Share

Bab 174 Hilang Arah...

Penulis: Dilla Maharia
last update Terakhir Diperbarui: 2025-02-25 09:33:22

“Saya juga berpikiran sama dengan Nyonya, Pak. Saya pikir Anda memang masih mencintai Bu Azalea karena anda begitu fokus dan mengkhawatirkannya lebih dari ibu mertua dan istri anda sendiri. Dan sampai detik ini, saya pun masih berpikir jika anda mencintai dan mengharapkannya.” Jawab Jefri apa adanya.

Barra tersentak, bahkan Jefri pun berpikir seperti itu.

“Aku tidak mencintai Azalea!” Tegas Barra cepat.

“Olivia sudah salah paham, aku harus segera bicara padanya untuk menjelaskan semuanya. Jef, cepat temukan istriku. Kesalahpahaman ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Aku tidak bisa kehilangan Olivia.” Barra panik. Jika istrinya itu memang pergi jauh darinya, Bagaimana hidupnya setelah ini?

“Akan saya temukan Nyonya secepat mungkin, Pak!” Jawab Jefri meyakinkan.

°°°°°

Barra duduk termangu setelah kepergian Jefri, tubuhnya lemas bersandar di kursi kerjanya. Kedua matanya menatap hampa ke dinding.

“Kamu dimana, Olivia...” lirihnya pelan. Ia begitu merindukan Olivia. Rindu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Nvvv
Olivia hamil tuh
goodnovel comment avatar
Kalila
sehebat-hebatnya raja, pasti kelemahannya ada pada ratunya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 175 Pengacara??

    “Bagaimana Margaretha?” Tanya Barra pada Jefri yang setia mendampingi. Saat ini hanya mereka berdua yang tinggal di meeting room. “Sedang dalam pencarian, Pak.” Jawab Jefri menguatkan diri, tahu jika Barra tak suka jawaban yang gantung. “Itu saja alasan orang-orang kamu, Jef. Ganti saja mereka semua dengan yang lebih profesional!” Barra membuang napas kasar, kecewa. Jefri hanya bisa diam, tak boleh membantah. Bosnya dalam emosi yang tinggi, sebaiknya dengarkan saja apapun yang ia katakan. “Maaf Pak, designer baju pengantin menelepon saya. Kapan jadinya fitting baju?” Syifa tiba-tiba masuk dengan polosnya. Barra diam menatap tajam ke arah Syifa. Sedang Jefri langsung membulatkan mata, sekretaris direktur itu bertanya dalam situasi yang tidak pas. “Cancel dulu, Syifa! Istriku sedang ada urusan lain!” Barra berusaha merendahkan nada suaranya. Mengingat harus bertemu designer, perasaannya jadi semakin resah dan bersalah. Seharusnya ia dan Olivia melakukan fitting baju pengantin me

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-25
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 176 Tak Akan Menggugat!!

    “Begini. Klien saya Mbak Olivia memberikan kuasa pada saya untuk mengurus perceraiannya dengan anda. Dari cerita yang diberikan pada saya, anda sejak awal menikahi Mbak Olivia sudah menentukan sebuah kesepakatan untuk mengakhiri pernikahan kontrak kalian tepatnya setelah ex-wife anda kembali bersama anda. Karena yang dimaksud sudah kembali, itu sebabnya klien saya telah mempersiapkan diri menerima gugatan cerai dari anda sebagai pihak pertama yang membuat kesepakatan tersebut. Saya datang menemui anda untuk menanyakan kapan gugatannya akan anda urus? Karena klien saya ingin secepatnya berpisah dari anda.” Ujar Pak Martin.Barra mengepalkan kuat jari jemarinya, geram dan murka. “Siapa yang ingin mengajukan gugatan cerai??! Olivia berpikir saya akan melakukannya??? Dia salah! Seumur hidup, kapanpun itu, tidak akan pernah ada yang namanya perceraian! Saya adalah suaminya, dan dia adalah istri saya untuk selamanya. Jadi sekarang katakan di mana keberadaannya.” Barra bangkit dari duduknya,

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-26
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 177 Otak Segala Kejahatan!

