Semua Bab Sang Penghancur Langit : Bab 151 - Bab 160

228 Bab

Keinginan Putri Nagini

"Baik, aku terima syarat darimu!" kata Arya meskipun dia merasa berat."Benarkah itu?" tanya putri Nagini tak percaya."Iya! Aku akan menikahi dirimu! Kapan?" tanya Arya."Sabar Arya, sabar! Sudah aku katakan, meskipun aku menerima putriku, tapi tidak semudah itu kau akan dapatkan air mata dewa," kata ratu Narini."Apa lagi yang harus aku lakukan?" tanya Arya."Kau harus masuk ke lorong lima istana, dan harus lewati lima lorong sebelum masuk ke telaga mata dewa," jawab ratu Narini."Seperti yang dikatakan Ki Santana!" desis Arya."Jangan terlalu percaya pada Ki Santana, dia sudah banyak menipu rekan manusianya!" kata ratu Narini."Menipu? Benarkah itu?" tanya Arya."Benar! Jadi hati-hati pada orang tua licik itu. Dia mungkin akan memintamu membantunya untuk ambil mustika ular hijau, dia inginkan kekuasaan di kerajaan siluman ini!" kata ratu Narini."Aku akan berhati-hati," kata Arya."Baik, jika kau sudah terima putriku jadi istrimu, sekarang kau bebas untuk keluar, dan ingat hiduplah
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-13
Baca selengkapnya

Serakahnya Ki Santana

Ki Santana sudah menunggu Arya selama dua hari, tapi Arya tetap tidak kembali ke villa mata indah. Itu membuat Ki Santana heran dan bingung."Kurang ajar, kemana bocah sialan itu?" maki Ki Santana yang terus saja menunggu Arya.Bargo, kepercayaan Ki Santana melihat kegelisahan dari Ki Santana, dan datang mendekati orang tua itu."Ada apa, Ki?" tanya Bargo."Kenapa rupanya Bargo?" tanya Ki Santana balik bertanya."Aku melihat Ki Santana sangat gelisah, Katakan apa yang ki Santana pikirkan?" tanya Bargo."Aku memikirkan si keparat, Arya," jawab Ki Santana sambil memaki."Arya?" tanya Bargo."Iya, Arya. Dia sudah dua hari tidak kembali, kemana saja dia. Aku tidak ingin semua rencana yang sudah kita susun gagal hanya karena dia tidak kembali!" kata Ki Santana."Apakah Ki Santana yakin akan gunakan kekuatan Arya untuk rebut mustika ular milik ratu Narini?" tanya Bargo."Apalagi Bargo? Hanya dia yang mampu melakukan itu, jika kita yang mencurinya kita akan dibunuh dan dijadikan buronan kera
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-15
Baca selengkapnya

Apa Aku Bodoh

Bulan malam di langit menujukkan keperkasaan dengan cahaya besar yang menerangi malam.Bulan itu begitu dekat dengan kota siluman, Bahkan seperti berada di atas kepala. Bulan berjalan seolah bulan itu hanya milik penduduk kota. Bulan merah siluman."Purnama sudah tiba!" teriak warga kota dan antusias sangat tinggi terlihat pada warga kota itu.Antusias yang begitu besar itu terjadi, dikarenakan warga kota akan, warga siluman akan mengalami peningkatan kekuatan dan itu jelas akan menakutkan bagi setiap orang.Jika bulan purnama datang, maka akan banyak terjadi pertarungan di tengah kota, dan siluman yang memiliki kemampuan rendah memilih untuk jauh dari kota.Seperti yang biasa terjadi, kini di tengah kota, sudah terjadi lebih dari lima pertarungan antara siluman, pertarungan itu antara siluman yang menyimpan dendam satu sama lain.Tiga orang berjalan di tengah kota, tidak ada yang berani mendekati atau menantang mereka. Mereka seolah mencari seseorang."Kemana pemuda keparat itu? Kena
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-16
Baca selengkapnya

