Home / Romansa / Istri Kesayangan Tuan Arogan / Bab 190. Suami Siaga!

Share

Bab 190. Suami Siaga!

last update Last Updated: 2025-03-05 18:42:53

“Aku gak kuat melihat kalian begituan, makanya aku langsung pergi tanpa menunjukkan diri di depan pintu. Rasanya sangat memalukan.” Ungkap Olivia membuat Barra serasa tertampar.

“Saya berani bersumpah. Saya menolak Azalea! Saya menegurnya agar lebih menjaga sikap. Kalau saja kamu tidak langsung pergi waktu itu, kamu pasti tahu bagaimana penolakan saya terhadapnya.” Ujar Barra meluruskan kesalahpahaman ini.

“Aku gak tau harus percaya atau tidak. Memang sebaiknya saat itu aku gak langsung pergi agar tau apa yang akan kalian lakukan berdua di dalam kamar. Tapi aku juga gak sanggup melihatnya kalau aja waktu itu anda dan dia benar-benar saling melepaskan kerinduan di kamar itu! Aku_umph!”

Barra membungkam bibir Olivia dengan serangan bibirnya yang tiba-tiba. la berikan lumat*n-lumat*n lembut di sana, begitu merindukan rasa manisnya.

Barra tak ingin istrinya merasa ragu terhadap kesetiannya.

Olivia mematung. Suaminya terus mencumbui bibirnya penuh perasaan dengan mata terpejam, seakan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Kalila
kok ikut bahagia ya!!!
goodnovel comment avatar
Nvvv
cieee... baikan nih
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 191. Keras Kepala

    “Saya tidak sabar menemani kamu ke dokter kandungan.” Ungkap Barra terus terang. Seperti suami-suami lainnya, dirinya juga akan merasakan kebahagiaan serupa. Bisa mengunjungi Dokter kandungan untuk menemani istri. la ingin menjadi suami siaga. “Juga melihat detak jantung anak kita untuk pertama kalinya ya...” Olivia ikut antusias. Wajah Barra semakin berseri-seri, detak jantung? Itu artinya benar-benar ada kehidupan lain di rahim istrinya, anaknya. Rasanya masih sulit dipercaya, ini seperti mimpi saja. “Um, Pak Barra...” “Kenapa memanggil saya seperti itu Olivia!” Tegur Barra, sudah sejak tadi ia tak nyaman dengan cara Olivia memanggilnya. Olivia terdiam. Barra risih dipanggil 'Pak'. “Ada apa? Katakanlah...” Barra membelai kepala Olivia yang masih ditutupi hijab, belum berganti pakaian juga. “ini rumah siapa? Kenapa kita gak ke Penthouse aja?” “Ini rumah kita mulai sekarang. Kita tidak akan tinggal di Penthouse lagi. Lagipula, kalau saya bawa kamu ke sana, Ibu pasti aka

    Last Updated : 2025-03-06
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 192. Tidak Menyerah!

    “Papa percaya sama dia?” Amanda tersenyum sinis. “Tentu!” “Hah, Papa memang begitu. Mudah percaya sama orang sampai-sampai dikhianati Laksmana!” Amanda mencibir Tuan Rawless. “Wahahaha... Kamu juga Manda. Mudah percaya sama Abian dan Helen, sampai-sampai ditusuk dari belakang. Kita memang Ayah dan Anak yang bodoh ya...” Balas Tuan Rawless tertawa. “Kenapa Papa tertawa? Ini bukan sesuatu yang lucu! Ini bodoh dan memalukan!” Gerutu Amanda, kesal. “ltulah sebabnya kita harus belajar dari masa lalu.” “Papa yang gak belajar, Manda justru belajar dari masa lalu agar tidak mempercayai siapapun lagi!” “Tetapi gak gini juga Manda. Masa kamu menghakimi menantu kamu sendiri? Padahal dia sangat tulus dan berjasa dalam hidup kamu. Menantu itu sama seperti anak, Manda. Kalau marah, ya marahin langsung. Kalau sayang, ya perlakukan seperti anak kandung sendiri.” Jelas Tuan Rawless. “Dia bukan menantu Manda, Pa! Manda memang berhutang budi sama dia, tapi akan Manda bayar hutang budi it

    Last Updated : 2025-03-06
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 193. Akan Mengungkapkan!!

