Dario menatap layar ponselnya. Nama Ayah masih terpampang jelas di sana, dengan suara dering yang terus menggema di dalam mobil yang melaju di tengah malam.Tangannya sedikit gemetar. Dia tahu jika dia mengangkat telepon itu, Gigio pasti akan mencoba membujuknya untuk pulang.Tapi dia tidak bisa kembali.Dario menarik napas dalam, lalu mematikan ponselnya. Seketika, mobil terasa lebih sunyi.Ruben, yang sedang fokus menyetir, melirik sekilas ke arah Dario. “Itu dari ayahmu?”“Ya, dari ayahku,” jawab Dario sambil menganggukkan kepalanya pelan.“Ayahmu pasti panik sekali saat ini, Dario,” kata Ruben. “tanganmu belum pulih dan sekarang kamu kabur. Perasaannya pasti kacau. Apakah kamu tidak mau pulang saja?”Dario mendengus, lalu menatap jendela dengan ekspresi keras. “Aku tidak akan pulang, Ruben. Ini bukan sekadar tentang kehilangan tangan. Lucas menghancurkan harga diriku. Aku tidak bisa hidup sebagai orang yang lemah.”Ruben terdiam sebentar, lalu dia mengangguk pelan sambil berkata,
Last Updated : 2025-02-19 Read more