Home / Romansa / Istri Kesayangan Tuan Arogan / Chapter 151 - Chapter 160

All Chapters of Istri Kesayangan Tuan Arogan: Chapter 151 - Chapter 160

241 Chapters

Bab 151 Lagii...

Barra mengambil handphone dari tangan Olivia, kemudian diletakkan di atas meja, “Lihatnya besok saja lagi.” Ucap Barra, sedang Olivia masih terdiam.Barra lalu merebahkan tubuh Olivia, akan kembali melanjutkan tidur mereka.Olivia pasrah. Kepalanya di taruh Barra di lengan pria itu.“Gak apa begini? Nanti lengan mas keram loh ditimpa kepala aku.” Olivia mewanti-wanti.“Tidak akan.” Barra memeluk Olivia dengan melingkarkan tangannya di perut istrinya itu. Nyaman.Hening...Olivia akhirnya memejam matanya, pelukan suaminya begitu hangat dan membuat perasaannya aman.“Olivia...”“Ya?” Olivia membuka kembali matanya.“Kamu dengar apa yang Mommy katakan tadi?”“Um, yang mana satu ya? Mommy bangga sama Mas? Mas Barra gentleman? Mommy senang kita akan melangsungkan resepsi pernikahan? Yang mana satu nih?” Olivia balik bertanya dengan polosnya.Tangan Barra tiba-tiba menyusup ke dalam baju tidur Olivia, mengejutkan, geli. Ia mengusap-usap perut rata istrinya itu, “Tentang yang ini.” Bisiknya
last updateLast Updated : 2025-02-11
Read more

Bab 152 Nyonya Barra Malik Virendra...

“Tau apa sus tentang kebahagiaan dan cinta yang melimpah? Barra itu hanya bahagia bersama aku. Aku yang paling tau tentang dia dari siapapun!” Azalea menegaskan. “Nyonya tau Pak Barra yang dua tahun lalu. Tapi yang paling tau Pak Barra hari ini adalah istrinya, Nona Olivia!” Balas suster. Sudah tak nyaman dengan sikap Azalea. “A-Apa?” Azalea tersentak, tak menyangka perawat Amanda bisa seberani itu. “Sus jangan sok tau. Barra sangat mencintai aku, dulu, sekarang maupun selamanya. Itu yang dia katakan saat kami berpisah. Dia juga bilang bahwa akan selalu menunggu aku kembali padanya. Gak ada yang bisa menggeser posisi aku di hatinya. Dia sangat mencintai aku, selalu memberikan apapun yang aku mau dan membebaskan aku mau berbuat apa saja.” Ungkap Azalea bersikeras. “Dia juga udah janji akan menunggu aku. Itu faktanya dan Barra gak pernah mengingkari janjinya. Jadi, meskipun sekarang Olivia adalah istrinya, bukan berarti dia cinta. Aku yakin pasti ada alasan kenapa dia menikahi perem
last updateLast Updated : 2025-02-12
Read more

Bab 153 Culik??

Barra melangkah dengan tenang dan berwibawa didampingi oleh Jefri-asisten pribadinya yang begitu setia. Tak ketinggalan beberapa pejabat perusahaan mengikuti di belakang.Mereka baru saja mengadakan pertemuan penting di sebuah hotel, membahas proyek perusahaan yang akan di garap bersama sutradara film dan tim produksi yang berperan penting atas kesuksesan proyek tersebut. Tak terkecuali para aktor pilihan serta beberapa influencer yang ditunjuk untuk membantu strategi pemasaran.Barra berjalan memasuki gedung megah perusahaan UD Entertainment miliknya, menuju lift khusus pimpinan yang terletak di sudut ruangan.Begitu memasuki lobby yang luas, Barra di sambut dengan pandangan kagum dan respect dari para karyawan yang sedang berada di sana.Karyawan-karyawan langsung menyapa dan memberikan hormat padanya. Beberapa diantaranya bahkan ada yang sampai terlihat gugup dan salah tingkah saat berpapasan langsung dengan pria dingin namun kharismatik itu.“Selamat pagi, Pak Barra.” Sapa seorang
last updateLast Updated : 2025-02-12
Read more

Bab 154 Sebentar Lagi...

