Home / Romansa / Istri Kesayangan Tuan Arogan / Bab 156 Fakta Sebenarnya...

Share

Bab 156 Fakta Sebenarnya...

last update Last Updated: 2025-02-14 08:08:57

Semua begitu penasaran dan dengan penuh semangat melontarkan pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana Olivia dan CEO mereka bertemu dan saling mencintai, serta kapan mereka menikah hingga akhirnya menjadi suami istri.

Dengan Olivia yang dikenal humble, mereka masih bisa bersikap lepas dan santai untuk bertanya, meski tetap tak berani melewati batas dalam berbicara atau bergurau.

Sedang dengan Barra tadi, jangankan mengucapkan selamat, bertatap muka secara dekat saja sudah membuat jantung terus berdebar kencang. Takut pada CEO dengan pembawa dingin itu.

Olivia bercerita tipis-tipis, tak terlalu menjelaskan. Ia masih merasa canggung dengan cara mereka memanggilnya.

Dulu, mereka memanggilnya dengan nama depan saja, terasa akrab dan santai.

Dan sekarang mereka memanggilnya 'bu Olivia' menunjukkan rasa hormat terhadap posisinya sebagai istri CEO.

Mau bagaimana lagi? Barra tadi pagi juga mengatakan jika dirinya harus membiasakan diri dan menerima kenyataan bahwa ia adalah se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 157 Shock...

    “Tapi denger-denger, mantan istrinya Pak Barra wanita karier kan? Mereka sama-sama sibuk dulu. Kok sekarang Pak Barra pengennya punya istri orang rumahan? Mungkin trauma punya istri berkarier kali ya, haaa...” Nanda tertawa, sontak membuat Ardi, Arya, Dafa dan Farhan menatapnya penuh isyarat. Sedang Olivia terpana. “Ups, maaf Liv. Aku gak ada maksud untuk mengungkit masa lalu Pak Barra. Jangan dimasukkan ke dalam hati ya. Yang pasti sekarang di hati Pak Barra cuma ada kamu kan?” Nanda jadi tak enak hati, menyesal dengan mulutnya yang keceplosan. “Gak apa, Nan.” Olivia tersenyum tipis, sedikit kepikiran, apa benar dulu Azalea dibebaskan berkarier? Sedang dirinya di atur dan dikekang sedemikian rupa untuk melakukan apa saja meski pada akhirnya ia menerima dan menganggap jika itu bentuk perlindungan Barra untuk dirinya. “Kamu udah isi belum Liv?” Nanda langsung mengalihkan pembicaraan, tak ingin Olivia merasa tak nyaman gara-gara barusan ia menyinggung mantannya Barra. “Oh, itu... Be

    Last Updated : 2025-02-14
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 157 Bersiap-siap!

    [Barra, aku bukan istri simpanan Laksmana. Jangan berpikir aku seburuk itu. Aku sangat menderita. Jemput aku secepatnya sayang...]Jantung Barra berdegup begitu kencang, Azalea bukan istri simpanan Laksmana katanya. Perasaannya semakin berkecamuk.Sementara itu...Di balik dinding yang berada beberapa meter dari meja kerja sekretaris CEO, Olivia memegang dadanya yang bergemuruh saking terkejutnya. Ia tengah berdiri menyandarkan punggung di dinding tersebut agar tak dilihat Barra.Seluruh persendian tubuhnya seakan melemas saat mendengar pembicaraan Barra di telepon bersama Vincent kemudian di gantikan oleh suara seorang wanita bernama Azalea, masa lalu suaminya.Olivia mendengar beberapa fakta;Pertama, ibunya ternyata selama ini depresi.Hati Olivia hancur berkeping-keping. Wanita yang selalu ia do'akan di tiap helaan napasnya, sampai menderita gangguan mental seperti itu dibuat Laksmana.Dan fakta kedua, Amanda wanita yang suaminya cintai juga diasingkan bersama Amanda-sang ibu.Wan

    Last Updated : 2025-02-15
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 158 Terlupakan?