    “Assalamualaikum, Pak Martin.” Sapa Olivia sopan.[Wa'alaikumsalam Olivia. Ada yang ingin saya sampaikan tentang Pak Barra]“Oh, Bapak udah bertemu Pak Barra ya?” Olivia berdebar-debar menyebut nama itu. Sudah satu minggu mereka tidak bertemu dan tak tahu kabar satu sama lain, ada rasa yang lain di hatinya yang tak bisa diungkapkan.[Sudah, baru tadi saya dari kantor beliau. Saya sudah menanyakan soal kapan beliau akan mengajukan gugatan cerai terhadap kamu Olivia] Olivia menelan ludah, deg-degan dan pasrah.“Jadi kapan katanya, Pak? Beliau tentu merasa senang ya karena Pak Martin menanyakan tentang perceraian kami, tanpa beliau harus bersusah payah untuk memberitahu saya?” Olivia tersenyum miris, suaminya pasti begitu bahagia karena dipermudah untuk menceraikannya.[Kamu salah, Olivia. Justru Pak Barra marah besar waktu saya membahas tentang perceraian kalian. Beliau tidak mau bercerai dari kamu, begitu katanya. Beliau juga memaksa agar saya memberitahu di mana keberadaan kamu sekar

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-26
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 178. Menggugat Sendiri!

    “Jangan mendekat! Kalau kamu masih mendekat, nyawanya yang tidak terselamatkan!” Margaretha menyuruh Tuan Rawless berdiri dari duduknya, kemudian memaksanya untuk berjalan di depan dengan p*sau di genggamannya berada di leher pria tua itu. Tuan Rawless dengan gerakan yang sulit, terpaksa manut pada perintah Margaretha. Ia berjalan dengan leher ditodong p*sau, sedang perempuan itu berjalan di belakangnya untuk berlindung di balik tubuhnya.Barra mengikuti Margaretha yang berhasil keluar dari ruangan sempit tersebut. Begitu pun Jefri dan yang lainnya.Margaretha kaget hingga panik ketika melihat anak buahnya bergelimpangan di lantai dengan tubuh tak lagi bernyawa. Kini dirinya tinggal seorang diri. Sedang beberapa anak buah Barra telah berjaga di depan. Margaretha mendesak Abraham Rawless untuk berjalan cepat, membawanya ke mobil. Tuan Rawless lagi-lagi hanya bisa manut.Barra yang terus mengikuti, melirik tangan Margaretha yang bergetar. Wanita itu ternyata ketakutan aslinya.Saat ti

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-27
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 179. Cara Apa Lagi?

    Sebulan kemudian... Olivia bersama Nia dan Adnan yang masih fokus menulis huruf alfabet di bantu Nia. Putra kecil Vincent itu akan masuk taman kanak-kanak sebentar lagi, sehingga harus mulai mempelajari calistung. “Duh Indonesia...” Ucap Olivia dengan wajah sendu. “Kenapa Liv? Kamu pengen balik ke Indonesia?” Nia penasaran. “Kayaknya enggak kak. Cuma lagi pengen makanan di tempat langganan aku aja.” Olivia tersenyum tipis. “Makanan apa Liv?” “Bakso beranak, hee...” Olivia nyengir. “Bakso beranak? Kamu lagi pengen makan bakso kayak di Indonesia? Di sini ada kok jual. Kamu mau?” “Enggak Kak. Aku cuma pengen makan bakso yang dibuat tempat langganan aku di kelapa gading. Enak banget, kuahnya juga pas rasanya, apalagi kalau pakai sambal agak banyak. Beuh, enaknya bukan main... Duh, dari semalam aku ingat itu terus sampai ke bawa mimpi.” air liur Olivia seakan hampir menetes membayangkannya. Nia terpana mendengar keinginan Olivia, “Beberapa hari lalu kamu pengennya makan gado-gado

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-27
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 180. Klarifikasi!

    “Benar, Pak. Bukti kecurigaan anda sudah kita kantongi sekarang. Tinggal kapan anda akan buka suara di hadapan awak media.”Barra lagi-lagi menghela napas, sejujurnya dirinya sangat malas berurusan dengan awak media yang hanya suka mencari gosip tidak penting lalu menyebar luas ke publik demi keuntungan berita yang mereka buat.“Beberapa awak media masih suka berkeliaran di sekitar gedung penthouse ini, Pak. Mereka penasaran pada anda yang hanya diam selama ini. Mereka juga ingin bertemu nyonya Olivia untuk mencari tahu bagaimana rumah tangga anda dan nyonya setelah pengakuan Bu Azalea waktu itu, karena anda dan nyonya tidak pernah terlihat bersama.” Barra bangkit dari duduknya, “Kita pergi sekarang!” Ucapnya tiba-tiba.“Kemana Pak?”“Ke tempat Kakek!” Barra duluan berjalan. Jefri mengikuti.°°Barra keluar dari pintu lobby penthouse bersama Jefri. Mobil mereka telah menunggu di depan.“Oh tidak...” Jefri mengusap wajahnya, “Pak ada media_” Bisiknya, beberapa awak media berlari mende

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-28
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 181. Help me!