Keraguan dan Keputusan Bargo

"Apa maksud pertanyaan mu itu?" tanya Bargo pada Arya.Bargo menanyakan itu sekalian berjalan ke arah Arya, dia bingung dengan maksud pertanyaan Arya."Aku melihat kau cukup tertekan dengan keberadaan Ki Santana disamping mu!" kata Arya.Bargo diam, dia ragu untuk menjawab."Apakah yang aku katakan itu tepat?" tanya Arya.Bargo kembali menatap Arya, dia merasa jika Arya mampu membaca dirinya."Apa kau yakin jika kita dapatkan mustika ular itu, maka semua yang dikatakan Ki Santana itu akan kenyataan?" tanya Arya lagi.Arya tahu jika Bargo sudah dirusak pikirannya oleh Ki Santana, dan Arya mencoba untuk membantu pemuda itu."Yang aku tahu Ki Santana hanya ingin kuasai kota ini, dan katanya hanya mustika siluman ular yang akan memberikan dia kekuasaan itu," jawab Bargo."Apakah kau akan membantu dia?" tanya Arya."Sesungguhnya kau ragu, tapi aku sudah tak memiliki kenalan di negeri ini, jadi mau tidak mau aku harus setia padanya," jawab Bargo."Artinya kau terpaksa?" tanya Arya."Aku tid
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-17
Baca selengkapnya

Kesal dan Curiga

Bammmmmmmmm!Ledakan keras terjadi saat satu pukulan jauh mengarah pada rombongan Ki Santana."Bagaimana ini Ki?" tanya Arya."Bukankah sudah aku katakan jika biarkan saja, tidak perlu di pedulikan itu!" jawab Ki Santana kesal."Tapi bukankah itu serangan yang mengarah pada kita?" teriak Arya lagi."Sudahlah! Jangan terlalu dipikirkan, segera lanjutkan dan gunakan ilmu meringankan tubuh yang kalian miliki!" jawab ki Santana.Ketiganya terus saja melesat tanpa henti."Itu anak muda yang kita cari!"Tiga orang yang sempat mencari Arya kencana kini mengejar rombongan Ki Santana."Hei kalian tunggu!" teriak mereka.Ki Santana menoleh, dan dia sedikit geram karena tiga orang itu terus saja kejar mereka."Bagaimana ini?' Bargo kali ini yang bertanya, dia merasa jika tiga orang itu sungguh ingin hentikan pergerakan mereka."Tidak usah kau pikirkan Bargo. Apa kau baru kali ini di kejar orang?" bentak Ki Santana."Baik, aku tidak akan pedulikan," jawab Bargo dan melesat terus ke arah depan.K
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-17
Baca selengkapnya

Terbukanya Lorong Lima

Saat kekesalan dan kecurigaan Ki Santana belum juga hilang, suara gemuruh terdengar dari dalam tanah. Dan itu adalah gerbang lorong lima istana yang terbuka.Lorong lima istana itu tidak dapat dibuka secara paksa, hanya purnama merah yang mampu membuka gerbang lima lorong istana itu.Dan purnama merah hanya datang sekali dalam dua belas purnama. Cahaya merah dari purnama itu yang membuat gerbang lorong lima terbuka lebar.Semua mata menatap ke arah gerbang itu, dan semuanya bersiap untuk masuk ke dalam gerbang lorong lima istana itu."Bersikaplah Arya!" teriak Ki Santana pada Arya."Sebaiknya kau juga siapkan dirimu, Ki!" kata Arya.Gerbang lima lorong istana terbuka lebar, tapi itu hanya sejenak, setelah itu gerbang itu kembali menutup secara perlahan-lahan.Semua orang berlari ke arah gerbang itu, semaunya berusaha untuk masuk terlebih dahulu ke dalam lorong lima istana.Meskipun begitu, karena banyaknya orang yang ingin masuk tetap saja belasan orang tertinggal karena tidak sempat
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-18
Baca selengkapnya

Memasuki Lorong Kedua

Semua orang termasuk Arya dan Bargo melompat ke arah tubuh Ki Santana yang sudah sekarat."Jaga dia Bargo!" kata Arya."Tidak, aku ingin bertarung bersama denganmu, Arya!" tolak."Tapi Bargo!""Tidak, aku tidak peduli lagi padanya, kau sudah tunjukkan kepedulian mu, tidak hanya padaku, tapi juga pada orang lain!" kata Bargo."Baik, tapi kau harus hati-hati!" kata Arya.Bargo berada di samping Arya, mereka berdua melawan makhluk bermata merah itu dengan kerja sama yang bagus.Bammmmmmmmm!!Arya menjatuhkan satu makhluk bermata merah, tapi meskipun Arya sudah bunuh satu, tapi jumlah mereka seolah belum berkurang.Selalu saja ada yang pendekar tewas yang membuat jumlah mereka terus bertambah."Ki Bara, apa benar jika mereka semua tidak mati maka gerbang keluar lorong ini tidak akan terbuka?" tanya Arya dengan suara yang keras."Benar Arya, itu memang yang aku tahu!" jawab Ki Bara."Baiklah, saatnya meningkatkan kekuatan," ucap Arya.Haaaaaaaaaaa!Arya meningkatkan kekuatan tenaga dalamny
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-19
Baca selengkapnya