    “Pak...” Jefri menyentuh lengan Barra yang masih diam terpaku setelah mendengar suara Azalea barusan. “Pak Barra.” ulang Jefri lagi. “Ah ya?” Barra tersentak, segera mengembalikan konsentrasi diri. “Anda baik-baik saja?” tanya Jefri, bisa melihat ketidaktenangan di diri Bosnya setelah mendengar suara seseorang dari masa lalunya yang selama ini menghilang karena ulah Laksmana juga. “Entahlah, ini masih terasa seperti mimpi.” Barra belum bisa mempercayai apa yang terjadi. “Jadi bagaimana sekarang, Pak?” Jefri menunggu instruksi Barra. Barra menghembuskan napas kasar, mencoba mengendalikan diri. Pikirannya masih mencerna segala hal. “Cepat bersiap Jef! Kita berangkat sekarang juga! Kamu urus penerbangan kita dan apa saja yang dibutuhkan!” Titah Barra. Harus fokus meski sulit. “Baik Pak!” Jefri bergegas pergi. Banyak yang harus ia siapkan terlebih dahulu, penerbangan, anak buah yang akan berangkat bersama mereka, serta senjata yang tak boleh ketinggalan karena di sana mereka akan

    Last Updated : 2025-02-15
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 159 Menyusul?

    “Saya pergi dulu. Kamu jaga diri baik-baik di rumah. Tunggu ibu kembali ya,” Ucap Barra pada Olivia saat di depan pintu. Jefri sudah menunggu juga di sana. Mereka akan langsung berangkat. “Tempat itu sangat jauh. Berhati-hati lah.” balas Olivia. “Kamu tau tempatnya?” Barra terheran, perasaan dirinya tidak menceritakan di mana tempat diasingkannya Amanda. “Tau. Tadi Pak Jefri sudah memberitahu. Aku juga tau kalau anda telah menculik anak Vincent untuk membuat dia terpaksa pergi ke tempat itu untuk mencari tau tentang ibuku!” Barra terkejut. Ia lirik Jefri yang tertunduk, takut. “Jangan marah pada Pak Jef. Beliau cuma memberitahu karena aku desak. Gak ada salahnya aku tau kan?” Ucap Olivia dengan nada tersirat. Barra menghela napas, hingga akhirnya mengangguk. “Pergilah. Aku do'akan semua berjalan lancar.” “Ya. Saya pergi dulu. Ayo Jef!” Barra beranjak pergi, cukup buru-buru. Ia melangkah lebih dulu, tak mau terlambat. “Kami pergi Nyonya...” Ucap Jefri pada Olivia, hingga a

    Last Updated : 2025-02-16
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 160 Masih hidup??

    [Oh, begitu. Saya mengerti. Saya pun sebagai seorang anak, kalau sudah terpisah selama belasan tahun, pasti akan memaksa untuk ikut menjemput ibu saya. Apapun itu rintangannya!] “Itu sebabnya aku mau minta pertolongan kamu. Aku ingin Sekarang juga kita ke sana. Kamu bisa bantu aku kan, Mal?” [Ke sana? Apa Mbak sudah tau posisi pastinya? Saya siap membantu jika memang Mbak yakin!] “Aku tau, Mal. Aku udah mendapatkan lokasi pastinya dari asisten Bos aku. Kita akan menempuh perjalanan yang cukup lama. Tapi tenang aja. Untuk menghemat waktu di perjalanan, kita akan gunakan fasilitas yang ada. Aku punya uang. Kita sewa private jet, lalu setibanyak di daerah itu, kita akan gunakan helikopter untuk menempuh perjalanan memasuki pulau kecil tempat Ibuku diasingkan. Aku cuma butuh beberapa orang bodyguard untuk melindungiku. Kamu bisa menyiapkannya secepat mungkin Mal?” [Bisa. Saya punya link untuk menyewa jasa bodyguard profesional. Akan segera saya siapkan!] “Ok. Sekarang udah pukul

    Last Updated : 2025-02-16
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 161 Terapi?!

