Home / Romansa / Istri Kesayangan Tuan Arogan / Chapter 141 - Chapter 150

All Chapters of Istri Kesayangan Tuan Arogan: Chapter 141 - Chapter 150

241 Chapters

Bab 141 Dia Priaku!

“Tapi di media sosial, Oliv gak ada sama sekali membagikan postingan bersama Barra Malik Virendra. Dia juga udah lama gak aktif di medsos kayaknya?” Clarissa mencoba untuk mencari tahu di akun media sosial Olivia tentang berita pernikahan mantan istri Elgard itu dengan seorang Barra Malik Virendra, seperti yang dikatakan adiknya tersebut. Elgard dan Haris Nugroho melihat Clarissa yang sibuk menscroll layar ponselnya, ingin mendapatkan informasi yang pasti. “Mungkin di media sosial Barra Malik Virendra ada.” ucap Haris Nugroho. “Duh, aku udah follow akunnya tapi belum di confirm pa. Medsosnya di private soalnya. Lo bisa El?” Tanya Clarissa pada Elgard yang juga telah standby melihat layar ponsel miliknya. “Gue dan Barra Malik Virendra sama-sama saling follow sebagai sesama pebisnis.” Jawab Elgard pada sang kakak. “Gue rasa di laman media sosialnya, Barra Malik Virendra itu gak pernah memposting tentang kehidupan pribadinya. Kayaknya gak bakal ada postingan bersama Oliv disa
last updateLast Updated : 2025-02-04
Read more

Bab 142 Menolak Kenyataan!

“Tidak! Ini tidak benar!” Azalea menggeleng-gelengkan kepalanya, tak terima dengan fakta yang baru saja ia dengar. Barra-nya telah menikah lagi? “Kamu pasti salah! Gak mungkin Barra Malik Virendra menikah dengan perempuan lain. Dia udah janji akan menunggu sampai aku kembali lagi padanya, kapanpun aku mau...” Sanggah Azalea, masih tak percaya dengan apa yang Vincent katakan. Vincent menggaruk kepalanya, bingung. Kenapa juga istri simpanan Laksmana itu menolak untuk percaya pada penjelasannya? “Salah bagaimana ya? Saya dikirim kesini dengan mempertaruhkan nyawa karena Pak Barra yang ingin menyelamatkan ibu mertuanya, Amanda Rawless. Dan nyonya bukankah istri Laksmana? Kenapa mengaku-ngaku sebagai istri bos saya?” Vincent membuang napas kasar. Kenapa wanita ini sebenarnya? “Aku Azalea Stefani, istri Barra Malik Virendra! Kamu pasti pernah mendengar tentang kami sekitar dua tahun lalu sebagai pasangan suami istri yang serasi dan saling mencintai. Jangan bilang kamu gak pernah d
last updateLast Updated : 2025-02-05
Read more

Bab 143 Usaha...!

Pukul 20.25 wib. Barra duduk dengan menyandarkan punggung di sandaran sofa ruang tengah, sembari memegang ponselnya. Matanya fokus menatap banyaknya ungkapan terkejut sekaligus ucapan selamat dari para kenalan yang mengikutinya di media sosial atas pernikahannya yang baru diumumkan hari ini. Akhirnya, senyum di bibir pria itu tak dapat juga ditahan-tahan. Barra tersenyum puas dan senang melihat beberapa foto, berikut video pendek dirinya dan Olivia di pantai tadi, yang dibagikan Jefri sebagai admin akun pribadi miliknya. Jefri duduk di sofa yang berseberangan dengan Barra, ikut sumringah melihat raut wajah bahagia puas bosnya. “My love?” Barra mengerutkan kening membaca caption salah satu foto yang di posting Jefri. “Stay with me forever?” lanjut Barra antusias. “Kamu dapat kata-kata seperti itu dari mana?” tanyanya, cukup excited melihat inisiatif sang asisten yang membubuhkan kata-kata romantis difoto dirinya dan Olivia tanpa disuruh. “Oh itu, saya suka liat orang
last updateLast Updated : 2025-02-06
Read more

Bab 144 Rencana Baru!

