Semua Bab Pelukan Bos Cantik, Membuatku Kembali Menjadi Raja Mafia: Bab 331 - Bab 340

388 Bab

Ancaman Untuk Mirko

Ashton membawa Mirko masuk ke dalam rumah dengan sikap santai. Interior rumah itu luas dan mewah, dihiasi lukisan-lukisan mahal serta furnitur klasik yang menunjukkan kekayaan keluarga Carter. Namun, suasana di dalamnya terasa dingin dan penuh ketegangan.Luki berjalan di belakang mereka, ekspresinya jelas tidak senang dengan kehadiran polisi di kediaman mereka. Dia melirik Mirko dengan tatapan tajam, seolah polisi itu adalah hama yang mengganggu.Mirko dipersilakan duduk di sofa kulit yang empuk di ruang tamu. Ashton memberi isyarat kepada seorang pelayan yang berdiri tak jauh dari sana."Bawakan teh manis hangat untuk tamu kita," kata Ashton dengan nada sopan, meskipun ada sedikit nada ejekan dalam suaranya.Pelayan itu mengangguk dan segera pergi ke dapur.Ashton lalu duduk di sofa berhadapan dengan Mirko. Dia menyilangkan kakinya dan menatap Mirko dengan senyum ramah yang terasa dibuat-buat."Bagaimana kabarmu, Kapten Mirko?" tanyanya dengan nada ringan.Mirko tetap memasang ekspr
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-04
Baca selengkapnya

Kekejaman Luki

Mirko menatap Luki dengan penuh selidik. Kata-kata pria itu masih terngiang di kepalanya.‘Ya, bisa aku pastikan, kamu bahkan tidak sempat untuk menyesalinya.’Mirko tidak paham sepenuhnya, tetapi firasat buruk mulai menjalar di tubuhnya. Ada sesuatu di balik ancaman itu. Sesuatu yang lebih dari sekadar intimidasi verbal.Dia mengangkat dagunya sedikit, menunjukkan bahwa dia tidak terintimidasi. “Maksudmu apa, Luki?”Luki tidak segera menjawab. Dia hanya menatap Mirko dengan mata tajam, lalu melemparkan pandangannya ke Ashton.Ashton, yang sedari tadi bersikap tenang, akhirnya bicara. “Kapten Mirko, aku sarankan kau mengikuti saran adikku.”Nada suaranya terdengar sopan, tetapi Mirko bisa merasakan ancaman terselubung di dalamnya.“Penyelidikan ini hanya akan membuang waktumu,” lanjut Ashton. “John Travis meninggal karena serangan jantung. Itu fakta. Kau tak akan menemukan apa pun yang bisa mengubahnya.”Mirko menatap Ashton dengan dingin. “Aku tidak bisa menerima itu begitu saja.”As
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-04
Baca selengkapnya

Dia Selalu Begitu

“Apakah anggota mata-mata Veleno mau dikerjakan, The Obsidian Blade? Kalau mau, aku akan menghubungi mereka,” tanya Troy.Troy paham jika orang yang bisa melacak keberadaan Mirko adalah para mata-mata di mana salah satunya adalah para cyber.Lucas menatap tajam ke arah Troy, lalu menggeleng. “Kita tidak bisa mengerahkan mereka sekarang.”Troy mengernyit. “Kenapa?”Lucas menghela napas pendek, lalu mengambil botol air mineral dan meneguknya.“Mereka sedang sibuk. Fokus utama mereka saat ini adalah mengawasi Raja Verdansk dan mencari keberadaan Dario. Jika kita meminta bantuan mereka untuk mencari Mirko, itu hanya akan memperumit segalanya,” kata Lucas.Troy mengangguk pelan, memahami situasi. “Lalu, apa yang akan kita lakukan?”Lucas menyipitkan mata, berpikir sejenak sebelum akhirnya meraih ponselnya. “Kita cari jalur lain.”Dia menekan nomor di layar dan menempelkan ponsel ke telinganya.Beberapa detik kemudian, suara seorang pria terdengar di seberang.The Obsidian Blade? Ada apa? P
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-04
Baca selengkapnya

