Semua Bab Istri Kesayangan Tuan Arogan: Bab 191 - Bab 200

241 Bab

Bab 191. Keras Kepala

“Saya tidak sabar menemani kamu ke dokter kandungan.” Ungkap Barra terus terang. Seperti suami-suami lainnya, dirinya juga akan merasakan kebahagiaan serupa. Bisa mengunjungi Dokter kandungan untuk menemani istri. la ingin menjadi suami siaga. “Juga melihat detak jantung anak kita untuk pertama kalinya ya...” Olivia ikut antusias. Wajah Barra semakin berseri-seri, detak jantung? Itu artinya benar-benar ada kehidupan lain di rahim istrinya, anaknya. Rasanya masih sulit dipercaya, ini seperti mimpi saja. “Um, Pak Barra...” “Kenapa memanggil saya seperti itu Olivia!” Tegur Barra, sudah sejak tadi ia tak nyaman dengan cara Olivia memanggilnya. Olivia terdiam. Barra risih dipanggil 'Pak'. “Ada apa? Katakanlah...” Barra membelai kepala Olivia yang masih ditutupi hijab, belum berganti pakaian juga. “ini rumah siapa? Kenapa kita gak ke Penthouse aja?” “Ini rumah kita mulai sekarang. Kita tidak akan tinggal di Penthouse lagi. Lagipula, kalau saya bawa kamu ke sana, Ibu pasti aka
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-06
Baca selengkapnya

Bab 192. Tidak Menyerah!

“Papa percaya sama dia?” Amanda tersenyum sinis. “Tentu!” “Hah, Papa memang begitu. Mudah percaya sama orang sampai-sampai dikhianati Laksmana!” Amanda mencibir Tuan Rawless. “Wahahaha... Kamu juga Manda. Mudah percaya sama Abian dan Helen, sampai-sampai ditusuk dari belakang. Kita memang Ayah dan Anak yang bodoh ya...” Balas Tuan Rawless tertawa. “Kenapa Papa tertawa? Ini bukan sesuatu yang lucu! Ini bodoh dan memalukan!” Gerutu Amanda, kesal. “ltulah sebabnya kita harus belajar dari masa lalu.” “Papa yang gak belajar, Manda justru belajar dari masa lalu agar tidak mempercayai siapapun lagi!” “Tetapi gak gini juga Manda. Masa kamu menghakimi menantu kamu sendiri? Padahal dia sangat tulus dan berjasa dalam hidup kamu. Menantu itu sama seperti anak, Manda. Kalau marah, ya marahin langsung. Kalau sayang, ya perlakukan seperti anak kandung sendiri.” Jelas Tuan Rawless. “Dia bukan menantu Manda, Pa! Manda memang berhutang budi sama dia, tapi akan Manda bayar hutang budi it
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-06
Baca selengkapnya

Bab 193. Akan Mengungkapkan!!

Barra berada di dapur, menyiapkan makan malam untuk Olivia. Dari tangan terampilnya, semangkuk tongseng daging sapi segar tercipta, dipadu dengan tempura udang renyah dan saos cocolan yang lezat. Tak lupa pula, ia menyediakan puding buah sebagai hidangan penutup. Senyum cerah merekah di wajah tampan Barra. Bisa ia bayangkan betapa Olivia akan lahap menyantap hidangan istimewa ini setelah sedari tadi membuatnya khawatir karena istrinya itu beberapa kali mengeluarkan isi perutnya. Membayangkan wajah sang istri yang berseri-seri ketika menikmati makan malam tersebut, membuat perasaannya senang. la akan menjadi suami siaga, merawat dan memastikan Olivia dalam keadaan sehat dan bahagia selama masa kehamilan ini. “Olivia, sebenarnya saya, um...” Barra tergugup. Sedari tadi mencoba, kenapa lidahnya terasa kelu mengucap kata yang sangat ingin ia utarakan pada Olivia-nya? Barra menarik nafas terlebih dahulu, “Sebenarnya, saya cin_” ia berhenti berucap, lagi-lagi kesulitan untuk menyatakan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-07
Baca selengkapnya

Bab 194 Tahan...