Lorong Kedua

Arya berjalan di dalam lorong kedua dari lima lorong yang harus Arya lalui untuk sampai di telaga mata dewa."Anak muda! Apakah kau mau lanjut atau menerima hadiah sebuah mustika ini?"Satu suara tanpa wujud terdengar di ruangan itu, dan itu mengejutkan Arya, karena Arya tidak merasakan sedikitpun pancaran energi dari suara itu.Tidak hanya itu, di hadapan Arya juga jatuh sebuah mustika berwarna putih pekat, dan itu sangat menarik perhatian Arya."Itu adalah mustika angin, bukankah istrimu berelemen angin, pasti itu sangat berguna!" kata suara itu lagi.Arya kaget, dia tidak menyangka jika suara itu tahu tentang istrinya, lembayung senja."Aku ataupun istriku tidak butuh mustika ini, aku akan lanjutkan," jawab Arya.Mustika di hadapan Arya hilang begitu Arya menolak mustika itu, dan begitu juga dengan suara itu, tak terdengar lagi ada sahutan dari suara itu.Arya meneruskan langkah kakinya, dia merasakan ada energi kuat di depan sana."Apa yang akan aku hadapi di dalam sana?" tanya Ar
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-20
Baca selengkapnya

Melawan Manusia Bertanduk

Adu pedang antara Arya dan manusia bertanduk masih berlanjut di lorong kedua dan Arya terlihat kalah dalam adu pedang itu.Tranggggg!!Manusia bertanduk kembali mengayunkan golok besarnya, dan Arya menahan, tapi kembali tenaga besar di tunjukkan oleh manusia bertanduk itu, dan itu membuat Arya harus menunduk, bahkan membuat Arya harus bertumpu di lantai lorong kedua.Crasssssss!!Pelan-pelan golok di tangan manusia bertanduk melukai pundak Arya kencana, dan itu mengeluarkan rasa perih bercampur darah.Haaaaaaaaaaa!!Arya mendorong keras golok manusia bertanduk itu, dan lemparkan pedang pemberian ki Bara pada manusia bertanduk itu.Tranggggg!Manusia bertanduk menepis pedang lemparan Arya dengan goloknya, dan itu membuat Arya tanpa senjata."Tanpa senjata kau akan kalah!" kata manusia bertanduk itu."Aku tanpa senjata, siapa bilang?" ucap Arya.Manusia bertanduk menatap tajam pada Arya, dan heran dengan ucapan Arya.Haaaaaaaaaaa!"Pedang urat petir!" teriak Arya.Jledaaarrrrrrr!Pedang
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-21
Baca selengkapnya

Ilusi Tingkat Tinggi

Hawa sejuk langsung menerpa Arya begitu dia masuk ke lorong yang ketiga, dan Arya tidak tahu jika sesungguhnya dia sudah masuk ke lorong yang keempat.Saat gerbang lima lorong terbuka, sesungguh lorong pertama tidaklah ada, yang ada adalah lorong kedua, itu yang membuat banyak nyawa yang tidak dapat diselamatkan.Arya merasakan hawa yang indah, hawa yang begitu menyenangkan hatinya, dan itu Arya nikmati.Satu tangan halus menarik tangan Arya, dan membawa anak muda itu untuk memasuki sebuah rumah yany begitu bagus."Apa ini?" tanya Arya bingung.Arya seolah berada dalam hipnotis, tidak dapat kendalikan dirinya sendiri, dan Arya seolah ikuti apa kemauan dari hawa sejuk itu.Arya dibawa duduk ke sebuah meja, dan disungguhkan dengan minuman yang begitu menyegarkan tenggorokan Arya."Inikah surga?" gumam Arya dan begitu menikmati segala suguhan yang sudah ada dihadapannya."Apakah kau menikmati semuanya anak muda?' Satu suara yang begitu lembut terdengar di telinga Arya, dan Arya tak mamp
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-21
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
1415161718
...
23
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status