Home / Romansa / Istri Kesayangan Tuan Arogan / Chapter 171 - Chapter 180

All Chapters of Istri Kesayangan Tuan Arogan: Chapter 171 - Chapter 180

241 Chapters

Bab 169 Akan Menemui...

“Olivia, dengar ibu!” Amanda menatap tajam Olivia. Wajahnya menunjukkan ketegasan.“Ada tiga opsi, Nak!” lanjut Amanda. Olivia mengernyitkan dahi, mencerna ucapan ibunya. “Opsi pertama, Barra tetap pada kesepakatan di awal bahwa akan mengakhiri pernikahan kalian setelah Azalea kembali!” Ujarnya.Olivia menyimak, menahan perasaan yang tak menentu di dada. “Opsi kedua, dia tetap meneruskan pernikahan kalian seperti yang dia katakan. Tapi, dia juga akan menikahi Azalea. Sehingga kamu harus rela dimadu!”Deg!Olivia terkesiap, di poligami? “Tapi Bu, mustahil Pak Barra akan poligami. Mommy sama Daddy pasti gak akan setuju...” Olivia serasa mau menangis. Dirinya tak sanggup jika harus berbagi suami. Ia tak sekuat itu. “Peduli apa Virendra dan Syafira mau setuju atau tidak, Nak? Barra mencintai Azalea, dia pasti akan melakukan berbagai cara untuk bisa rujuk kembali bersama mantan istrinya itu. Bisa aja dia menikahi Azalea diam-diam tanpa sepengetahuan orang tuanya!” Amanda menatap seriu
last updateLast Updated : 2025-02-22
Read more

Bab 170 Rumah Sakit!

“Ini handphonenya, Mbak...” Penjaga villa menyerahkan ponselnya pada Olivia. “Pinjam sebentar ya, Pak.” Ucap Olivia, meminta izin. “Monggo...” Sang penjaga mempersilahkan. Olivia langsung menelepon ke UD Entertainment, meminta disambungkan ke Sekretaris Barra tanpa mau menyebut siapa dirinya. [Selamat pagi dengan Syifa sekretaris CEO di sini. Ada yang bisa dibantu?] “Selamat pagi, Mbak. Um, Pak Barra Malik Virendra ada?” Olivia bertanya dengan sopan. [Saat ini Pak Barra tidak ada di kantor] “Oh begitu? Beliau sedang di mana ya? Kapan saya bisa membuat janji untuk bertemu?” [Maaf, ini dengan siapa, Bu?] “Temannya, cuma ingin bertemu saja.” Olivia beralasan. [Belum bisa dipastikan. Pak Barra sedang berada di rumah sakit] “Apa beliau sakit?” Nafas Olivia seakan tertahan. [Bukan Pak Barra, tetapi teman dekat beliau katanya. Jika ada pesan, boleh ditinggalkan. Nanti saya sampaikan] “Oh, tidak ada sih. Lain kali saja. Um, kalau boleh tau rumah sakit mana ya? Saya susulin ke
last updateLast Updated : 2025-02-22
Read more

Bab 171 Menolak Percaya!

“Aku bahagia kamu akan menceraikan Olivia...”“Aku siap kembali ke pelukan kamu. Ayo kita secepatnya rujuk, sayang...”“Aku bukan Azalea yang dulu, yang lebih mementingkan karier dan tidak mau memiliki anak. Ayo kita menikah, aku mau melahirkan anak-anak kamu. Aku mau menjadi ibu dari anak-anak kamu, Barra...”Azalea mengikis jarak di antara mereka, ia tatap wajah Barra penuh perasaan.“Kamu pasti merindukan aku...” Azalea perlahan menurunkan bajunya, ingin Barra melihat tubuh indahnya.“Aku juga ingin kamu sentuh seperti dulu lagi. Aku rindu kehangatan tubuh kamu. Aku ingin kita melakukannya di atas ranjang sepuasnya seharian, Barra...” Ungkapnya tak bisa membohongi diri sendiri. Barra sangat hebat di ranjang.“Ini di rumah sakit. Pintunya juga terbuka.” Ucap Barra menghentikan Azalea yang hampir melepaskan dress dari tubuh aduhai wanita itu.“Kalau begitu, kita lakukan di rumah baru aku yang kamu belikan. Kita lepaskan kerinduan kita ini. Aku sangat menginginkan kamu, sayangku...” A
last updateLast Updated : 2025-02-23
Read more

Bab 172 Tidak Bisa!