    “Kakek.” Ucap Barra di depan pintu kamar seorang pria, Abraham Rawless.“Nah, Barra...” Tuan Rawless tersenyum lebar saat melihat kedatangan cucu menantunya. Pria itu sedang duduk menghadap televisi di kamarnya, “Masuk Nak!” ajaknya dengan wajah berseri sambil tangannya mematikan televisi dengan remote.Barra masuk, menghampiri Tuan Rawless yang mempersilahkannya duduk di kursi tepat di depan kursi roda yang sedang pria tua itu duduk. “Duduklah, Barra.” Pintanya lembut.Barra duduk, wajahnya tampak lesu dan kusut seperti biasanya. Tuan Rawless tahu jika cucu mantunya itu masih uring-uringan karena belum menemukan Olivia.“Bagaimana kaki kakek?” Tanya Barra, masih mengkhawatirkan kondisi kesehatan Tuan Rawless.“Sudah lebih enakan Nak. Terapis yang kamu pekerjakan disini selalu membantu kakek menggerakkan kaki ini agar lebih luwes lagi setelah terjatuh waktu itu. Maklum, sudah tua, anggota tubuh agak susah recovery kalau udah kena masalah kesehatan apapun.” Tuan Rawless tertawa kecil.

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-01
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 184 Berkhianat?

    Sebulan lebih kemudian... Nia keluar kamar dengan mengendap-endap. Suasana rumah sudah sepi, semua orang sudah tidur. Ia lihat pintu kamar Amanda di samping kamarnya, ibu angkatnya itu juga sudah beristirahat di dalam setelah lelah dengan aktivitas hari ini. Nia cepet-cepat menuruni anak tangga. Ia menuju ke kamar Vincent yang berada di luar, tepat di samping rumah. Dengan langkah dibuat tak berbunyi, ia mendekati kamar pengawal setia Amanda itu. Pintu kamar Vincent sedikit terbuka, pertanda pria itu belum tidur. ‘Ok, Pak Vincent belum tidur!’ Nia lega. Ia akan mengetuk pintunya terlebih dahulu, tapi takut suara ketukan pintu mengusik heningnya malam. Jangan sampai Amanda dengar, meski kamar wanita itu berada di dalam dan di lantai atas. “Pak Vincent...” Ucap Nia pelan sambil mendorong pintu agar terbuka. “Nia.” Vincent terkejut. Deg! Jantungnya berdegup kencang dengan matanya melotot seolah-olah bola mata itu akan melompat keluar. Vincent telah bertelanjang dada, mengo

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-02

Bab terbaru

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 241. Rencana B!

    Vincent membukakan pintu mobil bagian belakang saat mobil telah diparkirkan di area pekarangan rumah. Tampak Amanda turun dari sana. la kemudian berjalan menghampiri Virendra dan Syafira yang berdiri di halaman sembari menatap padanya. “Amanda...” lirih Syafira, cukup terkejut mengetahui ternyata besannyalah tamu yang datang berkunjung. Seharusnya ini adalah sesuatu yang menggembirakan. Tetapi karena adanya permasalahan yang menimpa sang Putra, dirinya jadi was-was dengan kedatangan besannya tersebut. Sama halnya dengan Virendra. Perasaan pria itu seketika tak tenang, khawatir Amanda datang untuk membawa Olivia pergi karena percaya pada pemberitaan yang beredar di media sosial. Tak akan ia biarkan jika hal itu sampai terjadi. Syafira menyambut dengan ramah kedatangan Amanda, bersikap seolah semua baik-baik saja. “Manda... Selamat datang,” sapanya dengan membuka kedua tangan untuk memeluk Amanda. “Syafira, Rendra, aku udah janji mau berkunjung sore ini, kan?” Amanda tersenyum tip

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 240. Shock

    “Elgard kan udah bilang sama Papa, Azalea itu gak akan bisa membantu kita,” Elgard menyayangkan Azalea yang terciduk telah menjebak Barra. “Papa gak menyangka aja kalau Barra Malik Virendra bisa menolak Azalea. Dia sudah berpenampilan menggoda, malah gak memakai apa-apa di depan Barra waktu mereka cuma berdua aja di kamar itu. Seharusnya sebagai laki-laki yang normal, Barra akan tergoda,” Haris masih terheran-heran. “Benarkah? Kuat juga imannya,” Elgard ikut tercengang. Ternyata tidak ada istilah cinta lama bersemi kembali bagi seorang Barra untuk Azalea. “Barusan Iagi, si Azalea nangis-nangis mengatakan kalau dia dibawa ke kantor polisi. Dia minta tolong supaya Papa cepat-cepat membebaskan dia dari sana,” ujar Haris cukup frustasi. “Kenapa dia bisa di kantor polisi? Barra melaporkannya?” Elgard terkejut. “Siapa Iagi kalau bukan Barra!” Haris menggerutu. “Dia tega, Pa? Azalea kan mantan istrinya?” “Itu yang bikin Papa semakin gak menyangka. Barra itu udah gak pake hati Iagi sam

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 239. Sudah Tepat!

