Semua Bab Sang Penghancur Langit : Bab 191 - Bab 200

226 Bab

Tantangan Untuk Arya

Mandaka berbalik badan, dan melihat ke arah Arya dengan dahi yang berkerut."Kau siapa? Tidak usah ikut campur dengan urusan Perguruan bangau merah," kata Mandaka."Urusan perguruan atau urusan keinginan otak kotor mu?" ejek Arya."Kurang ajar!" maki Mandaka."Asal kau tahu, aku yang membawa mereka, dan aku bertanggung jawab atas mereka, jadi pergilah. Aku tidak ingin membuat masalah lebih panjang," kata Arya.Hahahaha!"Tapi kau sudah membuat masalah lebih panjang, kau sudah merendahkan Perguruan bangau merah," kata Mandaka mencari-cari masalah dengan Arya."Kau yang mencari masalah, sebuah bukti sudah terlihat kau mempermainkan murid perguruan angin sepi!" kata Arya."Aku tidak peduli, yang jelas kau sudah membuat nyawamu dalam bahaya!" kata Mandaka dan memberikan ancaman pada Arya."Pergilah, sebelum kau menyesal!" ucap Arya.Mandaka ingin menyerang Arya, tapi saat itulah datang murid perguruan naga hitam yang sedang patroli."Jangan ribut disini, jika kau tidak suka padanya, lakuk
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-13
Baca selengkapnya

Menantang Balik

Semua mata kini tertuju pada Arya, Perkataan Arya jelas tertuju pada Ki Unda, ketua Perguruan bangau merah.Ki Unda kaget, dia tidak menyangka bocah yang usianya sangat jauh dibawahnya berani menantang dirinya. Sudah jelas jika itu sangat merendahkan harga diri Ki Unda."Apa kau ingin mati, anak muda?" teriak Ki Unda dengan wajah merah menahan marah dan malu."Mati? Apa kau pikir mampu menyentuh tubuhku?" tanya Arya."Kurang ajar. Baik, kita bertarung!" kata Ki Unda.Ruangan pertemuan itu menjadi gaduh, mereka awalnya mengira hanya akan melihat pertarungan biasa saja, tapi kini akan ada Pertarungan yang cukup besar, pertarungan yang melibatkan Ki Unda."Baik, selepas siang kita bertarung!" kata Arya.Ki Unda kembali menatap Arya dengan wajah geram. Setelah itu dia berjalan ke arah Arya, diikuti oleh Mandaka dan murid perguruan yang lain."Jika kau kalah, maka kau akan jadi budakku, selamanya," kata Ki Unda."Tapi, kau tidak akan menang!" ucap Arya."Jangan lari, aku akan menunggu diri
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-14
Baca selengkapnya

Kesombongan Yang Hilang

Saat Ki Unda merasa jika dia sudah menang karena tidak hadirnya Arya sampai matahari hampir tenggelam, satu suara keras sadarkan semua perasaan menangnya."Apa kau pikir aku tidak akan datang?" kata Arya dan berjalan membelah keramaian manusia di halaman perguruan itu.Semuanya memberikan jalan pada Arya, dan tidak ada satu pun yang menahan Arya untuk tidak melawan Ki Unda.Semua orang memang penasaran dengan kemampuan Ki Unda, nama baru yang tiba-tiba terdengar wangi. Nama yang muncul secara tiba-tiba dan membuat dunia persilatan tersentak."Kau membuat aku bosan!" kata Ki Unda."Aku hanya ingin membuat matahari sedikit bersahabat, aku ingin bertarung saat matahari sejuk!" kata Arya."Katakan saja kau takut," ejek Ki Unda."Kalau aku takut, bagaimana mungkin aku akan mendatangi dirimu," jawab Arya.Ki Unda diam, dia merasa jika Arya benar adanya. Tapi dia tidak terlalu pikirkan itu, yang dia pikirkan hanyalah memberikan pelajaran pada Arya."Apakah kau sudah siap kalah?" tanya Ki Und
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-15
Baca selengkapnya