Kedatangan Matteo Di Serikat Dagang

Dia tidak pernah membayangkan bahwa dirinya masih harus terlibat dalam konflik besar seperti ini. Semuanya terasa seperti mimpi buruk yang kembali menghantuinya, seolah tak peduli seberapa jauh dia berusaha menjauh dari dunia kriminal, bayang-bayangnya tetap mengejarnya.‘Mike, aku tidak bisa hanya diam. Aku harus tahu ke mana mereka membawa Mirko,’ kata Lucas.‘Aku butuh semua rekaman CCTV di jalanan utama setelah mobil itu meninggalkan rumah keluarga Carter,’ lanjutnya.‘Aku akan coba mengaksesnya,’ kata Mike.Lucas menunggu. Tangannya mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. Jika Mirko masih hidup, maka dia harus ditemukan secepat mungkin. Tidak boleh telat.Beberapa menit berlalu, kemudian ponselnya bergetar. Panggilan masuk dari Mike.Lucas segera mengangkatnya. ‘Bagaimana?’Suara Mike terdengar panik. ‘CCTV di sepanjang jalan itu mati pada jam yang sama ketika mobil yang membawa Mirko bergerak.’Lucas mengerutkan kening. ‘Apa?’‘Sepertinya mereka sudah menyiapkan ini seja
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

Langkah Lucas

Matteo masih berdiri di tempatnya, tidak langsung menjawab pertanyaan Gigio. Tatapannya tetap tajam, tetapi senyum kecil di wajahnya masih bertahan, seolah dia menikmati situasi ini.Gigio menahan napas, menunggu jawaban. Albin di sampingnya juga tetap diam, tetapi tubuhnya sedikit tegang, siap bereaksi jika sesuatu terjadi.Setelah beberapa detik hening, Matteo tertawa pelan. “Astaga, Gigio, jangan terlalu serius begitu.”Dia berjalan santai ke arah sofa dan duduk dengan nyaman, menyilangkan kakinya dengan penuh percaya diri. Tangannya bergerak merapikan jas mahalnya sebelum akhirnya menatap Gigio kembali.“Aku hanya berkunjung,” katanya ringan. “sudah lama aku tidak menginjakkan kaki di sini. Dan kau tahu, keluarga Bellucci masih menjadi anggota inti Serikat Dagang. Jadi, apakah aku tidak boleh datang dan melihat-lihat?”Gigio tetap berdiri di tempatnya, menatap Matteo tanpa ekspresi. “Tentu saja boleh. Aku hanya bertanya, siapa tahu ada sesuatu yang penting yang ingin kau sampaikan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

Mudah Bagimu!

Keadaan semakin rumit. Lucas tahu jika perang ini tak bisa dihindari, maka ia harus mengatur langkah dengan lebih cermat. Bukan hanya tentang kekuatan, tapi juga strategi.Langkah pertamanya adalah menyelesaikan masalah yang paling mudah. Yaitu masalah Carter bersaudara.Sebagai seorang pengusaha, Ashton pastilah lebih memikirkan keuntungan daripada kesetiaan. Jika Jack Will bisa menanamkan rasa takut yang cukup, maka kemungkinan besar Ashton akan menarik diri dari Matteo Bellucci. Itu akan menjadi pukulan besar bagi kubu lawan.Lucas meraih jaketnya, bersiap untuk berangkat ke markas organisasi Veleno. Tapi sebelum ia sempat melangkah keluar, pintu rumah diketuk seseorang.Lucas membuka pintu untuknya melihat siapa yang datang.“Gigio?” Lucas terkejut. “masuklah!”Gigio masuk, wajahnya tegang. Di belakangnya, Albin mengikuti dengan langkah cepat.“Terima kasih, Lucas. Maaf aku mengganggumu,” ucap Gigio.Lucas mengangguk sambil berkata, “Duduklah!”Kemudian mereka bertiga pun duduk di
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-06
Baca selengkapnya

Bertahan Adalah Yang Terbaik

Moretti tidak membuang waktu. Dengan suara lantang, ia mengumpulkan para petarung Brotherhood yang sudah pulih dan siap bertugas. Dalam hitungan menit, mereka telah berdiri di tengah ruangan, mata mereka penuh tanya."Ada tugas untuk kalian," kata Moretti tegas. "Kali ini bukan pertarungan di ring. Kalian akan menjadi pengawal."Para petarung saling berpandangan. Ini bukan sesuatu yang biasa mereka lakukan. Mereka terbiasa bertarung untuk uang, kehormatan, atau nyawa, bukan berdiri di balik seseorang sebagai penjaga.Lucas melangkah maju, matanya menyapu mereka satu per satu. "Aku akan membagi tugas."Ia mengangkat satu jari. "Sepuluh orang menjaga Gigio."Jari kedua. "Sepuluh orang lainnya pergi ke rumah ibuku."Jari ketiga. "Sepuluh lagi akan menjaga Angeline."Hening sejenak. Kemudian, para petarung mulai mengangguk, menerima tugas mereka tanpa protes. Mereka tahu Lucas tidak pernah mengambil keputusan tanpa alasan yang jelas.Diego maju selangkah. "Aku akan ke mana?"Lucas menatap
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-06
Baca selengkapnya

Jangan Macam-macam Dengan Lucas!