“Barra... Aku tetap tidak percaya!!! Aku tau kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak mau mengakuinya. Aku bisa merasakan itu, Barra... Buktinya, walaupun hari ini kamu tau kalau aku sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, tetapi kamu tetap datang ke sini untuk melihatku. Apa itu namanya kalau bukan perhatian? Kamu sesayang itu sama aku dan kamu gak bisa menyangkal lagi!” Azalea berharap Barra mau mengakui perasaan pria itu. Ia tak rela posisinya digantikan Olivia.Barra menghela nafas panjang, ia tatap Azalea dengan serius. “Aku datang ke sini memang ada tujuan.” Ucapnya.Azalea diam wajah resahnya menanti apa tujuan yang dimaksud Barra.“Pertama, aku ingin membalas kebaikan kamu terhadap ibuku. aku tau setelah dua tahun diasingkan Laksmana, kamu sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Sebagai bentuk balas jasaku, aku sudah menyiapkan sebuah rumah yang nyaman dan aman untuk kamu tinggali.” Ujar Barra membuat Azalea terpana.“Tenang saja, kamu tidak perlu takut lagi. Ada beberapa penjaga pr
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 173 Dimana Istriku??

Barra melajukan mobil sport mewahnya dengan kecepatan tinggi, menembus jalanan kota yang ramai. Wajahnya terlihat dingin dengan sorot mata nyalang yang tajam menatap ke depan. Tangannya mengepal kuat setir mobil, sangat jelas bahwa pikirannya sedang tidak baik-baik saja. Istrinya, Olivia, belum juga kembali ke penthouse mereka selama dua hari. Entah apa yang sedang terjadi, hatinya diliputi kekhawatiran yang tak terbendung. Olivia entah di mana sekarang, pergi tanpa kabar. Tidak seperti Olivia biasanya yang selalu mengabari jika akan melakukan apa saja. Bahkan ponselnya tidak aktif. Sepertinya Olivia salah sangka padanya saat melihat dirinya bertemu Azalea kembali dengan menggendong mantannya yang terluka itu saat di pulau. Barra berdebar-debar, apa mungkin Olivia berpikir jika pernikahan mereka sudah berakhir karena Azalea telah kembali, hingga memutuskan untuk pergi sejauh mungkin dari hidupnya seperti yang pernah dikatakan wanita itu. Tapi Barra mengabaikan pikiran menakut
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 174 Hilang Arah...

“Saya juga berpikiran sama dengan Nyonya, Pak. Saya pikir Anda memang masih mencintai Bu Azalea karena anda begitu fokus dan mengkhawatirkannya lebih dari ibu mertua dan istri anda sendiri. Dan sampai detik ini, saya pun masih berpikir jika anda mencintai dan mengharapkannya.” Jawab Jefri apa adanya. Barra tersentak, bahkan Jefri pun berpikir seperti itu. “Aku tidak mencintai Azalea!” Tegas Barra cepat. “Olivia sudah salah paham, aku harus segera bicara padanya untuk menjelaskan semuanya. Jef, cepat temukan istriku. Kesalahpahaman ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Aku tidak bisa kehilangan Olivia.” Barra panik. Jika istrinya itu memang pergi jauh darinya, Bagaimana hidupnya setelah ini? “Akan saya temukan Nyonya secepat mungkin, Pak!” Jawab Jefri meyakinkan. °°°°° Barra duduk termangu setelah kepergian Jefri, tubuhnya lemas bersandar di kursi kerjanya. Kedua matanya menatap hampa ke dinding. “Kamu dimana, Olivia...” lirihnya pelan. Ia begitu merindukan Olivia. Rindu
last updateLast Updated : 2025-02-25
Read more

Bab 175 Pengacara??

“Bagaimana Margaretha?” Tanya Barra pada Jefri yang setia mendampingi. Saat ini hanya mereka berdua yang tinggal di meeting room. “Sedang dalam pencarian, Pak.” Jawab Jefri menguatkan diri, tahu jika Barra tak suka jawaban yang gantung. “Itu saja alasan orang-orang kamu, Jef. Ganti saja mereka semua dengan yang lebih profesional!” Barra membuang napas kasar, kecewa. Jefri hanya bisa diam, tak boleh membantah. Bosnya dalam emosi yang tinggi, sebaiknya dengarkan saja apapun yang ia katakan. “Maaf Pak, designer baju pengantin menelepon saya. Kapan jadinya fitting baju?” Syifa tiba-tiba masuk dengan polosnya. Barra diam menatap tajam ke arah Syifa. Sedang Jefri langsung membulatkan mata, sekretaris direktur itu bertanya dalam situasi yang tidak pas. “Cancel dulu, Syifa! Istriku sedang ada urusan lain!” Barra berusaha merendahkan nada suaranya. Mengingat harus bertemu designer, perasaannya jadi semakin resah dan bersalah. Seharusnya ia dan Olivia melakukan fitting baju pengantin me
last updateLast Updated : 2025-02-25
Read more

Bab 176 Tak Akan Menggugat!!