Barra langsung bersemangat. la balikkan tubuh Olivia agar menghadap langsung padanya, sebelah tangannya menahan tengkuk Olivia, sedang satunya lagi melingkar di pinggang istrinya itu. la tempelkan tubuh mereka berdua, tak ada lagi jarak yang tersisa. Barra kecup dalam-dalam bibir merah muda Olivia, kecupan yang melenakan. la sangat suka dengan cara Olivia membalas ciumannya, tak ada keraguan atau malu-malu lagi. Istrinya itu justru ikut menunjukkan sikap ekspresif dalam membalas setiap lumatan-lumatan yang Barra berikan, memperlihatkan hasratnya yang juga menginginkan suaminya. Siapa yang tak senang diperlakukan seperti ini oleh istri sendiri? Apalagi istri yang sangat dicintai setengah mati. Barra mendorong pelan tubuh Olivia ke arah meja makan yang masih kosong dengan memeluk pinggang istrinya itu, tetap tak melepas pagutan lidah mereka berdua yang semakin panas. la angkat tubuh Olivia, didudukkan di atas meja dengan posisi menghadap langsung padanya. Kedua kaki mulus Olivia,
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-07
Baca selengkapnya

Bab 195. Akhirnya Tahu...

Barra membawa nampan makanan tadi, menghidangkannya di atas meja makan. “Ayo dimakan.” Pinta Barra setelah menyiapkan makanan tersebut di depan Olivia. Olivia dengan senang hati, memulai makan malamnya bersama Barra di rumah baru mereka tersebut. “Sini saya suapi.” “Eh, aku bisa makan sendiri.” Tolak Olivia. Sebulan berpisah, membuatnya agak kaku terhadap Barra. Kadang tanpa sadar masih suka menjaga jarak. “Olivia, jangan menolak suami.” Barra tak suka penolakan. “I-iya.” Olivia terpaksa manut. Benar juga, sejak kapan suaminya mau dibantah? Barra lalu menyuapi Olivia penuh kelembutan. Setelah menyuapkan makanan ke mulut istrinya, dirinya pun ikut makan dari mangkok dan sendok yang sama. Begitu seterusnya. Olivia terharu. Ah, Barra romantis sekali meski tak pandai berucap kata manis. Tetapi perlakuannya suka membuat istrinya berbunga-bunga. “Makasih Sayang...” Ucap Olivia dengan senyum manis, sedikit tampak menggoda. Barra sempat berdebar dipanggil Sayang, juga diberi senyuma
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-08
Baca selengkapnya

Bab 196. Kemana Istriku??

Pukul 04.00 wib_ Olivia terjaga dari tidurnya. Seperti biasa, alarm bawah sadarnya saja yang membangunkan karena kebiasaan, bukan karena suara keras dari jam dinding. la menoleh ke samping, melihat wajah Barra yang masih tidur pulas dengan melingkarkan tangan pria itu di pinggangnya. Olivia tersenyum hangat, terpesona oleh ketampanan wajah suaminya yang tampak damai. Hatinya berbunga-bunga mengingat kembali kejadian semalam. Ketika Olivia sudah hampir melayang ke alam mimpi, ia mendengar suara pelan Barra mengungkapkan cinta terhadapnya diam-diam. Pria itu tak tahu, padahal Olivia belum benar-benar tidur, ia masih terjaga dan mendengar perasaan suaminya dengan jelas. Detak jantung Olivia semakin cepat saat mengenang kehangatan cinta Barra yang telah terungkap. Hatinya menghangat, ternyata Barra mencintai dirinya. Terserah pria itu tak menyatakan langsung. Yang pasti, Olivia sudah tahu dan itu sudah cukup baginya agar tak lagi meragukan kesungguhan Barra. Tangan halus Olivia me
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-08
Baca selengkapnya

Bab 197. PANASS!!

Ketika hendak menuju mobil, Barra mendengar suara lembut seorang wanita yang sangat ia kenal dari arah samping rumah. Itu Olivia-nya. Barra langsung mengikuti kemana arah suara tersebut. Ternyata Olivia sedang berada di taman, mengagumi bunga-bunga yang baru saja mekar. Barra terpaku menatap istrinya yang tak menyadari kehadirannya. Hampir saja jantungnya lepas karena sudah overthinking duluan akan ditinggalkan lagi. la jadi parno sendiri. Ditambah nyawanya belum terkumpul sepenuhnya, semakin membuatnya panik tak jelas. Wajah Barra seketika begitu lega melihat Olivia, meski jantungnya masih terus berdetak cepat. Tak buang waktu, ia berlari menghampiri posisi Olivia, membuat Olivia akhirnya menyadari kedatangan suaminya. Hug! “Olivia!” Ucap Barra memeluk tubuh istrinya itu erat-erat. Olivia terkejut, suaminya datang-datang langsung memeluk, tak sadar jika saat ini tubuhnya tak menggunakan apapun kecuali dalaman boxer. “Kenapa keluar rumah tidak bilang-bilang? Saya khawatir,” Un
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-09
Baca selengkapnya

Bab 198. Boleh-boleh Saja.

