All Chapters of Anak Kembar Empat si Presdir Dingin: Chapter 1431 - Chapter 1440

1448 Chapters

Bab 1431

Kening Braden berkerut. “Papanya Nico adalah anak telantar di dalam keluarga mereka. Sekarang dia sudah meninggal, bahkan mendorong kesalahan ke diri Papa. Mereka pasti akan melakukan sesuatu kepada Papa. Kalau kamu pergi pada saat seperti ini, mereka pasti akan membuat cerita baru tentangmu. Jadi, kamu jangan ladeni mereka dulu.”Hayden bertanya dengan kening berkerut, “Apa Papa akan dalam bahaya?”Braden berterus terang, “Sementara ini nggak akan. Mereka juga mengirim surat tantangan kepada Papa untuk berduel di atas ring 3 bulan kemudian. Meskipun mereka ingin melukai Papa, itu pun masalah 3 bulan kemudian.”Hayden memang merasa tidak puas, dia pun mendengar ucapan Braden dengan patuh. “Aku mengerti Kak. Hari ini aku nggak akan pergi cari Nico!”“Emm, kamu pulang dan latihan sebentar dengan Kakek Buyut. Hari ini kami akan pulang ke Kota Lokin bersama Kakek dan Nenek.”“Emm, emm.”Braden menghubungi Hayden, lalu menghubungi Caden.Caden masih berada di ruang baca. Dia sedang meneliti
Read more

Bab 1432

Namun setelah Braden menyelidiki beberapa saat, dia masih tidak menemukan petunjuk apa pun. Kedua kakek buyut itu bagai telah menghilang dari peredaran saja ….Sesuai logika, Kakek Buyut Keempat adalah peretas. Wajar kalau kesulitan untuk menyelidikinya. Namun, Braden tahu dengan identitas Kakek Buyut Pertama. Kenapa dia tidak berhasil menemukan informasi apa pun mengenainya?Nenek Buyut berkata, Kakek Buyut Pertama ada sedikit urusan keluarga. Dia butuh bantuan Kakek Buyut Keempat. Itulah sebabnya dia mengajak Kakek Buyut Keempat untuk menuruni gunung bersama. Hanya saja, setelah menyelidiki keluarganya Kakek Buyut Pertama, tidak ditemukan telah terjadi sesuatu, juga tidak ditemukan jejak Kakek Buyut Pertama pernah pulang ke rumah.Braden mengerutkan keningnya. Dia duduk di depan laptop dengan terdiam dalam waktu lama. Saat kedengaran suara dari luar pintu, Braden baru menghela napas panjang, menutup laptop, lalu pergi membasuh tubuhnya.…Pada pukul 8 pagi, Joseph dan Maria membawa a
Read more

Bab 1433

Braden dan Rayden mengerutkan kening mereka. Mereka kelihatan sangat tidak tenang!Virus generasi ke-8 pada dasarnya berbahaya. Ditambah lagi dengan adanya pantauan orang misterius yang sedang bersembunyi. Sekarang virus belum ditemukan, jadi semuanya terasa sangat tenang. Namun begitu virus ditemukan, sepertinya kondisi akan menjadi kacau balau!Mereka mencintai ibu mereka, juga mencintai ayah mereka. Mereka pun tidak bersedia melihat terjadi sesuatu dengan ayah!Caden setengah berjongkok. Dia menatap kedua bersaudara dengan tersenyum manja. “Papa janji sama kalian, aku pasti nggak akan terluka! Melindungi diri sendiri itu nomor 1, sedangkan mencari virus itu nomor 2.”Mereka bertiga saling bertukar pandang selama beberapa menit. Braden dan Rayden masuk ke dalam pelukan Caden.“Kamu mesti selamat!”“Jangan sampai terluka!”Caden memeluk kedua anak. Dia sungguh merasa bersyukur. Rasa suka sang istri dan perhatian anak-anak. Sepertinya Caden tergolong orang beruntung.“Papa janji sama k
Read more

