All Chapters of Pernikahan Rahasia dengan Dosen Tampan : Chapter 91 - Chapter 100

275 Chapters

91. Transaksi

Amaya merasa ada kerenggangan yang terjadi di antara ia dan Kelvin. Sejak semalam, pria itu lebih banyak mendiamkannya tanpa sebab yang jelas. Saat Amaya bertanya apa salahnya, Kelvin hanya menjawab, ‘Kamu nggak salah, perempuan nggak pernah salah, ‘kan?’ Jika itu karena Kelvin masih kesal sebab menganggap Amaya membela Rama, bukankah … itu sedikit berlebihan? Amaya hanya memperingatkannya kemarin agar tak seperti itu lagi, karena belakangan ini Kelvin namanya banyak terseret dan dibicarakan oleh banyak orang. Apakah salah Amaya berusaha melindunginya? ‘Atau ada kesalahan yang aku lakuin yang aku nggak sadar itu apa?’ batin Amaya menerka-nerka. Ia menghela dalam napasnya saat membawa kakinya menuju ke ruangan yang akan ia hadiri pagi hari ini. Ia juga berangkat lebih dulu, tak bersama dengan Kelvin. Memutuskan untuk tidak mengganggunya karena sepertinya ia sibuk. Mungkin dengan niatnya ke luar negeri itu, atau … entahlah! ‘Dia nggak suka pas aku diemin waktu itu, tapi sekarang s
last updateLast Updated : 2024-11-05
Read more

92. Jangan Ikut Campur!

Alih-alih takut, Amaya menepis tangan Rama yang singgah di dagunya. Ia mendorong pemuda itu agar mereka memiliki jarak. Tindakannya membuat Rama termangu selama beberapa detik hingga ia mendengar hela napas kesal Amaya yang singgah di telinganya. “Berarti benar kamu yang dorong Miranda,” kata Amaya setelah beberapa saat matanya terpejam, tak habis pikir bahwa pemuda yang pernah menjalin hubungan dengannya ini adalah monster. “Kalau emang bukan, kamu nggak akan segusar ini, Ram,” imbuhnya. “Jangan ikut campur kamu, May!” ancam Rama. “Hubungan kamu sama Miranda itu udah nggak baik, udah rusak! Jangan sok peduli lagi sama dia!” “Sok peduli gimana maksudmu? Kamu jangan nyamain diri kamu sama aku dong!” tudingnya. “Aku begini masih punya hati ya!” “Nggak usah pura-pura, May! Kamu pasti senang ‘kan soalnya dendammu sama Miranda bisa terbalas pas dia jatuh?” Amaya seperti tak tahu lagi bagaimana harus bicara pada Rama. Kalimatnya mencerminkan betapa dirinya tak ingin disalahkan
last updateLast Updated : 2024-11-06
Read more

93. Barang Bukti Dan Demonstrasi

Amaya berpapasan dengan seorang bapak-bapak ojek online yang ia minta mengantarnya pergi ke rumah Miranda. Mungkin karena bapak itu berpikir Amaya ketakutan dan ingin segera pulang ke rumah pun beliau bersedia.Dengan begini, Amaya masih memiliki harapan untuk bisa tiba lebih cepat di rumah Miranda. Berharap dua orang teman Rama yang tadi diminta untuk mencuri ponsel serta laptop itu tidak berhasil.“Bisa tolong lebih cepat nggak, Pak?” pinta Amaya pada bapak ojek online yang mengangguk mengiyakannya, “Bisa, Non.”Membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit untuk tiba di rumah Miranda, berhubung mereka berlawanan arah dari kepergian para demonstran, tidak membutuhkan perjuangan yang berarti untuk menerobos keramaian.“Terima kasih, Pak,” ucap Amaya begitu bapak ojek online itu menurunkannya di depan rumah Miranda. Amaya berlari memasuki pagar setelah membayarnya, ia mengetuk pintu memanggil ibunya Miranda dengan gusar.“Bu Hesti!” panggilnya. Ia hampir mengetuk pintu lebih keras sebelum
last updateLast Updated : 2024-11-06
Read more