    “Silahkan melakukan pembelaan di kantor. Anda juga akan kami beri kesempatan untuk menghubungi pengacara yang Anda maksud tadi. Sekarang ikut!” titah petugas, tak mau membuang waktu.“Sebentar!!!” Azalea panik. Belum sempat Haris Nugroho mengirimkan bantuan untuk membawanya kabur dari tempat ini, sekarang malah dirinya dibawa ke kantor polisi. Kenapa nasibnya sesial ini, pikirnya?“Jefri... Mana Barra???!” teriak Azalea pada Jefri yang berdiri dengan wajah datar bersama Syifa dan Pak Andi. Pemilik penginapan itu juga membuat pelaporan untuk oknum pekerjanya yang sudah disuap Azalea sehingga merugikan citra usahanya yang sudah dibangun dengan baik selama belasan tahun.“Maaf, Bu Azalea. Pak Barra tidak sudi bertatap muka dengan Anda. Beliau hanya menitipkan pesan bahwa nanti Anda juga harus membuat klarifikasi atau pengakuan atas perbuatan Anda yang sudah mencoreng nama baik beliau,” ujar Jefri dengan sikap tenang.“Bajing*n Barra Malik Virendra!! Tega sekali dia memperlakukan mantan i

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 238. Di Laporkan?

    Rapat perusahaan hampir selesai sore ini. Tinggal arahan singkat dari Haris Nugroho selaku Komisaris. “Peningkatan saham cukup_” Haris tersentak saat ponselnya tiba-tiba bergetar di atas meja. Semua mata menatap ke arahnya, termasuk Clarissa dan Elgard yang duduk tak jauh darinya. Haris melirik Elgard yang juga menatap padanya dengan wajah penasaran. Berharap sang ayah mendapat kabar baik dari seseorang yang ditugaskan dalam misi mereka. “Um, sebentar. Saya terima telepon dulu,” Haris dengan wajah serius, bangkit dari duduknya, pergi keluar dari ruang rapat untuk menjawab panggilan masuk tersebut. Clarissa mengerutkan alis. Tak seperti ayahnya biasanya yang paling pantang menerima telepon saat rapat berlangsung. Ayahnya itu juga tampak antusias saat melihat siapa yang melakukan panggilan telepon di layar ponselnya. Siapa yang menelepon sebenarnya? Sementara itu, di luar ruangan rapat berdinding kaca. “Bagaimana bisa gagal???!!” Tanya Haris kaget, namun tetap memelankan suaranya.

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 237. Tak Peduli Lagi!

    “Kenapa aku harus bertanggung jawab? Aku tidak menyebut nama di sana. Netizen aja yang berspekulasi macam-macam!” ketus Azalea. Hatinya merasa senang akhirnya semua percaya jika dirinya masih menjalin hubungan dengan Barra. Jefri dan Syifa saling melempar pandang, memang Azalea tak menyebut nama Barra. Tetapi tingkah dan clue yang ia berikan, tertuju pada seorang Barra Malik Virendra. “Maafkan saya sekali lagi. Saya kecolongan dengan karyawan saya. Itu tukang bersih-bersih baru, sehingga saya tidak tau kalau dia terjerat judol sampai mau disuap seperti itu. Saya berjanji akan bertanggungjawab atas ketidaknyamanan ini,” sang pemilik penginapan merasa bersalah dan menyesal bukan main. “Tunggu saja Pak Barra memutuskan apa yang akan beliau lakukan. Bos saya itu sedang marah besar sekarang!” Jefri berwajah dingin, akan menunggu keputusan Barra. “Aku udah bisa pergi? Atau kalian memang mau aku di sini supaya semakin banyak orang yang melihat kalau ternyata aku juga ada di penginapan ya

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 236. Marah Besar!

