Home / Romansa / Istri Kesayangan Tuan Arogan / Chapter 231 - Chapter 237

All Chapters of Istri Kesayangan Tuan Arogan: Chapter 231 - Chapter 237

237 Chapters

Bab 231. Terimakasih..

“Manda,” panggilan Syafira menghentikan langkah Amanda. la menoleh ke belakang pada Besannya itu. Seandainya dia pulang saja ke rumahnya... batinnya, merasa tak nyaman pada Syafira yang ia rasa sedang mengawasinya. Syafira mendekati Amanda. Wajahnya tengah menahan tangis. “Kamu kenapa?” Amanda kaget, Syafira menangis. “Manda...” Syafira memeluk Amanda tiba-tiba. “Ada apa, Fira? Kamu sedih Barra keluar kota?” Amanda jadi khawatir. “Bukan,” Syafira melepas pelukannya, ia usap air matanya dengan masih terisak. “Lalu?” “Manda...“ Syafira menatap Amanda. “Terimakasih, ya...” ucapnya pelan, menahan air mata haru. “Terimakasih untuk apa?” Amanda masih bingung. Kenapa Besannya ini mendadak melankolis? “Terimakasih karena udah melahirkan Oliv ke dunia ini...” Syafira tanpa bisa menahan, akhirnya menangis lagi. Amanda terpana, terimakasih karena telah melahirkan Olivia? “Aku gak tau amalan apa yang kamu lakukan waktu hamil Oliv dulu. Yang pasti, kamu udah melahirkan se
last updateLast Updated : 2025-03-30
Read more

Bab 232. Tebak Sendiri.

Deg! Barra dengan bibirnya yang sedang dimajukan beberapa senti, terperanjat saat Jefri tiba-tiba sudah di dekatnya dan memanggilnya. Tatapan matanya pun langsung menajam pada Asisten pribadinya yang berpredikat jomblo sejati itu. Jefri mengganggu saja, ini bukan pertama kalinya pria itu begini. “Oh, itu... Maaf, Pak,” Jefri yang tergugup, cepat-cepat membalikkan badan membelakangi Barra yang seketika beraura dingin. Matilah ia karena telah merusak suasana romantis sang Bos yang sedang bermesraan dengan istrinya di telepon. “I Iove you, Sayang...” Ucap Barra begitu lembut, panggilan video pun ditutup. Jefri yang menunggu Barra selesai menelepon, bisa mendengar bosnya itu mengucap cinta pada Nyonya mudanya. Aih, bikin iri saja. la berusaha bersikap normal. Meski lagi-lagi harus menyaksikan keromantisan Bosnya yang selalu membuat jiwa jomblonya meronta-ronta. Ingin punya istri juga. “Tamunya sudah siap?” Jefri terkejut, Barra tiba-tiba saja sudah berdiri di sisinya dengan wajah ya
last updateLast Updated : 2025-03-31
Read more

Bab 233. Fans?

Syifa berlari secepat mungkin menghampiri posisi Barra. “Pak Barra...” teriaknya hingga berhenti tepat di hadapan sang Bos yang terpana. Napasnya terengah-engah dengan posisi tubuh membungkuk, tangannya memegang kedua lutut. Sekretaris Barra itu menghadang langkah sang CEO yang sedang menemani Tuan Lee dan Tuan Choi bersama seorang Director film ternama Indonesia yang telah ditunjuk, didampingi kepala desa di sana. Mereka tengah berjalan-jalan sembari berdiskusi dan melihat keindahan desa yang akan dinilai oleh tamu kehormatan tersebut, memastikan tempat ini pas dijadikan sebagai latar pembuatan film mereka. “Syif_“ tegur Jefri, tak enak pada CEO mereka dan dua tamu iłu. Syifa tersadar akan sikapnya. Baru ngeh jika yang ada bersama sang Bos adalah tamu dari Korea Selatan. “Oh, Joesonghamnida...” ucap Syifa menghadap Tuan Lee dan Tuan Choi sembari menundukkan kepala dan badannya, menunjukkan rasa penyesalannya yang dalam dan sungguh-sungguh meminta maaf atas ketidaknyamanan
last updateLast Updated : 2025-04-01
Read more

Bab 234. Dirahasiakan Saja!

