Semua Bab Sang Penghancur Langit : Bab 141 - Bab 150

228 Bab

Pedang Elang Putih

Ketiga kakek tua di ruangan itu menatap Arya kencana dengan pandangan curiga. Apalagi Ki Sengko yang memang dari awal tidak suka dengan kehadiran anak muda itu."Katakan dari mana kau dapatkan pusaka perguruan ini?" bentak Ki Sengko dan menekan Arya dengan tekanan tenaga dalamnya.Arya tidak menjawab, tapi dia lebih fokus untuk menahan tekanan Ki Sengko pada dirinya."Kau bertanya sambil menekan diriku, apa kau inginkan jawaban, atau kau inginkan aku mati?" tanya Arya.Huppppp!!Ki Sengko tiba-tiba bergerak, dan mengambil pedang elang putih dari atas meja."Aku yang pantas memiliki pedang ini!" kata Ki Sengko."Jangan turutkan keinginan dunia Ki Sengko, pedang itu tidak memilih dirimu!" kata Ki Banggar ingatkan Ki Sengko."Aku tidak peduli, aku harus memiliki pedang ini!" kata Ki Sengko dan melompat keluar dari ruangan itu."Ki Sengko! Jangan bertindak gegabah, jangan sembarangan alirkan tenaga dalam ke pedang itu!" teriak Ki Banggar dan mengejar Ki Sengko keluar.Arya diam saja, dia
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-03
Baca selengkapnya

Melawan Ki Sengko

"Diam kau manusia! Aku tidak akan kalah dengan orang seperti dirimu!" bentak Ki Sengko yang bercampur dengan kekuatan roh pedang.Ki Sengko keluarkan seluruh tenaga dalamnya, dan menyerang Arya dengan kekuatan penuh.Tranggggg!!Adu pedang kembali terjadi antara pedang elang hitam dengan pedang urat petir, dan kali ini Arya tidak mau main-main lagi.Setelah menarik pedang dari adu pedang itu, Arya melanjutkan serangan dengan terus menerus mendesak Ki Sengko.Bammmmmmmmm!!Tangan kiri Arya memukul lengan kiri Ki Sengko, dan itu membuat tubuh Ki Sengko limbung. Dan itu di gunakan oleh Arya.Crasssssss!!Arya menebas tepat di siku Ki Sengko, dan itu membuat pedang elang hitam jatuh dari tangan Ki Sengko.Saat jatuh ke tanah pedang itu kembali berubah menjadi pedang elang putih, dan aura gelap yang dikeluarkan pedang elang hitam hilang tak berbekas.Aaaaaaaaaaaaaaaaa!!Ki Sengko menjerit keras, dia menahan sakit di sikunya yang sudah buntung."Kurang ajar kau! Kau sudah membuat aku tidak
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-04
Baca selengkapnya

Kondisi Perguruan Matahari

Dengan melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh yang sudah mencapai taraf yang sempurna, Arya meneruskan perjalanan mencari jalan menuju pulau Siluman ular hijau."Sepertinya aku sudah mendekati Kota Bunga Mekar!" kata Arya.Arya terus saja berjalan, dan tidak memperdulikan keramaian yang terjadi di kota itu. Tujuan Arya adalah menuju perguruan matahari.Tapi saat Arya mendekati perguruan itu, yang Arya lihat hanyalah kesepian, tidak ada lagi keramaian seperti yang pernah Arya dapatkan saat dia di perguruan itu."Apa yang terjadi dengan perguruan ini?" tanya Arya bingung dengan apa yang terjadi di perguruan itu.Arya berjalan, dan jelas dia akan ke gubuk guru Sanjaya. Tapi Arya tidak menemukan siapapun di gubuk itu, bahkan gubuk itu sudah penuh dengan debu, dan jelas sudah lama tidak ditinggali."Apa yang terjadi di sink?" gumam Arya.Arya keluar, dan merasakan ada beberapa orang yang mengintip dirinya."Keluarlah! Aku tidak ingin membuat masalah!" teriak Arya.Huppppp!!Seorang lel
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-05
Baca selengkapnya

