Semua Bab Pelukan Bos Cantik, Membuatku Kembali Menjadi Raja Mafia: Bab 321 - Bab 330

388 Bab

Mulai Sekarang Kita Adalah Sekutu

Sam menelan ludah, tangannya mulai berkeringat. Tubuhnya gemetaran saat tatapan tajam Luki semakin dekat.Pemuda itu benar-benar tidak menyangka jika dia akan berhadapan dengan seseorang yang terlihat berbahaya seperti Luki.Luki melangkah dengan perlahan, sorot matanya seperti elang yang sedang mengunci mangsanya."Aku tanya sekali lagi," katanya dengan nada dingin. "siapa kamu?"Sam mencoba mempertahankan ekspresi tenangnya. Tapi suaranya sedikit bergetar saat menjawab, “Aku hanya kebetulan lewat. Aku sedang berjalan-jalan di sekitar sini.”Luki menatapnya lebih lama. Dia mengamati Sam dari atas ke bawah, mencari tanda-tanda yang mencurigakan.Lucas yang bersembunyi di balik pepohonan hanya bisa mengamati dengan tegang.Jika Sam melakukan kesalahan sedikit saja, dia akan mati di tempat.Detik berlalu dengan begitu lambat.Luki mengernyit, lalu melangkah lebih dekat hingga hanya berjarak satu langkah dari Sam.“Jalan-jalan?” Luki mendengus. “di tempat terpencil seperti ini?”Sam beru
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-28
Baca selengkapnya

Apa Kamu Akan Senang?

Lucas berjalan menuruni bukit dengan langkah tenang, tetapi pikirannya terus bekerja.Dia tidak melihat gunanya menunggu Matteo, John, Luki, dan Ashton keluar dari istana Raja Verdansk. Tidak akan ada informasi berharga yang bisa didapat hanya dengan mengamati mereka dari kejauhan.Jika ingin mengetahui sesuatu, lebih baik langsung mencari sumbernya.Mata-mata organisasi Veleno adalah yang terbaik dalam bidang ini. Dan hanya ada satu orang yang bisa mengaturnya dengan baik, Julian.Lucas merogoh ponselnya, menekan tombol panggilan cepat.Nada sambung berbunyi beberapa kali sebelum akhirnya suara Julian terdengar di seberang.‘The Obsidian Blade.’Lucas langsung berbicara tanpa basa-basi. ‘Julian, aku butuh bantuanmu.’Julian terdiam beberapa detik sebelum menjawab, ‘Apa yang terjadi?’Lucas menghela napas singkat. ‘Matteo, John, Ashton, dan Luki baru saja mengunjungi istana Raja Verdansk dan mereka diterima di sana.’Julian langsung terkejut. ‘Apa? Raja Verdansk? Apa kau yakin, The Ob
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-28
Baca selengkapnya

Rencana Lain Luki

Lucas menatap Angeline dengan tenang setelah melontarkan pertanyaan itu.“Jika kamu memiliki perusahaan sebesar BQuality, apakah kamu akan merasa senang?”Angeline menatap Lucas dengan ekspresi bingung, lalu tertawa pelan.Lucas mengangkat alis. “Kenapa tertawa?”Angeline meletakkan cangkir kopinya di meja dan menghela napas. “Lucas, membangun perusahaan tidak semudah itu. Apalagi sebesar BQuality.”Lucas tetap diam, menunggu kelanjutannya.Angeline bersandar ke sofa, menatap langit-langit sebentar sebelum kembali menoleh ke arah Lucas.“Perusahaan sebesar itu butuh modal besar, jaringan luas, dan bertahun-tahun pengalaman. Aku tidak pernah terpikir untuk memiliki sesuatu seperti itu,” katanya dengan nada realistis.Lucas menyipitkan mata. “Siapa tahu suatu saat nanti kamu bisa.”Angeline tersenyum tipis. “Aku lebih suka realistis. Jika aku terlalu banyak berharap, aku hanya akan kecewa dengan ekspektasi yang kubuat sendiri.”“Itu menyakitkan, Lucas!” tutupnya.Lucas mengangguk kecil,
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-28
Baca selengkapnya