“Sayang...” Virendra dengan tatapan masih fokus ke layar ponsel di tangannya, memanggil Syafira yang baru saja dari dapur. “Ada apa?” Syafira terheran melihat wajah suaminya yang tegang menatap ponselnya sendiri. “Sini, cepat!” Titah Virendra mendesak. Syafira dengan langkah cepat, segera menghampiri Virendra. Ikut khawatir, “Kenapa, Sayang?” tanyanya penasaran. “Perempuan ini_” Virendra menunjukkan layar ponselnya pada Syafira agar istrinya itu melihat sendiri. “Azalea?“ Syafira mengerutkan kening, mencoba menyimak video singkat dari media sosial Azalea yang tersebar. “Dia...?” “Ya, dia sedang di Kota yang Barra datangi sekarang,” Jelas Virendra kesal. Sepasang suami-istri itu mendengarkan apa yang Azalea katakan di video tersebut. Keduanya saling melempar pandang dengan wajah tak nyaman. “Dia bilang sedang janjian untuk bertemu seseorang?” Syafira mengulang kembali apa yang Azalea katakan di Video tersebut. “Dia bilang itu adalah tempat yang pernah dia kunjungi untuk vacati
last updateLast Updated : 2025-04-02
Read more

Bab 235. Menjalankan Misi.

Gerimis kecil membasahi dedaunan di sekitar penginapan kecil di desa itu, menciptakan suara gemercik yang menenangkan. Azalea, dengan langkah ringan, memainkan kunci kamar yang digenggamnya. Raut wajahnya terlihat tenang, namun ada kilatan licik yang sesekali tersirat. Dia mengenakan gaun merah yang ketat dan berenda, menonjolkan lekuk tubuhnya dengan sangat jelas, seolah-olah setiap jahitan di gaun itu sengaja dibuat untuk menarik perhatian. Kakinya berhenti tepat di depan Pintu sebuah kamar. Sesuai informasi yang didapatkannya, itu adalah kamar yang akan menjadi tempat peristirahatan Barra, mantan suaminya yang kini telah memiliki istri Iain. Azalea memasukkan kunci ke dalam lubang kunci, membuka Pintu dengan perasaan campur aduk, antara gugup dan bersemangat oleh rencana yang sudah ia susun dengan matang. Rencana dari seseorang yang mengajaknya bekerjasama lebih tepatnya, bertujuan untuk merusak hubungan Barra dengan istri pria itu, Olivia. Pintu terbuka. Azalea masuk ke dala
last updateLast Updated : 2025-04-02
Read more

Bab 236. Marah Besar!

“SINGKIRKAN TANGANMU!!” bentak Barra, berang. Azalea malah semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Barra, ia kecupi punggung harum pria itu. “Sialan!” umpat Barra, rasa mual seketika menyerang. la cengkeram kedua pergelangan tangan Azalea yang memeluk pinggangnya dari belakang, dilepaskan dengan kasar dari tubuhnya. Auwwh... Tubuh Azalea terhuyung sejauh lebih kurang dua meter dari posisi Barra. Pria itu mendorongnya kasar, menolak pelukannya dengan penuh amarah. “Barra...?” Azalea dengan dada yang sesak, mendekati Barra kembali. Tega sekali mantan suaminya bersikap kasar terhadapnya. Rasanya tak bisa dipercaya perubahan Barra sedrastis ini. “Sekarang juga, KELUAR DARI KAMARKU!!” bentak Barra murka. Napasnya naik turun menahan amarah. Kalau bukan wanita, sudah habis Azalea ia tangani. Terlalu lancang. “Gak!” tolak Azalea, tak kalah keras. Barra dengan wajah geram, berjalan menuju pintu, akan membukanya untuk mengusir Azalea. “Barra, aku gak akan pergi! Aku ke sini untuk mem
last updateLast Updated : 2025-04-03
Read more

Bab 237. Tak Peduli Lagi!

“Kenapa aku harus bertanggung jawab? Aku tidak menyebut nama di sana. Netizen aja yang berspekulasi macam-macam!” ketus Azalea. Hatinya merasa senang akhirnya semua percaya jika dirinya masih menjalin hubungan dengan Barra. Jefri dan Syifa saling melempar pandang, memang Azalea tak menyebut nama Barra. Tetapi tingkah dan clue yang ia berikan, tertuju pada seorang Barra Malik Virendra. “Maafkan saya sekali lagi. Saya kecolongan dengan karyawan saya. Itu tukang bersih-bersih baru, sehingga saya tidak tau kalau dia terjerat judol sampai mau disuap seperti itu. Saya berjanji akan bertanggungjawab atas ketidaknyamanan ini,” sang pemilik penginapan merasa bersalah dan menyesal bukan main. “Tunggu saja Pak Barra memutuskan apa yang akan beliau lakukan. Bos saya itu sedang marah besar sekarang!” Jefri berwajah dingin, akan menunggu keputusan Barra. “Aku udah bisa pergi? Atau kalian memang mau aku di sini supaya semakin banyak orang yang melihat kalau ternyata aku juga ada di penginapan ya
last updateLast Updated : 2025-04-03
Read more
PREV
1
...
192021222324
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status