Barra terkesima melihat senyum manis Olivia, selalu saja membuat jantungnya berdebar. “Saya tutup sekarang.” ulangnya lagi. [Eh bentar Mas...] “Ya?” Jawab Barra cepat. [Kiss dulu...] Barra terperangah mendengar permintaan Olivia, istrinya ini sudah mulai nakal, pintar menggoda. “Bagaimana caranya?” Barra bingung. [Bilang 'muaah' sambil majuin bibirnya ke layar handphone. Tandanya mas ngasih aku sebuah ciuman...] “A-Apa? Bagaimana bisa?” Barra tergugup. Bagaimana bisa dirinya melakukan hal semacam itu, memalukan. Barra gengsi. [Oh, ya udah kalau gak mau. Daah...] “Sebentar!” tahan Barra cepat. Olivia-nya terlihat kecewa. “Saya lakukan!” ucapnya kemudian. Demi apa? Tampak Olivia tersenyum senang di sana, menanti suaminya melakukan apa yang ia minta. Barra mendekatkan bibirnya ke layar ponsel, rela membuang rasa malu dan gengsinya. “Mmuuaah...” Ucapnya persis yang seperti Olivia mau. “Pak Barra...” Panggil Jefri yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Barra dengan tergesa-gesa
last updateLast Updated : 2025-02-13
Read more

Bab 155 Berbeda

“Tunggulah di sini! Kamu mau ikut sampai ke dalam?” Azalea membentak penjaga yang mengikutinya tadi, terpaksa pria itu berhenti tepat di depan halaman rumah yang ditempati Anton dan ketiga anggotanya, seharusnya. Salah satunya Vincent. Azalea kemudian melangkah menuju pintu. Ia sedikit heran, kenapa suasana rumah begitu sepi. Bukankah seharusnya ramai dengan beberapa orang pria. “Anton!” Panggilnya. Tak ada sahutan dari dalam, Azalea memberanikan diri membuka gagang pintunya. Ceklek! Pintu terbuka, ternyata tak di kunci dari dalam. “Tunggu disana! Aku masuk dulu!” Titahnya pada penjaga yang berdiri di halaman rumah. Ia masuk ke dalam, ada beberapa kamar di rumah yang cukup besar itu meski semi permanen. ‘Kenapa tidak ada orang di rumah ini? Vincent dimana? Aku ingin bertemu dengannya...’ Azalea terus berjalan hingga telinganya mendengar suara tercekat seorang pria yang kesulitan bicara dari arah kamar ujung. Dengan berlari, ia menuju kamar tersebut, membuka pintunya dengan l
last updateLast Updated : 2025-02-13
Read more

Bab 156 Fakta Sebenarnya...

Semua begitu penasaran dan dengan penuh semangat melontarkan pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana Olivia dan CEO mereka bertemu dan saling mencintai, serta kapan mereka menikah hingga akhirnya menjadi suami istri. Dengan Olivia yang dikenal humble, mereka masih bisa bersikap lepas dan santai untuk bertanya, meski tetap tak berani melewati batas dalam berbicara atau bergurau. Sedang dengan Barra tadi, jangankan mengucapkan selamat, bertatap muka secara dekat saja sudah membuat jantung terus berdebar kencang. Takut pada CEO dengan pembawa dingin itu. Olivia bercerita tipis-tipis, tak terlalu menjelaskan. Ia masih merasa canggung dengan cara mereka memanggilnya. Dulu, mereka memanggilnya dengan nama depan saja, terasa akrab dan santai. Dan sekarang mereka memanggilnya 'bu Olivia' menunjukkan rasa hormat terhadap posisinya sebagai istri CEO. Mau bagaimana lagi? Barra tadi pagi juga mengatakan jika dirinya harus membiasakan diri dan menerima kenyataan bahwa ia adalah se
last updateLast Updated : 2025-02-14
Read more

Bab 157 Shock...

“Tapi denger-denger, mantan istrinya Pak Barra wanita karier kan? Mereka sama-sama sibuk dulu. Kok sekarang Pak Barra pengennya punya istri orang rumahan? Mungkin trauma punya istri berkarier kali ya, haaa...” Nanda tertawa, sontak membuat Ardi, Arya, Dafa dan Farhan menatapnya penuh isyarat. Sedang Olivia terpana. “Ups, maaf Liv. Aku gak ada maksud untuk mengungkit masa lalu Pak Barra. Jangan dimasukkan ke dalam hati ya. Yang pasti sekarang di hati Pak Barra cuma ada kamu kan?” Nanda jadi tak enak hati, menyesal dengan mulutnya yang keceplosan. “Gak apa, Nan.” Olivia tersenyum tipis, sedikit kepikiran, apa benar dulu Azalea dibebaskan berkarier? Sedang dirinya di atur dan dikekang sedemikian rupa untuk melakukan apa saja meski pada akhirnya ia menerima dan menganggap jika itu bentuk perlindungan Barra untuk dirinya. “Kamu udah isi belum Liv?” Nanda langsung mengalihkan pembicaraan, tak ingin Olivia merasa tak nyaman gara-gara barusan ia menyinggung mantannya Barra. “Oh, itu... Be
last updateLast Updated : 2025-02-14
Read more

Bab 157 Bersiap-siap!