Bab 1434

Ciuman berakhir. Mereka berdua kelihatan terengah-engah.Ujung mata Naomi kelihatan memerah. “Selama nggak ada kami di sisimu, kamu mesti jaga dirimu dengan baik.”Caden membalas, “Aku mengerti.”Naomi berpesan, “Kamu mesti makan dengan teratur.”Caden menjawab, “Oke.”Naomi berpesan lagi, “Malam hari juga mesti tidur dengan baik.”Caden membalas lagi, “Oke.”Apa pun yang dikatakan Naomi, Caden selalu mengangguk dan mengatakan “oke”. Sembari berbicara, mata Naomi sedikit basah. Sekarang dia sangat amat mencintai Caden!Ketika kepikiran akan segera berpisah dan tidak bisa melihatnya malam ini, Naomi malah ingin menangis. Padahal mereka hanya berpisah selama 7 hari saja!Naomi sungguh kesal dengan dirinya yang manja itu. Dia memalingkan kepalanya untuk menyeka air mata, lalu berkata, “Ayo, pergi. Papa, Mama, dan anak-anak lagi tunggu di bawah.”Caden menarik Naomi ke dalam pelukannya, memeluknya dengan erat. “Aku akan selalu merindukanmu, merindukanmu setiap saat.”Hati Naomi terasa hang
Read more

Bab 1435

Dengan adanya budi dan juga hubungan persahabatan, Steven saja bersedia mati demi Caden, mana mungkin akan mengkhianatinya?Kecuali Caden berjalan ke jalur yang salah, melanggar kebenaran!Caden bertanya, “Seandainya aku nggak mengecewakanmu, ‘kan?”Steven menjawab, “Lebih nggak mungkin lagi untuk mengecewakanmu.”Kening Caden sedikit berkerut ketika melihat ke luar jendela. Dia bergumam, “Iya, aku saja nggak mengecewakanmu, kenapa kamu bisa mengkhianatiku?”Steven paling memahami Caden. Dia menatap Caden dengan penuh sakit hati. Dia sedang bertanya soal orang misterius ….Steven berpikir sejenak, lalu berkata, “Kalau nggak pernah mengecewakan, malah mengkhianatimu, hal itu menunjukkan bahwa orang itu memang jahat sejak lahir. Hanya saja biasanya dia menyembunyikan dengan sangat dalam, jadi memberikan kesan palsu bahwa dia adalah orang baik.”“Contohnya seperti hubungan petani dengan ular. Nggak peduli betapa baiknya petani memperlakukan ular, ular tetap akan menggigitnya! Ada orang ya
Read more

Bab 1436

Setelah sejam kemudian, mereka tiba di rumah senior.Senior itu bernama Tosca. Dia adalah penduduk asli Kota Amari. Tahun ini, dia sudah berusia 71 tahun. Tubuhnya kurus kering dengan uban di kepalanya. Meskipun demikian, dia masih kelihatan bersemangat, kondisinya sangat bagus.Ketika melihat Caden, Tosca langsung menyapanya, “Halo, apa kamu itu Pak Caden?”Caden membalas dengan sopan, “Halo, namaku Caden.”“Halo, halo, selamat datang ke Kota Amari. Selamat datang ke rumahku.”Tosca bersalaman dengan Caden sembari tersenyum. Caden juga membalasnya. Tangan Tosca agak bertenaga. Tiba-tiba dia menyadari sesuatu, dia pun melihat Caden dengan ekspresi kaget.Ekspresi Caden kelihatan lembut. Dia menatap Tosca tanpa berekspresi.Beberapa saat kemudian, Tosca melepaskan tangan Caden. Raut wajahnya berubah normal. Dia memanggil mereka ke dalam rumah. “Ayo, kita bicarakan di dalam rumah. Aku sudah seduh teh untuk kalian.”Caden melihat ke sisi Steven. Setelah berinteraksi mata sekilas, mereka m
Read more

Bab 1437

“Kalau waktu itu dia nggak melukaiku dengan menggunakan senjata rahasia, aku pasti sudah menang! Tapi aku nggak tahu di mana dia menyembunyikan senjata rahasia itu? Aku juga nggak tahu bagaimana mewaspadainya? Seharusnya aku nggak bisa membantumu.”Caden berkata, “Kamu pasti familier dengan jurus Raffi.”Tosca segera berkata, “Aku familier! Waktu itu, aku nggak tahan melihat dia yang begitu menjunjung tinggi Negara Amuriko. Jadi, aku pun ingin mengalahkan mereka! Oleh sebab itu, aku banyak melakukan penelitian.”“Kalau begitu, kamu bisa membantuku agar aku memahami jurus mereka untuk berwaspada. Dengan begitu, aku baru bisa menang.”Tosca mengangguk. “Kalau benar aku bisa membantumu, aku pasti akan membantumu. Mengalahkan Raffi adalah impianku! Sekarang aku masih nggak terima nggak bisa naik ke atas pentas untuk berkelahi dengannya!”Caden berkata, “Kalau 3 bulan kemudian, kamu ingin pergi ke lokasi, aku akan atur orang untuk membawamu ke sana.”Begitu Tosca mendengar, kedua matanya sp
Read more

