersama.” Barra bangkit dari duduknya, “Kita pergi sekarang!” Ucapnya tiba-tiba.“Kemana Pak?”“Ke tempat Kakek!” Barra duluan berjalan. Jefri mengikuti.°°Barra keluar dari pintu lobby penthouse bersama Jefri. Mobil mereka telah menunggu di depan.“Oh tidak...” Jefri mengusap wajahnya, “Pak ada media_” Bisiknya, beberapa awak media berlari mende
last updateHuling Na-update : 2025-02-28
Magbasa pa

Bab 181. Help me!

“Kakek.” Ucap Barra di depan pintu kamar seorang pria, Abraham Rawless.“Nah, Barra...” Tuan Rawless tersenyum lebar saat melihat kedatangan cucu menantunya. Pria itu sedang duduk menghadap televisi di kamarnya, “Masuk Nak!” ajaknya dengan wajah berseri sambil tangannya mematikan televisi dengan remote.Barra masuk, menghampiri Tuan Rawless yang mempersilahkannya duduk di kursi tepat di depan kursi roda yang sedang pria tua itu duduk. “Duduklah, Barra.” Pintanya lembut.Barra duduk, wajahnya tampak lesu dan kusut seperti biasanya. Tuan Rawless tahu jika cucu mantunya itu masih uring-uringan karena belum menemukan Olivia.“Bagaimana kaki kakek?” Tanya Barra, masih mengkhawatirkan kondisi kesehatan Tuan Rawless.“Sudah lebih enakan Nak. Terapis yang kamu pekerjakan disini selalu membantu kakek menggerakkan kaki ini agar lebih luwes lagi setelah terjatuh waktu itu. Maklum, sudah tua, anggota tubuh agak susah recovery kalau udah kena masalah kesehatan apapun.” Tuan Rawless tertawa kecil.
last updateHuling Na-update : 2025-03-01
Magbasa pa

Bab 184 Berkhianat?

Sebulan lebih kemudian... Nia keluar kamar dengan mengendap-endap. Suasana rumah sudah sepi, semua orang sudah tidur. Ia lihat pintu kamar Amanda di samping kamarnya, ibu angkatnya itu juga sudah beristirahat di dalam setelah lelah dengan aktivitas hari ini. Nia cepet-cepat menuruni anak tangga. Ia menuju ke kamar Vincent yang berada di luar, tepat di samping rumah. Dengan langkah dibuat tak berbunyi, ia mendekati kamar pengawal setia Amanda itu. Pintu kamar Vincent sedikit terbuka, pertanda pria itu belum tidur. ‘Ok, Pak Vincent belum tidur!’ Nia lega. Ia akan mengetuk pintunya terlebih dahulu, tapi takut suara ketukan pintu mengusik heningnya malam. Jangan sampai Amanda dengar, meski kamar wanita itu berada di dalam dan di lantai atas. “Pak Vincent...” Ucap Nia pelan sambil mendorong pintu agar terbuka. “Nia.” Vincent terkejut. Deg! Jantungnya berdegup kencang dengan matanya melotot seolah-olah bola mata itu akan melompat keluar. Vincent telah bertelanjang dada, mengo
last updateHuling Na-update : 2025-03-02
Magbasa pa

Bab 185 Mimpi??

“Mas...” Barra tersentak dari tidurnya. Ia buka matanya dengan cepat, barusan ada suara lembut istrinya. “O-Olivia???” Ucapnya terkejut. Olivia berdiri di tepi ranjang sambil tersenyum. Seperti biasa, istrinya selalu cantik bagai bidadari. Wajahnya teduh dengan senyum merekahnya yang selalu Barra puja. Barra cepat-cepat mendudukkan diri, berharap ini nyata. “Olivia, Ini... Ini benar-benar kamu?” tanyanya memastikan. Ia raih jemari Olivia, dadanya bergemuruh menahan kerinduan yang sudah tak terbendung. “Iya dong Mas, emang siapa lagi? Mas kok tidur gak ganti pakaian kerjanya dulu? Apa gak gerah?” Barra seketika mengembangkan senyum bahagia, namun tak bisa berkata-kata. Dengan jantung berdegup kencang, ia tarik pinggang Olivia, memeluknya dengan erat. Istrinya itu berdiri di depannya yang duduk di tepi ranjang. “Olivia, jangan tinggalkan saya lagi...” Pintanya semakin mengeratkan dekapan kedua tangannya pada pinggang Olivia. Wajahnya di tenggelamkan di perut istrinya itu. Tangan
last updateHuling Na-update : 2025-03-03
Magbasa pa

Bab 186. Presscon...

Barra terhenyak, tak menyangka Amanda bisa mengatakan hal yang tidak-tidak tentang dirinya pada Olivia mengenai calon anak mereka, “Ibu sudah keterlaluan!!! Dia mendoktrin istriku agar menjauhiku!!” Gerutunya berang.[Ya begitu lah. Kami juga kaget. Ibu memang orang yang kalau sudah menginginkan sesuatu, maka sanggup melakukan apapun]“Tapi tidak selicik ini juga!! Ibu sakit!” Barra murka.[Saya sebagai perawat ibu, berpikir ibu butuh pertolongan untuk mengobati psikologisnya yang terluka. Belasan tahun disekap, terisolir dari dunia luar, tapi ibu bisa bertahan dengan berpura-pura depresi. Saya saja yang mengurus ibu selama di pulau itu, bisa terkecoh dengan kepura-puraan ibu. Apa yang membuat ibu bisa bertahan? Semua karena demi bisa bersama putrinya suatu hari nanti. Dan saat beliau mendengar anda menikahi putrinya hanya sampai Azalea kembali, rasa trauma terhadap suaminya dulu semakin menjadi. Beliau tidak rela putrinya juga disakiti seperti yang beliau rasakan. Itu yang membuat ib
last updateHuling Na-update : 2025-03-03
Magbasa pa

Bab 187. Akhirnya...