Rencana Herda

Ratih dan Banda, kini tidak berani lagi menunjukkan sikap rendah pada Arya, mereka sadar jika Arya bukan orang yang layak mereka rendahkan.Begitu juga di perguruan naga hitam, sejak kemenangan Arya melawan ki Unda, semua orang menaruh hormat padanya, dan jelas itu juga berpengaruh pada Ratih dan Banda.Dua pemuda-pemudi itu menjadi sangat dihargai di perguruan naga hitam. Dan semua itu karena Arya."Siapa sesungguhnya anak muda itu, kenapa dia memiliki kemampuan yang begitu tinggi, bahkan Ki Unda pun tidak berkutik melawan dirinya," gumam Ki Barata yang sebenarnya adalah Herda.Herda melihat sendiri pertarungan antara Arya dan Ki Unda, dan itu menyadarkan dia jika Arya akan jadi lawan yang berat jika dia dibiarkan hidup."Aku harus mencari cara untuk menjatuhkan nama pemuda itu, jika mungkin aku akan jadikan dia musuh semua perguruan yang ada di negeri ini," ucap Herda.Herda berpikir keras, dan mencari cara untuk menjatuhkan nama Arya. Dan saat dia menemukan caranya, dia tersenyum d
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-16
Baca selengkapnya

Menuduh Arya

Huppppp!!Sesosok bayangan berlari di tengah gelapnya malam, dan bayangan itu berlari ke arah penginapan Arya, Ratih dan Banda."Siapa itu?" gumam Arya.Tapi Arya merasa jika itu bukan urusan baginya, dan membiarkan orang itu melewati dirinya begitu saja.Sesaat mata Arya dan mata yang mendatangi Arya saling pandang, dan Arya seolah kenal dengan sorot mata itu.Saat bayangan itu melompat ke keluar, Arya mendatangi arah larinya, dan bingung dengan apa yang baru saja terjadi di dalam perguruan naga hitam.Belum juga Arya menemukan jawaban atas semua itu, Arya mendengar suara teriakan dari arah halaman perguruan naga hitam."Itu dia! Tangkap dan bunuh dia!" teriak murid perguruan naga hitam.Arya awalnya tidak peduli, tapi saat melihat belasan murid dari perguruan naga hitam mengarah padanya, Arya menjadi waspada."Tunggu! Ada apa ini?" teriak Arya."Tidak usah pedulikan perkataannya, segera saja ringkus!" teriak murid perguruan naga hitam itu.Perlahan tapi pasti, kini Arya sudah dikuru
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-16
Baca selengkapnya

Membakar Amarah Para Pendekar

"Kurang ajar. Dia telah membuat aku dalam masalah yang besar!" maki Arya dalam hatinya.Arya, setelah kabur dari kepungan para pendekar yang ada di perguruan naga hitam berhenti sejenak di hutan yang berada tak jauh dari kota Bangau."Seharusnya aku tidak kabur, ini malah membuat aku jadi buronan mereka, dan sekarang sudah pasti aku disalahkan akan kematian Ki Unda," ucap Arya.Arya melesat dengan ilmu meringankan tubuhnya, dan berniat tinggalkan kota Bangau. Tapi saat sudah cukup jauh, Arya hentikan gerakannya."Tapi bagaimana dengan Ratih dan Banda," gumam Arya.Arya saat akan melarikan diri, ingat dengan dua orang yang dipercayakan pada dirinya, dan itu jelas akan mengganggu Arya."Sialan! Sudah pasti mereka akan disalahkan atas kaburnya diriku," ucap Arya.Arya menjadi dilema, tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Arya ingin kabur dan mencari cara bersihkan namanya, tapi di lain pihak dia juga tidak mungkin biarkan Ratih dan Banda berada dalam masalah yang besar."Aku tidak mungk
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-17
Baca selengkapnya

Terhadang

Ratih dan Banda kaget dengan hadirnya sosok yang tidak dapat mereka kenali karena gelapnya ruangan itu.Tapi, meskipun Banda tidak kenal, dia tetap berteriak meminta agar mereka berdua dibebaskan dari ruangan itu."Dibebaskan katamu? Apa kau tidak berpikir jika apa yang dilakukan rekan kalian itu sebuah kesalahan yan sangat berat," kata sosok yang berdiri di depan pintu itu.Banda dan Ratih diam, tapi jelas mereka memaki dalam hati, karena sesuatu yang bukan kesalahan mereka, kini di limpahkan di pundak mereka."Bawa penerangan kemari!" teriak sosok itu.Seorang murid perguruan naga hitam membawa lilin yang sudah cukup menerangi ruangan gelap gulita itu."Ki Barata!" desis Banda."Ini memang diriku, kenapa?" tanya Ki Barata."Kau tidak akan dapatkan apa-apa dari kami," ucap Ratih"Aku tidak akan meminta apa-apa pada kalian, aku hanya ingin tahu, siapa pemuda yang bersama kalian?" tanya Ki Barata."Dia bernama Arya, kami juga tidak kenal baik dengannya. Hanya saja guru menyuruh dia unt
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-18
Baca selengkapnya