Bab 1438

Setelah pemimpin setempat meninggalkan tempat, Steven segera bertanya, “Kak Caden, aku melihat Pak Tosca agak aneh ketika bersalaman sama kamu. Apa dia menyadari sesuatu?”Caden menjawab dengan tenang, “Dia menyadari aku lebih hebat daripada dia. Dia juga sudah menebak aku datang bukan demi belajar.”Steven merasa panik. “Bagaimana kamu menjelaskannya?”“Aku nggak berterus terang. Aku sudah berhasil mengelabuinya.”Caden tidak berterus terang demi tidak membocorkan masalah. Lagi pula, terkadang akan semakin berbahaya kalau mengetahui terlalu banyak. Jadi, alangkah baiknya Tosca tidak mengetahuinya.Steven menghela napas panjang. “Dia bisa menyadari kemampuan seni bela dirimu lebih bagus daripada dia. Itu berarti dia benar-benar menguasai seni bela diri.”Seseorang yang tidak memahami teknik seni bela diri tidak mungkin bisa mengetahui kemampuan lawannya hanya dengan bersalaman tangan dengannya.Steven berkata lagi, “Hari ini aku ikut pemimpin setempat untuk keliling rumah setiap pendud
Read more

Bab 1439

Naomi berkata, “Jayden tinggal di rumah sakit buat menemui kakak dan kakeknya.”“Apa … Mia baik-baik saja?”Naomi mengerutkan keningnya sembari menggeleng. “Nggak terlalu baik. Entah dia bisa bertahan sampai musim semi tahun depan, nggak? Dia itu mengidap penyakit bawaan yang nggak bisa disembuhkan, nggak bisa diobati lagi.”“Apa bisa pindah ke rumah sakit lain?”“Pindah sih bisa. Hanya saja, Mia nggak ingin pindah rumah sakit. Hubungannya cukup dekat dengan Yuna. Berhubung Yuna berada di Kota Lokin, dia juga ingin tinggal di Kota Lokin.”Caden menghela napas. “Setiap orang memiliki takdirnya masing-masing. Ada yang terlahir untuk menikmati hidupnya. Ada juga yang ditakdirkan untuk hidup menderita. Semoga dia bisa hidup bahagia di kehidupan barunya.”Seumur hidup ini, hidup Mia boleh dikatakan tidak baik. Naomi juga menghela napas panjang. Setiap orang memang memiliki takdirnya masing-masing. Ada beberapa orang bisa melanjutkan hidupnya, tapi ada juga yang memilih untuk mengakhiri hid
Read more

Bab 1440

Caden tidak menimpali. Dia membuka pintu mobil, lalu menuruni mobil.Steven spontan bertanya pada sopir setempat. “Apa kamu merasa dia mirip sama anak gadis?”Sopir tersenyum sembari berkata nada bercanda, “Aku nggak berani mengatakannya. Dinala paling nggak suka ada yang mengatakan dia itu anak gadis. Kalau sampai kedengaran sama dia, dia pasti akan pukul kamu.”Steven juga ikut tersenyum. “Soalnya dia cantik sekali.”Sopir membalas dengan tersenyum, “Dia menuruni gen mamanya. Mamanya cantik sekali. Coba kamu lihat adik laki-lakinya, dia juga sangat cantik.”Steven melirik anak lak-laki sekilas. Memang benar, dia sama seperti Dinala, mirip seorang anak perempuan.Pria tua sedang memperkenalkan kepada Caden, “Pak Caden, biar aku perkenalkan, dia adalah Dinala, sedangkan dia adalah adiknya Dinala. Mereka adalah suku Kriz. Anak laki-laki yang aku ceritakan semalam, yang belajar seni bela diri dariku itu dia.”Caden mengambil inisiatif untuk menyapa, “Salam kenal.”Kedua abang beradik mel
Read more
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status