Para awak media seketika riuh, langsung mengarahkan kamera pada Barra. Sang menantu akhirnya hadir juga.“Bu.” Olivia menatap getir Amanda di sampingnya. “Tenang sayang. Penjaga akan mengusirnya!” Amanda menenangkan Olivia. Namun perasaannya tak tenang. Kenapa para penjaga tak ada yang menghalangi Barra Malik Virendra? Sedang apa mereka semua? Di belakang Barra, tampak Abraham Rawless juga masuk didampingi Jefri dan beberapa pengawalnya. Semua yang ada di ruangan itu semakin heboh, Abraham Rawless hadir? Ini berita luar biasa. Kamera langsung mengarah pada pria tua berjas rapi dengan tongkat di tangannya.“Papa??” Amanda terkejut, Ayahnya di bawa Barra ke acara ini?Barra semakin mendekat, tatapannya begitu nyalang pada Olivia yang semakin gugup. Barra tak sedikitpun melepaskan tatapan pria itu darinya semenjak baru masuk hingga sekarang. Amanda panik. Ke mana orang-orangnya? Barra tiba juga di depan Olivia yang ikut panik. Tak buang waktu, ia raih tubuh istrinya, digendong ala br
last updateHuling Na-update : 2025-03-04
Magbasa pa

Bab 188. Fake?

Mobil Barra tiba-tiba di sebuah rumah elite yang cukup jauh dari keramaian kota. Rumah yang telah ia persiapkan untuk menjadi tempat tinggalnya bersama Olivia dan anak-anak mereka nantinya. Di sanalah ia menempatkan Tuan Rawless selama ini, setelah menyelamatkan pria tua itu dari Margaretha. Ia lirik istrinya di samping. Olivia masih buang muka, tak sudi di menatap wajahnya. Tak menunggu lagi, Barra turun dari mobil lebih dulu setelah supir membukakan pintu. “Ayo turun, Olivia.” Ajaknya lembut setelah membukakan pintu mobil bagian Olivia duduk. “Aku gak mau. Ini bukan rumahku. Aku mau kembali ke rumah ibuku!” Olivia buang muka dari Barra, bersikeras tak ingin bersama suaminya itu. Barra diam menatap Olivia yang masih membencinya gara-gara Amanda yang selalu menyampaikan berita palsu tentang dirinya, tetapi menutupi kebenaran yang seharusnya diketahui Olivia. Tanpa butuh persetujuan istrinya itu, ia angkat tubuh Olivia, membawanya keluar dari mobil. Olivia terkejut, tak menyan
last updateHuling Na-update : 2025-03-04
Magbasa pa

Bab 189. Menyelesaikan Masalah

“Pak Barra.” Olivia berang, pria ini suka sekehendaknya saja. Tak peduli pada penolakannya.“Tatap mata saya, Olivia.” Pinta Barra.Olivia menolak. Ia menatap ke arah lain, jengah.Barra tak peduli. Ia tarik dagu Olivia penuh kelembutan, ingin istrinya itu menatap langsung padanya.“Jangan memaksa!” Olivia semakin kesal, Barra menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangan pria itu.“Lihat saya.” paksa Barra membuat Olivia tak bisa memalingkan wajah ke arah lain. “Sekarang giliran saya menjelaskan semuanya.” Ucapnya serius.“Apa lagi yang harus dijelaskan? Ibuku udah menjelaskan semuanya.” Olivia masih bersikeras untuk menolak.“Tapi kamy belum mendengar dari mulut saya langsung.” balas Barra.Olivia diam, memang dirinya belum mendengar penjelasan dari versi Barra. Tapi dari penjelasan Amanda, bukankah sudah cukup? “Ya udah, kalau mau menjelaskan juga, silahkan.” Ucap Olivia, skeptis bisa percaya lagi.Barra melepaskan tangannya dari wajah Olivia, “Saya tidak pernah setuju bercerai d
last updateHuling Na-update : 2025-03-05
Magbasa pa

Bab 190. Suami Siaga!

“Aku gak kuat melihat kalian begituan, makanya aku langsung pergi tanpa menunjukkan diri di depan pintu. Rasanya sangat memalukan.” Ungkap Olivia membuat Barra serasa tertampar. “Saya berani bersumpah. Saya menolak Azalea! Saya menegurnya agar lebih menjaga sikap. Kalau saja kamu tidak langsung pergi waktu itu, kamu pasti tahu bagaimana penolakan saya terhadapnya.” Ujar Barra meluruskan kesalahpahaman ini. “Aku gak tau harus percaya atau tidak. Memang sebaiknya saat itu aku gak langsung pergi agar tau apa yang akan kalian lakukan berdua di dalam kamar. Tapi aku juga gak sanggup melihatnya kalau aja waktu itu anda dan dia benar-benar saling melepaskan kerinduan di kamar itu! Aku_umph!” Barra membungkam bibir Olivia dengan serangan bibirnya yang tiba-tiba. la berikan lumat*n-lumat*n lembut di sana, begitu merindukan rasa manisnya. Barra tak ingin istrinya merasa ragu terhadap kesetiannya. Olivia mematung. Suaminya terus mencumbui bibirnya penuh perasaan dengan mata terpejam, seakan
last updateHuling Na-update : 2025-03-05
Magbasa pa
PREV
1
...
1718192021
...
24
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status