    Barra berada di dapur, menyiapkan makan malam untuk Olivia. Dari tangan terampilnya, semangkuk tongseng daging sapi segar tercipta, dipadu dengan tempura udang renyah dan saos cocolan yang lezat. Tak lupa pula, ia menyediakan puding buah sebagai hidangan penutup. Senyum cerah merekah di wajah tampan Barra. Bisa ia bayangkan betapa Olivia akan lahap menyantap hidangan istimewa ini setelah sedari tadi membuatnya khawatir karena istrinya itu beberapa kali mengeluarkan isi perutnya. Membayangkan wajah sang istri yang berseri-seri ketika menikmati makan malam tersebut, membuat perasaannya senang. la akan menjadi suami siaga, merawat dan memastikan Olivia dalam keadaan sehat dan bahagia selama masa kehamilan ini. “Olivia, sebenarnya saya, um...” Barra tergugup. Sedari tadi mencoba, kenapa lidahnya terasa kelu mengucap kata yang sangat ingin ia utarakan pada Olivia-nya? Barra menarik nafas terlebih dahulu, “Sebenarnya, saya cin_” ia berhenti berucap, lagi-lagi kesulitan untuk menyatakan

    Last Updated : 2025-03-07
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 194 Tahan...

    Barra langsung bersemangat. la balikkan tubuh Olivia agar menghadap langsung padanya, sebelah tangannya menahan tengkuk Olivia, sedang satunya lagi melingkar di pinggang istrinya itu. la tempelkan tubuh mereka berdua, tak ada lagi jarak yang tersisa. Barra kecup dalam-dalam bibir merah muda Olivia, kecupan yang melenakan. la sangat suka dengan cara Olivia membalas ciumannya, tak ada keraguan atau malu-malu lagi. Istrinya itu justru ikut menunjukkan sikap ekspresif dalam membalas setiap lumatan-lumatan yang Barra berikan, memperlihatkan hasratnya yang juga menginginkan suaminya. Siapa yang tak senang diperlakukan seperti ini oleh istri sendiri? Apalagi istri yang sangat dicintai setengah mati. Barra mendorong pelan tubuh Olivia ke arah meja makan yang masih kosong dengan memeluk pinggang istrinya itu, tetap tak melepas pagutan lidah mereka berdua yang semakin panas. la angkat tubuh Olivia, didudukkan di atas meja dengan posisi menghadap langsung padanya. Kedua kaki mulus Olivia,

    Last Updated : 2025-03-07
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 195. Akhirnya Tahu...

    Barra membawa nampan makanan tadi, menghidangkannya di atas meja makan. “Ayo dimakan.” Pinta Barra setelah menyiapkan makanan tersebut di depan Olivia. Olivia dengan senang hati, memulai makan malamnya bersama Barra di rumah baru mereka tersebut. “Sini saya suapi.” “Eh, aku bisa makan sendiri.” Tolak Olivia. Sebulan berpisah, membuatnya agak kaku terhadap Barra. Kadang tanpa sadar masih suka menjaga jarak. “Olivia, jangan menolak suami.” Barra tak suka penolakan. “I-iya.” Olivia terpaksa manut. Benar juga, sejak kapan suaminya mau dibantah? Barra lalu menyuapi Olivia penuh kelembutan. Setelah menyuapkan makanan ke mulut istrinya, dirinya pun ikut makan dari mangkok dan sendok yang sama. Begitu seterusnya. Olivia terharu. Ah, Barra romantis sekali meski tak pandai berucap kata manis. Tetapi perlakuannya suka membuat istrinya berbunga-bunga. “Makasih Sayang...” Ucap Olivia dengan senyum manis, sedikit tampak menggoda. Barra sempat berdebar dipanggil Sayang, juga diberi senyuma

    Last Updated : 2025-03-08
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 196. Kemana Istriku??