Kematian John

Luki berjalan santai menuju dapur, matanya mencari seseorang. Beberapa pelayan mondar-mandir membawa nampan berisi makanan mahal untuk tamu-tamu VIP. Aroma steak Wagyu yang dimasak sempurna memenuhi ruangan.Akhirnya, dia menemukan orang yang dicarinya, seorang pelayan muda yang tadi mencatat pesanan makanannya.Luki mendekatinya dengan ekspresi santai, tetapi nada suaranya rendah dan tajam saat berkata, “Masukkan ini ke dalam makanan John Travis.”Pelayan itu mengernyit, lalu melirik botol kecil berisi daun cemara yew yang diulurkan Luki. Racun alami, tidak terdeteksi dalam pemeriksaan medis biasa, tetapi mematikan jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.“Aku … aku tidak bisa,” gumam pelayan itu, suaranya bergetar. “aku takut. Jika ini ketahuan, aku bisa dipenjara!”Luki mengangkat alis, lalu menyelipkan sejumlah uang ke tangan pelayan itu. Jumlahnya cukup besar untuk membuat siapa pun berpikir dua kali sebelum menolak.“Jangan khawatir. Jika sesuatu terjadi, kamu bisa menyebut nama
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-01
Baca selengkapnya

Bersiaplah!

Setelah mengakhiri panggilan dengan Angeline, Lucas masih duduk di tepi ranjang, pikirannya berputar cepat. Kematian John Travis bukan sesuatu yang kebetulan. Semalam, pria itu masih berdiri tegap, masuk ke dalam istana Raja Verdansk. Dan sekarang, hanya dalam hitungan jam, dia sudah tak bernyawa.Ada seseorang yang menginginkan John mati.Dan jika Matteo, Luki, serta Ashton ada di sekitarnya saat itu, maka salah satu dari mereka adalah dalangnya.Lucas menghela napas, mencoba menyusun langkah selanjutnya. Namun sebelum dia bisa berpikir lebih jauh, suara ketukan terdengar dari pintu kamarnya.Tok. Tok. Tok.Lucas menoleh, lalu bangkit. Dia membuka pintu, dan berdiri di sana seorang wanita dengan seragam rapi berwarna abu-abu. Lea, asisten rumah tangganya.Lea selalu menunduk saat berbicara dengan Lucas. Bukan karena takut, tapi karena dia tahu betapa menawannya pria itu. Beberapa kali, dia secara tidak sengaja melihat Lucas tanpa baju, dan setiap kali itu terjadi, jantungnya berdegup
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-01
Baca selengkapnya

Mempersiapkan Diri

Gigio menatap ponselnya dengan ekspresi tegang. Nama yang tertera di layar membuat jantungnya berdetak lebih cepat.Matteo Bellucci.Gigio menoleh ke arah Lucas yang masih duduk tenang di sofa, menatapnya dengan tatapan penuh perhitungan.“Matteo menelepon,” kata Gigio dengan suara rendah. “apa yang harus aku lakukan?”Lucas terkejut mendengarnya. Dia pun menyilangkan tangan di dadanya seraya berkata, “Jawab.”Gigio ragu sesaat sebelum akhirnya menggeser layar ponselnya untuk menerima panggilan.“Tuan Bellucci —”Namun, sebelum Gigio sempat melanjutkan kalimatnya, panggilan itu tiba-tiba terputus.Gigio menatap layar ponselnya dengan ekspresi bingung. Kemudian dia menatap Lucas dan berkata, “Dia memutuskan panggilannya.”Albin yang duduk di sebelahnya ikut menatap ponsel Gigio dengan dahi berkerut. “Apa maksudnya?”Lucas tetap tenang, tetapi tatapannya semakin tajam. “Itu bukan kesalahan teknis.”Gigio menelan ludah. “Maksudmu…?”Lucas menarik napas perlahan sebelum menjawab, “Matteo
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-01
Baca selengkapnya

Mirko Turun Tangan

Setelah Julian pergi, Lucas tetap berdiri di tepi danau. Angin dingin menusuk kulitnya, tetapi pikirannya terlalu sibuk untuk peduli. Matanya menatap lurus ke permukaan air yang tenang, tetapi di dalam kepalanya, badai berkecamuk.Dia berpikir tentang keluarganya. Tentang ibunya, yang selalu menunggunya pulang dengan senyuman hangat. Tentang Angeline, istrinya, yang tanpa sadar sedang menjadi bagian dari permainan berbahaya ini. Tentang orang-orang yang tak bersalah, yang bisa saja menjadi korban dari pertarungan kekuasaan yang semakin memanas.Lucas tahu bahwa perang ini tak bisa dihindari.Dia harus menyelesaikan semuanya sebelum ada korban yang lebih banyak lagi.***Kantor Polisi VerdanskRuangan pengaduan di kantor polisi dipenuhi ketegangan. Keluarga John Travis duduk di seberang meja petugas, ekspresi mereka penuh dengan kemarahan dan kesedihan.“Kami ingin kasus ini diselidiki ulang!” seru salah satu anggota keluarga John, tangannya mengepal di atas meja.Petugas polisi yang d
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-02
Baca selengkapnya

Kamu Menuduhku Pelakunya?