    “Jadi selama ini Nyonya tidak depresi seperti yang semua orang lihat? Siapa saja yang tau tentang ini?” tanya Vincent antusias. “Kamu dan sus Nia. Hanya kalian berdua yang boleh tau. Bahkan Azalea tidak tau. Aku tidak percaya padanya! Dan aku minta, kamu juga merahasiakan tentang ini sebelum pasti pertolongan yang datang!” Vincent terperangah, hingga akhirnya manggut-manggut, paham. Wanita di hadapannya ini cukup mengejutkan. Amanda sepertinya bukan wanita biasa yang lemah. “Kamu belum menjawab. Apakah benar Barra Malik Virendra suami putriku? Bukankah dia dan Azalea saling mencintai seperti yang Azalea katakan?” Tanya Amanda lagi, ingin mendengar penjelasan dari bibir Vincent. “Benar Nyonya. Pak Barra sendiri yang mengatakan pada saya bahwa dia adalah menantu Nyonya. Saya tadi sudah berhasil menghubunginya dan keberadaan kita sudah diketahui Pak Barra. Mungkin besok pagi-pagi sekali Pak Barra dan orang-orangnya sudah tiba di sini untuk menyelamatkan Nyonya. Itu pesan Pak Barra

    Last Updated : 2025-02-17
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 162 Pertolongan tiba!

    “Jangan lakukan itu Laksmana! Aku tidak akan membiarkan kamu melakukannya!” Azalea menahan kepergian Amanda. “Bawa dia ke kamar!” Titah Laksmana pada anak buahnya yang lain. Ingin Azalea dibawa ke kamar mereka. “Aku tidak mauu... Aku tidak sudi kamu sentuh! Lepaskan!” Azalea meronta, tak mau dibawa. “Jangan melawan sayang. Tunggu aku di kamar ya. Aku pastikan kamu malam ini bahagia dan puas, sampai tak berdaya...” Laksmana tertawa terkekeh, ia akan lakukan pekerjaannya terhadap Amanda dulu. Barulah menikmati indahnya waktu bersama wanita cantik itu. DOORRR!! Semua terkejut mendengar suara tembakan dari arah luar bersahut-sahutan. “Apa itu??!” Laksmana tak kalah kaget hingga panik. “Bos, sepertinya ada yang menyerang tempat ini. Sekarang sedang terjadi baku tembak di luar...” Ucap salah seorang anak buah Laksmana setelah menerima pesan di HT dari pimpinan para penjaga di bagian depan villa. “ADA YANG MENYERANG??” Laksmana terperanjat, seakan tak bisa mempercayai apa yang te

    Last Updated : 2025-02-18
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 163 Nekat.

    “Ya Tuhan!!” Sus Nia mematung. Listrik tiba-tiba padam, kamar menjadi gelap tak ada cahaya. Sedang pagi belum juga memberikan penerangan. “Apa yang terjadi? Kenapa bisa begini??” Sus Nia menangis, bagaimana nasibnya setelah ini? Jika Amanda dan Vincent telah dibawa Barra, lalu dirinya? Mereka akan pergi dari pulau ini, sedang dirinya terkurung seorang diri di kamar Amanda di lantai paling atas yang tak akan mungkin lagi didatangi orang. Apalagi jika semua anak buah Laksmana telah habis, itu artinya pulau ini tak akan berpenghuni lagi. Dirinya akan mati terkurung di kamar ini seorang diri, tanpa ada yang tahu dan peduli. Sementara itu... “Hati-hati melangkah, Nyonya. Rumah ini gelap sekali...” Bisik Vincent. Sepertinya Laksmana memang sengaja mematikan listrik agar musuh di luar sana tak melihat mereka melakukan tembakan balasan. “Kita akan bersembunyi di mana, Vincent? Keluar dari villa ini mustahil. Sangat berbahaya untuk kita karena sedang terjadi baku tembak. Kita bisa ter

    Last Updated : 2025-02-18

Latest chapter

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 243. Pingsan?