Nona Muda

Setelah pembicaraan panjang dengan Sanjaya, Arya memutuskan meneruskan perjalanannya, dia tidak ingin ganggu pekerjaan Sanjaya.Tapi Arya tetap berharap gurunya itu kembali menjadi seorang pendekar."Aku sudah bertemu guru! Sekarang aku akan menuju perguruan gunung biru. Semoga mereka menerima diriku!' ucap Arya.Dari Sanjaya, Arya mendapatkan sedikit informasi tentang perguruan gunung biru. Perguruan itu merupakan perguruan yang baru berdiri dalam beberapa tahun belakangan ini, dan semua muridnya adalah perempuan.Perguruan itu ada di gunung naga, gunung yang merupakan sebuah perbatasan langsung dengan laut."Aku yakin, Lembayung Senja pasti ada disana!" kata Arya.Huppppp!!Arya melesat, dan menuju gunung naga, tapi tidak sedekat yang Arya bayangkan. Semakin lama Arya melesat, keberadaan gunung itu semakin dekat dan kini dia sudah ada di kaki gunung naga itu.Di kaki gunung naga itu ada sebuah desa yang cukup besar. Desa itu merupakan desa yang memiliki akses menuju gunung naga.Ary
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-06
Baca selengkapnya

Melamar Lembayung Senja

Arya melepaskan pinggang Senja, dan membuat gadis itu terjerembab ke tanah. Tapi Senja tidak lagi memiliki niat untuk bertarung, dia lebih ingin tahu identitas di balik topeng itu."Kau ... kau Arya bukan?" tanya Senja dan mendekati Arya dengan jari yang terulur ke topeng yang menutupi wajah Arya.Arya tidak menjawab, tapi dia membiarkan senja menarik topeng yang menutupi wajah tampannya.Tidak tertahan, air mata gadis itu jatuh. Jatuh membasahi pipinya, dan itu tangisan yang bahagia."Aku tahu kau pasti masih hidup! Aku sudah yakin itu!' kata Senja yang menjatuhkan dirinya ke pelukan Arya."Aku juga yakin jika kau masih hidup Lembayung!' kata Arya dan membalas pelukan gadis itu.Keduanya terus berpelukan, tidak peduli dengan pandangan mata yang tertuju pada mereka berdua, kedua berpelukan seolah melepaskan rasa rindu di hati mereka."Ehem ... Akhirnya kau kembali juga, pemuda petir!'Nyai Sendana datang, dan langsung kagetkan pelukan Arya dan Lembayung Senja. Dengan wajah merah kedua
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-07
Baca selengkapnya

Pernikahan Arya

Dua wajah menunduk saat melakukan sebuah ritual suci, ritual penyatukan hati dari dua insan yang saling merindu dan saling menyayangi.Ritual itu, ritual pernikahan antara Arya dan Lembayung Senja, pernikahan sakral yang menyatukan pasangan itu jadi pasangan suami istri.Nyai Sendana sendiri yang memimpin ritual pernikahan itu, seharusnya harus pemuka agama, tapi di perguruan gunung biru, Nyai Sendana adalah segalanya, dia yang memegang semua itu.Ritual siraman bunga, siraman penyatuan, begitulah yang terjadi. Arya maupun Lembayung begitu antusias dengan prosesnya, tidak ada rasa lelah di wajah mereka meskipun sudah seharian duduk di kursi yang disediakan khusus untuk mereka."Apakah kau bahagia, adik Senja?" tanya Arya yang ikut-ikutan memanggil Lembayung dengan nama Senja."Sudah pasti kak Arya, ini kebahagian terbesar yang aku dapatkan," jawab gadis itu."Terimakasih sudah jadi istriku!" kata Arya."Terimakasih sudah jadi suamiku!" sambut Lembayung Senja.Matahari mulai bersembuny
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-08
Baca selengkapnya

Menuju Pulau Siluman

Sebuah perahu kecil yang begitu kokoh sudah siap untuk jadi perahu Arya menuju pulau siluman ular siluman."Apakah ini kuat, Nyai?" tanya Arya meragukan kekuatan dari perahu kecil itu."Jangan dirimu, kita bertiga pun akan bertahan di atas perahu ini!' jawab nyai Sendana."Benarkah itu?" tanya Arya kurang yakin."Hahaha! Apa kau pikir aku akan menenggelamkan dirimu di laut Arya? Asal kau tahu, laut menuju pulau siluman ular hijau itu sangatlah tenang, tidak akan kau temukan badai di tengah laut," jelas nyai Sendana."Baik nyai, baik. Aku percaya!" ucap Arya.Arya berbalik pada Lembayung, dan menatap mata sendu dari istrinya itu. Arya pegang kedua tangan Senja."Kau jaga dirimu ya istriku," kata Arya."Iya, suamiku!" jawab Lembayung dan dengan berat hati melepaskan kepergian Arya."Aku berangkat!" ucap Arya..Dengan lambaian tangan yang berat, Lembayung Senja melepaskan suaminya, dan tidak dapat untuk tidak menitikkan air mata."Hati-hati, aku akan menunggu dirimu!" kata Lembayung Senj
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-09
Baca selengkapnya