Laksmana terpaku dengan wajah memucat saat diperlihatkan asistennya foto-foto seorang CEO muda yang beberapa hari lalu mendatanginya. Barra Malik Virendra. Pemuda itu sempat mencari seorang wanita ke perusahaan yang ia pimpin, PT. LV-RAWLESS ENERGY. Saat itu ia pikir Barra sedang mencari Azalea, wanita yang sama-sama mereka cintai, yang ia sembunyikan di suatu tempat. Ia juga mengira bahwa Barra sudah mengetahui tentang hubungan gelapnya bersama mantan istri pemuda itu. Hal tersebut yang membuat Laksmana saat didatangi Barra menjadi panik dan takut. Barra bisa saja langsung menghabisinya saat itu juga karena pernah menjadi selingkuhan Azalea saat masih berstatus istri pria itu, bahkan tempat mengandung benihnya dari hubungan gelap tersebut. Ketakutannya yang lain, bagaimana jika istrinya Margaretha akhirnya tahu tentang hubungannya dengan Azalea? Habislah ia. Margaretha pasti akan sangat murka dan bisa saja meninggalkannya. Ia sangat mencintai sang istri, walaupun tak bisa mel
last updateLast Updated : 2025-02-07
Read more

Bab 145 Licik!

“Memisahkan mereka Bos? Bagaimana caranya? Saya melihat Pak Barra Malik Virendra sepertinya begitu mencintai istrinya, terlihat sangat jelas dari caranya menatap Nona Olivia dalam foto-foto dan rekaman video mereka di pantai.” asisten Laksmana merasa ragu dengan ide sang Bos. “Hanya Azalea yang bisa!” Laksmana tersenyum licik, sebuah rencana busuk tiba-tiba muncul di benaknya. “Nyonya Azalea yang bisa? Apa yang akan Bos lakukan?” Laksmana berjalan mendekati jendela ruang kerjanya. Menatap view langit di malam hari yang gelap gulita dari balik kaca jendela tersebut. “Barra Malik Virendra pasti akan terkejut jika nanti Azalea tiba-tiba kembali. Di saat itulah badai dahsyat akan mengobrak-abrik rumah tangganya yang baru seumur jagung bersama Olivia. Azalea harus merebut Barra kembali, sehingga Olivia pun akan tersingkir karena aku yakin Barra Malik Virendra masih sangat mencintai Azalea, mantan istrinya. Dia pasti lebih memilih cinta pertamanya daripada istri barunya.” Ujar Laksmana.
last updateLast Updated : 2025-02-07
Read more

Bab 146 Tertawa...

Ceklek! Pintu kamar dibuka dari luar. Barra masuk ke dalam, matanya langsung mencari keberadaan Olivia di atas tempat tidur. Olivia tak ada di sana. Barra berpikir, pasti istrinya itu malu dan belum bersiap-siap dengan pakaian khususnya, sehingga masih berada di kamar mandi. Mata Barra seketika menoleh ke arah samping, merasa ada seseorang tak jauh dari jendela tinggi dan lebar di kamar mereka tersebut, di tutupi rapat oleh gorden tebal berwarna coklat klasik yang mewah. “Oliv...ia...” Barra terhenyak dengan mata membulat sempurna saat melihat pemandangan di depan matanya. Dirinya merasa ini seperti sebuah halusinasi, saking ia sangat menginginkan Olivia malam ini. Olivia sedang menyusun tas cantik bermerek yang baru dibelikan Barra tadi ke dalam lemari kaca yang berada di dinding tak jauh dari jendela tersebut, khusus penyimpanan tas-tas branded miliknya yang disediakan Barra setelah mereka menikah. Mata Barra terkesima menikmati keindahan tubuh Olivia yang ternyata telah me
last updateLast Updated : 2025-02-08
Read more

Bab 147 (21+) Nikmat Tiada Tara...

“Memang begitu lagunya Mas...” Olivia terkekeh-kekeh. “Ganti saja liriknya, kenapa harus popcorn yang meletup-letup...” Barra masih mengakak, hingga matanya menyipit. Humornya bisa sereceh itu. Olivia mengulum senyum, ia tatap Barra lekat. Barra pun tersadar. Barusan dirinya tertawa? Belum pernah selama ini ada orang yang bisa membuatnya tertawa seperti tadi, baru Olivia. Olivia memegang pipi Barra, “Sering-seringlah tertawa seperti ini sayangku... Aku suka. Mas sangat tampan.” Ungkap Olivia, terharu bisa pertama kali melihat tawa suaminya. Meskipun tadi dirinya mungkin terlihat konyol di hadapan Barra, tapi jika hal itu bisa membuat suaminya tertawa bahagia, dirinya pun ikut senang. Setulus itu hati seorang Olivia. Barra menatap Olivia begitu dalam, ia genggam jemari istrinya itu, “Tapi saya hanya bisa tertawa seperti tadi di depan kamu saja.” Ucapnya mendekatkan wajahnya pada wajah Olivia yang begitu teduh. Olivia tersenyum lembut, “Aku tersanjung kalau begitu...” balasnya
last updateLast Updated : 2025-02-08
Read more

Bab 148 Satu-satunya Kesempatan...