Mencoba Berikan Penjelasan

"Kau ingin melarikan diri dari masalah, atau kau ingin cari alasan anak muda?" tanya Nyai Sri dengan ucapan yang sinis."Untuk apa? Aku memang ingin mencari kebenaran, dan ungkap pelaku yang sebenarnya," ucap Arya."Pelaku sebenarnya, adalah dirimu. Tidak usah mencari alasan untuk tutupi semua perbuatan mu itu!" bentak Ki Lemur."Tidak, bukan aku pelakunya, jadi aku tidak akan diam saja," kata Arya.Setelah ucapkan itu, Arya keluarkan pisau pendek yang dia masih dia pegang saat Ki Barata berikan padanya."Senjata ini bukanlah, milikku!" ucap Arya."Kau hanya ingin mencari alibi saja anak muda, apapun yang kau katakan, itu tidak akan ubah jika kau adalah pelaku pembunuh Ki Unda," kata Ki Lemur tidak peduli meskipun Arya sudah tunjukkan pisau jika dia tidak terbukti pembunuh Ki Unda. "Terlalu mudah kau mengatakan jika kau bukan pembunuh Ki Unda anak muda, pisau itu bisa saja kau bawa dari mana saja untuk samarkan pembunuhan itu," lanjut Nyai Sri menimpali perkataan Ki Lemur.Arya diam,
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-18
Baca selengkapnya

Pencarian Kijang Emas

Huppppp!!Satu tubuh hitam jauh meninggalkan perguruan naga hitam, dia menggunakan topeng yang menutupi wajahnya, sehingga wajahnya terlihat lain, bukan wajah asli yang dia miliki."Kijang emas, jika aku mendapatkan kijang emas itu, kemampuan yang aku miliki akan bertambah berkali lipat," ucap sosok itu.Sosok itu terus membelah hutan, dan kini dia sampai di hutan yang tak terlalu jauh dari kerajaan Malaya."Dimana keberadaan kijang emas itu?" gumamnya.Kepalanya celengak-celenguk mencari keberadaan kijang emas yang akhir-akhir ini santer jadi perbincangan istana."Aku tidak merasakan bau dari bunga mawar, karena yang aku tahu itu tanda jika kijang emas itu ada di sekitar tempat ini," ucap sosok itu.Huppppp!Sosok itu melayang ke udara, dan mencari dari udara. Tapi tetap saja dia tidak menemukan keberadaan dari kijang emas itu."Eh ... Sepertinya aku merasakan ada gerakan di dalam hutan!"Sosok itu menyembunyikan keberadaan aura dan hawa kekuatan yang dia miliki, dan dia bersembunyi
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-19
Baca selengkapnya

Busuknya Herda

Dengan menyelinap, Ki Barata keluar dari ruangan yang jadi ruangan yang dia gunakan untuk sementara waktu.Ki Barata bergerak cepat, gerakannya cepat dan tidak terlihat oleh orang dengan mudahnya.Dia mendekati ruangan sepi yang di tempati oleh Banda, dan itu jelas tanpa pengawalan.Dari belakang, Ki Barata mencari jalan masuk, dan dengan satu kekuatan besar Ki Barata hancurkan pintu belakang."Siapa kau?' bentak Banda yang kaget karena hadirnya seseorang di ruangannya. Dan datang dari belakang."Aku Malaikat mautmu," jawab Ki Barata.Banda kaget, dan sudah terlalu sering dia dihajar di ruangan itu, membuatnya semakin ketakutan."Jangan dekat denganku, aku tidak melakukan kesalahan apapun!" kata Banda."Aku tahu, aku sudah tahu semuanya. Karena aku dalang dari semua ini," kata Ki Barata."Apa maksudmu? Kau siapa?" tanya Banda.Ki Barata tersenyum, dan dia sedikit menunjukkan wajahnya pada Banda."Ketua Barata?" desis Banda kaget."Apa .. apa maksud semua ini, ketua?" tanya Banda bingu
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-19
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
181920212223
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status