Vila Mata Indah

Arya kembali menemukan petunjuk lain tentang keberadaan Ki Santana, villa mata indah."Dimana lagi keberadaan villa mata indah ini?" gumam Arya.Arya kembali harus menanyakan lagi tentang keberadaan villa indah mata itu, dan menemukan jawaban jika villa itu ada di pinggiran kota itu.Arya berjalan, dan memilih untuk menemukan keberadaan villa itu dari pada harus mengisi perutnya. Arya lebih tertarik untuk mencari Ki Santana dari pada mengisi perut.Arya kini berdiri di bangunan yang begitu besar, dan memiliki struktur bangunan seperti pagoda."Apakah ini sungguh villa mata indah?" gumam Arya yang merasa jika bangunan itu bukan mirip seperti villa.Arya mendekat, dan Arya kaget saat dua orang gadis dengan pakaian tipis yang menggoda menjemput Arya."Ada apa ini?" tanya Arya bingung."Kau adalah tamu, sudah pasti kami sambut dirimu!" kata salah satu gadis yang sambut Arya."Aku bukan tamu, aku hanya ingin bertemu dengan Ki Santana," kata Arya."Ki Santana?" Dua gadis itu melepaskan ta
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-10
Baca selengkapnya

Putri Nagini

Kota Batia, itulah nama kota yang dimasuki Arya di pulau siluman ular hijau, kota itu merupakan satu-satunya kota di wilayah kekuasaan siluman ular itu.Arya berjalan di sekitar kota Batia dan melihat warga kota itu tidak seperti manusia, meskipun mereka hidup layaknya manusia.Arya memasuki sebuah kedai yang sangat ramai, itu yang menarik perhatian Arya, karena sangat ramai terlihat dari luar."Maaf tuan, jika tuan tidak memiliki koin, sebaiknya jangan masuk!" kata penjaga pintu kedai itu."Aku punya!' jawab Arya pendek."Baiklah, jangan salahkan kami jika kau nanti akan mendapatkan pelajaran!" kata penjaga pintu masuk kedai yang sebesar rumah makan itu.Saat Arya masuk, yang ramai itu ternyata adalah rombongan putri ular, putri Nagini."Ini ternyata yang buat rumah makan ini ramai!" ucap Arya.Arya makan, dan menikmati makanan di negeri siluman itu, sesekali matanya melirik ke wajah putri Nagini yang cukup menarik hatinya."Koin apa ini? Apa kau pikir ini berlaku di kota ini? Ini ko
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-11
Baca selengkapnya

Ratu Istana Ular

Arya dan putri Nagini masih terus bicara, dan kini pembicaraan merasa tidak lagi menggunakan urat."Sudah saatnya aku kembali!" kata putri Nagini."Akan aku antar!" kata Arya."Apa kau yakin?" tanya putri Nagini."Kenapa tidak? Apakah ada yang salah, jika kau antar dirimu tuan putri?" tanya Arya."Aku tidak masalah, tapi akan ada bahaya yang mengincar dirimu!" "Bahaya? Apa itu?" tanya Arya."Aku tidak tahu!" jawab putri Nagini mengangkat bahunya.Arya mengerutkan dahinya, heran dengan perkataan putri Nagini."Sudahlah, untuk apa kau pikirkan itu, kalau pun ada masalah artinya aku harus hadapi, bukankah begitu?" kata Arya yakin pada kemampuan yang dia miliki."Baik, mari!" kata putri Nagini.Dua orang yang berbeda bangsa itu berjalan di tengah kota Batia, dan berjalan seperti layaknya sepasang kekasih yang kasmaran."Sungguh indah kota kalian ini di malam hari, tuan putri!" puji Arya."Ini memang kota terindah di kota ini!" kata putri Nagini."Karena memang hanya ini satu-satunya kota
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-12
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
1314151617
...
23
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status