    Pukul 04.00 wib_ Olivia terjaga dari tidurnya. Seperti biasa, alarm bawah sadarnya saja yang membangunkan karena kebiasaan, bukan karena suara keras dari jam dinding. la menoleh ke samping, melihat wajah Barra yang masih tidur pulas dengan melingkarkan tangan pria itu di pinggangnya. Olivia tersenyum hangat, terpesona oleh ketampanan wajah suaminya yang tampak damai. Hatinya berbunga-bunga mengingat kembali kejadian semalam. Ketika Olivia sudah hampir melayang ke alam mimpi, ia mendengar suara pelan Barra mengungkapkan cinta terhadapnya diam-diam. Pria itu tak tahu, padahal Olivia belum benar-benar tidur, ia masih terjaga dan mendengar perasaan suaminya dengan jelas. Detak jantung Olivia semakin cepat saat mengenang kehangatan cinta Barra yang telah terungkap. Hatinya menghangat, ternyata Barra mencintai dirinya. Terserah pria itu tak menyatakan langsung. Yang pasti, Olivia sudah tahu dan itu sudah cukup baginya agar tak lagi meragukan kesungguhan Barra. Tangan halus Olivia me

    Last Updated : 2025-03-08
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 197. PANASS!!

    Ketika hendak menuju mobil, Barra mendengar suara lembut seorang wanita yang sangat ia kenal dari arah samping rumah. Itu Olivia-nya. Barra langsung mengikuti kemana arah suara tersebut. Ternyata Olivia sedang berada di taman, mengagumi bunga-bunga yang baru saja mekar. Barra terpaku menatap istrinya yang tak menyadari kehadirannya. Hampir saja jantungnya lepas karena sudah overthinking duluan akan ditinggalkan lagi. la jadi parno sendiri. Ditambah nyawanya belum terkumpul sepenuhnya, semakin membuatnya panik tak jelas. Wajah Barra seketika begitu lega melihat Olivia, meski jantungnya masih terus berdetak cepat. Tak buang waktu, ia berlari menghampiri posisi Olivia, membuat Olivia akhirnya menyadari kedatangan suaminya. Hug! “Olivia!” Ucap Barra memeluk tubuh istrinya itu erat-erat. Olivia terkejut, suaminya datang-datang langsung memeluk, tak sadar jika saat ini tubuhnya tak menggunakan apapun kecuali dalaman boxer. “Kenapa keluar rumah tidak bilang-bilang? Saya khawatir,” Un

    Last Updated : 2025-03-09
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 198. Boleh-boleh Saja.

    ~ROYAL HOSPITAL~ Mobil mewah berwarna hitam yang membawa Barra dan Olivia, melaju pelan hingga berhenti tepat di depan rumah sakit. Di belakangnya, beberapa mobil bodyguard telah lebih dulu parkir dan membentuk formasi ketat. Barra dan Olivia turun dari mobil, diiringi oleh tatapan tajam para bodyguard yang siap mengawal mereka. “Tuan, Nyonya, kami akan mendampingi Anda selama berada di rumah sakit,” Ujar salah satu bodyguard dengan sikap hormat. “Ya, dua tiga orang saja yang ikut masuk. Selebihnya tetap siaga di luar. Kita juga tidak boleh menimbulkan ketidaknyamanan pengunjung rumah sakit lainnya,” Titah Barra. “Baik, Tuan!” Ketua bodyguard tersebut menginstruksikan pada rekannya yang lain untuk melakukan apa yang diperintahkan sang Bos. Olivia menoleh ke Barra, heran dengan kehadiran penjaga yang begitu banyak. “Mas, apa ini? Kenapa banyak penjaga? Apa ada bahaya?” Tanyanya, wajahnya tampak cemas. Barra menatap Olivia dengan tatapan lembut, lalu menggenggam tangan i

    Last Updated : 2025-03-09

Latest chapter

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 241. Rencana B!