    “Alhamdulillah. Selagi kamu percaya sama suami kamu, sebesar dan sebanyak apapun cobaan, cinta kalian berdua akan tetap kuat. Teruslah seperti ini ya, Nak...” Syafira bangga pada sang Menantu. “InsyaaAIIah. Sekarang Mas Barra gimana, Mom?” “Seharusnya jadwal penerbangannya ke Jakarta pukul tujuh malam nanti. Tapi karena masalah ini, dia mempercepat kepulangan ke sini. Setelah Azalea dibawa ke kantor polisi tadi, Barra dan Jefri langsung ke Bandara. Gak perlu berlama-lama di tempat itu, daripada muncul masalah baru nanti. Mungkin jam sembilan malam, dia udah tiba di Jakarta,” Jelas Syafira, seketika membuat Olivia senang. “Kamu udah rindu Mas Barra, hem?” Syafira menggoda Olivia. Olivia mesem-mesem, lalu mengangguk malu-malu. “Aah... Manis sekali kalian ini. Barra juga tadi ditelepon nanyain kamu terus. Dia gak sabar mau bersama istrinya lagi, rindu berat dia. Dasar si Bucin!” Syafira geleng-geleng kepala. Sementara di depan pintu, Amanda dan Virendra mendengar percakapan antara

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 242. Percaya.

    “Aku gak akan membuang waktu Om dengan percuma. Justru aku pengen ngasi tau Om sesuatu yang pasti bisa bikin Om senang,” Jelas Azalea. [Jangan bertele-tele!] “Ok, aku langsung masuk ke intinya. Jadi sebenarnya waktu Barra sedang mandi, aku udah aktifin kamera handphoneku di tempat yang gak diketahui Barra, tujuannya untuk merekam kebersamaan kami di sana. Seperti yang Om suruh, aku harus bisa membuat Barra bertekuk lutut sama aku dan kami akhirnya menghabiskan waktu berdua di kamar itu. Tadinya aku pikir aku pasti berhasil membuat Barra meniduri aku dan aku bisa hamil setelah kejadian itu. Dan rekaman hubungan intim kami bisa aku jadikan alat untuk mendesak Barra supaya bertanggung jawab atas kehamilan aku nanti. Tapi sayang, semua rencana gagal!” ujar Azalea. [Lalu kamu cerita kegagalan kamu itu untuk apa? Mau menunjukkan betapa tidak bergunanya kamu?] “Sebentar, Om. Jangan marah-marah terus, aku belum selesai,” Azalea mendengus kesal. Sakit hati akan ucapan Haris yang mengatakan

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 241. Rencana B!

    Vincent membukakan pintu mobil bagian belakang saat mobil telah diparkirkan di area pekarangan rumah. Tampak Amanda turun dari sana. la kemudian berjalan menghampiri Virendra dan Syafira yang berdiri di halaman sembari menatap padanya. “Amanda...” lirih Syafira, cukup terkejut mengetahui ternyata besannyalah tamu yang datang berkunjung. Seharusnya ini adalah sesuatu yang menggembirakan. Tetapi karena adanya permasalahan yang menimpa sang Putra, dirinya jadi was-was dengan kedatangan besannya tersebut. Sama halnya dengan Virendra. Perasaan pria itu seketika tak tenang, khawatir Amanda datang untuk membawa Olivia pergi karena percaya pada pemberitaan yang beredar di media sosial. Tak akan ia biarkan jika hal itu sampai terjadi. Syafira menyambut dengan ramah kedatangan Amanda, bersikap seolah semua baik-baik saja. “Manda... Selamat datang,” sapanya dengan membuka kedua tangan untuk memeluk Amanda. “Syafira, Rendra, aku udah janji mau berkunjung sore ini, kan?” Amanda tersenyum tip