    “SINGKIRKAN TANGANMU!!” bentak Barra, berang. Azalea malah semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Barra, ia kecupi punggung harum pria itu. “Sialan!” umpat Barra, rasa mual seketika menyerang. la cengkeram kedua pergelangan tangan Azalea yang memeluk pinggangnya dari belakang, dilepaskan dengan kasar dari tubuhnya. Auwwh... Tubuh Azalea terhuyung sejauh lebih kurang dua meter dari posisi Barra. Pria itu mendorongnya kasar, menolak pelukannya dengan penuh amarah. “Barra...?” Azalea dengan dada yang sesak, mendekati Barra kembali. Tega sekali mantan suaminya bersikap kasar terhadapnya. Rasanya tak bisa dipercaya perubahan Barra sedrastis ini. “Sekarang juga, KELUAR DARI KAMARKU!!” bentak Barra murka. Napasnya naik turun menahan amarah. Kalau bukan wanita, sudah habis Azalea ia tangani. Terlalu lancang. “Gak!” tolak Azalea, tak kalah keras. Barra dengan wajah geram, berjalan menuju pintu, akan membukanya untuk mengusir Azalea. “Barra, aku gak akan pergi! Aku ke sini untuk mem

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 235. Menjalankan Misi.

    Gerimis kecil membasahi dedaunan di sekitar penginapan kecil di desa itu, menciptakan suara gemercik yang menenangkan. Azalea, dengan langkah ringan, memainkan kunci kamar yang digenggamnya. Raut wajahnya terlihat tenang, namun ada kilatan licik yang sesekali tersirat. Dia mengenakan gaun merah yang ketat dan berenda, menonjolkan lekuk tubuhnya dengan sangat jelas, seolah-olah setiap jahitan di gaun itu sengaja dibuat untuk menarik perhatian. Kakinya berhenti tepat di depan Pintu sebuah kamar. Sesuai informasi yang didapatkannya, itu adalah kamar yang akan menjadi tempat peristirahatan Barra, mantan suaminya yang kini telah memiliki istri Iain. Azalea memasukkan kunci ke dalam lubang kunci, membuka Pintu dengan perasaan campur aduk, antara gugup dan bersemangat oleh rencana yang sudah ia susun dengan matang. Rencana dari seseorang yang mengajaknya bekerjasama lebih tepatnya, bertujuan untuk merusak hubungan Barra dengan istri pria itu, Olivia. Pintu terbuka. Azalea masuk ke dala

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 234. Dirahasiakan Saja!

    “Sayang...” Virendra dengan tatapan masih fokus ke layar ponsel di tangannya, memanggil Syafira yang baru saja dari dapur. “Ada apa?” Syafira terheran melihat wajah suaminya yang tegang menatap ponselnya sendiri. “Sini, cepat!” Titah Virendra mendesak. Syafira dengan langkah cepat, segera menghampiri Virendra. Ikut khawatir, “Kenapa, Sayang?” tanyanya penasaran. “Perempuan ini_” Virendra menunjukkan layar ponselnya pada Syafira agar istrinya itu melihat sendiri. “Azalea?“ Syafira mengerutkan kening, mencoba menyimak video singkat dari media sosial Azalea yang tersebar. “Dia...?” “Ya, dia sedang di Kota yang Barra datangi sekarang,” Jelas Virendra kesal. Sepasang suami-istri itu mendengarkan apa yang Azalea katakan di video tersebut. Keduanya saling melempar pandang dengan wajah tak nyaman. “Dia bilang sedang janjian untuk bertemu seseorang?” Syafira mengulang kembali apa yang Azalea katakan di Video tersebut. “Dia bilang itu adalah tempat yang pernah dia kunjungi untuk vacati

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 233. Fans?

    Syifa berlari secepat mungkin menghampiri posisi Barra. “Pak Barra...” teriaknya hingga berhenti tepat di hadapan sang Bos yang terpana. Napasnya terengah-engah dengan posisi tubuh membungkuk, tangannya memegang kedua lutut. Sekretaris Barra itu menghadang langkah sang CEO yang sedang menemani Tuan Lee dan Tuan Choi bersama seorang Director film ternama Indonesia yang telah ditunjuk, didampingi kepala desa di sana. Mereka tengah berjalan-jalan sembari berdiskusi dan melihat keindahan desa yang akan dinilai oleh tamu kehormatan tersebut, memastikan tempat ini pas dijadikan sebagai latar pembuatan film mereka. “Syif_“ tegur Jefri, tak enak pada CEO mereka dan dua tamu iłu. Syifa tersadar akan sikapnya. Baru ngeh jika yang ada bersama sang Bos adalah tamu dari Korea Selatan. “Oh, Joesonghamnida...” ucap Syifa menghadap Tuan Lee dan Tuan Choi sembari menundukkan kepala dan badannya, menunjukkan rasa penyesalannya yang dalam dan sungguh-sungguh meminta maaf atas ketidaknyamanan

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status