    Vincent membukakan pintu mobil bagian belakang saat mobil telah diparkirkan di area pekarangan rumah. Tampak Amanda turun dari sana. la kemudian berjalan menghampiri Virendra dan Syafira yang berdiri di halaman sembari menatap padanya. “Amanda...” lirih Syafira, cukup terkejut mengetahui ternyata besannyalah tamu yang datang berkunjung. Seharusnya ini adalah sesuatu yang menggembirakan. Tetapi karena adanya permasalahan yang menimpa sang Putra, dirinya jadi was-was dengan kedatangan besannya tersebut. Sama halnya dengan Virendra. Perasaan pria itu seketika tak tenang, khawatir Amanda datang untuk membawa Olivia pergi karena percaya pada pemberitaan yang beredar di media sosial. Tak akan ia biarkan jika hal itu sampai terjadi. Syafira menyambut dengan ramah kedatangan Amanda, bersikap seolah semua baik-baik saja. “Manda... Selamat datang,” sapanya dengan membuka kedua tangan untuk memeluk Amanda. “Syafira, Rendra, aku udah janji mau berkunjung sore ini, kan?” Amanda tersenyum tip

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 240. Shock

    “Elgard kan udah bilang sama Papa, Azalea itu gak akan bisa membantu kita,” Elgard menyayangkan Azalea yang terciduk telah menjebak Barra. “Papa gak menyangka aja kalau Barra Malik Virendra bisa menolak Azalea. Dia sudah berpenampilan menggoda, malah gak memakai apa-apa di depan Barra waktu mereka cuma berdua aja di kamar itu. Seharusnya sebagai laki-laki yang normal, Barra akan tergoda,” Haris masih terheran-heran. “Benarkah? Kuat juga imannya,” Elgard ikut tercengang. Ternyata tidak ada istilah cinta lama bersemi kembali bagi seorang Barra untuk Azalea. “Barusan Iagi, si Azalea nangis-nangis mengatakan kalau dia dibawa ke kantor polisi. Dia minta tolong supaya Papa cepat-cepat membebaskan dia dari sana,” ujar Haris cukup frustasi. “Kenapa dia bisa di kantor polisi? Barra melaporkannya?” Elgard terkejut. “Siapa Iagi kalau bukan Barra!” Haris menggerutu. “Dia tega, Pa? Azalea kan mantan istrinya?” “Itu yang bikin Papa semakin gak menyangka. Barra itu udah gak pake hati Iagi sam

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 239. Sudah Tepat!

    “Silahkan melakukan pembelaan di kantor. Anda juga akan kami beri kesempatan untuk menghubungi pengacara yang Anda maksud tadi. Sekarang ikut!” titah petugas, tak mau membuang waktu.“Sebentar!!!” Azalea panik. Belum sempat Haris Nugroho mengirimkan bantuan untuk membawanya kabur dari tempat ini, sekarang malah dirinya dibawa ke kantor polisi. Kenapa nasibnya sesial ini, pikirnya?“Jefri... Mana Barra???!” teriak Azalea pada Jefri yang berdiri dengan wajah datar bersama Syifa dan Pak Andi. Pemilik penginapan itu juga membuat pelaporan untuk oknum pekerjanya yang sudah disuap Azalea sehingga merugikan citra usahanya yang sudah dibangun dengan baik selama belasan tahun.“Maaf, Bu Azalea. Pak Barra tidak sudi bertatap muka dengan Anda. Beliau hanya menitipkan pesan bahwa nanti Anda juga harus membuat klarifikasi atau pengakuan atas perbuatan Anda yang sudah mencoreng nama baik beliau,” ujar Jefri dengan sikap tenang.“Bajing*n Barra Malik Virendra!! Tega sekali dia memperlakukan mantan i

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 238. Di Laporkan?