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 240. Shock

    “Elgard kan udah bilang sama Papa, Azalea itu gak akan bisa membantu kita,” Elgard menyayangkan Azalea yang terciduk telah menjebak Barra. “Papa gak menyangka aja kalau Barra Malik Virendra bisa menolak Azalea. Dia sudah berpenampilan menggoda, malah gak memakai apa-apa di depan Barra waktu mereka cuma berdua aja di kamar itu. Seharusnya sebagai laki-laki yang normal, Barra akan tergoda,” Haris masih terheran-heran. “Benarkah? Kuat juga imannya,” Elgard ikut tercengang. Ternyata tidak ada istilah cinta lama bersemi kembali bagi seorang Barra untuk Azalea. “Barusan Iagi, si Azalea nangis-nangis mengatakan kalau dia dibawa ke kantor polisi. Dia minta tolong supaya Papa cepat-cepat membebaskan dia dari sana,” ujar Haris cukup frustasi. “Kenapa dia bisa di kantor polisi? Barra melaporkannya?” Elgard terkejut. “Siapa Iagi kalau bukan Barra!” Haris menggerutu. “Dia tega, Pa? Azalea kan mantan istrinya?” “Itu yang bikin Papa semakin gak menyangka. Barra itu udah gak pake hati Iagi sam

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 239. Sudah Tepat!

    “Silahkan melakukan pembelaan di kantor. Anda juga akan kami beri kesempatan untuk menghubungi pengacara yang Anda maksud tadi. Sekarang ikut!” titah petugas, tak mau membuang waktu.“Sebentar!!!” Azalea panik. Belum sempat Haris Nugroho mengirimkan bantuan untuk membawanya kabur dari tempat ini, sekarang malah dirinya dibawa ke kantor polisi. Kenapa nasibnya sesial ini, pikirnya?“Jefri... Mana Barra???!” teriak Azalea pada Jefri yang berdiri dengan wajah datar bersama Syifa dan Pak Andi. Pemilik penginapan itu juga membuat pelaporan untuk oknum pekerjanya yang sudah disuap Azalea sehingga merugikan citra usahanya yang sudah dibangun dengan baik selama belasan tahun.“Maaf, Bu Azalea. Pak Barra tidak sudi bertatap muka dengan Anda. Beliau hanya menitipkan pesan bahwa nanti Anda juga harus membuat klarifikasi atau pengakuan atas perbuatan Anda yang sudah mencoreng nama baik beliau,” ujar Jefri dengan sikap tenang.“Bajing*n Barra Malik Virendra!! Tega sekali dia memperlakukan mantan i

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 238. Di Laporkan?

    Rapat perusahaan hampir selesai sore ini. Tinggal arahan singkat dari Haris Nugroho selaku Komisaris. “Peningkatan saham cukup_” Haris tersentak saat ponselnya tiba-tiba bergetar di atas meja. Semua mata menatap ke arahnya, termasuk Clarissa dan Elgard yang duduk tak jauh darinya. Haris melirik Elgard yang juga menatap padanya dengan wajah penasaran. Berharap sang ayah mendapat kabar baik dari seseorang yang ditugaskan dalam misi mereka. “Um, sebentar. Saya terima telepon dulu,” Haris dengan wajah serius, bangkit dari duduknya, pergi keluar dari ruang rapat untuk menjawab panggilan masuk tersebut. Clarissa mengerutkan alis. Tak seperti ayahnya biasanya yang paling pantang menerima telepon saat rapat berlangsung. Ayahnya itu juga tampak antusias saat melihat siapa yang melakukan panggilan telepon di layar ponselnya. Siapa yang menelepon sebenarnya? Sementara itu, di luar ruangan rapat berdinding kaca. “Bagaimana bisa gagal???!!” Tanya Haris kaget, namun tetap memelankan suaranya.