94. Kau Anggap Aku Apa?

Mendengar itu, tubuh Amaya seolah mengecil. Ia bisa merasakan serak kecewa yang besar dan kekhawatiran yang menjadi satu dari cara Kelvin berucap. “Aku khawatir padamu tapi sepertinya kamu nggak peduli!” kata Kelvin. Ia memalingkan wajahnya saat Amaya meremas kedua tangannya erat-erat. Ia tak kuasa menahan air matanya yang barangkali tak disadari oleh Kelvin karena itu bercampur dengan air hujan. “Aku ke sini karena tahu Rama nyuruh mereka buat nyuri laptop sama HP-nya Miranda,” jawab Amaya akhirnya. “Aku nggak mau dia ngerusakin barang bukti makanya aku lari ke sini. Aku juga nggak tahu kalau di luar bakalan ada demo, kenapa kamu marah?!” “Aku nggak—“ “Jangan bilang kamu nggak marah!” sela Amaya. “Dari semalam kamu udah diemin aku dan nggak kasih tahu apa kesalahanku.” Amaya menggertakkan rahang kecilnya. Ia menahan dirinya untuk tak meninggikan nada suaranya, tetapi tidak bisa! Rasanya terlalu sakit saat tiba-tiba mendapatkan perlakukan yang dingin dari pria yang jelas
last updateLast Updated : 2024-11-06
Read more

95. Aku Pun Sama Mencintaimu Juga

Amaya memeluk erat pinggang Kelvin. Ia jatuhkan kepalanya pada punggungnya yang bidang, tergugu dalam tangis saat Kelvin tak memberi reaksi apapun selama beberapa saat. Barangkali sibuk menguraikan gelombang kejut yang tiba-tiba menyerangnya saat Amaya menyusul dan memeluknya. Mungkin setelah keheningan yang terjadi lebih dari enam puluh detik, barulah Kelvin menimpakan tangan besarnya pada punggung tangan Amaya yang terasa dingin. Ia remas jari-jari kecil itu sebelum diuraikannya perlahan sehingga Amaya melepaskan pelukannya. Kelvin menghadapkan tubuhnya pada Amaya sehingga kini ia bisa menjumpai maniknya yang sendu, basah terguyur air hujan. Amaya mencoba menata kata di tengah napasnya yang tersengal itu, “Maaf,” ucap Amaya akhirnya. “Aku ...” Amaya menunduk menghindari tatapan mata Kelvin saat bahunya berguncang mengiringi lisannya yang menuturkan, “Aku suka sama kamu,” akunya. “Aku juga jatuh cinta sama kamu, Kelvin. Bukannya aku nggak mau peduli, aku hanya berpikir bahwa yang
last updateLast Updated : 2024-11-07
Read more

96. Ciuman Pertama Kita

Amaya meremas erat kemeja yang ada di pinggang Kelvin utuk meredam rasa gugupnya yang datang tiada tara. Ini adalah ciuman pertama mereka. Sentuhan bibir kala hujan belum mereda. Menghangatkan diri saat berubah dari sekadar ciuman menjadi pagutan yang lambat-laun seakan membakar gairah. Amaya diburu detak jantungnya yang berdenyut kencang. Batas-batas kesalahpahaman yang belum lama ini hadir di antara mereka seketika sirna. Gigil tergerus saat bibir saling memberi gigitan. Amaya yang paling tegang karena ini pertamakali baginya. Bibir Kelvin terasa manis, wangi dan sensual seakan menuntut Amaya agar tercandu padanya. Amaya membuka mata saat Kelvin menarik wajahnya. Ada sebuah ketidakrelaan saat semua itu harus berakhir begitu saja. Amaya melihatya tersenyum, lesung pipinya terlihat sangat jelas di hadapannya apalagi saat pria itu menunduk dan mensejajarkan pandangan. Berpikir Kelvin masih belum cukup akan ciuman mereka barusan, Amaya menutup kembali matanya. Tetapi al
last updateLast Updated : 2024-11-07
Read more

97. Dari Sentuhan

"Seperti apa misalnya?" tanya Amaya, matanya menatap Kelvin yang tersenyum tipis.Lesung pipinya kembali menggoda saat ia mengembalikan tanya dari Amaya dengan, "Apa menurutmu? Aku pikir kamu sudah tahu."Pupil Amaya bergerak gugup. Bohong jika ia tak tahu.Ia tahu apa maksudnya itu. Amaya hampir menjawab Kelvin sebelum pria itu memindah dirinya dari atas Amaya ke sisi kiri tempat di mana ia tidur.Lengannya yang besar merengkuh pinggang Amaya, menariknya lebih dekat.Amaya menutup mata saat Kelvin menciumnya kembali, kali ini tak selama sebelumnya. Hanya beberapa detik sebelum ia berbisik, "Bagaimana ini?""Apa?" balas Amaya seraya menyentuh jakunnya yang naik turun saat ia bicara."Tadi rasanya sangat khawatir, cemas karena berpikir aku nggak akan bisa menemukanmu," jawabnya. "Tapi lihat siapa yang aku peluk sekarang ... perempuan yang tadi aku cari sampai hampir putus asa."Amaya terlambat menghindar karena Kelvin mendekapnya semakin erat, bibirnya memagut Amaya. Hal yang berulang
last updateLast Updated : 2024-11-08
Read more