Mirko duduk di ruangannya dengan ekspresi serius. Rekaman CCTV masih terpampang di layar laptopnya, memperlihatkan pelayan yang tampak ketakutan saat mengantar makanan John Travis.Di kepalanya, ada satu nama yang muncul.Lucas.Mirko tahu, sebelum kematian John, Lucas memiliki hubungan yang cukup rumit dengan pria itu. Mereka pernah berseteru. Dan meskipun belakangan ini tidak ada laporan konflik terbuka, bukan berarti dendam sudah berakhir.Lucas adalah orang yang paling mungkin memiliki motif.Namun, Mirko tidak bodoh.Dia tidak akan langsung menuduh Lucas. Dia hanya ingin menggali informasi.Mirko menarik napas panjang, lalu mengambil kunci mobilnya. “Baiklah, Lucas. Mari kita bicara.”Dia meninggalkan kantor polisi dengan tekad kuat.Rumah LucasMirko tiba di kediaman Lucas, sebuah rumah besar dengan arsitektur modern di kawasan elite Verdansk. Namun, setelah beberapa kali mengetuk pintu, tidak ada jawaban.Dia menekan bel sekali lagi. Dan seorang asisten rumah tangga keluar. Dia
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-02
Baca selengkapnya

Hasutan Albin

Kediaman GigioLampu di ruang kerja Gigio menyala redup, memberikan nuansa suram di ruangan yang dipenuhi dengan dokumen-dokumen penting. Gigio duduk di kursinya dengan ekspresi tegang, jari-jarinya mengetuk pelan permukaan meja kayu mahal di depannya.Di seberangnya, Albin berdiri dengan ekspresi tenang, kedua tangannya terselip di saku jasnya.“Kematian John bukan kebetulan,” kata Gigio, suaranya terdengar berat. “Lucas benar. Matteo dan Raja Verdansk sedang bergerak. Kita tidak boleh lengah.”Albin mengangguk pelan, tatapannya tajam. “Dan kau yakin mereka mengincarmu, Ketua?”Gigio menghela napas, mengusap wajahnya. Lalu dia berkata, “Aku tidak tahu. Tapi masuk akal jika mereka menginginkanku mati. Matteo turun secara paksa dan aku menjadi penggantinya. Bisa saja dia dendam kepadaku.”“Kalau aku, tidak terlalu yakin,” kata Albin. “yang pertama mau disingkirkan oleh Matteo, susah pasti adalah Lucas.”Gigio mengangguk-anggukkan kepalanya seraya berkata, “Ya, kemungkinan besar seperti
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-03
Baca selengkapnya

Keberanian Mirko

Lucas menatap Julian dengan mata tajam. "Aku ingin kau menambah jumlah mata-mata kita. Kita harus mendapatkan kabar secepat mungkin dan seakurat mungkin."Julian mengangguk. "Aku akan melaksanakannya malam ini juga."Angin dingin berhembus, membawa aroma tanah basah yang khas setelah hujan ringan sore tadi. Di tengah percakapan serius itu, suara langkah kaki halus terdengar mendekat. Lucas menoleh dan melihat ibunya berjalan ke arahnya dengan membawa jaket tebal di lengannya."Kau bisa masuk angin jika terus di luar seperti ini," kata Rose, suaranya lembut tetapi penuh ketegasan seorang ibu.Lucas menerima jaket itu tanpa banyak bicara dan mengenakannya. Ibunya melirik Julian sebelum bertanya, "Apa yang kalian bicarakan? Terlihat sangat serius."Lucas tersenyum tipis. "Hanya urusan bisnis, Bu."Rose mengangguk kecil, menerima jawaban itu tanpa mencurigai apa pun. "Baiklah. Tapi jangan terlalu memaksakan diri. Kau juga harus menjaga kesehatanmu, Lucas."Lucas tersenyum tipis. "Aku tahu
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-03
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
3132333435
...
39
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status