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 237. Tak Peduli Lagi!

    “Kenapa aku harus bertanggung jawab? Aku tidak menyebut nama di sana. Netizen aja yang berspekulasi macam-macam!” ketus Azalea. Hatinya merasa senang akhirnya semua percaya jika dirinya masih menjalin hubungan dengan Barra. Jefri dan Syifa saling melempar pandang, memang Azalea tak menyebut nama Barra. Tetapi tingkah dan clue yang ia berikan, tertuju pada seorang Barra Malik Virendra. “Maafkan saya sekali lagi. Saya kecolongan dengan karyawan saya. Itu tukang bersih-bersih baru, sehingga saya tidak tau kalau dia terjerat judol sampai mau disuap seperti itu. Saya berjanji akan bertanggungjawab atas ketidaknyamanan ini,” sang pemilik penginapan merasa bersalah dan menyesal bukan main. “Tunggu saja Pak Barra memutuskan apa yang akan beliau lakukan. Bos saya itu sedang marah besar sekarang!” Jefri berwajah dingin, akan menunggu keputusan Barra. “Aku udah bisa pergi? Atau kalian memang mau aku di sini supaya semakin banyak orang yang melihat kalau ternyata aku juga ada di penginapan ya

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 236. Marah Besar!

    “SINGKIRKAN TANGANMU!!” bentak Barra, berang. Azalea malah semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Barra, ia kecupi punggung harum pria itu. “Sialan!” umpat Barra, rasa mual seketika menyerang. la cengkeram kedua pergelangan tangan Azalea yang memeluk pinggangnya dari belakang, dilepaskan dengan kasar dari tubuhnya. Auwwh... Tubuh Azalea terhuyung sejauh lebih kurang dua meter dari posisi Barra. Pria itu mendorongnya kasar, menolak pelukannya dengan penuh amarah. “Barra...?” Azalea dengan dada yang sesak, mendekati Barra kembali. Tega sekali mantan suaminya bersikap kasar terhadapnya. Rasanya tak bisa dipercaya perubahan Barra sedrastis ini. “Sekarang juga, KELUAR DARI KAMARKU!!” bentak Barra murka. Napasnya naik turun menahan amarah. Kalau bukan wanita, sudah habis Azalea ia tangani. Terlalu lancang. “Gak!” tolak Azalea, tak kalah keras. Barra dengan wajah geram, berjalan menuju pintu, akan membukanya untuk mengusir Azalea. “Barra, aku gak akan pergi! Aku ke sini untuk mem

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 235. Menjalankan Misi.

    Gerimis kecil membasahi dedaunan di sekitar penginapan kecil di desa itu, menciptakan suara gemercik yang menenangkan. Azalea, dengan langkah ringan, memainkan kunci kamar yang digenggamnya. Raut wajahnya terlihat tenang, namun ada kilatan licik yang sesekali tersirat. Dia mengenakan gaun merah yang ketat dan berenda, menonjolkan lekuk tubuhnya dengan sangat jelas, seolah-olah setiap jahitan di gaun itu sengaja dibuat untuk menarik perhatian. Kakinya berhenti tepat di depan Pintu sebuah kamar. Sesuai informasi yang didapatkannya, itu adalah kamar yang akan menjadi tempat peristirahatan Barra, mantan suaminya yang kini telah memiliki istri Iain. Azalea memasukkan kunci ke dalam lubang kunci, membuka Pintu dengan perasaan campur aduk, antara gugup dan bersemangat oleh rencana yang sudah ia susun dengan matang. Rencana dari seseorang yang mengajaknya bekerjasama lebih tepatnya, bertujuan untuk merusak hubungan Barra dengan istri pria itu, Olivia. Pintu terbuka. Azalea masuk ke dala

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status