Ashton Carter menatap pria di hadapannya. Tangannya mengepal di atas meja, napasnya tertahan."Apa maksudmu, Tuan Jack?" suaranya terdengar lebih serak dari yang ia inginkan.Sejak Jack Will masuk ke ruangan ini, Ashton merasakan tekanan yang sulit dijelaskan. Jack bukan tipe orang yang suka berbasa-basi, dan pertanyaannya barusan terdengar lebih dari sekadar retorika.Jack Will menyilangkan kaki, seolah menikmati ketegangan yang ia ciptakan. "Maksudku sederhana, Ashton," katanya pelan, nada suaranya begitu datar sehingga justru terasa lebih mengancam. "apakah perusahaan Carter ingin bertahan atau hancur?"Ashton menelan ludah, matanya menyipit curiga. "Kamu tidak menjelaskan apa-apa sejak tadi," katanya hati-hati."Tapi jika kamu bertanya apakah aku ingin perusahaan ini bertahan, tentu saja jawabannya iya. Aku adalah pemimpin keluarga Carter, sekaligus pemimpin perusahaan ini. Aku telah bekerja keras untuk membawa Carter Industries ke posisi sekarang, dan aku berniat untuk membawanya
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-07
Baca selengkapnya

Rose Yang Cemas

Langit senja mulai memerah ketika Lucas duduk di halaman belakang rumah ibunya. Secangkir kopi hitam mengepul di tangannya, sementara sebatang rokok terselip di bibirnya. Ia baru saja menyalakannya, tapi pikirannya terlalu penuh untuk benar-benar menikmati setiap hisapan.Sudah dua orang yang mengunjunginya hari ini, Julian dan Moretti. Keduanya membawa kabar tentang pergerakan yang terjadi di luar sana, kabar yang harus dipantau dengan cermat.Lucas menyesap kopinya perlahan. Ia menunggu. Sesekali, matanya melirik ke layar ponsel, menanti pesan dari anak buahnya. Dalam dunia yang ia jalani, setiap detik bisa mengubah segalanya.Suara langkah ringan terdengar di belakangnya. Lucas menoleh dan melihat sosok Rose, mendekat. Wanita itu mengenakan baju rumah sederhana, wajahnya tetap teduh meski garis-garis usia mulai tampak jelas.Lucas buru-buru mematikan rokoknya, menekannya ke asbak dengan gerakan cepat. Ia tidak ingin ibunya melihatnya merokok, meskipun Rose mungkin sudah tahu kebias
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-07
Baca selengkapnya

Undangan Dari Matteo

Lucas membuka mata saat sinar matahari menembus tirai kamarnya. Suara gemerisik halus menarik perhatiannya.Dia mengerjapkan mata, melihat Angeline berdiri di depan cermin, mengenakan blazer putih yang elegan. Rambutnya yang tergerai tampak berkilauan di bawah cahaya pagi, dan wajahnya berseri-seri dengan senyum yang sulit disembunyikan.Lucas bangkit, duduk di tepi ranjang. Ia mengamati Angeline dengan alis sedikit berkerut. "Kamu terlihat senang pagi ini."Angeline menoleh, menyunggingkan senyum lebar. "Tentu saja. Aku baru saja mendapat kabar luar biasa."Lucas menyipitkan mata. "Kabar apa?"Angeline mengambil ponselnya dari meja rias. Lalu dia berkata, "Matteo Bellucci baru saja mengirim email. Dia ingin bertemu denganku untuk membahas kerja sama."Sekejap, ekspresi Lucas berubah. Tatapannya menegang, dan rahangnya mengeras. Dia menatap Angeline seolah tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar."Matteo Bellucci?" ulangnya pelan, namun penuh tekanan."Ya," Angeline mengangguk
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-08
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
3233343536
...
39
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status