Malam semakin mencekam.Azalea belum juga bisa memejam mata. Perasaannya masih hancur setelah mendapatkan fakta pria yang ia cintai telah beristri. Dan sakitnya, istri dari Barra Malik Virendra yang begitu ia rindukan adalah putri semata wayang Amanda.“Aku tau ini bohong... Aku tau sebesar apa cinta Barra padaku. Tidak mungkin dia bisa mencintai wanita lain... Itu tidak mungkin!!” Gumamnya masih tak percaya dengan kenyataan yang ada.Ia menangis terisak. Hatinya hancur berkeping-keping.“Aku gak rela kamu di miliki wanita lain, Bar. Aku tau kamu pasti cuma terpaksa menikahinya. Pasti kamu dipaksa Mommy dan Daddy kan... Aku tau pasti seperti itu kenyataannya Barra... Kasihan kamu. Kamu pasti tersiksa hidup dalam perjodohan...” Azalea menghantuk-hantukkan kepala belakangnya di dinding, kecewa dengan semuanya. “Kalau aja aku kembali lebih cepat waktu itu, kamu pasti gak akan menerima desakan orang tua kamu untuk menikah lagi. Aku tau mereka selalu mendesak kamu karena Mommy pengen puny
last updateLast Updated : 2025-02-09
Read more

Bab 149 Kejam!

Pukul 01.00 dini hari... Vincent dan tiga anggotanya yang diutus Laksmana dari Jakarta, duduk bersama di teras rumah yang mereka tempati selama berada di Pulau ini. Rumah tersebut tak jauh dari villa, tempat Amanda berada. Malam semakin dingin, seakan menembus kulit, menusuk hingga ke tulang. Keempatnya duduk bercengkerama menghadap laut yang tenang, ditemani minuman yang mereka anggap dapat menghangatkan tubuh. Obrolan cukup ngalur ngidul karena efek minuman yang mulai mengganggu kewarasan. Vincent tak kalah bersemangat dari kawan-kawannya. Ia Ikut meneguk minumannya, meski hanya satu dua gelas kecil. Hanya demi tak terlihat mencurigakan. Harus tetap normal karena akan terus berpikir keras mencari jalan keluar untuk mendapatkan alat komunikasi yang bisa menghubungi Barra atau Jefri, secepatnya. Anton sang ketua datang dengan wajah cengengesan. “Ketua...” Sambut Vincent dengan ketiga temannya sembari berdiri hormat pada sang ketua. “Lanjut... Lanjut!” Anton tertawa, kemudi
last updateLast Updated : 2025-02-10
Read more

Bab 150 Serius...

Pukul 03.00 dini hari... Barra memeluk erat tubuh Olivia dari belakang di bawah selimut. Keduanya telah terlelap dan mengarungi mimpi indah dalam tidur nyenyak mereka, setelah rasa puas diperoleh dari aktivitas luar biasa semalam. Drrt... Drrt... Suara getar telepon seluler di atas meja lampu tidur di samping ranjang, terdengar cukup mengusik tidur Olivia. Uugh... Olivia membalikkan tubuhnya jadi menelentang, mencari dari mana sumber suara getar ponsel tersebut. Apakah dari ponsel miliknya, atau milik suaminya yang tak terganggu sedikitpun akan suara getarnya. Ia berusaha membuka mata yang begitu berat, tangannya meraih ponsel di atas meja disamping ranjang bagiannya tidur. Dengan sedikit kesulitan mendapatkan ponsel karena tangan Barra memeluk erat tubuhnya, akhirnya dapat juga. Namun getar ponsel tadi bukan berasal dari miliknya. “Mas... Handphonenya bunyi tuh...” Ucap Olivia pada Barra. Ternyata ponsel suaminya yang bergetar di atas meja lampu tidur tetap disamping ranja
last updateLast Updated : 2025-02-10
Read more
PREV
1
...
1314151617
...
25
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status