~ROYAL HOSPITAL~ Mobil mewah berwarna hitam yang membawa Barra dan Olivia, melaju pelan hingga berhenti tepat di depan rumah sakit. Di belakangnya, beberapa mobil bodyguard telah lebih dulu parkir dan membentuk formasi ketat. Barra dan Olivia turun dari mobil, diiringi oleh tatapan tajam para bodyguard yang siap mengawal mereka. “Tuan, Nyonya, kami akan mendampingi Anda selama berada di rumah sakit,” Ujar salah satu bodyguard dengan sikap hormat. “Ya, dua tiga orang saja yang ikut masuk. Selebihnya tetap siaga di luar. Kita juga tidak boleh menimbulkan ketidaknyamanan pengunjung rumah sakit lainnya,” Titah Barra. “Baik, Tuan!” Ketua bodyguard tersebut menginstruksikan pada rekannya yang lain untuk melakukan apa yang diperintahkan sang Bos. Olivia menoleh ke Barra, heran dengan kehadiran penjaga yang begitu banyak. “Mas, apa ini? Kenapa banyak penjaga? Apa ada bahaya?” Tanyanya, wajahnya tampak cemas. Barra menatap Olivia dengan tatapan lembut, lalu menggenggam tangan i
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-09
Baca selengkapnya

Bab 199. Excited...

“Sebenarnya berhubungan suami istri juga memberikan manfaat. Ada yang namanya Hormon Oksitosin yang dilepaskan secara alami saat berhubungan intim, dimana dapat merangsang ikatan dan keintiman yang baik antara ibu hamil dan suami. Lebih tepatnya mempererat bonding selama kehamilan.” Tambah Dokter Anita Iagi, semakin membuat Barra bersemangat. ‘Harus dengan cara yang tepat, hem.’ Gumamnya dalam hati. la lirik Olivia yang masih mengobrol dengan Dokter Anita, senyum samar terbit di wajahnya yang biasanya selalu tampak datar. ‘Bersiaplah, Sayang!’ Barra membatin, sudah tak sabar untuk segera menagih jatah dari istrinya itu. Terlebih Olivia belum sempat ia beri pelajaran yang tak terlupakan karena telah pergi meninggalkan dirinya selama satu bulan lebih. Hari ini istri cantiknya itu tak akan bisa lepas lagi. °°° “Duh, Mas, foto USG-nya diliatin mulu...” Goda Olivia mengulum senyum. Barra sejak keluar dari ruang Dokter tadi, seakan tak mau berhenti menatapi gambar janin dari print-an
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-10
Baca selengkapnya

Bab 200. Mendapat Pencerahan!

Barra kembali mendekati Dokter Andrew, sedang Olivia duduk dengan dijaga bodyguard yang siaga. “Bagaimana kabar Dokter? anda terlihat luar biasa,” Ungkapnya. “Alhamdulillah, namanya juga udah berkeluarga, udah ada istri yang menemani dan mengurus semua kebutuhan saya. Ditambah sudah punya dua orang jagoan. Hati jadi selalu senang, hidup penuh semangat,” Dokter Andrew berseri-seri. “Jadi anak anda sudah dua, keduanya laki-laki?” Barra lagi-lagi takjub. “Ya, Muhammad Azzam Daniel, dan Muhammad Izzam Daniel. Dua jagoan kebanggaan saya!” Dokter Andrew begitu bangga. Anak-anaknya adalah cucu kebanggaan Sultan Daniel. “Hem, luar biasa. Berapa umur mereka sekarang?” Barra cukup antusias sebagai seorang calon ayah, dirinya ikut senang mendengar kebahagiaan Dokter Andrew. Akan merasakan hal seperti itu juga tak lama lagi. “Alhamdulillah sekarang Azzam sudah tujuh tahun. Sudah SD kelas satu. Kalau Izzam, masih tiga tahun. Lagi lucu-lucunya,” Dokter Andrew begitu bangga menceritakan ke
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-11
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
1819202122
...
25
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status