Sofia, yang merupakan anak dari keluarga jauh Ratna, tersenyum kecil sambil mengangguk penuh keakraban. Ratna segera melangkah mendekatinya, membuka tangan lebar-lebar sebelum memeluk Sofia erat-erat, penuh kehangatan. “Sayang, kenapa kamu tidak kabari Tante kalau mau berkunjung ke sini hari ini?” ucap Ratna, suaranya lembut namun ada nada kecil yang penuh perhitungan. “Kemarin ibumu bilang kan kamu ke mari dua hari lagi.”“Kalau aku bilang, bukan kejutan lagi namanya, Tante,” jawab Sofia sambil tersenyum manis, nada suaranya ringan dan penuh canda. “Lagi pula, aku ingin cepat-cepat ketemu Mas Damar,” lanjutnya, matanya berbinar penuh antusiasme.Ratna menggeleng kecil, senyumnya sedikit kaku namun ia cepat menyembunyikannya. “Kamu bisa saja, sayang,” ucapnya, lalu menepuk pundak Sofia dengan lembut. “Kamu sudah sarapan belum? Kalau belum, kebetulan ada nasi goreng, masakan kesukaanmu.”“Wah, kebetulan, Tante, aku belum sarapan sama sekali,” balas Sofia, tangannya memegang perut dengan
Last Updated : 2024-12-20 Read more