“Begini. Klien saya Mbak Olivia memberikan kuasa pada saya untuk mengurus perceraiannya dengan anda. Dari cerita yang diberikan pada saya, anda sejak awal menikahi Mbak Olivia sudah menentukan sebuah kesepakatan untuk mengakhiri pernikahan kontrak kalian tepatnya setelah ex-wife anda kembali bersama anda. Karena yang dimaksud sudah kembali, itu sebabnya klien saya telah mempersiapkan diri menerima gugatan cerai dari anda sebagai pihak pertama yang membuat kesepakatan tersebut. Saya datang menemui anda untuk menanyakan kapan gugatannya akan anda urus? Karena klien saya ingin secepatnya berpisah dari anda.” Ujar Pak Martin.Barra mengepalkan kuat jari jemarinya, geram dan murka. “Siapa yang ingin mengajukan gugatan cerai??! Olivia berpikir saya akan melakukannya??? Dia salah! Seumur hidup, kapanpun itu, tidak akan pernah ada yang namanya perceraian! Saya adalah suaminya, dan dia adalah istri saya untuk selamanya. Jadi sekarang katakan di mana keberadaannya.” Barra bangkit dari duduknya,
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more

Bab 177 Otak Segala Kejahatan!

“Assalamualaikum, Pak Martin.” Sapa Olivia sopan.[Wa'alaikumsalam Olivia. Ada yang ingin saya sampaikan tentang Pak Barra]“Oh, Bapak udah bertemu Pak Barra ya?” Olivia berdebar-debar menyebut nama itu. Sudah satu minggu mereka tidak bertemu dan tak tahu kabar satu sama lain, ada rasa yang lain di hatinya yang tak bisa diungkapkan.[Sudah, baru tadi saya dari kantor beliau. Saya sudah menanyakan soal kapan beliau akan mengajukan gugatan cerai terhadap kamu Olivia] Olivia menelan ludah, deg-degan dan pasrah.“Jadi kapan katanya, Pak? Beliau tentu merasa senang ya karena Pak Martin menanyakan tentang perceraian kami, tanpa beliau harus bersusah payah untuk memberitahu saya?” Olivia tersenyum miris, suaminya pasti begitu bahagia karena dipermudah untuk menceraikannya.[Kamu salah, Olivia. Justru Pak Barra marah besar waktu saya membahas tentang perceraian kalian. Beliau tidak mau bercerai dari kamu, begitu katanya. Beliau juga memaksa agar saya memberitahu di mana keberadaan kamu sekar
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more

Bab 178. Menggugat Sendiri!

“Jangan mendekat! Kalau kamu masih mendekat, nyawanya yang tidak terselamatkan!” Margaretha menyuruh Tuan Rawless berdiri dari duduknya, kemudian memaksanya untuk berjalan di depan dengan p*sau di genggamannya berada di leher pria tua itu. Tuan Rawless dengan gerakan yang sulit, terpaksa manut pada perintah Margaretha. Ia berjalan dengan leher ditodong p*sau, sedang perempuan itu berjalan di belakangnya untuk berlindung di balik tubuhnya.Barra mengikuti Margaretha yang berhasil keluar dari ruangan sempit tersebut. Begitu pun Jefri dan yang lainnya.Margaretha kaget hingga panik ketika melihat anak buahnya bergelimpangan di lantai dengan tubuh tak lagi bernyawa. Kini dirinya tinggal seorang diri. Sedang beberapa anak buah Barra telah berjaga di depan. Margaretha mendesak Abraham Rawless untuk berjalan cepat, membawanya ke mobil. Tuan Rawless lagi-lagi hanya bisa manut.Barra yang terus mengikuti, melirik tangan Margaretha yang bergetar. Wanita itu ternyata ketakutan aslinya.Saat ti
last updateLast Updated : 2025-02-27
Read more
PREV
1
...
1617181920
...
25
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status