    Rapat perusahaan hampir selesai sore ini. Tinggal arahan singkat dari Haris Nugroho selaku Komisaris. “Peningkatan saham cukup_” Haris tersentak saat ponselnya tiba-tiba bergetar di atas meja. Semua mata menatap ke arahnya, termasuk Clarissa dan Elgard yang duduk tak jauh darinya. Haris melirik Elgard yang juga menatap padanya dengan wajah penasaran. Berharap sang ayah mendapat kabar baik dari seseorang yang ditugaskan dalam misi mereka. “Um, sebentar. Saya terima telepon dulu,” Haris dengan wajah serius, bangkit dari duduknya, pergi keluar dari ruang rapat untuk menjawab panggilan masuk tersebut. Clarissa mengerutkan alis. Tak seperti ayahnya biasanya yang paling pantang menerima telepon saat rapat berlangsung. Ayahnya itu juga tampak antusias saat melihat siapa yang melakukan panggilan telepon di layar ponselnya. Siapa yang menelepon sebenarnya? Sementara itu, di luar ruangan rapat berdinding kaca. “Bagaimana bisa gagal???!!” Tanya Haris kaget, namun tetap memelankan suaranya.

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 237. Tak Peduli Lagi!

    “Kenapa aku harus bertanggung jawab? Aku tidak menyebut nama di sana. Netizen aja yang berspekulasi macam-macam!” ketus Azalea. Hatinya merasa senang akhirnya semua percaya jika dirinya masih menjalin hubungan dengan Barra. Jefri dan Syifa saling melempar pandang, memang Azalea tak menyebut nama Barra. Tetapi tingkah dan clue yang ia berikan, tertuju pada seorang Barra Malik Virendra. “Maafkan saya sekali lagi. Saya kecolongan dengan karyawan saya. Itu tukang bersih-bersih baru, sehingga saya tidak tau kalau dia terjerat judol sampai mau disuap seperti itu. Saya berjanji akan bertanggungjawab atas ketidaknyamanan ini,” sang pemilik penginapan merasa bersalah dan menyesal bukan main. “Tunggu saja Pak Barra memutuskan apa yang akan beliau lakukan. Bos saya itu sedang marah besar sekarang!” Jefri berwajah dingin, akan menunggu keputusan Barra. “Aku udah bisa pergi? Atau kalian memang mau aku di sini supaya semakin banyak orang yang melihat kalau ternyata aku juga ada di penginapan ya

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 236. Marah Besar!

    “SINGKIRKAN TANGANMU!!” bentak Barra, berang. Azalea malah semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Barra, ia kecupi punggung harum pria itu. “Sialan!” umpat Barra, rasa mual seketika menyerang. la cengkeram kedua pergelangan tangan Azalea yang memeluk pinggangnya dari belakang, dilepaskan dengan kasar dari tubuhnya. Auwwh... Tubuh Azalea terhuyung sejauh lebih kurang dua meter dari posisi Barra. Pria itu mendorongnya kasar, menolak pelukannya dengan penuh amarah. “Barra...?” Azalea dengan dada yang sesak, mendekati Barra kembali. Tega sekali mantan suaminya bersikap kasar terhadapnya. Rasanya tak bisa dipercaya perubahan Barra sedrastis ini. “Sekarang juga, KELUAR DARI KAMARKU!!” bentak Barra murka. Napasnya naik turun menahan amarah. Kalau bukan wanita, sudah habis Azalea ia tangani. Terlalu lancang. “Gak!” tolak Azalea, tak kalah keras. Barra dengan wajah geram, berjalan menuju pintu, akan membukanya untuk mengusir Azalea. “Barra, aku gak akan pergi! Aku ke sini untuk mem

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 235. Menjalankan Misi.