[Barra, aku bukan istri simpanan Laksmana. Jangan berpikir aku seburuk itu. Aku sangat menderita. Jemput aku secepatnya sayang...]Jantung Barra berdegup begitu kencang, Azalea bukan istri simpanan Laksmana katanya. Perasaannya semakin berkecamuk.Sementara itu...Di balik dinding yang berada beberapa meter dari meja kerja sekretaris CEO, Olivia memegang dadanya yang bergemuruh saking terkejutnya. Ia tengah berdiri menyandarkan punggung di dinding tersebut agar tak dilihat Barra.Seluruh persendian tubuhnya seakan melemas saat mendengar pembicaraan Barra di telepon bersama Vincent kemudian di gantikan oleh suara seorang wanita bernama Azalea, masa lalu suaminya.Olivia mendengar beberapa fakta;Pertama, ibunya ternyata selama ini depresi.Hati Olivia hancur berkeping-keping. Wanita yang selalu ia do'akan di tiap helaan napasnya, sampai menderita gangguan mental seperti itu dibuat Laksmana.Dan fakta kedua, Amanda wanita yang suaminya cintai juga diasingkan bersama Amanda-sang ibu.Wan
last updateLast Updated : 2025-02-15
Read more

Bab 158 Terlupakan?

“Pak...” Jefri menyentuh lengan Barra yang masih diam terpaku setelah mendengar suara Azalea barusan. “Pak Barra.” ulang Jefri lagi. “Ah ya?” Barra tersentak, segera mengembalikan konsentrasi diri. “Anda baik-baik saja?” tanya Jefri, bisa melihat ketidaktenangan di diri Bosnya setelah mendengar suara seseorang dari masa lalunya yang selama ini menghilang karena ulah Laksmana juga. “Entahlah, ini masih terasa seperti mimpi.” Barra belum bisa mempercayai apa yang terjadi. “Jadi bagaimana sekarang, Pak?” Jefri menunggu instruksi Barra. Barra menghembuskan napas kasar, mencoba mengendalikan diri. Pikirannya masih mencerna segala hal. “Cepat bersiap Jef! Kita berangkat sekarang juga! Kamu urus penerbangan kita dan apa saja yang dibutuhkan!” Titah Barra. Harus fokus meski sulit. “Baik Pak!” Jefri bergegas pergi. Banyak yang harus ia siapkan terlebih dahulu, penerbangan, anak buah yang akan berangkat bersama mereka, serta senjata yang tak boleh ketinggalan karena di sana mereka akan
last updateLast Updated : 2025-02-15
Read more

Bab 159 Menyusul?

“Saya pergi dulu. Kamu jaga diri baik-baik di rumah. Tunggu ibu kembali ya,” Ucap Barra pada Olivia saat di depan pintu. Jefri sudah menunggu juga di sana. Mereka akan langsung berangkat. “Tempat itu sangat jauh. Berhati-hati lah.” balas Olivia. “Kamu tau tempatnya?” Barra terheran, perasaan dirinya tidak menceritakan di mana tempat diasingkannya Amanda. “Tau. Tadi Pak Jefri sudah memberitahu. Aku juga tau kalau anda telah menculik anak Vincent untuk membuat dia terpaksa pergi ke tempat itu untuk mencari tau tentang ibuku!” Barra terkejut. Ia lirik Jefri yang tertunduk, takut. “Jangan marah pada Pak Jef. Beliau cuma memberitahu karena aku desak. Gak ada salahnya aku tau kan?” Ucap Olivia dengan nada tersirat. Barra menghela napas, hingga akhirnya mengangguk. “Pergilah. Aku do'akan semua berjalan lancar.” “Ya. Saya pergi dulu. Ayo Jef!” Barra beranjak pergi, cukup buru-buru. Ia melangkah lebih dulu, tak mau terlambat. “Kami pergi Nyonya...” Ucap Jefri pada Olivia, hingga a
last updateLast Updated : 2025-02-16
Read more
PREV
1
...
1415161718
...
25
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status