98. Malam Pertama Kita

"Kamu yakin?" Salah satu alis Kelvin terangkat, memastikan pada Amaya bahwa ia telah memberikan keputusan yang benar. Amaya mengangguk, "Iya," jawabnya. Setelah itu, lampu kamar di atas mereka padam, ruangan hanya diterangi oleh temaram dimmer yang memeluk mereka dalam rasa hangat kala hujan masih bertubi turun di luar. Amaya lupa bagaimana caranya semua pakaian yang ia kenakan telah tiada. Jantungnya berdebar sewaktu mereka saling bersentuhan. Iris saling menatap dalam sayu, hening merasuk tak sebanding dengan debaran yang semakin liar. Saat telapak tangan Kelvin menarik pinggangnya agar mereka lebih dekat, Amaya tak bisa lagi menahan suaranya. "Ahh—" rintihnya. "S-sakit." Netranya berair menatap Kelvin. Sadar bahwa mereka tidak seimbang. Kelvin adalah pria matang yang umurnya hampir dua kali lipat dari Amaya. Ia mencengkeram bahu Kelvin erat-erat, tak peduli jika itu akan meninggalkan bekas di lapisan terluar kulitnya. "Maaf," bisik Kelvin saat bibirnya menyingg
last updateLast Updated : 2024-11-08
Read more

99. Nyeri Pasca Semalam

Saat Amaya membuka matanya pagi ini, ia merasa badannya benar-benar remuk. Ia perlahan bangun dari berbaringnya dan memandang ke sisi kiri ranjang yang telah kosong.Tidak tampak keberadaan Kelvin yang semalaman memeluknya.Ia menyingkap selimut yang menutupi kakinya. Melihat noktah merah yang semalam dijumpainya itu masih berada di sana.Yang menandakan apa yang ia lakukan tadi malam bersama dengan Kelvin itu adalah sebuah hal yang nyata. Mereka telah menjadi sepasang suami istri—dalam arti yang sesungguhnya.Jika Amaya masih ragu, ia bisa melihat pada gaun tidur yang sedang ia kenakan ini. Bahan satin lembut yang semalam diambil dan dipakaikan Kelvin untuknya.Ia menurunkan kakinya perlahan dari ranjang, berdiri dan hampir menangis karena area genitalnya terasa nyeri.Ia sempat mengatakan hal itu pada Kelvin semalam sebelum mereka benar-benar terlelap.‘Rasanya sakit, aku nggak yakin bisa jalan besok,’ ungkapnya.‘Sesuatu yang terasa nikmat memang diawali dengan rasa sakit, Amaya,’
last updateLast Updated : 2024-11-09
Read more

100. Pro Player

"Iya—nggak—beneran enggak," tegas Amaya karena mata Kelvin seperti sangsi dengan jawaban yang diberikannya. Pria itu hanya tersenyum sebelum menghilang di balik pintu ruang ganti. Baru beberapa menit setelahnya, Amaya mengikutinya. Bukan untuk menyusulnya mandi! Tetapi untuk menyiapkan pakaian Kelvin. Ia ingin lakukan ini sejak dulu karena jujur ia sangat suka dengan pakaian yang dipilih oleh Kelvin, jadi sesekali ia juga ingin memadu-madankan apa yang bagus yang ia bisa dapatkan dari dalam lemarinya yang berukuran titan itu. Pilihannya jatuh pada kemeja warna biru muda, dan setelan jas navy. Sepertinya Kelvin belum pernah memakai perpaduan ini. Amaya menunggunya hingga selesai, sampai wangi sabun menggelitik indera pembaunya, menandakan Kelvin keluar dan sepertinya ia sedikit terkejut dengan yang dilakukan oleh Amaya. "Kamu mau aku pakai baju ini?" tanyanya. "Iya, s-suka nggak?" "Apapun yang dipilih sama istri tuh bukannya emang harus selalu disukai ya?" Seulas senyum kemb
last updateLast Updated : 2024-11-09
Read more
PREV
1
...
89101112
...
28
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status