    Gerimis kecil membasahi dedaunan di sekitar penginapan kecil di desa itu, menciptakan suara gemercik yang menenangkan. Azalea, dengan langkah ringan, memainkan kunci kamar yang digenggamnya. Raut wajahnya terlihat tenang, namun ada kilatan licik yang sesekali tersirat. Dia mengenakan gaun merah yang ketat dan berenda, menonjolkan lekuk tubuhnya dengan sangat jelas, seolah-olah setiap jahitan di gaun itu sengaja dibuat untuk menarik perhatian. Kakinya berhenti tepat di depan Pintu sebuah kamar. Sesuai informasi yang didapatkannya, itu adalah kamar yang akan menjadi tempat peristirahatan Barra, mantan suaminya yang kini telah memiliki istri Iain. Azalea memasukkan kunci ke dalam lubang kunci, membuka Pintu dengan perasaan campur aduk, antara gugup dan bersemangat oleh rencana yang sudah ia susun dengan matang. Rencana dari seseorang yang mengajaknya bekerjasama lebih tepatnya, bertujuan untuk merusak hubungan Barra dengan istri pria itu, Olivia. Pintu terbuka. Azalea masuk ke dala

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 234. Dirahasiakan Saja!

    “Sayang...” Virendra dengan tatapan masih fokus ke layar ponsel di tangannya, memanggil Syafira yang baru saja dari dapur. “Ada apa?” Syafira terheran melihat wajah suaminya yang tegang menatap ponselnya sendiri. “Sini, cepat!” Titah Virendra mendesak. Syafira dengan langkah cepat, segera menghampiri Virendra. Ikut khawatir, “Kenapa, Sayang?” tanyanya penasaran. “Perempuan ini_” Virendra menunjukkan layar ponselnya pada Syafira agar istrinya itu melihat sendiri. “Azalea?“ Syafira mengerutkan kening, mencoba menyimak video singkat dari media sosial Azalea yang tersebar. “Dia...?” “Ya, dia sedang di Kota yang Barra datangi sekarang,” Jelas Virendra kesal. Sepasang suami-istri itu mendengarkan apa yang Azalea katakan di video tersebut. Keduanya saling melempar pandang dengan wajah tak nyaman. “Dia bilang sedang janjian untuk bertemu seseorang?” Syafira mengulang kembali apa yang Azalea katakan di Video tersebut. “Dia bilang itu adalah tempat yang pernah dia kunjungi untuk vacati

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 233. Fans?

    Syifa berlari secepat mungkin menghampiri posisi Barra. “Pak Barra...” teriaknya hingga berhenti tepat di hadapan sang Bos yang terpana. Napasnya terengah-engah dengan posisi tubuh membungkuk, tangannya memegang kedua lutut. Sekretaris Barra itu menghadang langkah sang CEO yang sedang menemani Tuan Lee dan Tuan Choi bersama seorang Director film ternama Indonesia yang telah ditunjuk, didampingi kepala desa di sana. Mereka tengah berjalan-jalan sembari berdiskusi dan melihat keindahan desa yang akan dinilai oleh tamu kehormatan tersebut, memastikan tempat ini pas dijadikan sebagai latar pembuatan film mereka. “Syif_“ tegur Jefri, tak enak pada CEO mereka dan dua tamu iłu. Syifa tersadar akan sikapnya. Baru ngeh jika yang ada bersama sang Bos adalah tamu dari Korea Selatan. “Oh, Joesonghamnida...” ucap Syifa menghadap Tuan Lee dan Tuan Choi sembari menundukkan kepala dan badannya, menunjukkan rasa penyesalannya yang dalam dan sungguh-sungguh meminta maaf atas ketidaknyamanan

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status